Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sosialisasi Pengolahan Brownies Kopi Pada Masyarakat Desa Terusan Baru Kabupaten Empat Lawang Merynda Indriyani Syafutri; Friska Syaiful; Filli Pratama; Anny Yanuriati; Fanny Astari; Erlita Indah Astari; Leonardo Yohanes H. Manurung
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.115 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.6047

Abstract

Terusan Baru adalah salah satu desa di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Propinsi Sumatera Selatan. Sebagian besar penduduk Desa Terusan Baru bekerja sebagai petani kopi. Masyarakat desa ini mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi, lalu bubuk kopi dijual. Masyarakat Desa Terusan Baru ada yang menjual dalam bentuk biji kopi kering. Bubuk kopi bisa diolah menjadi berbagai macam produk olahan pangan, seperti brownies. Pemanfaatan bubuk kopi dalam pembuatan brownies dimaksudkan untuk menambah varian rasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan mengenai teknologi pengolahan brownies berbahan baku bubuk kopi pada masyarakat Desa Terusan Baru. Jenis metode yang dilakukan adalah 1) uji hedonik terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma brownies kopi; 2) penyuluhan tentang teknologi pengolahan brownies kopi; serta 3) pelatihan (demonstrasi dan praktek) pembuatan brownies kopi. Tim pelaksana dalam kegiatan ini terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini secara umum adalah masyarakat Desa Terusan Baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa khalayak sasaran (masyarakat Desa Terusan Baru) sangat antusias dan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan pengabdian.  Para khalayak sasaran mengikuti semua kegiatan dengan baik mulai dari sosialisasi dan penyuluhan sampai pada kegiatan praktek.  Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa bubuk kopi dapat diolah menjadi produk brownies dengan karakteristik sensoris yang disukai. Teknologi pengolahan brownies kopi sangat mudah dilakukan dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan masyarakat Desa Terusan Baru dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan, serta dapat mengembangkan produk brownies kopi sebagai salah satu peluang usaha.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KOMPOSIT (KACANG MERAH-KACANG KEDELAI) TERHADAP KARAKTERISTIK TORTILLA CHIPS Friska Syaiful
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 9 No 2 (2022): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v9i2.5596

Abstract

Tortilla chips merupakan makanan ringan yang menggunakan jagung sebagai bahan dasarnya, tetapi jagung mempunyai kadar protein yang rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan protein pada produk olahan jagung adalah menambahkan bahan pangan yang mengandung protein lebih tinggi seperti tepung komposit dari kacang-kacangan. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan tepung komposit dari kacang merah dan kacang kedelai terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris tortilla chips. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Faktor perlakuan adalah formulasi tepung (tepung jagung : tepung komposit). Parameter yang diamati adalah karakteristik fisik (warna, tekstur), kimia (kadar air, abu, protein), dan sensoris (warna, tekstur, rasa) tortilla chips. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung berpengaruh nyata terhadap peningkatan nilai lightness, kadar air, kadar abu, dan kadar protein tortilla chips. Berdasarkan karakteristik sensoris, kadar protein, dan kadar abu, perlakuan terbaik adalah tortilla chips dengan formulasi 60% tepung jagung dan 40% tepung komposit.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani berbasis Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lahan Rawa Lebak di Desa Soak Batok Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Eka Mulyana; Serly Novita Sari; Erni Purbiyanti; Friska Syaiful; Dini Damayanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9090

