Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Potential of Fig Fruit Ethanol Extract (Ficus carica L.) Against Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL Bacteria Padang, Enmia Septia; Hafzari, Rini; Gultom, Endang Sulistyarini
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1033-1038

Abstract

Ficus carica L. commonly known as figs originate from West Asia and have bioactive components with antibacterial properties. This study aimed to determine the antibacterial activity of fig ethanol extract in inhibiting the growth of MDR Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria, to determine the MIC and MBC values, and the types of compounds contained in fig ethanol extract. The method began with fig extraction using concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% with 4 repetitions, testing MIC and MBC using the liquid dilution method, TLC-Bioautography test with ethyl acetate: methanol: aquades (7: 2: 1) eluent. The results showed that fig fruit extract had an inhibition zone with an average value of 3.30 mm at a concentration of 100% which was still in the weak category, the MIC value of Staphylococcus aureus MRSA bacteria was a concentration of 100% and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria was a concentration of 80%. The MBC value of MDR bacteria was not obtained because there was still bacterial growth. The results of the TLC-bioautography test of ethanol extract of fig fruit (Ficus carica L.) can inhibit bacterial growth indicated by the presence of a clear zone with an Rf value of 0.5 cm (unidentified), 0.31 cm (Flavonoid), 0.2 cm (Phenol). The compounds that act as antibacterials against Staphylococcus aureus MRSA and Klebsiella pneumoniae ESBL bacteria are the flavonoid and phenol groups.
Pengembangan Bahan Ajar Buku Saku Digital Berbasis Socio-Scientific Issues  (SSI) Pada Materi Bioteknologi Kelas IX SMP Hutasoit, Dewi Peronika; Endang Sulistyarini Gultom; Rini Hafzari
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.25813

Abstract

  Kurangnya bahan ajar yang mengintegrasikan konsep bioteknologi dengan isu-isu nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu faktor rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA. Pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI) hadir sebagai solusi dengan mengaitkan materi pembelajaran dalam konteks sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku digital berbasis SSI pada materi Bioteknologi kelas IX SMP serta mengukur kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas awal penggunaannya. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, terbatas pada tahap analysis, design, dan development. Uji kelayakan dilakukan oleh ahli materi, media, dan pembelajaran. Kepraktisan diukur melalui angket respon guru dan peserta didik, sedangkan efektivitas awal diuji melalui perbandingan hasil pretest dan posttest pada kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku digital yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan, serta menunjukkan efektivitas awal masuk ke dalam kategori sedang atau efektifi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bioteknologi. Dengan demikian, buku saku digital berbasis SSI ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran IPA secara lebih bermakna dan aplikatif.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri e.coli Nasution, Ayyu Rizkia; Manullang, Hanna Mawarni; Nafisa, Katri; Fadilla, Raudatul; Siregar, Sania; Gultom, Endang Sulistyarini; Hafzari, Rini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap pertumbuhan Escherichia coli sebagai alternatif antibakteri alami. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Negeri Medan menggunakan desain eksperimen laboratorium. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 50%, 75%, dan 100%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran diameter zona hambat, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan etanol 96% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli pada seluruh konsentrasi yang diuji, dengan peningkatan diameter zona hambat seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 100% menghasilkan daya hambat tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar.
The Diversity Of Macrozoobenthos On The Coastal Areas Of Batu Bara Regency Gilang Pradana , Tengku; Adha Putra, Chairunas; Mustaqim, Mustaqim; Hafzari, Rini; Mukra, Rizal; Silaban, Friends; Muammar, Muammar
JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v10i3.72139

Abstract

Research of the diversity macrozoobenthos in Batu Bara Regency is crucial to identify the current condition of coastal ecosystems. This information can provide an overview of water quality, resource sustainability status, and serve as a basis for better planning and management of coastal areas. This research is also expected to serve as a reference for developing strategies to mitigate the negative impacts of human activities on coastal ecosystems, ensuring the balance of ecosystems and the preservation of biodiversity. This research will be analyze diversity and abundance (ind/ha) of macrozoobenthos, ecological index data and physical environmental factors and substrate characteristics. The diversity of macrozoobenthos at Sujono Beach, Sejarah Beach, and Kresek Beach consists of three phyla, six classes, and 28 species. The abundance of macrozoobenthos at Sujono Beach is 2459 ind/m3, at Sejarah Beach is 1525 ind/m3, and at Kresek Beach is 1218 ind/m3. The species richness index, diversity index, and evenness index of macrozoobenthos at all three beaches fall into the moderate category, while in the dominance index, none of the beaches have dominating species. The substrate characteristics at Sujono Beach have a sandy clay texture, while at Sejarah Beach and Kresek Beach, they have a dusty clay texture.
Eksplorasi dan karakterisasi mikroorganisme tanah andosol sebagai dasar pengembangan agen hayati tanah Ayu Putri Ningsih; Eko Prasetya; Puji Prastowo; Rini Hafzari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p03

Abstract

Tanah Andosol yang terbentuk dari pelapukan abu vulkanik kaya mineral merupakan habitat potensial bagi mikroorganisme tanah yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme tanah Andosol dari lahan pertanian kentang di Desa Situnggaling, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Isolasi dilakukan menggunakan metode pour plate dengan pengenceran bertingkat (10⁻¹–10⁻⁵) pada media selektif SCA, Starch-M Protein Agar, ISP-2, dan ISP-4, yang menghasilkan 34 isolat bakteri Gram positif berdasarkan uji KOH 3% dan pewarnaan Gram. Karakterisasi morfologi koloni menunjukkan variasi bentuk, tepi, elevasi, tekstur, dan warna yang umumnya putih hingga krem dengan tekstur bertepung, sedangkan pengamatan mikroskopis memperlihatkan bentuk filamen bercabang atau batang dengan hifa tidak bersekat. Uji biokimia menunjukkan 22 isolat katalase positif, 4 positif Simmons’ Citrate, 11 bersifat motil, 14 mampu memfermentasi seluruh gula yang diuji, 2 menghasilkan gas, dan 8 positif H₂S, yang mengindikasikan adanya keragaman fisiologis dan metabolik yang tinggi. Analisis molekuler berbasis gen 16S rRNA terhadap dua isolat terpilih, yaitu ISP 4 10-4 O P2 dan ISP 4 10-3 O PS, menunjukkan tingkat kemiripan masing-masing sebesar 84,81% dan 95,69% terhadap anggota genus Bacillus. Tingkat kemiripan yang berada di bawah ambang batas identifikasi spesies (>98%) menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut hanya dapat diidentifikasi hingga tingkat genus dan berpotensi memiliki variasi genetik yang berbeda dari isolat yang telah dilaporkan sebelumnya. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tanah Andosol memiliki keanekaragaman mikroorganisme dan berpotensi sebagai sumber kandidat agen hayati yang dapat dikaji lebih lanjut pada penelitian lanjutan.