Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perkembangan Dispensasi NIkah dalam Perbandingan antara UU No. 01 Tahun 1974 dan UU No. 16 Tahun 2019 pada Konteks Perkawinan di Sidoarjo Ihsan, Muhammad Thoriqul; Alfian, Muhammad Yourdan; Safira, Mirza Elmy
Al Mashalih - Journal of Islamic Law Vol. 5 No. 01 (2024): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v5i01.243

Abstract

Surat nikah adalah izin yang diperoleh dari peradilan atau pemerintah yang berwenang untuk mempercepat pernikahan di bawaah usia yang sah. Di Indonesia, menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan, umur minimum untuk menikah ialah 19 tahun baik dari pria maupun wanita. Namun jika kedua mempelai masih di bawah umur tersebut, maka harus diberikan surat nikah dari peradilan agama atau pengadilan setempat (bagi non-Muslim). Penelitian ini mengaplikasikan evolusi surat nikah dalam perbandingan Undang-Undang No 01 Tahun 1974 dan UU No 16 Tahun 2019 dalam konteks pernikahan di Sidoarjo. Tujuan melakukan penelitian ini adalah menganalisis Undang-undang tersebut yang menetapkan usia minimal perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita adalah 19 tahun. Oleh karena itu, diperkirakan banyak masyarakat khususnya remaja yang ingin menikah di usia muda atau bahkan lebih awal dari usia remajanya. Oleh karena itu, peneliti sangat bersemangat untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian noormatif empiiris. Penelitian hukuum ada dua jenis, yaitu penelitian hukuum normaatif dan penelitian hukum empiiris yang meenggunakan data primeer dan seekunder
Membudidayakan Sampah Anorganik Menjadi Barang Bermanfaat Melalui Ecobrick Putri, Sakia Amanda Deviana; Fadilah, Maulidia Ilham; Daraini, Nur Sa’adatut; Yuliastutik, Yuliastutik; Mardikaningsih, Rahayu; Hariani, Mila; Chasanah, Uswatun; Safira, Mirza Elmy; Shofiyah, Roidatus; Machfud, Nailul Ulah Al Chumairoh; Masnawati, Eli; Vitrianingsih, Yeni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/sjk7aj63

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan isu dan tantangan lingkungan yang terus menjadi perhatian global. Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem, terutama sampah – sampah yang disebabkan oleh limbah – limbah aktivitas manusia. Ecobrick merupakan salah satu upaya penanggulangan sampah dan langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Metode yang dipakai yakni participatory Action Research (PAR). Daur ulang sampah anorganik dapat dijual belikan maupun bahan pembelajaran untuk anak usia dini yang dapat membantu motorik belajar dengan beragam kreasi. Pembuatan ecobrick bunga adalah solusi inovatif yang tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi sekitar.
Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMKS Mandiri Kraksaan Probolinggo Ilmawan, Cilda Thesisa; Nurafini, Fira; El-Yunusi, Muhammmad Yusron; Safira, Mirza Elmy; Rodiyah, Siti Kholidatur; Retnowati, Eli; Mardikaningsih, Rahayu; Darmawan, Didit; Masnawati, Eli; Munir, Misbachul
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 3 (2023): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v2i3.1469