Abstract

Akne vulgaris merupakan suatu inflamasi folikel pilosebasea kronis yang biasanya dialami remaja, ditandai oleh timbulnya komedo, papul, pustul, nodul, dan kista. Berdasarkan penelitian Salim dkk. pada tahun 2016 mengenai profil akne vulgaris di RSUP. DR. M. Djamil Padang 2013-2015, diperoleh prevalensi akne vulgaris 2,86% dengan perbandingan perempuan dan laki-laki 1,5:1 serta kelompok terbanyak pada usia 15-24 tahun. Beberapa faktor penyebab terjadinya akne vulgaris adalah genetik, hormonal, makanan (diet), infeksi dan trauma, kosmetik, serta kondisi kulit; Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh terhadap kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia; Metode Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa dan mahasiswi angkatan 2019, 2020, dan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia yang berstatus aktif dengan total 90 orang; Hasil penelitian ini adalah Pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman-Rho, yaitu mayoritas responden yang mengalami akne vulgaris adalah perempuan sebanyak 64 orang (71.1%), indeks massa tubuh terbanyak dalam kategori normal sebanyak 38 orang (42.2%), serta derajat akne vulgaris terbanyak adalah derajat sedang sebanyak 45 orang (50%); Kesimpulan yang diperoleh adalah hasil uji korelasi Spearman-Rho hubungan antara indeks massa tubuh terhadap kejadian akne vulgaris p= 0.039 (p<0.05). Selain itu, hubungan antara indeks massa tubuh terhadap derajat beratnya akne vulgaris dalam penelitian ini bernilai positif dan bersifat lemah, hal ini tercermin dari nilai koefisien korelasi sebesar 0.218, yang artinya peningkatan indeks massa tubuh akan diikuti dengan peningkatan derajat beratnya akne vulgaris.
Characteristics of Composite Flour Made of Kidney Bean and Soybean Merynda Indriyani Syafutri; Friska Syaiful; Eka Lidiasari; Parwiyanti Parwiyanti; Sugito Sugito; Erlita Indah Astari; Jery Mega Saputra
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v7i2.132

Abstract

Kidney beans and soybeans have the potential to be developed because they contain good nutrient. Kidney beans and soybeans are sources of vegetable protein. One form of development of legume products is composite flour. The aim of this study was to analyze the physical and chemical characteristics of composite flour made of kidney beans and soybeans. The experiment was designed using Completely Randomized Design with nine treatments and each treatment was replicated three times. The factor investigated was formulation of composite flour made from kidney bean and soybean (90%:10%; 80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; 50%:50%; 40%:60%; 30%:70%; 20%:80%; and 10%:90%). The swelling power, solubility, color, white degree, moisture content, ash, protein, fat, and carbohydrate content were analyzed. The results showed that the higher percentage of soybean flour caused a decrease on  swelling power, white degree, and redness of composite flour, but it increased the value of solubility, lightness and yellowness of composite flour. Composite flour with higher percentage of kidney bean flour had higher carbohydrate level, while composite flour with higher percentage of soybean flour had higher protein and fat content. The moisture contents of composite flour made of kidney bean and soybean were in accordance with the standard for beans flour products.
ATRIBUT FISIK, KIMIA DAN SENSORIS MINUMAN JELI SUSU KERBAU Nura Malahayati; Friska Syaiful; Harumi Sujatmiko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan dan susu kerbau pada karakteristik fisik, kimia, dan sensoris minuman jeli susu kerbau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, JurusanTeknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan, yaitu formulasi karagenan dan rasio susu dengan air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi karagenan dan rasio susu dengan air berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Minuman jeli susu kerbau dengan penambahan karagenan (0.65%) dan rasio susu dengan air (60% : 40%) adalah perlakuan terbaik berdasarkan nilai tertinggi dari kandungan kadar abu (0.78%), protein (4.23%), dan skor tertinggi untuk  penerimaan panelis terhadap rasa 3.4 (suka) dan tekstur (3.52).
The Marketing Channels and Marketing Margins of Citronella Oil in Ogan Ilir District Henny Malini; Erni Purbiyanti; Friska Syaiful
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i3.625

