Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Antrean Online melalui Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode DeLone dan McLean di Puskesmas Beber Tahun 2025 Apriliani, Nia; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3817

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan dampak signifikan pada sektor kesehatan, salah satunya melalui transformasi Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022. Di Indonesia, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan teknologi melalui aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah akses layanan kesehatan, termasuk fitur antrean online. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN di UPTD Puskesmas Beber, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan model DeLone dan McLean. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 41 peserta yang mendaftar melalui aplikasi, dengan teknik quota sampling. Hasil: Hasil evaluasi implementasi antrean online menunjukkan bahwa keenam variabel metode DeLone dan McLean yang dilihat dari segi distribusi frekuensi jawaban mendapatkan hasil persentase yaitu kualitas sistem sangat baik (46,83%), kualitas informasi baik (52,20%), kualitas layanan baik (53,66%), penggunaan sangat baik (50%), kepuasan pengguna baik (49,39%), dan manfaat bersih sangat baik (48,17%). Disarankan untuk mengembangkan panduan penggunaan yang mudah diakses, meningkatkan kualitas fitur informasi, serta melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat. Puskesmas Beber juga perlu berkoordinasi lebih aktif dengan BPJS Kesehatan untuk mengoptimalkan layanan dan menyampaikan rekomendasi perbaikan berbasis temuan.
Analisis Implementasi E-Puskesmas Rekam Medis Elektronik yang Terintegrasi dengan Aplikasi SATUSEHAT di Puskesmas Kesunean Kota Cirebon Lisnawati, Silvia; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3819

Abstract

Transformasi digital dalam layanan kesehatan di Indonesia mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi. E-Puskesmas, sebagai aplikasi berbasis cloud yang terhubung dengan Platform SATUSEHAT, telah diimplementasikan di Puskesmas Kesunean, Kota Cirebon. Namun, tantangan seperti kesalahan input data, gangguan teknis, dan kurangnya akurasi pengkodean diagnosis masih dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi E-Puskesmas yang terintegrasi SATUSEHAT di Puskesmas Kesunean Kota Cirebon menggunakan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS) dan Human, Organization, Technology-Fit (HOT-Fit). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh 27 petugas pengguna E-Puskesmas dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi RME di Puskesmas Kesunean termasuk Baik, dengan nilai rata-rata total 5,63. Berdasarkan 6 aspek yang diteliti yaitu aspek isi (content) 5,70, tampilan (format) 5,66, keakuratan (accuracy) 5,70, ketepatan waktu (timeliness) 5,57, kemudahan pengguna (ease of use) 5,48 dan teknologi 5,65. Kesimpulan pada penelitian ini adalah implementasi RME di Puskesmas Kesunean menunjukkan bahwa seluruh aspek memperoleh nilai rata-rata di atas 5,00, dengan nilai rata-rata total sebesar 5,63 menunjukkan bahwa implementasi E-Puskesmas berada dalam kategori Baik. Meskipun masih ditemukan kendala teknis penggunaan e-Puskesmas secara umum telah meningkatkan efisiensi dan mempercepat pelayanan kesehatan
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Menggunakan Metode Eucs di Puskesmas Watubelah Kabupaten Cirebon Nurapriani, Shinta; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3820

Abstract

BPJS Kesehatan meluncurkan Aplikasi Mobile JKN pada tanggal 15 November 2017. Tujuan dari peluncuran aplikasi ini adalah untuk memfasilitasi akses peserta terhadap layanan publik terutama yang berkaitan dengan jaminan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Namun, penggunaan Mobile JKN masih terdapat beberapa hambatan dalam penggunaanya, seperti dari segi content pada saat login sistem mengindikasikan bahwa nomor tersebut telah digunakan oleh orang lain, meskipun pengguna tersebut belum pernah melakukan registrasi, segi accuracy terdapat kesalahan pengelompokkan data keluarga, dari segi Easy of use untuk menerima kode OTP harus mengeluarkan pulsa untuk menerima kode tersebut, segi timeliness terdapat masalah lamanya mendapatkan kode OTP. Sehingga dalam implementasi Aplikasi Mobile JKN perlu adanya pelaksanaan evaluasi oleh pengguna. Evaluasi pada penelitian ini menggunakan metode EUCS. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pengguna Aplikasi Mobile JKN. Pengambilan sampel menggunakan Quota Sampling, jumlah sampel sebanyak 56 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson atau rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel content memiliki hubungan korelasi yang sangat kuat user satisfaction (p value 0,000 dan r hitung 0,940), accuracy memiliki hubungan korelasi yang sangat kuat user satisfaction (p value 0,000 dan r hitung 0,933), format memiliki hubungan korelasi yang sangat kuat user satisfaction (p value 0,000 dan r hitung 0,888), easy of use memiliki hubungan korelasi yang sangat kuat user satisfaction (p value 0,000 dan r hitung 0,918), timeliness memiliki hubungan korelasi yang sangat kuat user satisfaction (p value 0,000 dan r hitung 0,935).
Prototype Aplikasi Statistik Kematian di Laboratorium Statistik Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Sofyanti, Indriyani; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3824

