Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal MAIYAH

Riparian Vegetation Structure of the Jengok River, Kutaliman, Kedungabanteng District, Banyumas Regency Fikriyya, Nabela; Putri, Adinda Kurnia; Silalahi, Marina
MAIYAH Vol 2 No 2 (2023): Maiyah : Vol.2 No.2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.228 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.2.8863

Abstract

Jengok River has a high value for the Kutaliman community. The community utilizes the ecosystem services of the Jengok River and is inseparable from the presence of riparian vegetation, which controls water quality. This study aimed to determine riparian vegetation structure on the Jengok River, Kutaliman, Kedungbanteng district, and Banyumas Regency. The research was conducted in October-November 2022 in the Jengok riparian zone using a quadrat transect with sizes 20x20 m2 for trees dan 2x2 m2 for understoreys. Data were analyzed using the Shannon-Wiener Diversity Index (H'), the Modified Hill's Ratio Evenness Index (e'), the Margalef Richness Index (DMg), and the Important Value Index (IVI). The results show that the diversity of riparian vegetation based on the Shannon-Wiener Diversity Index (H') is a moderate category, and the Evenness Index (e') is the distribution of individuals per species evenly. Furthermore, the Margalef Richness Index (DMg) shows 4.51 for trees and 4.34 for understorey. The highest IVI in the tree stratum was Lansium domesticum CorrĂȘa. In contrast, in the understorey stratum was Musa paradisiacal L. This indicates both species have an essential role in their community
Keanekaragaman Makrozoobenthos di Sungai Logawa, Jawa Tengah Puspitasari, Hesti; Fikriyya, Nabela; Fianjani, Ajeng Sekar; Viana, Rezza Octela; Transendenti, Aura Saintia; Handayani, Anik Maulia Tri; Adharani, Nadya
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9613

Abstract

The Logawa River is one of the rivers in Banyumas Regency, Central Java Province and flows from a spring in the Windusari, Kalisalak village. The flow of the Logawa River experiences a lot of waste input from various sources, such as sand mining waste and household waste. This allows for a decrease in water quality in the Logawa River. One way to determine water quality is by using biological parameters, for example macrozoobenthos. This research was conducted to determine the quality of water in the Logawa River based on the diversity of macrozoobenthos which was analyzed using the calculation of the Shannon Wiener Diversity Index (H') and Simpson Dominance Index (C). The sample collection method in this study was a field survey which was then observed using a stereo microscope. There are three sampling stations, namely the upstream, downstream and middle stations with two sampling times. The diversity index values obtained ranged from 0.62 - 1.89. The low value of the macrozoobenthos diversity index indicates the negative impact of the sand mining activity. The data obtained were then analyzed for the relationship between existing macrozoobenthos diversity and water quality using Pearson Correlation. Water quality parameters used include temperature, current velocity, pH, Dissolved Oxygen (DO), and Chemical Oxygen Demand (COD). The water quality parameter that has the most influence on macrozoobenthos diversity in the Logawa river is COD, with a correlation coefficient of -0.79 in the 1st sampler and -0.98 in the 2nd sampler. The results of the analysis show that the Logawa River is experiencing turbidity caused by sand mining activities
Distribusi Kalsium (Ca) Pada Daerah Aliran Sungai Serayu Fikriyya, Nabela; Putri, Desta Fatma; Jatmoko, Bambang Eko; Firdaus, Abdul Malik
MAIYAH Vol 3 No 3 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 3 September 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.3.13162

Abstract

Serayu River Watershed is one of the watersheds in Central Java that covers several districts including Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, and Cilacap. The condition of the Serayu River Watershed at this time has experienced damage and environmental pollution which has resulted in a decrease in the quality of Serayu River Water. Calcium is one of the minerals present in water and sediment. Calcium content is influenced by reactions involving carbon dioxide gas either due to respiration of plants or aquatic animals. The presence of domestic wastewater is an external element that can affect high calcium concentrations in waters. The purpose of this study was to determine the distribution of Calcium (Ca) in the Serayu River Watershed. Sampling was conducted in November 2023 located in the Serayu Watershed Area. Sampling was carried out at 15 points of the Serayu River Watershed. The method used is titrimetric analysis. The analysis results obtained are the highest Calcium (Ca) value found in Menyawak River at 52.40 mg/L. The calcium distribution map shows a red interpolation color. The lowest Calcium (Ca) value is found in the Kalisapi River at 19.20 mg/L. The calcium distribution map shows a yellow interpolation color.
Sebaran Kadar pH di Daerah Aliran Sungai Serayu Fikriyya, Nabela; Firmansyah, Faisal Ari; Susanti, Susan Tri; Hidayati, Nuning Vita
MAIYAH Vol 3 No 3 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 3 September 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.3.13205

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan salah satu DAS besar di Jawa Tengah yang menaungi 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. DAS Serayu menjadi salah satu DAS prioritas yang sekarang ini mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan. Derajat keasaman (pH) merupakan nilai yang menunjukkan konsentrasi ion hidrogen yang masuk kedalam perairan untuk mengetahui keseimbangan asam dan basa. Nilai pH perairan dipengaruhi oleh zat atau bahan asing yang masuk ke badan air, termasuk limbah buangan industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis sebaran kadar pH dan membandingkan kondisi kadar pH di Daerah Aliran Sungai Serayu dengan baku mutu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Pengambilan sampel dilakukan di 15 titik DAS Serayu. Analisis data kualitas air parameter pH menggunakan software ArcGis. Hasil analisis yang didapatkan yaitu nilai pH tertinggi terdapat pada Sungai Serayu Hulu Bendung Singomerto sebesar 7,51 dan nilai pH terendah terdapat pada Sungai Menyawak Bendung Menyawak sebesar 6,18. Data keasaman (pH) Daerah Aliran Sungai Serayu secara umum dari hulu ke hilir menunjukkan trend yang semakin menurun nilai pH nya.
Sebaran Total Dissolved Solids (TDS) Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Ibrahim, Ishama -; Fikriyya, Nabela; Amrullah, Mohamad Fajar Farid
MAIYAH Vol 4 No 2 (2025): Maiyah : Vol. 4 No 2 Juni 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.2.15656

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan salah satu DAS di Jawa Tengah yang menjadi perhatian kritis. DAS Serayu termasuk dalam kategori 1 dari 15 DAS Prioritas di Indonesia yang terdiri dari beberapa kabupaten, antara lain Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Banyaknya manfaat yang dihasilkan DAS Serayu berbanding lurus dengan tekanan ekologis dari senyawa kimia yang masuk ke perairan. TDS adalah jumlah zat padat terlarut baik berupa ion-ion organik, senyawa, maupun koloid di dalam air. Kehadiran TDS dalam jumlah besar di perairan dapat mengakibatkan pencemaran dan kematian pada makhluk hidup di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran total dissolved solids (TDS) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu jika dibandingkan dengan baku mutu. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel pada 15 titik DAS Serayu yang dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Metode penelitian ini dengan menganalisi data kualitas air parameter TDS menggunakan software ArcGis dan dibandingkan dengan nilai baku mutu. Hail analisis yang didapatkan yaitu nilai TDS berkisar antara 63-184 mg/L. Nilai TDS tertinggi yang didapatkan sebesar 184 mg/L pada Sungai Bendung Menyawak dan terendah sebesar 64 mg/L pada Sungai Prukut. Nilai analisis TDS tersebut di gambarkan pada peta dengan warna hijau tua untuk nilai terendah dan warna merah untuk nilai tertinggi. Nilai TDS DAS Serayu dibandingkan dengan nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 dan menghasilkan nilai yang masih baik