Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gunung Sari Ulu Kota Balikpapan Safitri, Hani; Norhapifah, Hestri; Anam, Khoirul; Masyita, Gita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18785

Abstract

Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi akibat rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe, yang berisiko membahayakan kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 55 ibu hamil sesuai dengan kriteria inklusi pada ibu hamil Trimester III. Analisis data menggunakan uji chi-square pengumpulan data ini dilakukan pada bulan November – Desember 2024 Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai Pvalue 0,023 < a (0,05) yang artinya Ha diterima yaitu ada pengaruh kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gunung Sari Ulu Kota Balikpapan Kesimpulan dan saran: Kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe berperan penting dalam mencegah kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Diperlukan edukasi dan pemantauan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe guna menurunkan angka kejadian anemia.
Hubungan Kejadian Stunting Dengan Perkembangan Anak Pada Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bugis Widiyastuti, Rizki; Sulistyorini, Chandra; Masyita, Gita; Anam, Khoirul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19216

Abstract

ejadian stunting pada anak akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Keterlambatan perkembangan pada anak yang mengalami stunting disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang terjadi pada awal kehidupan. Stunting gizi dikaitkan dengan patologi struktural dan fungsional otak dan berbagai macam defisit kognitif. Puskesmas Kampung Bugis merupakan salah satu puskesmas dengan kejadian stunting tertinggi. sebanyak 411 anak (46,07%) dimana yang mengalami stunting dari 892 anak yang di timbang. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan perkembangan pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bugis. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang di gunakan adalah Deskriptif. . Pendekatan penelitian menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling dimana jumlah sampel sebanya 42 responden dengan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Korelasi Rank Spearmant . Hasil Berdasarkan hasil uji korelasi spearman rho di dapatkan nilai p value 0,014, dimana angka ini < 0,05 yang berarti H1 diterima dan Ho di tolak, sehinggah dapat di simpulkan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan pada Balita Usia 24 - 59 bulan. Nilai korelasinya sebesar 0,376 (hubungan sedang) dan memiliki arah positif. Kesimpulan : semakin buruk status stunting anak (dari pendek ke sangat pendek), cenderung semakin buruk pula perkembangan anak The incidence of stunting in children will have an impact on their growth and development. Developmental delays in stunted children are caused by nutritional deficiencies that occur early in life. Nutritional stunting is associated with structural and functional brain pathology and a wide range of cognitive deficits. Puskesmas Kampung Bugis is one of the health centers with the highest incidence of stunting. 411 children (46.07%) of 892 children who were weighed were stunted.Objective: To determine the relationship between the incidence of stunting and development in children aged 24-59 months in the Kampung Bugis Health Center Working Area. Methods: This research is a quantitative study. The research design used is descriptive. . The research approach used cross sectional. The sampling technique with total sampling where the sample size is 42 respondents with data analysis using univariate and bivariate analysis with Spearmant Rank Correlation. Result : Based on the results of the Spearman Rho correlation test, the p value is 0.014, where this figure is p < 0.05, which means that H1 is accepted and Ho is rejected, so it can be concluded that there is a relationship between stunting and development in toddlers aged 24 - 59 months. The correlation value is 0.376 (moderate relationship) and has a positive direction. Conclusion: the worse the child's stunting status (from short to very short), the worse the child's development tends to be.
Hubungan Posisi Meneran Terhadap Kejadian Robekan Perineum Pada Ibu Bersalin Di Puskesmas Rawat Inap Tepian Buah Kabupaten Berau Hajrah, Hajrah; Masyita, Gita; Risnawati, Risnawati; Prasetyarini, Asih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.546

Abstract

Latar Belakang : Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang pada persalinan berikutnya. Hampir dari 90% pada proses persalinan banyak yang mengalami robekan perineum. Robekan perineum pada persalinan biasanya terjadi di garis tengah dan dapat meluas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Kejadian robekan perineum diseluruh dunia terjadi 2,7 juta ibu bersalin mengalami robekan jalan lahir, angka ini diperkirakan akan meningkat 6,3 juta pada tahun 2050. Di provinsi Kalimantan Timur sebanyak 375 orang (73,5%) mengalami kejadian robekan perineum pada ibu bersalin. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal dalam kehidupan. Posisi meneran pada saat persalinan sangat mempengaruhi terjadinya robekan perineum. Ada beberapa pengaturan posisi pada ibu bersalin seperti posisi litotomi, dorsal recumbent, miring, dan setengah duduk. Dalam persalinan, posisi meneran ini yang sering digunakan Tujuan : untuk mengetahui hubungan posisi meneran terhadap kejadian robekan perineum pada persalinan dipuskesmas rawat inap Tepian Buah. Metode : rancangan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purpossive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 59. Hasil : Sebanyak 29 orang (49,2%) menggunakan posisi meneran litotomi dan didapatkan kejadian robekan sebanyak 31 kejadian (52,5%). Hasil uji statistik Fischer Exact yaitu nilai P Value (0,001) < ? (0,05). Kesimpulan: Posisi meneran litotomi paling banyak digunakan di puskesmas rawat inap Tepian Buah dengan kejadian robekan sebanyak 31 kejadian. Terdapat hubungan antara posisi meneran terhadap kejadian robekan perineum pada ibu bersalin di puskesmas rawat inap Tepian Buah kabupaten Berau.
Efektifitas Pijat Perineum Terhadap Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Bpm Tanjung Redeb Kabupaten Berau Inamah, Nur; Masyita, Gita; Hartati, Dwi; Hayati, Ida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.547

Abstract

Latar Belakang : Ruptur perineum merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dalam proses persalinan normal. Ruptur perineum dialami oleh 85% wanita selama masa kelahiran. Data tentang ruptur perineum di Indonesia terjadi pada 75% ibu melahirkan pervaginam. Ruptur perineum dapat dicegah jika perineum elastis, atau ibu bisa mengejan dengan baik. Upaya-upaya untuk mencegah ruptur perineum telah dilakukan antara lain dengan pijat perineum. Pijat perineum adalah teknik memijat perineum pada waktu hamil, atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomi. Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pijat perineum terhadap kejadian rupture perineum pada ibu bersalin di BPM Nur Inamah. Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design(untreated control group design with dependent pretest and posttest samples) dengan populasi 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai ?= 0,046 dan 0,003 (?<0,05). Simpulan: terdapat efektifitas pijat perinium terhadap ruptur perinium pada ibu bersalin primigravida di BPM Tanjung Redeb Kabupaten Berau.
Hubungan Tingkat Stres Akademik Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Tingkat 3 Di ITKES Wiyata Husada Samarinda Parandika, Elenanda; Masyita, Gita; Hayati, Ida; Tripertiwi, Sucita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik merupakan respons fisiologis dan psikologis yang muncul akibat tuntutan akademik yang dirasakan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi fungsi sistem reproduksi melalui gangguan hormonal, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi tingkat 3 di ITKES Wiyata Husada Samarinda. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik Proportional Random Sampling yang melibatkan 140 responden. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner tingkat stres akademik dan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden megalami stress berat yaitu 79 responden (61,7%), stress ringan 49 responden (38,3%), sedangkan siklus menstruasi sebagian besar tidak teratur yaitu 100 responden (78,1%), dan teratur 28 responden (21,9%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square di peroleh ρ = 0,752 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi. Simpulan: tingkat stres akademik tidak berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Saran: Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen stres akademik melalui strategi koping yang efektif untuk menjaga kesehatan mental dan reproduksi mahasiswi.