Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN  AKTIVITAS SISWA MELALUI PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS I SD KANISIUS PUGERAN Lidya Jemriski Br Ginting; Dinda Yarshal
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pelajaran dan meningkatkan produktifitas belajar yang efektif dengan mengembangkan bahan ajar berupa Media Maket Ekosistem Berbahan Daur Ulang Pada Pembelajaran Tematik Tema Ekosistem Dikelas V. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap yaitu: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Tahap validasi desain melibatkan ahli materi, ahli media. Berdasarkan penilaian Hasil yang diperoleh dari ahli materi (dosen) keseluaruhan mencapai 85%. Dari perhitungan diperoleh persentase 85%, maka materi yang terdapat dalam media dikategorikan sangat layak. Hasil penilaian dari ahli media keseluruhan mencapai 86%. Dari perhitungan diperoleh persentase 86%, maka media dikategorikan sangat layak. Adapun hasil validasi dari keseluruhan aspek yang diperoleh dari 2 validator dapat kategori snagat layak. Maka pengembangan media maket ekosistem berbahan daur ulang pada pembelajaran tematik tema ekosistem di kelas V SD yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan “sangat layak”.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN WORDWALL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA KELAS V SD Fatimah Azahro Damanik; Dinda Yarshal; Nila Lestari; Nurmairina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42004

Abstract

This research is a research and development (R&D) that aims to (1) validate the development of interactive learning media assisted by WordWall for Pancasila education subjects on Indonesian cultural diversity. (2) the practicality of interactive learning media assisted by WordWall and (3) determine the improvement in student learning outcomes after using interactive learning media assisted by WordWall. This research procedure adapts the ADDIE Branch development model, namely development consisting of five stages including (analysis), design (design), development (development), implementation (implementation), and evaluation (evaluation). The results of this study are in the form of learning media assisted by WordWall which are validated by media experts and material experts, practical as seen from teacher responses and improvement in student learning outcomes as seen from answer scores. The average result of validation by material experts is 84% ​​with the criteria of "very valid" so that the media can be used for learning activities in the classroom. The average result of validation by material experts is 88% with the criteria of "very valid" so that it can be used for learning activities in the classroom. The average practicality score was 92%, with the criteria being "very practical," suggesting that the learning media can be used during learning. Furthermore, student learning outcomes averaged 94%, with the criteria being "very good," suggesting that the WordWall-assisted learning media can be used and can improve student learning outcomes.
RUMAH ADAT SUKU BATAK SIMALUNGUN Nur Aini; Safrida Napitupulu; Sutarini; Dinda Yarshal; Sujarwo
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.526

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, pandangan hidup, dan struktur sosial masyarakat pendukungnya. Rumah adat Suku Batak Simalungun yang dikenal sebagai Rumah Bolon Simalungun memiliki ciri arsitektur yang khas serta fungsi sosial budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Suku Batak Simalungun dari aspek sejarah, bentuk arsitektur, fungsi sosial budaya, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat, simbol identitas budaya, dan sarana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, rumah adat Suku Batak Simalungun memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat lokal.
ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI Siti Fadilah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Abdul Mujib; Tiflatul Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.540

Abstract

Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.
HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR Indry Ayu Lizahra; Safrida Napitpulu; Dinda Yarshal; Lia Afriyanti Nasution; Nazriani Lubis
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Aznisya Ajeng Putri; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Abdul Mujib; Dinda Yarshal
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.
ANALISIS STRATEGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN DI SEKOLAH DASAR Sella Safitri; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Dara Fitrah Dwi; Nurmairina
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.595

