Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran KUA dalam Penguatan Ketahanan Keluarga di Masyarakat Modern (Studi Implementasi Nilai Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah QS. Ar-Rum [30]: 21) Arif, Muhammad Dasril; Hanan, Muhammad Rifki; Ahmad, Kafi Khadafi; Purnawati, Mala; Trisia, Adelia; Handayani, Nurul; Handayani, Rizka; Nasution, Muhammad Ali Azmi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam penguatan ketahanan keluarga di masyarakat modern melalui implementasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagaimana terkandung dalam QS. Ar-Rum [30]: 21. Ruang lingkup kajian difokuskan pada fungsi edukatif dan preventif KUA, khususnya melalui program bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga yang dilaksanakan di tingkat kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi selama kegiatan magang, wawancara dengan aparatur KUA, serta studi dokumentasi terhadap program dan regulasi terkait pembinaan keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa KUA memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, peningkatan kesiapan calon pengantin, serta upaya preventif terhadap konflik rumah tangga. Namun demikian, efektivitas program masih dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat. Novelty penelitian ini terletak pada pengintegrasian pendekatan normatif Al-Qur’an dengan data empiris hasil magang, sehingga memberikan gambaran kontekstual tentang implementasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam praktik kelembagaan KUA di masyarakat modern.
Analisis Hadis tentang Keadilan Orang Tua dan Implementasinya di Lingkungan 17, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli Kholilah, Afni; Nasution, Muhammad Ali Azmi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i2.5578

Abstract

The phenomenon of parental unfair treatment of children is still found in Muslim families in Tanjung Mulia Village, Medan Deli District, particularly in the provision of affection, attention, opportunities, education, and economic support, thus revealing a gap between the principle of justice in the hadith and daily parenting practices. This study aims to analyze the concept of parental justice based on the hadith, examine the practice of justice in family life, assess its conformity with the principles of the hadith, and explain the dynamics of the interpretation of the hadith in society. A qualitative approach was used through field research with a hadith and socio-religious perspective. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using qualitative data analysis combined with hadith analysis of empirical findings. The results show that the principle of parental justice in the hadith includes equal treatment, balanced fulfillment of rights, objectivity, and proportional consideration of children's needs. Family practices show variations in implementation, ranging from harmonious patterns to differential treatment due to economic factors, culture, gender perceptions, birth order, child character, education level, parenting experience, and religious understanding. The interpretation of the hadith develops dynamically through family traditions, religious studies, education, and social experiences, resulting in diverse forms of implementation. This study enriches the development of family hadith studies, living hadith, Islamic family education, and strengthening parenting practices based on the principle of justice in the hadith.