Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Nilai-nilai Cinta Laut bagi Anak Suku Laut di Pulau Lipan, Kabupaten Lingga Radjawane, Ivonne Milichristi; Pongrekun, Jeremy Nugraha; Rahmadian, Affan Fadli; Giantara, Muhammad Ikhwan Fadilah; Budiono, Erica Maharani; Nurdjaman, Susanna
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.2.272-280

Abstract

The empowerment of marginalized communities has increasingly become a crucial issue and program in Indonesia today. The central and local governments strive to empower these communities, including the Sea Tribes on Pulau Lipan. In practice, marginalized community groups are increasingly ignored by the government, as experienced by the Sea Tribe on Lipan Island. This community service program seeks to implement development in the education sector regarding the values of love for the sea for Sea Tribe children at State Elementary School (SDN) 006 Selayar. The curriculum used is prepared by considering the condition analysis made by the service team. This activity aims to foster love and awareness of marine ecosystems in Sea Tribe children so that they can maintain marine conservation and ensure wiser use of the ocean. The method used is to teach children about the sea through exciting and fun interactions about the love of the sea and games. Apart from that, the service team also established a mini library for the Sea Tribe community. The results of the implementation of activities show that the curriculum and method of delivering material and developing skills are appropriate for Sea Tribe students in receiving marine education, which can be measured from the level of children's interest and the relevance of the material that can be applied. Two-way, applicable education effectively educates sea tribe children about maritime affairs. Several obstacles are also faced in implementing the following program, where it is necessary to design a curriculum design that can provide learning to students in a sustainable, structured, practical, and memorable manner so that the instillation of maritime values can be enhanced and not just incidental as happens in the program.
MITIGASI BENCANA STUNTING MELALUI PENINGKATAN LITERASI DAN PELATIHAN BUDIKDAMBER DI KABUPATEN NGADA, NUSA TEGGARA TIMUR Radjawane, Ivonne Milichristi; Mubarrok, Saat; Aulia, Elsa Silvia Nur; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan mitigasi stunting di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebuah wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif, berupa penyuluhan gizi dan pencegahan stunting, serta pelatihan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Pelatihan ini diikuti oleh 35 perwakilan PKK dari berbagai kecamatan dan dinas di Kabupaten Ngada. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan motivasi peserta. Berdasarkan kuesioner, skor rata-rata penilaian materi pelatihan sangat positif, menunjukkan bahwa materi tersebut relevan, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Sebanyak 100% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang didapat dan tertarik mengikuti pelatihan lanjutan. Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya gizi seimbang dan cara mencegah stunting. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa budikdamber adalah solusi yang praktis dan berkelanjutan untuk pemenuhan gizi di tingkat rumah tangga, sehingga dapat mendukung percepatan penurunan stunting. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan dan replikasi program di wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.