Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementation of Traumatic Healing for Earthquake Victim Children through Fun Outbound Activities: Pelaksanaan Traumatic Healing bagi Anak Korban Gempa melalui Kegiatan Fun Outbond Adji, Sandra Sukmaning; Sausan, Inas; Suciana, Dola; Masbukhin, Faizal Akhmad Adi; Fahimah, Ayu
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.16791

Abstract

On November 21, 2022, Cianjur, West Java, experienced an earthquake with a magnitude of Mw 5.6, followed by 140 aftershocks until November 22, 2022. The earthquake resulted in loss of life, injuries, and infrastructure damage. The damaged school conditions due to the earthquake affected the learning environment for children, subsequently influencing their motivation and academic performance. Additionally, the psychological impact on survivors, particularly children, included anxiety, depression, and post-traumatic stress disorder (PTSD). This article discusses the importance of psychological recovery for children after a disaster, particularly earthquakes, using fun outbound activities as a method of traumatic healing. Fun outbound comprises outdoor activities involving games, physical challenges, and group cooperation. The study indicates that fun outbound can assist children in overcoming fear and trauma, boost self-confidence, and develop social skills. The research was conducted at SDN Sukamaju 1 Cugenang, one of the schools significantly affected by the earthquake. Through tangram puzzle games and synchronized cooperation, students experienced joy and enthusiasm, with over 50% of them reporting relief from fear and trauma. Evaluation results demonstrate the effectiveness of fun outbound in supporting the psychological recovery of children after a disaster. In conclusion, the fun outbound method can be an effective tool in helping earthquake-affected children overcome trauma, enhance self-confidence, and build social skills, creating a positive and enjoyable environment for children in challenging post-earthquake situations.
Penguatan Kapasitas Guru Menuju Sekolah Inklusi Adaptif dan Berkelanjutan di SMAN 3 Tangerang Selatan Masbukhin, Faizal Akhmad Adi; Abidin, Achmad Anwar; Risnawati, Erna; Fauziah, Nurul Isra; Sausan, Inas
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20809

Abstract

Latar belakang: Pendidikan inklusi merupakan agenda global dan nasional untuk menjamin hak belajar semua anak tanpa diskriminasi. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan SMAN 3 Tangerang Selatan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami, menerima, dan mendukung keberagaman peserta didik, khususnya anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Pemberdayaan guru SMAN 3 Tangerang Selatan melalui model Scaffolding-Oriented Pedagogical E-Media (SCOPE) agar mampu mewujudkan sekolah inklusi yang adaptif dan berkelanjutan. Metode: Kombinasi pendidikan masyarakat, pelatihan tatap muka, advokasi, dan difusi ipteks yang disertai pembelajaran asinkronus melalui platform MolecuLearn pada Juli–Agustus 2025. Hasil: Rata-rata nilai peserta meningkat dari 6,46 menjadi 8,62 (kenaikan 33,5%), 63% guru menyelesaikan kursus daring, 85% menuntaskan tugas analisis situasi peserta didik, dan 96% menyatakan MolecuLearn memudahkan akses materi. Observasi lapangan memperlihatkan perubahan perilaku guru dalam pengelolaan kelas inklusi dan modifikasi kurikulum. Kesimpulan: SCOPE efektif meningkatkan kompetensi guru dan mengubah budaya sekolah menuju inklusivitas. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan penguatan fitur teknologi.