Abstract

Kemajuan teknologi telah mempermudah berbagai proses, termasuk pengolahan data statistik kematian. Di Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, pembelajaran statistik kematian dilakukan menggunakan esdl manual dan Microsoft Excel sebagai bagian dari penguasaan dasar analisis data. Sebagai pelengkap, diperlukan inovasi berupa aplikasi yang mampu mengotomatisasi perhitungan indikator statistik kematian, seperti GDR dan NDR, serta menghasilkan grafik secara cepat dan akurat untuk mendukung proses pembelajaran dan analisis data kesehatan. Jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model Waterfall, pengujian black-box testing dan PSSUQ. Hasil penelitian berupa Prototype Aplikasi Statistik Kematian disertai tahap waterfall. Menggunakan kuesioner PSSUQ dengan responden 30 mahasiswa. Hasil perbandingan antara norma PSSUQ dengan rekapitulasi kuesioner PSSUQ yaitu subscale System Quality (SysQual) sebesar 1,19, Information Quality (InfoQual) sebesar 1,33, Interface Quality (IntQual) sebesar 1,26, serta Overall sebesar 1,26. Prototype Aplikasi Statistik Kematian berhasil dirancang dan dibangun sesuai dengan tahapan perancangan yang telah disesuaikan. Dari keempat skor subscale dan setelah dibandingkan dengan norma Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) didapatkan hasil bahwa keempat subscale tersebut mendapatkan hasil < lower limit (kurang dari lower limit), maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan sudah baik dan dapat memuaskan pengguna.
Distribusi Spasial Kejadian Stunting dan Faktor Risiko di Provinsi Jawa Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis Tahun 2023 Ramadhani, Alfa Nurmalla; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3828

Abstract

Stunting hingga kini masih menjadi permasalahan utama balita dalam topik malnutrisi, baik skala global maupun nasional. Dari 38 provinsi yang tercatat, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang tinggi pada tahun 2023, mencapai 21,7%. Angka tersebut melampaui ambang batas WHO sebesar 20% dan jauh dari target nasional yaitu 14%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memetakan pola distribusi spasial stunting dan faktor-faktor risiko. Studi kuantitatif deskriptif ditetapkan sebagai metode penelitian, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data memanfaatkan data sekunder dari publikasi resmi pemerintah, dengan cakupan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Variabel yang ditetapkan adalah stunting, BBLR, ASI eksklusif, dan PHBS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas wilayah dengan prevalensi stunting berada dalam klasifikasi sedang, dalam range antara 20%-29% sebanyak 16 kabupaten/kota. Sebaran faktor risiko BBLR didapat sebagian besar berada dalam kategori rendah atau baik (0,00%-2,30%), sebanyak 13 wilayah. Hasil pemetaan ASI eksklusif diketahui mayoritas wilayah dalam klasifikasi sedang (40%-80%), sebanyak 20 wilayah. Terakhir, faktor risiko PHBS diketahui sebanyak 18 kabupaten/kota berada dalam kategori sedang (35%-70%). Sehingga, sebaran stunting dan faktor risiko menunjukkan pola klasifikasi sedang hingga baik di sebagian besar wilayah. Analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor risiko dan metode lainnya dapat dikembangkan guna pemahaman yang lebih komprehensif.
Analisis Perbandingan Efesiensi Penggunaan Tempat Tidur antara Rumah Sakit Tipe B dan Tipe C di Kota Cirebon dengan Menggunakan Grafik Barber Jhonson Lutvia, Vivi Adzra; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3832

Abstract

Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang efisien dan berkualitas. Efisiensi penggunaan tempat tidur rawat inap merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kinerja rumah sakit, khususnya melalui grafik Barber Johnson yang mencakup empat indikator: BOR, AvLOS, TOI, BTO. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi penggunaan tempat tidur antara rumah sakit Tipe B (RS Ciremai) dan Tipe C (RS Pelabuhan) di Kota Cirebon. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif yang dilakukan secara cross-sectional dan data sensus rawat inap tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa BOR di RS Ciremai sebesar 79,04% dan RS Pelabuhan sebesar 78%, keduanya memenuhi standar efisiensi. AvLOS di kedua rumah sakit tercatat 3 hari, TOI sebesar 1 hari, dan BTO masing-masing 95 dan 108 kali per tahun. Seluruh indikator, kecuali BTO, berada dalam rentang efisiensi ideal. Nilai BTO yang terlalu tinggi menunjukkan potensi kelebihan beban dan risiko penurunan kualitas pelayanan. Dengan demikian, meskipun secara umum kedua rumah sakit efisien dalam penggunaan tempat tidur, dibutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk menjaga keseimbangan antara okupansi dan kualitas pelayanan.
Analisis Kepuasan Pengguna Fitur Deteksi Risiko Penyakit di Aplikasi SATUSEHAT Menggunakan Technology Acceptance Model Syufiyani, Syi’ta Dwi; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3833

