Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Makna Keluarga Dalam Iklan IM3 “Dekatkan Jarak, Nyatakan Silaturahmi”: Perspektif Teori Van Dijk Safitri, Ilda; Wulandari, Dinda; Fitri Santika, Mutiara; Kurnia Pulungan, Hendra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3276

Abstract

Setiap pengiklan selalu berharap agar produk yang mereka promosikan terjual dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklan IM3 2024 dengan menggunakan Teori Analisis Wacana Van Dijck. Iklan IM3 pada tahun 2024 ini membawakan tema, "Dekatkan Jarak, Nyatakan Silahturahmi" yang berkolaborasi dengan Iqbaal Ramadhan dan lagu terbaru dari Grup Musik Hindia yang berjudul, "Setiap Waktu". Dalam iklan ini mengambil permasalahan tentang keluarga dan bagaimana cara agar mempererat silaturahmi. Van Dijck dalam teori analisis wacana membagi tiga tingkatan, diantaranya yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan metodologi deskripsi kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mendengarkan dan mencatat sebagai metode pengumpulan data. Dengan menerapkan teori wacana kritis Van Dijk, penelitian ini menganalisis bagaimana bahasa, visual, dan elemen naratif dalam iklan digunakan untuk menyampaikan pesan tentang keakraban keluarga meskipun terpisah oleh jarak fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini tidak hanya mempromosikan produk komunikasi, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat tentang pentingnya menjaga ikatan keluarga dalam era digital. Iklan tersebut menekankan bahwa meskipun anggota keluarga berada di lokasi yang berbeda, teknologi dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan kedekatan emosional dan hubungan yang harmonis. Dengan demikian, iklan IM3 berhasil menciptakan narasi yang menggabungkan nilai-nilai tradisional keluarga dengan kemajuan teknologi komunikasi.
Pengaruh Penggunaan E- Modul terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran SKI di MAN 2 Agam Wulandari, Dinda; Zakir, Supratman; Aprison, Wedra; Efriyanti, Liza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14924

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dimana pendidik cenderung hanya menjelaskan segala sesuatu kepada siswa, atau hanya dengan media cetak. Kecenderungan pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa merupakan hal yang wajar. Namun jika hal ini terus diterapkan akan berdampak kurang baik bagi hasil belajar siswa. Maka perlu diadakan pembaharuan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan e-modul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan e-modul terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 2 Agam. E- modul adalah bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini, e-modul adalah salah satu bahan ajar yang dikembangkan dengan menggunakan alat elektronik yang di dalamnya dilengkapi teks,gambar dan video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode penelitian quasi exsperimen. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Agam. Untuk populasinya kelas XII IPS dan sampelnya kelas XII IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IPS 2 sebagai kelas kontrol.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik tes. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung = 1,97 dan ttabel = 1,69. Jadi thitung =1,97>ttabel=1,69 dengan perbandingan taraf signifikan ?=0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi disini jika thit >ttab maka uji hipotesis ini di terima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan e modul terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
Review: Plants As Candidates For Herbal Treatment Of Sle (Systemic Lupus Erythematosus) Maharani, Putri; Mulia, Aisyah S.; Wulandari, Dinda; Veninda, Hasna R.; Pandapotan, Fadli Afit
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i5.600

