Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Roleplaying dalam Pembelajaran PPKN untuk Menumbuhkan Sikap Demokratis Siswa Sekolah Dasar Zakia, Aziza Rahma; Noviana, Lena; Septiana, Ria; Salfadilah, Fatonah
Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Vol. 1 No. 3 (2025): Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/insight.v1i3.467

Abstract

Civic Education (PPKn) has a vital role in developing students’ democratic character and civic awareness, especially in the era of the Merdeka Curriculum (2020–2025), which emphasizes active, value-based learning. However, recent findings indicate that most elementary schools in Indonesia still rely on teacher-centered lectures, resulting in low student participation and limited internalization of democratic values. This study aims to analyze the implementation of the role playing strategy as an active learning approach to foster democratic attitudes among elementary school students. Using a systematic literature review method, fifteen scholarly articles published between 2020 and 2025 were examined to identify the effectiveness of role playing in PPKn learning. The analysis shows that role playing significantly enhances students’ participation, communication, empathy, cooperation, and social responsibility. It also provides authentic experiences in deliberation, problem-solving, and joint decision-making that reinforce democratic behavior in daily life. Theoretically, this strategy aligns with Kolb’s Experiential Learning Theory and Vygotsky’s Social Constructivism, emphasizing that knowledge and values are best acquired through meaningful social experiences. The study concludes that role playing is an effective and contextually relevant approach to strengthening democratic education in elementary schools. Future research is recommended to conduct classroom-based experiments to provide empirical evidence and further develop innovative civic learning models that nurture democratic citizens in the digital era. [Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap demokratis siswa, khususnya pada era Kurikulum Merdeka tahun 2020–2025 yang menekankan pembelajaran aktif dan berpusat pada nilai. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn di sekolah dasar masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat teacher-centered, sehingga siswa kurang berpartisipasi aktif dan belum mampu menginternalisasi nilai-nilai demokrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi role playing sebagai pendekatan pembelajaran aktif dalam menumbuhkan sikap demokratis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah terbitan tahun 2020–2025 yang membahas efektivitas role playing dalam pembelajaran PPKn. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, keterampilan komunikasi, empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, role playing memberikan pengalaman belajar langsung yang melatih kemampuan musyawarah, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan bersama yang mencerminkan perilaku demokratis dalam kehidupan nyata. Secara teoretis, strategi ini sejalan dengan teori Experiential Learning (Kolb) dan Konstruktivisme Sosial (Vygotsky), yang menekankan pentingnya pengalaman sosial bermakna dalam pembentukan nilai dan karakter. Dengan demikian, role playing merupakan strategi yang efektif dan relevan diterapkan dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan eksperimen lapangan untuk menguji efektivitas empiris dan mengembangkan inovasi pembelajaran kewarganegaraan berbasis nilai demokratis.]
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Pembelajaran PPKn di SD/MI Antika, Citra Rindi; Salfadilah, Fatonah; Assyfa, Zahra; Fazila, Atiqa; Pangestu, Demas
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 4 (2025): December 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan menurunnya minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang masih menggunakan teknik konvensional tanpa media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan, kepraktisan, dan efektivitas media komik digital dalam meningkatkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan mengkaji 15 publikasi relevan yang terbit antara tahun 2020 dan 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evolusi media komik digital sebagian besar mengikuti model Penelitian dan Pengembangan (R&D), yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Berdasarkan validasi ahli dan umpan balik siswa, media ini dinilai sangat tepat digunakan karena desainnya yang menarik, konten yang selaras dengan kurikulum, dan gaya komunikasi yang efektif. Lebih lanjut, media komik digital telah menunjukkan peningkatan motivasi siswa, prestasi akademik, dan atribut karakter termasuk akuntabilitas, toleransi, dan kejujuran. Oleh karena itu, komik digital dapat menjadi pilihan baru untuk memperkuat cita-cita Pancasila dan meningkatkan kualitas pendidikan PPKn di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI GOTONG ROYONG DALAM PEMBELAJARAN PPKn SISWA SEKOLAH DASAR Anisa; Salfadilah, Fatonah; Azara, Julia Rahma; Anggraini, Rani
Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Abuya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/abuyaVol3iss2Y2025962

Abstract

Model Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pembentukan karakter sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis penerapan Model Problem Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan sikap gotong royong siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 19 artikel penelitian yang relevan, diterbitkan pada rentang tahun 2022–2025, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara konsisten mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mendorong berkembangnya sikap gotong royong melalui aktivitas kerja kelompok, diskusi kolaboratif, dan penyelesaian masalah kontekstual. Selain itu, penggunaan media pembelajaran pendukung dalam PBL turut memperkuat keterlibatan dan partisipasi siswa. Namun demikian, sebagian besar penelitian yang dikaji masih memiliki keterbatasan metodologis, terutama pada desain penelitian, ukuran sampel, dan instrumen penilaian sikap yang belum terstandar. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain eksperimen yang lebih kuat serta instrumen pengukuran yang valid dan reliabel guna memperkuat bukti empiris efektivitas PBL dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar.
Metode Show and Tell dalam Membangun Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Seni Budaya Wibowo, Yusuf Rendi; Salfadilah, Fatonah
TADRUSUUN: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : STIT Fatahillah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62274/tadrusuun.v5i1.325

Abstract

Developing self-confidence is a crucial aspect of affective growth for elementary school students, particularly in the context of arts education. Many students possess artistic talent but experience hesitation or anxiety when presenting their work publicly, limiting the full expression of their creativity. This study aims to describe the implementation of the Show and Tell method in fostering self-confidence among fourth-grade students during cultural arts lessons. A qualitative descriptive approach was employed, involving one teacher and students at SDN 1 Way Mili during the first semester of the 2024/2025 academic year. Data were collected through observation of students’ gestures and expressions during presentations, documentation of artworks and classroom activities, and interviews with both the teacher and students. The findings indicate that the Show and Tell method effectively enhances students’ courage to present, their pride in their own creations, and their ability to articulate the meaning behind their works. Teacher support, including verbal encouragement, emotional guidance, and structured practice, played a significant role in reducing anxiety and promoting active participation. The study concludes that integrating Show and Tell into cultural arts lessons provides students with opportunities to express themselves creatively and verbally, thereby strengthening self-confidence, emotional expression, and social interaction. These results suggest that experiential and supportive approaches in arts education can contribute to the holistic development of students’ affective and interpersonal skills.