Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang SADARI Rahma Novianti; Sugiharti, Rosi Kurnia; Musmundiroh, Musmundiroh; Setianingsih, Triseu
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6446

Abstract

Breast cancer is recognized as a major global health challenge with 2.3 million cases recorded in 2020 and projections indicating a continuous increase until 2040 (WHO), where early detection becomes a crucial preventive measure that can be introduced through breast self-examination (BSE) education, yet the knowledge of adolescent girls regarding BSE remains low, requiring effective health education strategies; this study therefore aimed to assess the impact of health education using demonstration methods on improving BSE knowledge among adolescent girls at SMK Jayabeka 01 Karawang in 2025 by employing a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 103 respondents selected through total sampling, utilizing pretest and posttest questionnaires consisting of 20 items, and analyzing the data with the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal distribution, with the results showing a significant improvement in knowledge after the intervention (p-value = 0.000, p < 0.05) where 85 respondents experienced an increase, 18 showed no change, and none experienced a decrease, while before the intervention most were in the “moderate” category (67%) and afterward the majority (82.5%) moved into the “good” category, thus confirming that health education delivered through demonstration methods is effective in enhancing adolescent girls’ knowledge of BSE and can be recommended as a suitable and sustainable strategy in school-based programs for early detection of breast cancer.
DETERMINASI FAKTOR SOSIAL TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KARAWANG Marpu'ah, Siti; Siregar, Rohani; Musmundiroh, Musmundiroh; Setianingsih, Triseu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7233

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya, namun cakupan pemberiannya di Indonesia masih rendah dan belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Kedungjeruk, Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif, namun masih ada yang tidak melaksanakannya. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah perilaku pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh faktor internal ibu serta dukungan eksternal, sehingga intervensi berupa edukasi, pemberdayaan keluarga, dan penyediaan informasi kesehatan yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat.
Penerapan pijat endorphin massage terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36610

Abstract

Abstrak Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III merupakan keluhan yang umum terjadi akibat meningkatnya ukuran kandungan yang menimbulkan tekanan lebih besar pada area punggung.  Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas harian ibu hamil dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan, Keluhan nyeri punggung sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga, dan kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup serta kenyamanan ibu. Pijat endorfin salah satu metode terapi nonfarmakologis yang berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon endorfin, sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan memberikan efek relaksasi serta rasa nyaman, Pemberian asuhan melalui teknik pijat endorphin bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Teknik yang diterapkan berupa pijat endorphin yang berfokus pada upaya relaksasi sehingga ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan metode observasi. Subjek pengabdian ini ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung dan bersedia mendapatkan asuhan kebidanan melalui pijat endorphin. Kegiatan Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai pijat endorphin sebagai terapi komplementer dalam mengurangi nyeri, baik pada masa kehamilan maupun saat persalinan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dicapai secara eksplisit dan riil hasil di lapangan selama kegiatan, hasil yg diukur melalui angket pre-post/wawancara/observasi penerapan pijat endorphin terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri punggung secara bertahap. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan untuk membantu ibu hamil trimester III mengatasi nyeri punggung. Kata kunci:  pijat; endorphin; nyeri; punggung; ibu hamil. Abstract Back pain in the third trimester of pregnancy is a common complaint due to the increased size of the uterus, which puts greater pressure on the back area. This condition often disrupts the daily activities of pregnant women and causes discomfort during pregnancy. Back pain is frequently experienced by pregnant women, especially in the third trimester, and this condition can affect the quality of life and comfort of the mother. Massage endorphin is one of the non-pharmacological therapy methods that functions to stimulate the release of endorphin hormone, thereby helping to reduce pain and provide relaxation and comfort effects, The provision of care through endorphin massage techniques aims to help reduce back pain complaints in pregnant women in the third trimester. The technique applied is massage endorphin that focuses on relaxation efforts so that mothers feel calmer and more comfortable. This community service activity employed an observational method. The subjects were third-trimester pregnant women experiencing back pain who were willing to receive midwifery care through endorphin massage. This activity also aimed to enhance education about endorphin massage as a complementary therapy for reducing pain, both during pregnancy and childbirth. Based on the explicitly and tangibly achieved results in the field during the activity, outcomes measured via pre-post questionnaires/interviews/observation of the application of endorphin massage proved effective in gradually reducing back pain intensity. It is hoped that this technique can be applied to help third-trimester pregnant women manage back pain. Keywords: massage; endorphins; pain; back; pregnant women.
Dunia warna : cara mewarnai membantu perkembangan kreativitas balita Sugiharti, Rosi Kurnia; Musmundiroh, Musmundiroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35532