Abstract

Changes in trends in education in the era of independent learning emphasize the importance of the teacher's role as the main goal in developing learning tools according to demands. In the independent curriculum, making teaching modules is mandatory for vocational subject teachers. This module is used as an interactive learning media that helps teachers when teaching. Basically, teaching modules are made by teachers with the aim of being teaching materials as well as exercises for assessing students' knowledge, skills and attitudes. For this reason, the competency improvement workshop for the preparation of independent learning curriculum learning tools for educators at the Mandiri Kraksaan Probolinggo Vocational High School aims to provide training and assistance to educators at the Mandiri Kraksaan Probolinggo Vocational High School in the preparation of teaching learning modules based on the independent learning curriculum. at SMKS Mandiri Kraksaan Probolinggo. Service activities were carried out with the participation of 10 teachers. The results of the identification of the problems found during observation by the community service team (PKM) from Sunan Giri University Surabaya towards the Mandiri Kraksaan Probolinggo Vocational High School, namely that not all teachers who teach understand and design the learning process properly in accordance with the applicable curriculum, due to the lack of training obtained.
PENGABDIAN MASYARAKAT: PENGENALAN TERANG BULAN MINI SEHAT SEBAGAI SOLUSI JAJANAN ALTERNATIF DI DESA SIDODADI Masnawati, Eli; Muhaimin, Muhammad Reza; Rizky, Muchamad Catur; Anisa, Siti; Hariani, Mila; Mardikaningsih, Rahayu; Safira, Mirza Elmy
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-pis.v4i2.1167

