Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Serangan Masif Artificial Intelligence Pada Sumber Daya Manusia: Pengaruh Dan Dampak Psikologi Generasi Z (1997 – 2012): Studi Kasus Pada Subjek IN-01 Tan Evan Tandiyono
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 1 (2024): February : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i1.203

Abstract

The era of globalization that we are living in has brought major changes in various aspects of human life. In the midst of the era of globalization, new challenges and opportunities emerge. Society is becoming more open to different cultures and world views. The birth of artificial intelligence (AI) has become a historical milestone that defines the journey of human technology. However, the role of AI is not only limited to the business sector. In everyday life, we interact with virtual assistants, recommendation systems, and other AI technologies. Qualitative research is a research approach that aims to understand and explain social phenomena through in-depth analysis of non-numerical data. This research method is more inductive, where theory develops as data is collected and analyzed. The data collection process in qualitative research involves direct interaction with participants (interviews and FGDs), in-depth observation, or data analysis. Qualitative data analysis involves the process of coding, categorizing, and organizing patterns of findings. Using qualitative analysis software such as NVivo or Atlas.ti can make complex data management and analysis easier. The time period used in this research is 4 months, starting September 2023 – December 2023. The research results show that AI can have both positive and negative influences on Generation Z. Apart from that, AI is also able to have positive and negative impacts on Generation Z. This research even shows extraordinary and unexpected findings.
ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI FITUR E-TICKET PADA APLIKASI KAI ACCESS TERHADAP PENGALAMAN PELANGGAN(STUDI KASUS PADA SUBJEK NR-01 & NR-02) Afdilla Haya Fahmi Adha; Hanaa Putri Ramadhani; Rizka Dian Amalia; Tan Evan Tandiyono
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/1n94tf30

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat menuntut sebuah perusahaan agar memberikanlayanan secara praktis dan cepat, dalam hal ini pemerintah mengupayakan modernisasi pelayanan melalui e-government. E-government yang diupayakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) disajikan dalam bentuk aplikasi yaitu KAI Access.  Secara umum, transportasi terdiri dari transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi darat merupakan pemegang peran penting sekaligus menjadi sarana angkutan umum yang menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat sehari-hari (Wibowo, 2020). Salah satu moda transportasi darat yang sering digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh maupun dekat adalah kereta api. Saat ini Perkeretaapian di Indonesia berada dalam satu perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bertugas mengatur, mengurus, dan menyediakan jasa angkutan kereta api satu-satunya di Indonesia. Salah satu upaya peningkatan kualitas layanan adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) menciptakan inovasi guna memperbaiki cara lama dalam pemesanan tiket kereta. Aplikasi KAI Access merupakan jawaban dari inovasi yang dimaksud.   Aplikasi KAI Access merupakan aplikasi resmi milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang diluncurkan pada tahun 2014. Fitur yang ada pada aplikasi KAI Access sudah cukup lengkap, mulai dari pemesanan tiket kereta api lokal maupun jarak jauh, penambahan tiket, pembatalan tiket, pengubahan jadwal, pemesanan taksi, pemesanan makanan atau minuman saat melakukan perjalanan serta terdapat berita seputar layanan kereta api.
LINGKUNGAN KERJA SEBAGAI KUNCI KELANCARAN OPERASIONAL: STUDI KUALITATIF PADA PERUSAHAAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN DI SURABAYA Mochamad Raka Putra S; Indra Manggala Dwi Darmawan; Friztya Machiko Lawrence; Mariana Peka Powo; Tan Evan Tandiyono
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4n7s8445

Abstract

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kegiatan operasional dan kinerja karyawan, Khususnya pada Perusahaan yang bergerak dibidang distribuasi alat kesehatan yanng tentunya memerlukan ketelitian, fokus yang tinggi, ketepatan waktu serta koordinasi yang efektif antar karyawan dan atasan. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk memahami kondisi lingkungan kerja apakah menjadi pendukung atau bahkan menghambat kelancaran dalam proses operasional pada Perusahaan distribusi alat kesehatan di Surabaya. Hal ini akan diungkap menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik, hubungan antar karyawan yang harmonis serta, interaksi antar pegawai dan atasan yang terkoordinir memiliki peran yang signifikan dalam kelancaran operasional perusahaan. Bertolak belakang dengan itu, lingkungan kerja yang tidak sehat, hubungan antar pegawai yang buruk, fasilitas yang kurang lengkap serta interaksi antar devisi tidak terstruktur akan  memunculkan kesalahan dalam operasional seperti menyebabkan keterlambatan dalam distribusi dan juga mengganggu proses kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa selalu melakukan perbaikan pada aspek lingkungan kerja menjadi kunci untuk memaksimalkan kelancaran operasional dan menjaga kualitas layanan distribusi alat kesehatan.
Desain Sempurna, Layanan Terpadu: Analisis Keunggulan Sistem Informasi Gojek dalam Membentuk Pengalaman Pengguna (Studi Kasus Pada Subjek IN-01) Miranda Adinda Putri; Natasya Aprilia Sugito; Margaretha Maylina S. A. W; Muhammad Rifqi Kholili; Tan Evan Tandiyono
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 4 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN 
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i4.7745