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan dan taktik murid di tingkat sekolah dasar dalam menyelesaikan tantangan geometri yang tidak rutin. Tantangan yang tidak rutin memerlukan siswa untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan adaptif, karena solusi tidak bisa ditemukan melalui metode atau algoritma yang biasa merekaingat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subyek yang diteliti adalah murid sekolah dasar kelas atas yang diambil secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penyelesaian masalah geometri nonrutin dan wawancara mendalam untuk mengungkap proses berpikir para siswa. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri nonrutin bervariasi dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi cenderung menggunakan strategi visualisasi seperti menggambar kembali bentuk, menciptakan model sederhana, serta memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Siswa dengan kemampuan sedang mengaplikasikan kombinasi strategi percobaan dan penerapan konsep dasar, namun masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep secara menyeluruh. Di sisi lain, siswa dengan kemampuan rendah sering terjebak dalam prosedur yang rutin dan menemui kesulitan dalam memahami maksud dari soal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tantangan geometri nonrutin sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap konsep, kemampuan dalam representasi, serta kelenturan taktik yang mereka gunakan. Oleh karena itu, pengajaran geometri di tingkat sekolah dasar perlu dirancang dengan menerapkan variasi soal nonrutin secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTUAN POWERPOINT INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Nurul Mawaddah; Hidayat; Dinda Yarshal; Muhammad Noer Fadlan
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pecahan setara untuk siswa kelas empat SD dan menentukan kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari seorang ahli materi, seorang ahli media, seorang guru kelas empat, dan 20 siswa kelas empat SD Negeri 104283 Jaharun B. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, kuesioner validasi ahli, dan kuesioner tanggapan guru dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan skala Likert untuk menentukan kelayakan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dikategorikan sangat layak, dengan skor validasi ahli materi sebesar 90% dan skor validasi ahli media sebesar 88%. Tanggapan siswa mencapai 91% (sangat valid), sedangkan tanggapan guru sebesar 82,1% (sangat valid). Temuan ini menunjukkan bahwa media PowerPoint interaktif meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa tentang pecahan setara melalui presentasi visual, animasi, dan fitur interaktif yang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa SD. Oleh karena itu, media pembelajaran yang dikembangkan ini cocok sebagai alternatif inovatif untuk pengajaran matematika tingkat dasar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA KATA PENGHUBUNG DENGAN METODE DRILL (LATIHAN) KELAS IV SD NEGERI NO. 060900 MEDAN Nur Aini Syafitri; Nurjannah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan metode latihan (drill) dalam pembelajaran tentang kata sambung di SD Negeri 060900 Medan Johor. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum intervensi, nilai siswa kelas empat memiliki persentase penyelesaian sebesar 36%, artinya 9 dari 25 siswa mencapai nilai di atas Nilai Minimum Penyelesaian (KKM) 75. Oleh karena itu, peneliti melakukan siklus pertama menggunakan metode latihan (drill) sebagai media pembelajaran. Persentase penyelesaian meningkat menjadi 56%, artinya hanya 14 dari 25 siswa yang mencapai nilai 75. Setelah intervensi pada siklus pertama, nilai siswa meningkat sebesar 14%. Kemudian, siklus kedua dilakukan,  dengan persentase penyelesaian sebesar 88%, artinya hanya 23 dari 25 siswa yang menyelesaikan tugas. Persentase peningkatan nilai dari siklus kedua adalah 33%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah meningkat. Data yang diperoleh dari setiap siklus dibandingkan dengan hasil belajar. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data adalah observasi dan tes tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes tertulis, dan latihan. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metode latihan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 060900 Medan Johor. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan proses pembelajaran melalui metode latihan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGALAMAN GURU DALAM MEMBANGUN LITERASI SAINS DAN SOSIALMELALUI PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS V DI SDN 2 KUTAPANJANG Marni Purnama Sari; Dalimawaty Kadir; Muhammad Noer Fadlan; Dinda Yarshal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.39184

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mendeskripsikan pengalaman guru dalam membangun literasi sains dan literasi sosial melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 2 Kutapanjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun literasi sains dan sosial melalui pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, dan kegiatan eksperimen sederhana yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana pembelajaran dan perbedaan kemampuan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam mengembangkan literasi sains dan sosial melalui pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Kata kunci: pengalaman guru, literasi sains, literasi sosial, pembelajaran IPAS