Abstract

ABSTRAK Terang bulan merupakan jajanan khas Indonesia yang hadir dalam berbagai variasi rasa, ukuran, dan cara penyajian. Salah satu varian terang bulan yang kini tengah populer adalah terang bulan mini dengan toping ketan dan kacang ijo yang menyehatkan. Penulis tertarik untuk mengkaji keberadaan terang bulan mini sehat ini sebagai alternatif baru dalam jajanan terang bulan yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, mengingat banyaknya kadar gula yang terkandung pada jajanan terang bulan yang menyebabkan penurunan kesehatan masyarakat. Pengkajian ini bertujuan untuk menilai seberapa peduli masyarakat dengan kesehatan mereka untuk mengkonsumsi jajanan dan nantinya juga diharapkan agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mereka. Kegiatan Ini dilaksanakan dengan metode Participatory Learning and Action (PLA) dimana penulis secara langsung berpartisipasi berdiskusi dan melakukan praktik untuk memperoleh data yang kemudian dibuat sebagai bahan analisis. Kegiatan ini menghasilkan kesimpulan bahwa generasi milenial cukup tertarik untuk membeli terang bulan mini dengan toping yang menyehatkan. Aneka toping yang menyehatkan dan porsi yang mini ini membuat sebagian besar responden tertarik untuk membeli dan menikmati terang bulan mini sehat. Artinya mereka sudah banyak yang menyadari akan pentingnya memperhatikan kesehatan untuk mengkonsumsi jajanan. Kata Kunci: Persepsi masyarakat, terang bulan mini sehat, produk alternatif. ABSTRACT Terang bulan is a traditional Indonesian snack that comes in various flavors, sizes, and presentations. One of the currently popular variations of terang bulan is the mini terang bulan with healthy toppings of sticky rice and green beans. The author is interested in examining the presence of this healthy mini terang bulan as a new alternative in the already well-known terang bulan snacks, considering the high sugar content in traditional terang bulan snacks that leads to a decline in public health. This study aims to assess how much the community cares about their health when consuming snacks and is also expected to encourage the community to pay more attention to their health in the future. This activity was conducted using the Participatory Learning and Action (PLA) method, where the author directly participated in discussions and practices to obtain data that was later used for analysis. This activity concluded that the millennial generation is quite interested in buying mini terang bulan with healthy toppings. A variety of healthy toppings and mini portions make most respondents interested in buying and enjoying healthy mini terang bulan. This means that many of them are already aware of the importance of paying attention to health when consuming snacks. Keywords: Public perception, healthy mini terang bulan, alternative products.
Juridical Analysis of the Implementation of Artificial Insemination in Indonesia: Legal Status and Children's Rights in a Positive Legal Perspective Priyatama, Sandra; Aliyah, Nelud Darajaatul; Mardikaningsih, Rahayu; Safira, Mirza Elmy; Issalillah, Fayola
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 1 No. 2 (2022): Bulletin of Science, Technology and Society (August)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of artificial insemination in Indonesia based on Law Number 36 of 2009 concerning Health and evaluate the legal status and rights of children resulting from artificial insemination using sperm donors from a positive legal perspective. Using a normative juridical approach, this study utilizes secondary data from laws and regulations, legal journals, and academic literature. The results of the study show that the regulation regarding artificial insemination in Indonesia is still not comprehensive. Existing regulations focus more on the medical aspect, without providing legal certainty on the status of children resulting from artificial insemination, especially those involving sperm donors or surrogate mothers. These children often lose legal recognition which has an impact on the loss of civil rights, such as inheritance rights. The fatwa of the Indonesian Ulema Council also emphasized that this practice is contrary to religious norms, creating a dilemma for couples who need assisted reproductive technology. This study recommends the establishment of special regulations to accommodate the development of this technology, harmonization between legal and religious norms, and protection of the rights of children resulting from artificial insemination. Comprehensive regulations will provide legal certainty and reduce social conflicts that may arise.
Application of Restorative Justice in Criminal Case Settlement in Indonesia: A Literature Perspective Wijaya, Febry Pujiarto; Safira, Mirza Elmy; Darmawan, Didit
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 1 No. 3 (2022): Bulletin of Science, Technology and Society (November)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the application of restorative justice principles in the Indonesian criminal law system through a literature review. Restorative justice, as an alternative approach, offers a more humanist and social recovery-oriented solution compared to the traditional retributive approach. This study found that the application of restorative justice in Indonesia has been regulated through several policies, such as Law No. 11/2012 on Juvenile Justice System, but its implementation is still limited to certain cases, such as minor offenses and crimes involving children. The research also identified key challenges to implementation, including low understanding by law enforcement officials, cultural resistance to dialogic conflict resolution, and a lack of comprehensively integrated regulations. Suggestions include increased training for law enforcement officials, regulatory reform to expand the scope of restorative justice, and strengthening community participation in the legal process. This study contributes to the development of a more inclusive and equitable criminal justice system in Indonesia.
The Effectiveness of the Penal System in Addressing Domestic Violence Offenders in Indonesia Mahendra, Diko Alando; Issalillah, Fayola; Safira, Mirza Elmy
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 2 No. 1 (2023): Bulletin of Science, Technology and Society (May)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the effectiveness of the punishment system against perpetrators of domestic violence (KDRT) in Indonesia with a normative juridical approach. The main focus is to analyze the applicable laws and regulations, the implementation of criminal penalties, and the role of law enforcement institutions in providing protection for victims. Domestic violence, which includes physical, psychological, sexual and economic aspects, is a serious crime that has a wide-ranging impact on families and society. Although Law No. 23/2004 on the Elimination of Domestic Violence has been implemented, many challenges remain, including in the implementation of the criminal justice system. This study found that law enforcement is often constrained by a lack of understanding of victim protection, less than optimal criminal sanctions, and weak coordination between related institutions. By analyzing legal literature and case studies, this research provides recommendations to strengthen the existing legal system, including through strengthening victim protection mechanisms, educating the public, and reforming criminal policy. This research aims to provide an academic contribution in improving the criminal law system related to domestic violence, as well as increasing its effectiveness in creating justice and protection for all parties involved.
Eksplorasi Tanaman Bunga Telang pada Asrama Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Sumokembangsri Sabrina, Salwa; Jannah, Roudlotul; Hariani, Mila; Vitrianingsih, Yeni; Chasanah, Uswatun; Mardikaningsih, Rahayu; Safira, Mirza Elmy; Shofiyah, Roidatus; Machfud, Nailul Ulah Al Chumairoh; Aliyah, Nelud Darajaatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.586

