Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI KLINIK UTAMA LAVALEN MEDICA DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI INSTAGRAM Angel Nabella Sydney Potonengan; Iin Soraya; Yogi Ariska
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 4 (2025): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/annafi.v2i4.1007

Abstract

This research aims to explore the communication strategy implemented by Lavalen Medica, a regenerative health clinic, in building brand awareness through Instagram. Lavalen Medica focuses on stem cell-based treatment services, which are still relatively new, complex, and high-cost in Indonesia. Therefore, an educational communication approach is necessary to foster public trust. This study uses a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews with internal teams responsible for managing digital communication. The findings show that Lavalen’s communication strategy includes fact finding, content planning, implementation using various Instagram features (feed, reels, stories, and Meta Ads), and regular evaluation through Meta dashboard and Instagram Insights. This strategy has proven effective in enhancing brand recognition, increasing audience engagement, and shaping a positive perception of Lavalen Medica as a modern and trusted health service provider.
Representasi Diri Mahasiswa UBSI Jurusan Public Relation melalui Gaya Berpakaian Resmi sebagai Bentuk Identitas Profesional di Lingkungan Universitas Ario Bimo Adipura; Iin Soraya; Yogi Ariska
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i2.3478

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena gaya berpakaian mahasiswa yang semakin bebas dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kesopanan serta profesionalitas dalam lingkungan Universitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana representasi diri mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Public Relation melalui gaya berpakaian resmi yang diberlakukan berdasarkan peraturan Universitas. Peraturan ini mewajibkan mahasiswa berpakaian resmi setiap hari Selasa dan Kamis sebagai bentuk melatih mahasiswanya supaya tampil profesional sejak masa perkuliahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali makna subjektif mahasiswa terhadap implementasi kebijakan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merespons aturan tersebut secara positif sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia kerja, meningkatkan identitas profesional, serta membedakan diri dari mahasiswa lainnya. Representasi diri tercermin dari pemilihan busana formal seperti kemeja, celana bahan, jas, dan sepatu pantofel bagi laki-laki, serta blouse, rok/celana bahan, blazer, dan sepatu hak atau flat bagi perempuan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebijakan berpakaian dapat membentuk identitas diri mahasiswa dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional.
Patriarki dan Kekerasan Seksual melalui Simbol Monster dalam Film Barbarian (2022): Analisis Semiotika Roland Barthes Yogi Ariska; muhammad ichsan; yudha febri alpaksi; herry
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 2 (2025): desember 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i2.11367

Abstract

Film Barbarian (2022) menghadirkan narasi horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan dan teror, melainkan juga menyajikan kritik sosial mengenai patriarki dan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi patriarki melalui simbol monster dalam film Barbarian dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup level denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dengan objek berupa tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur monster, ruang bawah tanah, serta karakter-karakter pendukung membangun mitos tentang bagaimana patriarki melanggengkan kekerasan seksual. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor sebagai media kritik sosial terhadap relasi kuasa gender.
Analisis Isi Pesan Persuasif Nilai Kebersamaan Dalam Kampanye “Ya Kali Gak Lanjut” Pada Akun Instagram @fanta_id Fauzi Syarief; Venessa Agusta Gogali; Yogi Ariska
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v7i1.13525

Abstract

This study aims to analyze the content of persuasive messages regarding the value of togetherness in the “Ya Kali Gak Lanjut” campaign on the @fanta_id Instagram account using the Elaboration Likelihood Model (ELM) developed by Richard E. Petty and John T. Cacioppo. This research employs a qualitative approach with a content analysis method to examine campaign content in the form of carousel posts consisting of visuals, text, slogans, and captions published on the @fanta_id Instagram account. The data were analyzed using the interactive analysis model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the persuasive messages in the “Ya Kali Gak Lanjut” campaign utilize two persuasion routes, namely the central route and the peripheral route. The central route is reflected in messages that associate Fanta products with various togetherness activities during Ramadan, such as breaking the fast, gathering after Tarawih prayers, playing with friends, and watching movies together. Meanwhile, the peripheral route is more dominant through the use of attractive visuals, the brand's distinctive colors, the slogan "Yakali Gak Mau Fanta," popular language that resonates with young audiences, and representations of togetherness that foster emotional closeness with the audience. The findings indicate that Fanta's persuasive communication strategy emphasizes an emotional branding approach by positioning the product as an integral part of togetherness during Ramadan rather than relying on rational arguments about the product's advantages. Therefore, the value of togetherness serves as the campaign's primary persuasive message, strengthening the brand image while enhancing the campaign's appeal on social media.