Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PENDEKATAN TaRL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV DI MIS BIDAYATUL HIDAYAH 3 MEDAN Ratna Dewi; Dinda Yarshal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29268

Abstract

This Classroom Action Research aims to improve students' critical thinking skills in Pancasila Education learning through the application of the TaRL approach to class IV students of MIS Bidayatul Hidayah 3 Medan. This research was conducted at MIS Bidayatul Hidayah 3 Medan. The subjects of this study were class IV-A students with a total of 20 students. This research was conducted in May 2025-June 2025, even semester of the 2024/2025 academic year. This classroom action research was carried out using the research cycle model from Kemmis and Mc. Taggart. This research was conducted through four stages, namely action planning, action implementation, observation/evaluation and reflection as a basis for re-planning for further research. In cycle I, students' critical thinking skills in Pancasila Education learning who got a score of ≥70 were 15 students or a percentage of 75%. In this second cycle, there has been an increase in the results of critical thinking skills in Pancasila Education learning which received a score of ≥70 for 17 students or a percentage of 85%. The percentage of teacher action monitoring instruments in cycle I meeting 1 was 55%, meeting 2 was 63.3%, meeting 3 was 73.3% and student action monitoring instruments in cycle I meeting 1 were 47.5%, meeting 2 was 60%, meeting 3 was 72.5%. The percentage of teacher action monitoring instruments in cycle II meeting 1 was 75%, meeting 2 was 83.3%, meeting 3 was 95% and student action monitoring instruments in cycle II meeting 1 was 75%, meeting 2 was 85%, meeting 3 was 95%. The implication of this classroom action research is that the critical thinking skills of grade IV MIS students in Pancasila Education learning can be increased by implementing the TaRL approach in the learning process.
PENERAPAN PENGGUNAAN MIND MAPPING BERBASIS CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA IPAS KELAS IV MATERI INDONESIAKU KAYA BUDAYA DI SD NEGERI 064970 Nur Andayani, Lam; Beta Rapita Silalahi; Dinda Yarshal; Nurmairina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.34140

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes using mind mapping in grade IV students of SD Negeri 064970 in the 2024/2025 Academic Year. This type of research is Classroom Action Research (CAR), The design of this study uses the Kemmis and Mc. Taggart model. This research was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year. The subjects of this study were grade IV students of SD Negeri 064970 consisting of 25 students. Data collection techniques used observation and interviews. The results of the study showed an increase in student learning outcomes, namely in cycle I by 72.60% (good category), then in cycle II it increased to 83.80% (very good category). This means that there was an increase of 11.20%. Thus, the use of Canva-Based Mind Mapping as a Learning Media can improve learning outcomes in Grade IV Science, My Indonesia is Rich in Culture, at SD Negeri 064970.
UPAYA MENINGKATKAN  AKTIVITAS SISWA MELALUI PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS I SD KANISIUS PUGERAN Lidya Jemriski Br Ginting; Dinda Yarshal
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pelajaran dan meningkatkan produktifitas belajar yang efektif dengan mengembangkan bahan ajar berupa Media Maket Ekosistem Berbahan Daur Ulang Pada Pembelajaran Tematik Tema Ekosistem Dikelas V. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap yaitu: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Tahap validasi desain melibatkan ahli materi, ahli media. Berdasarkan penilaian Hasil yang diperoleh dari ahli materi (dosen) keseluaruhan mencapai 85%. Dari perhitungan diperoleh persentase 85%, maka materi yang terdapat dalam media dikategorikan sangat layak. Hasil penilaian dari ahli media keseluruhan mencapai 86%. Dari perhitungan diperoleh persentase 86%, maka media dikategorikan sangat layak. Adapun hasil validasi dari keseluruhan aspek yang diperoleh dari 2 validator dapat kategori snagat layak. Maka pengembangan media maket ekosistem berbahan daur ulang pada pembelajaran tematik tema ekosistem di kelas V SD yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan “sangat layak”.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN WORDWALL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA KELAS V SD Fatimah Azahro Damanik; Dinda Yarshal; Nila Lestari; Nurmairina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42004

Abstract

This research is a research and development (R&D) that aims to (1) validate the development of interactive learning media assisted by WordWall for Pancasila education subjects on Indonesian cultural diversity. (2) the practicality of interactive learning media assisted by WordWall and (3) determine the improvement in student learning outcomes after using interactive learning media assisted by WordWall. This research procedure adapts the ADDIE Branch development model, namely development consisting of five stages including (analysis), design (design), development (development), implementation (implementation), and evaluation (evaluation). The results of this study are in the form of learning media assisted by WordWall which are validated by media experts and material experts, practical as seen from teacher responses and improvement in student learning outcomes as seen from answer scores. The average result of validation by material experts is 84% ​​with the criteria of "very valid" so that the media can be used for learning activities in the classroom. The average result of validation by material experts is 88% with the criteria of "very valid" so that it can be used for learning activities in the classroom. The average practicality score was 92%, with the criteria being "very practical," suggesting that the learning media can be used during learning. Furthermore, student learning outcomes averaged 94%, with the criteria being "very good," suggesting that the WordWall-assisted learning media can be used and can improve student learning outcomes.
RUMAH ADAT SUKU BATAK SIMALUNGUN Nur Aini; Safrida Napitupulu; Sutarini; Dinda Yarshal; Sujarwo
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.526

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, pandangan hidup, dan struktur sosial masyarakat pendukungnya. Rumah adat Suku Batak Simalungun yang dikenal sebagai Rumah Bolon Simalungun memiliki ciri arsitektur yang khas serta fungsi sosial budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rumah adat Suku Batak Simalungun dari aspek sejarah, bentuk arsitektur, fungsi sosial budaya, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat, simbol identitas budaya, dan sarana pewarisan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, rumah adat Suku Batak Simalungun memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat lokal.
ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI Siti Fadilah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Abdul Mujib; Tiflatul Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.540

Abstract

Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.
HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR Indry Ayu Lizahra; Safrida Napitpulu; Dinda Yarshal; Lia Afriyanti Nasution; Nazriani Lubis
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Aznisya Ajeng Putri; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Abdul Mujib; Dinda Yarshal
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.