Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategies for Improving Effective Communication and Patient Safety with SBAR among Healthcare Teams in Hospitals: A Systematic Review Fajriyah, Novita; Wijaya, Hermanto; Mamesah, Marline Merke; Marga, Irawati
Journal of Health Management Research Vol 2 No 1 (2023): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.726 KB) | DOI: 10.37036/jhmr.v2i1.366

Abstract

Background: Ineffective communication between a team of health workers will certainly have an impact on the success of treatment and cause side effects for patients. Adverse events are often analyzed to illustrate the impact of patient safety on quality of care. The side effects referred to are injuries caused by medical behavior that result in prolonged hospitalization and/or disability upon patient discharge. Objective: This systematic review aims to identify the effectiveness of strategies to improve effective communication and patient safety with SBAR among healthcare teams in hospitals. Methods: A systematic review of quantitative and qualitative studies with narrative synthesis. Literature search was sourced from three databases (Medline, CINAHL, and Science Direct) between September 2019 – March 2022. Participants A variety of health professionals including nurses and doctors. Results: The actions required when using the SBAR tool are as follows: situation, briefly state the problem, briefly present background information relevant to the situation, assess, provide analysis and consider various options, and recommend a specific course of action or treatment. Conclusion: This review found evidence that to improve effective communication and patient safety through the application of SBAR, especially when used to provide services to patients in hospitals, especially for emergency, urgent and time-sensitive actions. However this evidence is limited to certain circumstances such as telephone communication.
Gambaran Asuhan Keperawatan Medikal Bedah terhadap Mobilitas Fisik Pasien CVA Non Hemoragik Saputri, Syafira Anisa Firdaus; Fajriyah, Novita; Kristiani, Rina Budi; Wijaya, Hermanto
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.675

Abstract

Latar Belakang: Cerebrovascular Accident (CVA) non hemoragik merupakan gangguan sistem saraf pusat akibat trombosis atau emboli yang menghambat aliran darah ke otak sehingga menurunkan suplai oksigen dan glukosa. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel otak dan menimbulkan berbagai masalah keperawatan, salah satunya gangguan mobilitas fisik. Angka kejadian dan kematian akibat stroke di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan asuhan keperawatan medikal bedah yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien CVA non hemoragik dengan diagnosa keperawatan gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode studi kasus pada dua pasien CVA non hemoragik yang dirawat di Ruang Rawat Inap Thaif Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik selama tiga hari perawatan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami gangguan mobilitas fisik yang ditandai dengan kelemahan pada satu atau lebih ekstremitas. Diagnosa keperawatan prioritas adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Intervensi keperawatan meliputi observasi kondisi pasien dan tanda vital, penilaian kemampuan fungsional dan motorik, pemantauan integritas kulit, perubahan posisi setiap dua jam, latihan rentang gerak aktif dan pasif, serta kolaborasi dengan tim medis. Evaluasi menunjukkan masalah keperawatan teratasi sebagian pada pasien pertama dan belum teratasi pada pasien kedua. Saran: Asuhan keperawatan medikal bedah perlu dilakukan secara berkelanjutan dan individual untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien CVA non hemoragik.