Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MICROSTRUCTURAL EVOLUTION AND MECHANICAL PERFORMANCE OF SMAW DISSIMILAR WELDS BETWEEN ASTM A36 AND AISI 316 WITH E316-16 ELECTRODE AT DIFFERENT WELDING CURRENTS Nurhabibah Paramitha Eka Utami; Chandra, Hendri; Pratiwi, Diah Kusuma; Ellyanie, Ellyanie; Astuti, Astuti; Prastyanto, Wisnu Hafiz; Riady, Muhammad Ihsan; Santoso, Dyos; Saputra, M. A. Ade
Indonesian Journal of Engineering and Science Vol. 6 No. 3 (2025): Table of Contents: In progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/ijes.v6i3.201

Abstract

This study investigates the effect of welding current on the microstructural evolution and mechanical performance of Shielded Metal Arc Welded (SMAW) dissimilar lap joints between ASTM A36 carbon steel and AISI 316 stainless steel using an E316-16 electrode. Welding was performed at three different currents, namely 60 A, 70 A, and 80 A, to evaluate their influence on microstructure, hardness distribution, and impact toughness. Microstructural characterization was conducted using optical microscopy to examine phase formation and grain morphology in the weld metal and heat-affected zone (HAZ). Mechanical properties were evaluated through Vickers hardness testing and Charpy impact testing. The results show that increasing welding current leads to higher heat input, promoting the formation of finer pearlite and acicular ferrite in the weld metal, along with an expansion of the HAZ. These microstructural changes resulted in increased hardness, with the highest average hardness value of 343.32 HV observed in the weld metal at 80 A. Impact test results indicated that higher welding currents enhanced impact toughness due to the interlocking morphology of acicular ferrite, which effectively retards crack propagation. However, localized grain coarsening was observed near the fusion boundary, particularly within the HAZ. Overall, a welding current of 80 A provided the most favorable combination of hardness and impact toughness, indicating its suitability for optimizing the mechanical performance of SMAW dissimilar welded joints between ASTM A36 and AISI 316.
PELATIHAN 3D PRINTER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SISWA SMK BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA DI PALEMBANG Saputra, M. A. Ade; Hadi, Qomarul; Nasution, Jimmy D.; Firdaus, Aneka; Zulkarnain, Zulkarnain; Barlin, Barlin; Chandra, Hendri; Arifin, Amir; Putra, Risky Utama
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya: In Progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i2.202

Abstract

Program pelatihan pengenalan pengoperasian mesin cetak 3D yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membekali para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam sektor industri kreatif, terutama para siswa, dengan kompetensi yang diperlukan dalam bidang desain dan pengoperasian mesin cetak 3D tipe fused deposition modelling (FDM). Tantangan utama yang dihadapi peserta pelatihan adalah kurangnya pengetahuan dasar, keterampilan aplikasi, dan ketiadaan fasilitas mesin cetak 3D, yang menjadi fokus utama program pelatihan ini. Pelatihan tersebut diselenggarakan dengan metode penyampaian materi yang mencakup pengenalan dasar dan cara penggunaannya berdasarkan teknologi manufaktur aditif. Proses demonstrasi mencakup pencetakan objek, dimulai dari pemodelan objek 3D menggunakan perangkat lunak computer aided design (CAD), penggunaan slicer, hingga pengaturan filamen. Setelah pelatihan, keterampilan mencetak model objek diperdalam melalui program pendampingan jarak jauh. Hasil evaluasi yang diperoleh dari wawancara selama pelaksanaan menunjukkan bahwa 70% peserta SMK tertarik dan berencana untuk menerapkan teknologi mesin cetak 3D, sementara 100% peserta dari kelompok siswa mendukung kelanjutan program sosialisasi penggunaan 3D printer. Kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi guru-guru SMK dan pelaku usaha siswa melalui peningkatan keterampilan dan pemahaman tentang teknologi baru mesin cetak 3D, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0 di pasar global.
IMPLEMENTASI 3D PRINTING DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK DI SMK YPK GAJAH MADA PALEMBANG Arifin, Amir; Saputra, M. A. Ade; Yani, Irsyadi; Prakoso, Akbar Teguh; Gunawan, Gunawan; Basri, Hasan; Zahir, Muhammad; Thamrin, Ismail; Astuti, Astuti
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya: In Progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i2.203

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi di bidang manufaktur berbasis digital, salah satunya teknologi 3D printing tipe fused deposition modeling (FDM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMK YPK Gajah Mada Palembang dalam merancang dan mengoperasikan mesin cetak 3D serta memanfaatkannya sebagai media pembelajaran teknik. Metode yang digunakan diawali dengan survei kebutuhan dan wawancara untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan guru terhadap teknologi 3D printing, dilanjutkan dengan pelatihan terstruktur yang mencakup pengenalan perangkat lunak CAD, proses slicing menggunakan Ultimaker Cura, pengaturan parameter pencetakan, hingga praktik langsung mencetak produk sederhana seperti komponen transmisi dan gantungan kunci. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang baik terhadap alur kerja 3D printing, merasa cara penyampaian dan isi materi mudah diikuti, serta 70% guru menyatakan akan mencoba menerapkan 3D printing sebagai media pembelajaran di kelas. Selain itu, penyerahan satu unit mesin cetak 3D kepada sekolah mendukung keberlanjutan implementasi teknologi ini. Secara keseluruhan, program pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan mendorong integrasi teknologi manufaktur aditif dalam pembelajaran teknik di SMK.