Abstract

Pertumbuhan pesat platform digital, khususnya super-app seperti Gojek, telah merevolusi cara orang berinteraksi dengan layanan online. Gojek, yang awalnya merupakan aplikasi layanan transportasi, kini telah berkembang menjadi platform multi-layanan yang mencakup pengantaran makanan (GoFood), logistik (GoSend), dan dompet digital (GoPay). Penelitian ini mengkaji pengalaman pengguna (UX) dan desain antarmuka pengguna (UI) Gojek, dengan fokus pada bagaimana elemen-elemen tersebut, bersama dengan faktor keamanan dan kepercayaan, memengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna. Melalui metode penelitian kualitatif, termasuk wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini menyelidiki pengaruh desain antarmuka Gojek, integrasi layanan, dan fitur keamanan terhadap pengalaman pengguna secara keseluruhan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa desain yang intuitif, kemudahan akses, dan fitur keamanan yang komprehensif, seperti pelacakan langsung dan keamanan transaksi, memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan dan memastikan kepuasan pengguna. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya fitur-fitur yang terintegrasi dengan baik dalam meningkatkan kenyamanan sehari-hari, menjadikan Gojek bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa area yang perlu diperbaiki, seperti masalah dengan kebijakan top-up minimum untuk dompet digital, keterlambatan layanan, dan ketidakakuratan dalam pelacakan lokasi. Tantangan-tantangan ini menunjukkan potensi perbaikan bagi Gojek dalam menyempurnakan fiturnya untuk melayani pengguna dengan lebih baik. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai peran desain yang berpusat pada pengguna dalam super-app dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, kepercayaan, dan loyalitas dalam platform digital seperti Gojek.
Peran Fitur - fitur pada Shopee dalam Kecanduan Belanja GEN Z Putri Yasmine Aurora; Yesada Eka Kusuma Wardani; Sadewa Dimas Prasetyo; Ferryawan Wibisono Pamungkas; Tan Evan Tandiyono
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 4 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN 
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i4.7789

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan e-commerce di Indonesia, salah satunya Shopee yang menjadi platform belanja paling populer di kalangan Generasi Z. Berbagai fitur seperti flash sale, gratis ongkir, cashback, notifikasi promo, ShopeePay, dan ShopeePayLater dirancang untuk menciptakan pengalaman belanja yang cepat, menarik, dan intens. Namun, kemudahan tersebut berpotensi menimbulkan perilaku konsumtif hingga kecanduan belanja, terutama pada Gen Z yang dikenal sangat responsif terhadap stimulus digital dan tren media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan fitur-fitur Shopee dalam memicu kecanduan belanja pada mahasiswa Generasi Z, khususnya mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis mengenai e-commerce, shopping addiction, dan karakteristik Generasi Z untuk memahami bagaimana mekanisme promosi digital, kemudahan transaksi, serta pendekatan psikologis dalam aplikasi dapat memengaruhi perilaku konsumsi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses terbentuknya kecanduan belanja digital serta menjadi dasar dalam peningkatan literasi finansial agar generasi muda mampu berbelanja secara lebih rasional dan bijak di era digital.
Komunikasi Terbuka, Rahasia PT Spindo Ciptakan Lingkungan Kerja Nyaman Joandsa Noor Afry; Abdullah Kafa Bihi; Hafizh Rafi Argani; Achmad Dida Saputra; Tan Evan Tandiyono
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 4 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN 
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i4.7790

Abstract

This study examines the role of communication openness in enhancing employee job satisfaction at PT Spindo Surabaya, a leading steel pipe manufacturer in Indonesia. Using a qualitative approach, the research was conducted over two months through in-depth observation and interviews with two key informants: a regular employee and a chief/foreman. The findings indicate that open communication significantly contributes to a positive work environment, improves teamwork, accelerates problem resolution, and fosters trust and psychological safety. Open communication also encourages innovation, increases employee involvement in decision-making, and boosts motivation. However, challenges such as miscommunication and employees' reluctance to speak openly were identified. Leadership plays a crucial role in cultivating an inclusive and open communication climate. Overall, open communication between supervisors and subordinates is a vital foundation for building an adaptive, innovative, and employee-centric organizational culture at PT Spindo Surabaya
Peran Krusial Komunikasi Atasan Dan Bawahan Dalam Mencipkatan Loyalitas Mutlak (Studi Kasus Pada Subjek IN-01& Subjek IN-02) Al Farras Ardiyanto; M. Muhaikal Yusuf; Ryvald Dhafa Casena; Canine Gian Ramadhan; Tan Evan Tandiyono
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 4 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN 
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i4.7844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh hubungan antara atasan dan bawahan terhadap loyalitas kerja karyawan di CV. Karya Barokah Mandiri. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya peran hubungan interpersonal di tempat kerja, di mana loyalitas karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh imbalan materi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, kepemimpinan, serta kepercayaan yang terbangun antara pimpinan dan karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap tiga narasumber yang terdiri atas atasan dan bawahan yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling agar data yang diperoleh relevan dan mendalam. Analisis data dilakukan secara induktif melalui proses transkripsi, pengkodean, dan penarikan tema utama untuk menggambarkan pola interaksi atasan–bawahan serta pengaruhnya terhadap loyalitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja yang harmonis, terbuka, dan saling menghargai berpengaruh positif terhadap loyalitas karyawan. Komunikasi dua arah yang efektif, perhatian, dan apresiasi dari atasan mampu menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan motivasi kerja. Sebaliknya, kurangnya komunikasi dan ketidakseimbangan antara profesionalitas dan kedekatan pribadi dapat menurunkan semangat dan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa hubungan interpersonal yang positif antara atasan dan bawahan merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan loyalitas kerja yang berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia serta menjadi referensi akademik dalam pengembangan teori manajemen dan perilaku organisasi.
KETIDAKAKURATAN DAN KETERLAMBATAN INFORMASI TRACKING PENGIRIMAN PADA PLATFORM SHOPEE, SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENGALAMAN DAN PERILAKU PENGGUNA GENERASI Z Mohammad Yusuf Romadhan; Randy Dwi Nugroho; Adityo Saputra Nugroho; Rizal Hoironi; Tan Evan Tandiyono
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 4 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN 
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i4.7874