Abstract

Abstrak Tingkat kesehatan suatu bangsa dapat diukur dari kesehatan anak-anaknya. Setiap tahun, lebih dari 200 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami keterlambatan perkembangan, dengan 86% kasus terjadi di negara berkembang. Stimulasi menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap perkembangan otak anak, termasuk dalam mencegah keterlambatan perkembangan. Dengan stimulasi yang tepat, anak dapat mencapai potensi optimalnya. Pemberian stimulasi yang terarah dapat mempercepat perkembangan, terutama dalam aspek motorik halus, melalui aktivitas yang melibatkan gerakan fisik serta stimulasi sesuai dengan tahapan usia. Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan dengan metode mewarnai bagi balita sebagai bentuk stimulasi yang mendukung perkembangan mereka. Selain itu, data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 1-3% anak mengalami keterlambatan motorik. Pada tahun 2020, Puskesmas di Jawa Barat mencatat sebanyak 1.493 balita, dengan 246 di antaranya mengalami keterlambatan perkembangan motorik. Hasil survei pendahuluan di Desa Wanajaya menunjukkan bahwa 10 dari 15 ibu mengaku tidak pernah memberikan stimulasi mewarnai kepada anak mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu dan kegiatan mewarnai pada anak yang berguna untuk meningkatkan motoric halus. Metode yang digunakan dalam  kegiatan ini adalah penyuluhan Pre dan Post tentang metode mewarnai dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai. Responden yang mengikuti kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita usia 3-4 tahun sebanyak 20 orang di Desa Wanajaya.  Hasil kegiaan ini adalah tingkat pengetahuan ibu sebelum penyuluhan dan pelatihan adalah sebagian besar cukup 45 %, dan tingkat pengetahuan setelah penyuluhan dan pelatihan sebagian besar baik sebesar 90%. Penyuluhan dan mewarnai pada balita meningkatkan motoric halus pada balita.  Saran yang diberikan dalam kegiatan ini adalah diharapkan para ibu untuk dapat memberikan kegiatan mewarnai secara rutin kepada balita. Kata Kunci: mewarnai; motoric halus; balita. AbstractThe health of a nation can be measured by the health of its children. Each year, more than 200 million children under the age of five experience developmental delays, with 86% of cases occurring in developing countries. Stimulation is a crucial factor contributing to children's brain development, including preventing developmental delays. With appropriate stimulation, children can reach their optimal potential. Targeted stimulation can accelerate development, particularly in fine motor skills, through activities involving physical movement and age-appropriate stimulation. Based on this background, this community service program includes coloring training for toddlers as a form of stimulation to support their development. Furthermore, data from the Health Office indicates that approximately 1-3% of children experience motor delays. In 2020, the Community Health Center in West Java recorded 1,493 toddlers, with 246 of them experiencing delayed motor development. The results of a preliminary survey in Wanajaya Village showed that 10 out of 15 mothers admitted to never providing coloring stimulation to their children. The purpose of this activity was to provide knowledge to mothers and coloring activities for children that are useful for improving fine motor skills. The method used in this activity was Pre and Post counseling on coloring methods followed by coloring activities. Respondents who participated in this activity were mothers of toddlers aged 3-4 years, totaling 20 people in Wanajaya Village. The results of this activity were the level of knowledge of mothers before counseling and training was 45%, and the level of knowledge after counseling and training was 90%. Counseling and coloring for toddlers improve fine motor skills in toddlers. The suggestion given in this activity is expected to mothers can provide coloring activities regularly to toddlers. Keywords: coloring; fine motor skills; todd
Determinasi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025 Nuramiati, Nuramiati; Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia; Setianingsih, Triseu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7093

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel yaitu siswa-siswi kelas X dan XI, populasi sebanyak 864 responden, sampel sebanyak 100 responden, menggunakan data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner (Gform), analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden jenis kelamin beresiko yaitu perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden lingkungan buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat.
Analisis Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subu Sari, Novita; Musmundiroh, Musmundiroh; Siregar, Rohani; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7099

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.
Analisis Efektivitas Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Balita Di Desa Tegal Sawah Tahun 2025 Putri Pratiwi, Norma Try; Musmundiroh, Musmundiroh; Siregar, Rohani; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7100

Abstract

Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan gizi kurang berisiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berperan besar dalam memantau kedua aspek tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan perkembangan anak balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 50 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square karena distribusi data tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan sesuai usia (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Mawar 9 tahun 2025. Pemantauan gizi serta perkembangan secara rutin di posyandu penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Orang tua diharapkan memperhatikan asupan gizi anak, sementara kader posyandu perlu meningkatkan edukasi terkait pemenuhan gizi dan stimulasi perkembangan