Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA Syarief Rahmat Paputungan; Nathanael Awawangi; Eka Santi Wahyuningsih; Shafira Zahra Saleh; Alfonsius Ade Wirawan
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3250

Abstract

Angka penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami peningkatan tiap tahunnya baik di tingkat global, nasional maupun regional, terkhusus di Kota Manado. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah peningkatan angka penderita PTM, salah satunya dengan memberdayakan Kader kesehatan untuk mendukung pencegahan PTM. Upaya yang dapat dilakukan tersebut adalah mengoptimalisasi peran Kader dalam melakukan deteksi dini PTM. Hal ini dimaksudkan agar deteksi dini PTM dapat dilakukan kepada warga dan pencegahan PTM dapat segera dilakukan. Selain deteksi dini PTM, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga dapat menjadi salah satu upaya dalam pencegahan PTM. Karena ketersediaan bahan dan kemudahan mengolah TOGA menjadi alasan mengapa upaya ini dipilih. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada Kader Puskesmas Kombos agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini penyakit tidak menular dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Metode kegiatan pengabdian ini dimulai dengan melakukan analisa masalah. Kemudian melakukan perumusan solusi dengan mitra. Tahap selanjutnya adalah pelatihan kepada Kader tentang deteksi dini PTM dan pemanfaatan TOGA. Kegiatan dilanjutkan dengan penerapan teknologi berupa aplikasi deteksi dini PTM, buku pedoman mitra, buku TOGA serta TOGA percontohan. Tahap akhir yaitu melakukan pendampingan Kader dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di Kantor Kelurahan Ternate Tanjung Kecamatan Singkil Kota Manado. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 Kader wilayah kerja Puskesmas Kombos. Penerapan teknologi berupa buku panduan mitra, buku TOGA, aplikasi deteksi dini PTM berbasis Android, alat kesehatan untuk skrining penyakit tidak menular (PTM) dan pembuatan tanaman obat keluarga (TOGA) percontohan. Evaluasi menunjukkan 1) Pengetahuan Kader tentang deteksi dini PTM meningkat (skor rerata pre-test adalah 42 poin menjadi 87 poin pada skor rerata post test); 2) Kader mampu melakukan deteksi dini PTM secara mandiri; dan 3) Rumah warga memiliki 2 TOGA. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan Kader dalam deteksi dini PTM dan Pemanfaatan TOGA. Hal tersebut dapat mengoptimalisasi peran Kader dalam deteksi dini PTM dan pemanfaatan TOGA.
Pengaruh Kepatuhan Self-Management Terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Stroke Fernandez, Gratsia Victoria; Wirawan, Alfonsius Ade; Sirait, Imelda
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The involvement of individuals with stroke in self-management is a key factor in recovery, empowerment, and improved health outcomes, which can ultimately influence their quality of life. The aim of this study was to analyze the effect of self-management adherence on the quality of life among stroke patients. This research was a quantitative study using a cross-sectional design, with purposive sampling and a total sample of 120 stroke patients. Data were collected using the Out-of-Hospital Adherence Questionnaire for Stroke Patients (OHAQ-SP) and the Stroke Impact Scale 3.0 (SIS), and analyzed using the Spearman rank test. The results showed that most respondents were adherent to self-management (76.9%) and had a high quality of life (62.3%), with a significant correlation (p = 0.000; r = 0.833). These findings indicate that self-management adherence has a positive, strong, and significant relationship with the quality of life of stroke patients. The higher the patient’s adherence to self-management behaviors, the higher their quality of life
Optimalisasi Stroke Primary Prevention melalui Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Senam Anti-Stroke sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Kesehatan Masyarakat Gratsia Victoria Fernandez; Septriani Renteng; Alfonsius Ade Wirawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23213

