Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

OPTIMALISASI FUNGSI EKONOMI HUTAN MANGROVE DI DESA JEROWARU, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Hak, Muhamad Bai'ul; Singandaru, Adhitya Bagus; Fadlli, Muhammad Dzul; Husni, Vici Handalusia; Hidayat, Ali Akbar
Jurnal Oportunitas : Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025): Oportunitas, September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v4i2.1817

Abstract

Pemanfaatan hutan mangrove di Desa Jerowaru belum dilakukan secara optimal sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Masyarakat sekitar. Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara terukur tentang perumusan model optimalisasi fungsi ekonomi hutan mangrove. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mix method yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan pada kuantitatif deskriptif, sedangkan kualitatif melalui analisis strategi SWOT dan perumusan strategi melalui pendekatan Pentahelix. Dari  analisis SWOT, matriks IFAS dan EFAS dirumuskan strategi yang mengombinasikan faktor internal yaitu kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) dengan faktor eksternal yaitu peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Strategi juga disusun berdasarkan perspektif peran dari aktor penting dalam pembangunan yaitu pentahelix (pemerintah, pihak swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat). Adapun strategi optimalisasi fungsi hutan mangrove  antara lain (1) mengajak seluruh elemen untuk menjaga mangrove agar mendatangkan keuntungan ekonomi; (2) membangun kolaborasi riset dan edukasi pengunjung; (3) kerja partisipatif komunitas untuk konservasi dan menjaga keberlanjutan Kawasan mangrove; (4) proaktif menjemput anggaran untuk perbaikan infrastruktur dan fasilitas; (5) edukasi berkelanjutan tentang ekosistem mangrove bebas polusi/sampah; (6) perumusan kebijakan dan regulasi berbasis riset; (7) meningkatkan kesadaran Masyarakat lokal dan pengunjung tentang pentingnya proteksi mangrove untuk kebermanfaatan yang lebih lama (sustainability).
The Influence of Socio-Economic, Marital Status, Education, and Wages on Repeat Migration Decisions of Indonesian Migrant Workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency Widarni, Baiq; Arini, Gst Ayu; Husni, Vici Handalusia
West Science Social and Humanities Studies Vol. 3 No. 01 (2025): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v3i01.1630

Abstract

This study aims to empirically test the influence of socio-economic, marital status, education, and wages on the decision to repeat migration of Indonesian Migrant Workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency. The sample of this study was Indonesian Migrant Workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency who had been Indonesian Migrant Workers more than once. Data collection was carried out by questionnaires distributed directly to Indonesian Migrant Workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency as many as 45 respondents. The statistical method used logistic regression analysis (binary logistic), simultaneous test, partial test (f test) and pseudo R² with the results of socio-economic has a significant negative effect on the decision to repeat migration of Indonesian migrant workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency, education has a significant positive effect on the decision to repeat migration of Indonesian migrant workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency, marital status, and wages do not significantly affect the decision to repeat migration of Indonesian migrant workers in Kawo Village, Pujut District, Central Lombok Regency.
DETERMINAN NEET (NOT IN EMPLOYMENT, EDUCATION, OR TRAINING) PADA GEN Z DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Rahmawati, Anisa; Fadliyanti, Luluk; Husni, Vici Handalusia
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 1 (2025): Edisi Januari - April 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i1.4976

Abstract

Pembangunan ekonomi menekankan manusia sebagai faktor produksi utama. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia memiliki peluang emas untuk memanfaatkan bonus demografi pada periode 2020-2030. Namun, fenomena NEET menimbulkan tantangan yang dapat mengancam keberhasilan pembangunan. Menurut data BPS, tingkat NEET pada Gen Z (15-24 tahun) di Provinsi Nusa Tenggara Barat mencapai 20,45% pada tahun 2023, menempati peringkat ke-10 tertinggi secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran umum terkait faktor penentu gen z menjadi NEET di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner menggunakan data BPS dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, klasifikasi wilayah tempat tinggal, dan pengalaman kursus merupakan variabel yang secara signifikan mempengaruhi status NEET seseorang. Sedangkan tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan dan status perkawinan tidak signifikan mempengaruhi kecenderungan gen z menjadi NEET.
Optimalisasi digital marketing melalui marketplace shopee dan media sosial dalam meningkatkan penjualan kelompok pengrajin tenun ‘Nina Penenun’ di Desa Pringgasela Selatan Atmayanti, Tati; Afifuddin, Afifuddin; Husni, Vici Handalusia; Hayati, Sirrul; Multazam, Multazam; Fu'ad, Muhammad Syahrul; Alkautsar, M. Rizky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38202

Abstract

Abstrak Desa Pringgasela Selatan merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki banyak potensi, salah satunya adalah kerajinan tenun. Kerajinan tenun ini sudah berlangsung turun temurun yang merupakan warisan nenek moyang masyarakat Desa Pringgasela Selatan. Namun, kain tenun yang dihasilkan belum dikenal secara luas. Hal tersebut disebabkan karena minimnya promosi dan para penenun belum melek teknologi, khususnya pada digital marketing. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi digital marketing baik melalui Market Place Shopee dan Media Sosial sebagai wadah strategi pemasaran dan promosi produk dalam meningkatkan penjualan produk tenun para penenun yang tergabung dalam Kelompok “Nina Penenun”. Sementara itu, metode yang digunakan mulai dari perencanaan, program kerja, deskripsi dan teknologi, hingga rencana program berkelanjutan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari (1) Pengenalan digital marketing secara umum dan pembuatan akun Market Place “Shopee” (2) Sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan Market Place “Shopee” dan media sosial (3) Penggunaan aplikasi Market Place “Shopee” dan media sosial. Adapun peserta pendampingan dari Kelompok Nina Penenun sebanyak 14 orang. Hasil dari kegiatan pendampingan ini, Kelompok Nina Penenun bisa menggunakan market place dan media sosial, para penenun dapat mendesain dan mempromosikan produk dengan menarik, Selain itu, memiliki strategi pemasaran secara online melalui aplikasi shopee  dan media sosial untuk meningkatan penjualan produk mereka. Kata Kunci: pengrajin tenun; digital marketing; market place; strategi pemasaran; media sosial. Abstract South Pringgasela Village is one of the villages in East Lombok Regency with significant potential, including weaving crafts. This weaving craft has been passed down thru generations, representing the ancestral heritage of the people of South Pringgasela Village. However, the woven fabric produced is not yet widely known. This is due to the lack of promotion and the weavers' lack of technological literacy, particularly in digital marketing. This community service aims to optimize digital marketing thru both the Shopee marketplace and social media as platforms for product marketing and promotion strategies to increase the sales of woven products from weavers who are members of the "Nina Penenun" group. Meanwhile, the methods used range from planning, work programs, descriptions, and technology, to this sustainable program plan, which utilizes the Participatory Action Research (PAR) approach. This community service was carried out in several stages, starting with (1) an introduction to digital marketing in general and the creation of a "Shopee" marketplace account, (2) socialization and mentoring on the use of the "Shopee" marketplace and social media, and (3) the use of the "Shopee" marketplace and social media application. The participants in this mentoring program were 14 members of the Nina Weavers Group. The results of this mentoring activity showed that the Nina Weavers Group was able to use the marketplace and social media, and the weavers were able to design and promote their products attractively. Additionally, they developed online marketing strategies thru the Shopee application and social media to increase their product sales. Keywords: weaving craftsmen; digital marketing; marketplace; marketing strategy; social media.