Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMANFAATAN FLY ASH DALAM BETON SCC: ANALISIS EMISI KARBON DAN KINERJA MEKANIK Tiorivaldi, Tiorivaldi; Abriantoro, Adji Putra
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2025): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v10i2.8552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi karbon beton self-compacting concrete (SCC) yang menggunakan fly ash dari limbah batu bara sebagai substitusi semen dalam jumlah tinggi. Substitusi dilakukan dalam variasi kadar 0%, 50%, 55%, 60% dan 65% fly ash, dengan tambahan 5% silica fume. Estimasi emisi CO2 dihitung berdasarkan proporsi semen aktif dalam campuran, sedangkan efisiensi karbon didefinisikan sebagai rasio kuat tekan terhadap emisi CO2 (MPa/ton). Hasil menunjukkan bahwa emisi beton menurun seiring peningkatan kadar fly ash, dengan pengurangan mencapai 68% pada kadar 65%. Efisiensi karbon tertinggi tercapai pada kadar fly ash 50%, sebesar 240,49 MPa/ton CO2. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kadar fly ash dan efisiensi (r = 0,879; p = 0,050), sementara regresi kuadratik menunjukkan bahwa kadar optimum berada pada rentang 41–50%. Temuan ini menunjukkan bahwa fly ash dari limbah batu bara dapat secara signifikan menurunkan emisi karbon tanpa mengorbankan kekuatan mekanik beton, sehingga mendukung arah pembangunan konstruksi berkelanjutan.
Studi Komparasi Daya Dukung Fondasi dengan Metode Manual dan Allpile: Fondasi Rumah tipe 100 di Green Garden Regency Kota Gresik Ariel Tan; Tiorivaldi, Tiorivaldi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/dt65vn59

Abstract

Evaluasi daya dukung fondasi merupakan langkah penting dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek konstruksi. Fondasi yang kokoh merupakan kunci keberhasilan sebuah bangunan. Namun, variasi kondisi tanah di setiap lokasi konstruksi membuat evaluasi daya dukung fondasi menjadi sangat krusial. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode Allpile dengan metode lain untuk menentukan metode terbaik dalam memperkirakan daya dukung fondasi dan memastikan keamanan bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, survei, analisa data skunder dan metode kualitatif. Pengumpulan data di ambil dari perhitungan dari beberapa rumus yaitu rumus Meyerhof, Resse & Wright, Tomlinson dan Allpile. Hasil penelitian menunjukkan nilai kapasitas dukung tanah yang diperbolehkan untuk mendukung beban dari suatu bangunan  menunjukkan nilai perbandingan pada kedalaman 6 meter, hasil Allpile (11,03 ton) cukup dekat dengan nilai dari metode Meyerhof  (15,58 ton) dan Reese & Wright (12,65 ton), sedangkan di kedalaman 10 meter, Allpile menghasilkan 14,695 ton, yang masih berada dalam kisaran yang dapat diterima. Secara keseluruhan, metode Allpile menunjukkan perbedaan signifikan dalam daya dukung, terutama pada kedalaman lebih dalam, serta menawarkan kemudahan penggunaan dan analisis parameter tanah. Di tambah hasil persentase perbedaan dari penggunaan metode aplikasi dan manual dapat di lihat pada kedalaman 14 meter, metode Resse & Wright menunjukkan perbedaan sebesar 8,83%, yang lebih kecil dari 10%, sehingga hasil kalkulasi Allpile untuk kedalaman dan metode ini bisa dianggap akurat dan konsisten.
ANALISIS TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN PENDEKATAN ATP–WTP (STUDI KASUS: FEEDER LRT MUSI PALEMBANG) Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Elian Zhafira; Putri Ayu Dwiyana; Cahyo Agung Saputra; Tiorivaldi, Tiorivaldi
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 10 (2026): Nusantara Hasana Journal, March 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i10.2024

Abstract

The LRT Feeder is a supporting mode of transportation that connects areas not yet served by major transport systems to service hubs such as stations. This study aims to analyze the relationship between Vehicle Operating Costs (BOK), Ability to Pay (ATP), and Willingness to Pay (WTP) in determining the fare for the Musi Palembang LRT Feeder on Corridor II. A descriptive quantitative approach was used, with data collected through questionnaires distributed to 100 respondents. Calculations followed the guidelines of the Ministry of Transportation Regulation KM 251 Year 2022. The results show that the BOK is Rp616.64, ATP is Rp158.30, and WTP is Rp130.47. The fact that ATP is higher than WTP but still far below BOK indicates that users have the financial capacity to pay but are not yet able to fully cover operational costs, and their willingness to pay remains low. Determining an ideal fare should consider improving service quality or implementing subsidy interventions to bridge the cost gap and ensure service sustainability. Further research can examine an appropriate fare scheme for users.