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti kanker paru dan gangguan kesehatan mental, menjadi penyebab utama kematian dan beban kesehatan global. Deteksi dini melalui teknologi digital, seperti fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap fitur deteksi risiko penyakit di SATUSEHAT menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Jumlah sampel 100 responden yang menggunakan fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT minimal satu kali dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling jenis quota sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dalam bentuk google formulir secara langsung atau melalui grup WhatsApp sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Semua variabel pada kategori puas dengan masing masing nilai rata- rata (mean) yaitu perceived ease of use 4,24; perceived usefulness 4,28; attitude toward using 4,24; behavioral intention to use 4,23; dan actual system use 4,22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur deteksi risiko penyakit pada SATUSEHAT diterima dengan baik oleh pengguna, dengan aspek manfaat yang dirasakan memiliki skor tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna menganggap fitur ini bermanfaat untuk pemantauan kesehatan mereka.
Analisis Kepuasan Pengguna Fitur Pendaftaran Pelayanan (Antrean) Online BPJS pada Aplikasi Mobile JKN dengan Metode Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon Tahun 2025 Sanjaya, Nirmaya Tri; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3907

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong digitalisasi di sektor kesehatan. BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN untuk memudahkan akses layanan, termasuk fitur pendaftaran antrean online. Namun, studi pendahuluan di RS Ciremai Kota Cirebon mengidentifikasi kendala teknis, seperti kegagalan sistem check-in, yang berpotensi mempengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 100 responden dari 8.434 pengguna aplikasi di RS Ciremai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel TAM (Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Use) memiliki hubungan signifikan dan positif dengan kepuasan pengguna (p < 0,05).
Adoption of Electronic Medical Records: A TOE Framework Analysis Khasanah, Lina; Sania, Adnin; Mohammad, Maula Ismail
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i0.1973

Abstract

The implementation of digital technology in the global health sector has received strong support, with the adoption of Electronic Medical Records (EMR) becoming a primary focus in modernizing health systems to improve service quality. However, in Indonesia, 48.9% or 4,807 community health centers (Puskesmas) have not yet adopted EMR technology. Therefore, pre-implementation analysis is crucial to identify barriers and opportunities for success. The TOE (Technology-Organization-Environment) framework serves as an analytical model for technology adoption at the organizational level, capable of explaining the factors influencing the decision to adopt technological innovations.This study aims to develop a TOE instrument in Indonesian, adapted from previous research, and adjusted to the research context. The instrument is structured in the form of a questionnaire, tested for validity and reliability. The validity test results indicate that all questionnaire items are valid (r calculated > r table), while the reliability test shows a Cronbach’s Alpha value of 0.916, indicating that the instrument is reliable. This questionnaire can be used to analyze the factors influencing technology adoption in the implementation of EMR in health facilities and can serve as a basis for future research development
Implementation of FRISTA Biometric Technology in Orthopedic Outpatient Registration Services at X Regional General Hospital Labiqa, Nazwa Adzraa; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.5436

Abstract

The implementation of biometric technology in healthcare services is one of the digital innovations aimed at improving efficiency, accuracy, and the quality of patient services. One of its applications is the FRISTA system, which is based on face recognition technology and used in the outpatient registration process at the Orthopedic Clinic of X Regional General Hospital. This study aims to evaluate the level of user satisfaction with the FRISTA system using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method. This study employed a quantitative descriptive approach with a population of 1,964 patients who used the FRISTA system during the period of July to September 2025. The research sample consisted of 95 respondents, determined using the Slovin formula. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire covering the five dimensions of EUCS, namely content, format, accuracy, timeliness, and ease of use. The data were analyzed descriptively using Microsoft Excel. The results showed that all dimensions were categorized as satisfactory, with content scoring 4.14, format 4.09, accuracy 4.03, timeliness 4.13, and ease of use 4.12. The highest score was obtained in the content dimension, while the lowest was found in the accuracy dimension, particularly in aspects related to technical disruptions or system errors. Overall, the FRISTA system was considered capable of supporting the outpatient registration process in an informative, efficient, and user-friendly manner. However, improvements in technical stability, real-time data updates, and feature development are still needed to further enhance service quality and optimize user satisfaction.