Abstract

ABSTRAK Upaya pencegahan timbulnya penyakit stroke harus dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan perubahan pola hidup kearah yang lebih sehat. Untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat terkait pencegahan primer penyakit stroke, khususnya pada masyarakat yang menderita penyakit kronis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas pada tanggal Jumat 22 Agustus dan 29 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 54 anggota prolanis. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta, yang ditunjukkan dari perubahan nilai rata-rata dari pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, nilai signifikansi analisa rerata pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan menunjukkan nilai p 0,000 (p value 0,05), hal ini juga menjelaskan bahwa peningkatan pengetahuan peserta karena pelatihan berpengaruh secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas Kota Manado dapat terlaksana dengan baik serta bermanfaat bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam melakukan pencegahan primer penyakit stroke. Kata Kunci: Stroke, Pencegahan, Primer, Edukasi, Senam.  ABSTRACT Efforts to prevent the onset of stroke had to begin with increasing public awareness and promoting lifestyle changes toward healthier habits. This community service activity aimed to improve public awareness and health related to primary prevention of stroke, particularly among individuals suffering from chronic diseases. This community service activity was carried out at Puskesmas Teling Atas in Manado City on Friday, August 22 and August 29, 2025, with a total of 54 Prolanis members as participants. The activity was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The evaluation results showed an increase in the participants’ mean knowledge scores, as indicated by the difference between the average knowledge scores before and after the training. In addition, the significance value of the analysis comparing participants’ knowledge before and after the training showed a p value of 0.000 (p 0.05), indicating that the increase in participants’ knowledge due to the training was statistically significant. The community service activity conducted at Puskesmas Teling Atas, Manado City, was successfully implemented and provided benefits to participants in improving their knowledge and behavior regarding primary prevention of stroke. Keywords: Stroke, Prevention, Primary, Education, Exercise.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN CITRA TUBUH PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Alfonsius Ade Wirawan; Ni Kadek Diah Purnama
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.29111

Abstract

Kemoterapi memiliki efek samping bagi pasien. Efek samping tersebut menyebabkan perubahan fisik dan dapat mempengaruhi citra tubuh pasien kanker. Buruknya citra tubuh pasien berdampak pada masalah lain pasien seperti pasien menarik diri dari lingkungan sosial, depresi hingga mempengaruhi kualitas hidupnya. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang diketahui dapat mempengaruhi citra tubuh pasien. Dukungan keluarga yang baik dipercaya dapat meminimalisir gangguan citra tubuh yang dialami pasien kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 124 pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUP. Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner demografi, dukungan keluarga dan body image scale (BIS). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho  menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dan nilai korelasi sebesar -0,405. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima pasien, maka semakin positif citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan citra tubuh pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan dan meningkatkan dukungan keluarga agar citra tubuh pasien juga dapat dipertahankan dan ditingkatkan.  
SMART PKK: Pemberdayaan PKK dalam Pencegahan PTM melalui Pendekatan Transcultural Nursing Berbasis Android Alfonsius Ade Wirawan; Dewi Christa Kobis; Reinhard Komansilan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.28047

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk menekan peningkatan tersebut berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan berfokus pada pencegahan PTM di lingkup kecil terlebih dahulu, yaitu keluarga. Dalam lingkup keluarga PKK memiliki peran dasar. PKK menjadi salah satu sasaran dalam pencegahan PTM di lingkup keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PKK dalam pencegahan PTM. Kegiatan dilakukan pada PKK Lingkungan VI Teling Bawah. Metode kegiatan ini adalah lima tahapan yaitu sosialisasi, edukasi dan pelatihan, penerapan Ipteks, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang PKK. Penerapan teknologi kegiatan ini adalah aplikasi SMART PKK, buku pencegahan PTM berbasis budaya Minahasa dan alat monitoring kesehatan. Hasil analisis pengetahuan peserta menunjukkan ada peningkatan rata-rata pengetahuan dari 52,3 poin menjadi 80,3 poin (p value 0,05). Sebagian besar PKK berhsil mempraktikan penggunaan aplikasi SMART PKK, alat pemeriksaan kesehatan (gula darah, kolesterol dan asam urat, serta berat badan dan tinggi badan). Kesimpulan: Pemberdayaan PKK melalui pendekatan transcultural nursing dan SMART PKK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PKK dalam pencegahan PTM. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Transcultural Nursing, Aplikasi Android.  ABSTRACT The incidence of non-communicable diseases (NCDs) is rising annually. Various efforts are being undertaken to curb this increase, one of which focuses on preventing NCDs at the grassroots level—specifically, within the family. The Family Welfare Empowerment (PKK) movement plays a fundamental role in this context, serving as a key target for NCD prevention efforts within both families and the wider community. This program aims to enhance the knowledge and skills of the PKK regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs). This community service activity was conducted with the PKK group of Lingkungan VI, Teling Bawah, Manado. The activity employed a five-stage method are outreach or dissemination, education and training, application of science and technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. Twenty PKK members participated in this program. The technologies implemented included the SMART PKK application, a guidebook on non-communicable disease (NCD) prevention based on Minahasan culture, and health monitoring devices. An analysis of participant knowledge revealed an increase in the average score from 52.3 to 80.3 points (p-value 0.05). Most PKK members successfully demonstrated the use of the SMART PKK application and health screening tools (for measuring blood glucose, cholesterol, uric acid, weight, and height). Empowering PKK through the transcultural nursing approach and the SMART PKK framework can enhance PKK members' knowledge and skills regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs). Keywords: Non-Communicable Diseases, Transcultural Nursing, Android Application.