Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA DI DESA ORINGBELE, FLORES TIMUR Dilen, Silifosto Sili; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Ayu Lawalu, Stephanie Perdana; Jansen Sinlae, Alfry Aristo; Sius, Karolus Tatu
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2494

Abstract

Abstract: This community service program was conducted in Oringbele Village, East Flores, with a focus on empowering the youth through character education. The program aimed to instill values such as integrity, responsibility, and social awareness among the young generation. Through youth engagement and leadership training, positive changes were observed in the attitudes and behaviors of the youth. The long-term goal is to shape a morally upright and responsible generation that contributes positively to society. A sustained decrease in juvenile delinquency rates is expected as the values of character education are integrated into daily life.Keywords: Youth Empowerment, Character Education, Integrity, Responsibility, Social Awareness, Oringbele Village. Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Oringbele, Flores Timur, dengan fokus pada pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan karakter. Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, dan kesadaran sosial di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan pemuda dan pelatihan kepemimpinan, perubahan positif terlihat dalam sikap dan perilaku para pemuda. Tujuan jangka panjangnya adalah membentuk generasi yang moral dan bertanggung jawab yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Penurunan berkelanjutan dalam tingkat kenakalan remaja diharapkan terjadi seiring dengan integrasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Pemberdayaan Pemuda, Pendidikan Karakter, Integritas, Tanggung Jawab, Kesadaran Sosial, Desa Oringbele.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN BAKU PUPUK KOMPOS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANI MASYARAKAT DESA WATOONE KEC.WITIHAMA, KABUPATEN FLORES TIMUR Nardo, Silvester; Indryati, Indryati; Lawalu, Stephanie P.A; Sinlae, Alfry Aristo Jansen; Sius, Karolus Tatu
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2340

Abstract

ABSTRACTThis work program aims to improve the farming skills of the Waotoone Village community by utilizing organic waste as raw material for compost fertilizer. The implementation method of the work program is through observation of problem identification, socialization and training by the implementers of the work program and the targets of the work program. The implementation of the work program produces organic fertilizer that can be used by the Waotoone Village community for agriculture and plants in the community's yard.ABSTRAKProgram kerja ini dalam upaya meningkatkan ketrampilan bertani masyarakat Desa Waotoone dengan pemanfataan limbah Organik sebagai bahan baku pupuk kompos.  Metode pelaksanaan program kerja dengan observasi indetifikasi masalah, sosialisasi dan pelatihan oleh pelaksana program kerja dan sasaran program kerja.  Pelaksanaan program kerja menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Watoone untuk pertanian dan tanaman di pekarangan rumah msayarakat.
Sosialisasi Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan Desa Pledo Wai, Yoseph Copertino Ama; Lawalu, Stephanie Perdana Ayu; Nalle, Gladies Damainantha; Sius, Karolus Tatu; Danil, Alexsander
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena berpengaruh terhadap tingkat Kesehatan dan kehidupan Masyarakat. Jika kesehatan terganggu, maka kesejahteraan Masyarakat juga akan berkurang. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi tentang pentingnya sanitasi lingkungan kepada masyarakat Desa Pledo Kecamatan Witihama, Flores Timur untuk meningkatkan tata cara gaya hidup yang sehat dan benar dengan memperhatikan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar. Dengan metode yang digunakan yaitu perencanaan, persiapan, kemudian pelaksanaan kegiatan sosialisasi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Berdasarkan hasil kegiatan, setelah sosialisasi ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan warga tentang tentang cara menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan.
Edukasi dan Pendampingan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Menurunkan Prevalensi Stunting di Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Ngguwa, Maria Matildis Bei; Wea, Yosua Domosan Mere; Indriyati, Indriyati; Lamawuran, Yosep Dionisius; Kleden, Marianus; Sius, Karolus Tatu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1908