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan tanaman bunga telang beserta manfaat yang dimilikinya. Bunga telang, juga dikenal sebagai clitoria ternatea, adalah tanaman berbunga yang dikenal karena kelopaknya yang berwarna biru yang indah. Bunga telang bukan hanya tanaman yang cantik namun juga memiliki banyak manfaat lain yang membuatnya menarik dalam berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah Metode Pembangunan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) Pendekatan berbasis aset membantu komunitas melihat kenyataan kondisi internal dan potensi perubahan. Metode ini berfokus pada perubahan dan membantu komunitas mencapai tujuan. Hasil dari penulisan artikel ini yakni pemaparan tentang asal-usul bunga telang, sifatnya, dan manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan. Bunga telang dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman alami, bunga telang juga dianggap memiliki manfaat dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit karena mudah dibudidaya dan memiliki banyak manfaat, bunga telang menjadi pilihan yang menarik baik bagi pecinta tanaman hias maupun mereka yang mencari bahan alami yang kaya manfaat.
Perkembangan Dispensasi NIkah dalam Perbandingan antara UU No. 01 Tahun 1974 dan UU No. 16 Tahun 2019 pada Konteks Perkawinan di Sidoarjo Ihsan, Muhammad Thoriqul; Alfian, Muhammad Yourdan; Safira, Mirza Elmy
AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law) Vol. 5 No. 01 (2024): AL-MASHALIH (Journal of Islamic Law)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/mashalih.v5i01.243

Abstract

Surat nikah adalah izin yang diperoleh dari peradilan atau pemerintah yang berwenang untuk mempercepat pernikahan di bawaah usia yang sah. Di Indonesia, menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan, umur minimum untuk menikah ialah 19 tahun baik dari pria maupun wanita. Namun jika kedua mempelai masih di bawah umur tersebut, maka harus diberikan surat nikah dari peradilan agama atau pengadilan setempat (bagi non-Muslim). Penelitian ini mengaplikasikan evolusi surat nikah dalam perbandingan Undang-Undang No 01 Tahun 1974 dan UU No 16 Tahun 2019 dalam konteks pernikahan di Sidoarjo. Tujuan melakukan penelitian ini adalah menganalisis Undang-undang tersebut yang menetapkan usia minimal perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita adalah 19 tahun. Oleh karena itu, diperkirakan banyak masyarakat khususnya remaja yang ingin menikah di usia muda atau bahkan lebih awal dari usia remajanya. Oleh karena itu, peneliti sangat bersemangat untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan penelitian noormatif empiiris. Penelitian hukuum ada dua jenis, yaitu penelitian hukuum normaatif dan penelitian hukum empiiris yang meenggunakan data primeer dan seekunder
PENINGKATAN KETERAMPILAN NELAYAN MELALUI PELATIHAN TUNE UP MESIN KETINTING Anwar, M. Syaiful; Dzinnur, Cilda Thesisa Ilmawan; Triono, Bambang; Jahroni, Jahroni; Mashitoh, Nurul; Safira, Mirza Elmy; Halizah, Siti Nur; Yuliastutik, Yuliastutik; Sudjai, Sudjai
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara maritim warga negara Indonesia banyak yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu contohnya adalah nelayan tradisional yang ada di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati. Nelayan di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati merupakan nelayan tradisional yang menggunakan perahu mesin ketinting untuk operasionalnya. Permasalahan yang sering terjadi pada warga di Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati adalah kurang kesadaran untuk melakukan perawatan mesin perahu ketinting. Untuk permasalahan ini diperlukan solusi yang tepat. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk dapat membantu warga mencari solusi atas permasalahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen Universitas Sunan Giri Surabaya. Kegiatan dilakukan kepada 115 warga Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki lima program kerja yaitu, penyuluhan pentingnya perawatan mesin ketinting, pelatihan keterampilan tune up mesin ketinting, pembuatan bengkel perahu sederhana, pengolahan hasil laut, dan pelatihan penjualan online pada karang taruna. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah meningkatan keterampilan tune up mesin ketinting. Warga Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati menyadari pentingnya perawatan mesin perahu. Selain itu warga memiliki bengkel untuk melakukan perawatan mesin perahu dengan biaya swadaya. Selanjutnya ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan baru tentang cara pengolahan hasil laut agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat juga diikuti oleh karang taruna untuk mendapatkan pelatihan penjualan hasil olahan laut dengan cara online.