Abstract

Perkembangan e-commerce mendorong meningkatnya ketergantungan pelanggan terhadap sistem informasi pengiriman sebagai sumber utama kepastian selama proses belanja daring. Salah satu komponen penting dalam sistem tersebut adalah fitur tracking pengiriman yang berfungsi menyajikan informasi status dan posisi paket secara real-time. Namun, dalam praktiknya, informasi tracking pada platform e-commerce seperti Shopee tidak selalu akurat dan diperbarui secara tepat waktu, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pengguna. Kondisi ini menjadi relevan bagi Generasi Z yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap transparansi dan kecepatan informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan persepsi pengguna terhadap ketidakakuratan serta keterlambatan informasi tracking Shopee, serta dampaknya terhadap perilaku pengguna ditinjau dari perspektif Sistem Informasi Manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pengguna Shopee dari Generasi Z. Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakakuratan informasi tracking memicu respons emosional negatif, menurunkan rasa aman, serta mendorong penyesuaian perilaku pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman konseptual mengenai peran kualitas informasi dalam sistem tracking serta menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas Sistem Informasi Manajemen pada platform e-commerce.
Ketika komunikasi Berantakan, Usaha Terancam: Studi kasus pada Rental PlayStation ABC Grescha Andrean Purmantara; Mohammad Syahrul Mauludi; Achmad Axsel Fahrezi; Tan Evan Tandiyono
JURASIMA Vol. 3 No. 3 (2025): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33478/jurasima.v3i3.25

Abstract

Koordinasi kerja memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas operasional usaha jasa, terutama pada usaha berskala kecil yang sangat bergantung pada kerja tim dalam satu waktu kerja. Namun, koordinasi sering kali tidak berjalan efektif akibat faktor internal seperti dominasi ego, komunikasi yang tidak terbuka, serta lemahnya peran kepemimpinan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana buruknya koordinasi kerja dapat mengancam keberlangsungan usaha jasa, dengan mengambil studi kasus pada Rental PlayStation ABC di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur terhadap tiga karyawan dari bagian kasir, runner, dan dapur serta satu orang manager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi kerja yang berantakan dipicu oleh kecenderungan mempertahankan ego pribadi, perbedaan cara menyampaikan informasi, serta kurangnya kejelasan peran dan pengawasan kerja. Kondisi tersebut berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja, munculnya konflik antarbagian, menurunnya kualitas pelayanan, dan meningkatnya risiko gangguan operasional. Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa pengelolaan koordinasi yang baik, usaha jasa berpotensi mengalami penurunan kinerja secara berkelanjutan.
Transformasi Kinerja UMKM: Pengaruh Workshop Kejelasan Job Description & Job Specification di Toko Sembako Safa Tan Evan Tandiyono; Gustaf Naufan Febrianto; Peartama Rayhan P U
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7902

Abstract

Ketidakjelasan peran dan tanggung jawab merupakan hambatan klasik yang sering menghambat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Artikel ini menelaah pengaruh pelaksanaan workshop penyusunan Job Description dan Job Specification terhadap kinerja karyawan di UMKM Toko Sembako Safa. Sebelum intervensi, Toko Sembako Safa menghadapi tantangan operasional berupa tumpang tindih tugas (overlapping), rendahnya akuntabilitas, dan inefisiensi alur kerja akibat budaya kerja "serabutan". Melalui metode pendampingan dan pelatihan intensif, manajemen dan karyawan dibekali pemahaman mengenai batasan tugas serta kualifikasi peran yang spesifik. Hasil observasi pasca-workshop menunjukkan adanya transformasi positif yang signifikan: terciptanya spesialisasi kerja, peningkatan kecepatan layanan pelanggan, serta penurunan tingkat stres karyawan akibat beban kerja yang lebih terukur. Studi ini menyimpulkan bahwa formalisasi struktur SDM melalui kejelasan deskripsi dan spesifikasi pekerjaan adalah elemen krusial dalam meningkatkan profesionalitas dan produktivitas UMKM.