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rendahnya pengetahuan ibu balita tentang gizi dan kurangnya praktik pemberian makanan sehat menjadi penyebab utama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Metode yang digunakan mencakup penyuluhan gizi, demonstrasi pembuatan PMT berbahan lokal, dan pendampingan intensif selama tiga bulan. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 2 Mei, dengan melibatkan 50 peserta, terdiri atas ibu balita dan kader posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi ibu balita sebesar 40%, serta peningkatan kepatuhan dalam pemberian PMT setiap hari. Kasus stunting pada kelompok sasaran menurun sebesar 15%. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa perubahan perilaku pemberian makanan sehat dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat. Edukasi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor sangat penting dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah pedesaan.
Sosialisasi Strategi Menentukan Jenis Usaha untuk Mendukung Kemajuan Bumdes di Desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata Niron, Fransiskus Xaverius Doni; Meo, Mancerius; Sius, Karolus Tatu; Welin, Elisabeth Date Masan; Lamawuran, Yosep Dionisius; Ethelbert, Yohanes Kornelius
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i2.1889

Abstract

Salah satu alat kunci untuk pengembangan ekonomi desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat. Namun, tidak sedikit BUMDes yang tidak berjalan efektif karena kurangnya strategi yang tepat dalam menentukan jenis usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penentuan jenis usaha yang tepat bagi BUMDes Desa Paubokol guna mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan sosialisasi interaktif yang melibatkan pemerintah desa, pengurus BPD, pengelola BUMDes, dan masyarakat setempat. Hasil menunjukkan bahwa strategi efektif dalam menentukan usaha BUMDes meliputi pemetaan menyeluruh terhadap potensi desa seperti sumber daya alam, manusia, dan kebutuhan masyarakat; identifikasi peluang pasar lokal; serta partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan usaha. Jenis usaha yang direkomendasikan meliputi jasa simpan pinjam, perdagangan hasil pertanian, penyediaan air bersih, hingga pengembangan pariwisata lokal. Oleh karena itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas sangat diperlukan agar BUMDes mampu berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi. Strategi yang dirumuskan diharapkan mampu memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.
SOSIALISASI OPTIMASI PERAN BADAN USAHA DESA (BUMDES) DI DESA LIWULAGANG, KECAMATAN NAGAWUTUNG, KABUPATEN LEMBATA Jelamu, Maria Gratia Wildiyani; Lamadoken, Desriana Meme Ema; H. Molan, Kristianus Simon; Kelen, Veronika B.; Lamawuran, Yosef Dionisius; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Sius, Karolus Tatu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 04 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i04.1617

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village economic institutions that are formed based on the needs and potential of the village to increase community awareness and encourage independent local economic development. The presence of BUMDes is one of the important instruments in order to support participatory, sustainable, and local potential-based village development programs. This Community Service aims to examine in depth the role of BUMDes in village development and its contribution to improving community welfare. The community service is conducted with a descriptive qualitative approach through literature studies, documentation, and data collection from various relevant sources. The results of the study show that BUMDes play a strategic role in village economic development through opening employment opportunities, increasing community income, productive management of natural resources, and creating new businesses that are in accordance with local characteristics. BUMDes also strengthens the village's institutional capacity through strengthening organizational structure, business planning, and transparent and accountable financial governance. Furthermore, BUMDes serves as a bridge between the village government and the community in the development process,
Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Sarana Peningkatan Soft Skills Siswa di SDI Buraen 2 BupuDaa, Brigita Veridiana; Kiik, Siprianus; Indriyati, Indriyati; Sius, Karolus Tatu; Kaha, Hendrikus Likusina
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 4, No 2: August 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v4i2.31826