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh dimana sistem mengalami abnormalitas sehingga menyerang sel-sel dan organ tubuh yang sehat. Pengobatan SLE memiliki tujuan untuk mencegah kerusakan organ, mengoptimalkan kualitas hidup, dan memperpanjang kelangsungan hidup dari penderita. Digunakan beberapa obat seperti imunosupresan untuk menekan respons imun tubuh yang berlebihan. Dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan obat-obatan konvensional dapat menimbulkan masalah pada efektifitas dan efek samping yang ditimbulkan. Tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai produk alami bioaktif yang digunakan untuk terapi dari berbagai macam penyakit. Berbagai tumbuhan berpotensi menjadi salah satu alternatif pengobatan tambahan bagi pasien SLE. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan peninjauan literatur (literature review) yang meliputi peninjauan data yang telah diperoleh, pengumpulan data hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dan melakukan analisis pada data telah dipilih mengenai kandidat tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) pada basis data berupa PubMed, Cochrane, Embase dan situs pencarian literatur lainnya.  Kandidat tumbuhan obat yang berpotensi pada pengobatan SLE yaitu, Zingiber Officinale; Camellia sinensis; Aconitum; Curcuma longa; Nigella sativa L. Artemisia annua L.; Paeonia lactiflora Pall.; Garcinia mangostana L.; Ganoderma lucidum; Rosa canina L.; Olea europaea; Arthrospira platensis; Acacia farnesiana L.; Daphne kamtschatica Maxim.
Peran Sosial Dan Budaya Dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Serdang Bedagai Wasiyem, Wasiyem; Pratiwi, Dian; Salsabila, Kayla; Wulandari, Dinda; Ramadani, Azzahra Dyahayu; Hidayat, Nayla Nabila; Lubis, Farhan AKbar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13043

Abstract

 Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial dan budaya yang khas, yang sangat memengaruhi pandangan serta tindakan mereka dalam merawat kesehatan. Keputusan terkait kesehatan dalam kelompok ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, namun juga oleh norma sosial, nilai budaya, struktur keluarga, serta peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi sosial dan budaya dalam proses pengambilan keputusan kesehatan di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam pada enam informan yang dipilih dengan sengaja, termasuk masyarakat pesisir, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan. Wawancara dilakukan dengan cara semi-terstruktur untuk memahami pandangan informan mengenai konsep kesehatan dan penyakit, bagaimana keputusan untuk berobat diambil, peran keluarga dan lingkungan sosial, serta bagaimana kepercayaan dan nilai budaya lokal mempengaruhi pilihan layanan kesehatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan nilai kolektivitas tetap memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat pesisir. Keputusan terkait pengobatan sering melibatkan keluarga besar dan dipengaruhi oleh pendapat dari tokoh masyarakat. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan terbatasnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan adanya kecenderungan di antara sebagian masyarakat untuk lebih memilih pengobatan tradisional ketimbang layanan medis modern. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya dapat berfungsi sebagai pendukung serta penghalang dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang memperhatikan budaya lokal, memperkuat dukungan sosial, dan mendorong kerja sama antara layanan kesehatan formal, tokoh masyarakat, serta keluarga agar program kesehatan diterima dengan baik dan berkelanjutan
TANTANGAN PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI DALAM MENJAGA KEAMANAN DATA PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK Wulandari, Dinda; Nurulhida, Rahma
Journal of Accounting and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jafin.v5i1.15493

Abstract

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang pesat telah mendorong transformasi digital pada berbagai sektor, termasuk Kantor Akuntan Publik (KAP). Pemanfaatan sistem informasi berbasis digital dalam pengelolaan data keuangan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan risiko baru terkait keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta upaya penguatan pengendalian sistem informasi pada KAP Kumalahadi, Sugeng Pamudji & Rekan Cabang Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan auditor dan tim teknologi informasi, serta observasi langsung terhadap praktik pengendalian sistem informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAP menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, ketergantungan pada media fisik dan platform pihak ketiga, lemahnya manajemen file, serta meningkatnya ancaman keamanan siber. Selain itu, keterbatasan kompetensi teknis auditor dalam bidang TI juga menjadi hambatan signifikan. Meski demikian, KAP telah melakukan sejumlah langkah penguatan, antara lain penggunaan email khusus berkapasitas besar, pembatasan akses data, penyusunan pedoman tata kelola data, hingga perekrutan SDM dengan kompetensi TI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian sistem informasi di KAP tidak hanya merupakan isu teknis, melainkan juga strategis yang membutuhkan integrasi teknologi, investasi infrastruktur, serta budayakepatuhan untuk menjaga integritas dan kerahasiaan data klien.