Abstract

The low level of non-academic skills such as creativity, cooperation, and environmental awareness among students at SDI Buraen 2 demonstrates the importance of developing soft skills from an early age. Furthermore, household waste, which has the potential to be a learning medium, has not been optimally utilized. This community service program aims to improve students' soft skills through recycling education based on the use of used goods. The activity was implemented in three stages: socialization of the importance of recycling, training in creating crafts from used goods, and evaluation of student skills using observation and an assessment rubric. The results of the activity showed improvements in students' creativity, collaboration skills, and awareness of environmental cleanliness. This program serves as an example of contextual learning that is relevant to local conditions and effective in instilling character values and environmental awareness in elementary school students.
Peduli Lingkungan Melalui Program Sosialisasi Hidup Bersih Di Sekolah Dasar SDN SONRAEN,AMARASI SELATAN NIRON, MARIA; Sudiri, Aprianus Setiadi; Ethelbert, Yohanes Kornelius; Sius, Karolus Tatu; Indriyati; Kaha, Hendrikus Likusina
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 10 No 02 (2025): September: Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v10i02.315

Abstract

Hidup bersih merupakan pola hidup yang menekankan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Program sosialisasi hidup bersih ini dirancang sebagai respons terhadap rendahnya kesadaran kebersihan di lingkungan sekolah dasar, khususnya di SDN Sonraen, Amarasi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersihan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan pola hidup sehat melalui pendekatan partisipatif yang menyenangkan dan edukatif. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran siswa/siswi terhadap pentingnya menjaga kebersihan, yang tercermin dari menurunnya volume sampah berserakan dan meningkatnya partisipasi siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Selain itu, siswa/siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam berdiskusi serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Melalui program ini, diharapkan karakter peduli lingkungan dapat tertanam secara kuat dan berkelanjutan dalam diri siswa sedari dini. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di masa depan. Pendekatan ini juga dapat menjadi model yang direplikasi di sekolah lain untuk memperkuat pendidikan karakter lingkungan sejak dini.
Elit Korporatisme Industri Garam di Nusa Tenggara Timur Ratumakin, Paulus Adrianus K.L; Sius, Karolus Tatu
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 7 No 3 (2023): EDISI DESEMBER 2023
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v7i3.524

Abstract

This research aims to reveal and explain the pattern of relations between the state (government elite) and the community, both the interest group (association elite) or the wider community (association members) in the salt industry in NTT. As a system of government, corporatism is still practiced, although with a model that is not as idealized by its early thinkers. Corporatism in practice has the opportunity to give birth to new elites as found in the research of the salt industry in NTT. The interests of the elites do not necessarily represent the interests of association members in general. Even in the salt industry, the interests of the elites conflict with the interests of members and the community. Government elites and business associations that have large resources of power manipulate customary institutions, churches, academics and communities to achieve their interests. This system also gives the state (government elite) authority and dominance over various decisions on the utilization of public goods (location of the salt industry or customary land) and determines which entrepreneurs invest (state dominance). Finally, the state is not present as a neutral referee for the contestation of various interests of citizens or associations of interest groups.
Edukasi Pencegahan Stunting melalui Penyuluhan dan Distribusi Leaflet di Kelurahan Sonraen Kabupaten Kupang Lawalata, Patricia Yuniarti; Wea, Claudia Elda; Sius, Karolus Tatu; Indriyati, Indriyati; Kaha, Hendrikus Likusina
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 (Juni)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i2.5634

Abstract

Stunting is a serious nutritional problem and can have long-term impacts on children's growth and development. This program aims to increase public awareness of stunting prevention through counseling and distribution of brochures or leaflets in Sonraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency. This activity includes providing information on the causes, impacts, and ways to prevent stunting, as well as distributing brochures containing educational materials that are easy to understand. The results of this activity show an increase in public knowledge about stunting and preventive measures. In addition, active community participation in discussions and questions and answers during counseling also increased. It is hoped that through ongoing education and effective dissemination of information, public awareness of the importance of stunting prevention can continue to be increased, so that it can reduce stunting rates in the Sonraen area. This program provides recommendations to continue the education program and expand the reach of information to other communities in Kupang Regency.