Abstract

 Marketing is a spearhead of the sustainability of a business. In marketing, a strategy is needed to increase sales; in selling citronella essential oil, a strategy is needed to increase sales.  The problem citronella farmers face is the limited marketing area of citronella essential oil. In addition to the unstable prices, almost all citronella farmers in various regions of Indonesia are aware of the limited marketing area of citronella essential oil. Similar problems also occur among citronella farmers in Ogan Ilir District. Farmers face challenges accessing a wider market, and prices tend to decline yearly, causing volatility. This study aimed to analyze the marketing strategy of citronella essential oil, identify marketing channels, and calculate the marketing margin and Farmer's Share of citronella essential oil business actors. This research was conducted for one year, namely in 2022. The method used a case study.  The sampling method was purposive sampling, in which the samples taken were three self-help citronella distillation businesses used a purposive sampling method, and a sample of traders used snowball sampling. The study results on citronella essential oil business actors in Ogan Ilir District showed that the business actors carried out product, price, distribution, and promotion strategies. The marketing channel of farmers’ fragrant Essential Oil Lemongrass comprised three marketing channels, namely channel one consisting of a farmer-trader collecting- factory, channel two including farmer-trader retailer-consumer, and channel three composed of farmers-collecting traders-wholesalers-factories in Padang. Marketing channel 1 had a marketing margin of IDR 30,000/liter with a farmer's Share of 83.33%. Marketing channel 2 had a  marketing margin of IDR 250,000/liter, with a farmer's Share of 37.5%, and marketing channel 3 had a marketing margin of IDR 50,000, - with a farmer's Share of 75%. Marketing channel 1 was the most efficient.
PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN NANAS PADA UMKM DI KOTA PRABUMULIH Hermanto, Hermanto; Friska Syaiful; Triwardani Widowati; Gatot Priyanto; Merynda Indriyani Syafutri; Anny Yanuriati; Eka Lidiasari; Sugito, Sugito
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.227

Abstract

Prabumulih merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Selatan yang menjadi salah satu sentra penanaman nanas. Selain dikonsumsi segar, nanas Prabumulih diolah menjadi berbagai produk olahan seperti bolu nanas, lapis nanas, wajik nanas dan pangsit nanas. Pengolahan buah nanas menjadi berbagai produk olahan ini banyak dikelola oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adanya UMKM ini sangat membantu memanfaatkan buah nanas sehingga tidak banyak yang terbuang dan dapat meningkatkan nilai ekonomis buah nanas. Selain melakukan pembinaan untuk memperbaiki mutu produk dan pengembangan produk dalam kegiatan pengabdian ini juga akan diperkenalkan bentuk produk lainnya yang memanfaatkan buah nanas, antara lain adalah selai lembar nanas dan minuman infuse water nanas. Selain itu akan disosialisasikan juga produk saos cabai dengan penambahan nanas.
Pengaruh Penambahan Tepung Beras Merah terhadap Karakteristik Kue Telur Gabus Sari, Yulina; Syafutri, Merynda Indriyani; Syaiful, Friska; Lidiasari, Eka; Parwiyanti, Parwiyanti; Defira, Citra
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 3 No 1 (2024): Pusat Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakapadi.v3i1.694

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan tapioka dan tepung beras merah terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris kue telur gabus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial, dengan perlakuan yaitu perbandingan tapioka dan tepung beras merah (A). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung beras merah secara nyata meningkatkan nilai kekerasan, kadar abu, dan kadar serat kasar, tetapi secara nyata menurunkan kecerahan (lightness) dan kadar air kue telur gabus. Kue telur gabus dengan perbandingan tapioka : tepung beras merah (80% : 20%) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan uji hedonik (karakteristik sensoris), dengan nilai rata-rata kadar air 4,91%, kadar abu 1,37%, dan kadar serat kasar 4,87%.
Karakteristik Selai Albedo Kulit Durian (Durio zibethinus) dengan Aplikasi Penyaringan dan Penambahan Pektin Sugito, Sugito; Rafiqah, Thara N; Syafutri, Merynda I; Syaiful, Friska; Rosidah, Umi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugito, S., Rafiqah, T. N., Syafutri, M. I., Syaiful, F., & Rosidah, U. (2024). characteristics of durian skin albedo jam (Durio Zibethinus) with application of filtering and pectin addition. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 281–292).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).This research aimed to determine the effect of filtration and pectin concentration on the physical, chemical, and sensory characteristics of durian skin albedo jam. This research used a Factorial Completely Randomized Design with two treatment factors. The first treatment (factor A) was filtration which consisted of two treatment levels (filtration and without filtration), the second treatment (factor B) was pectin concentration which consisted of four treatment levels (0%, 0,5%, 1%, 1,5%). Each treatment was repeated three times. Parameters observed in this research included physical characteristics (color L* a* b*, viscosity, and spreadability), chemical characteristics (water content, total dissolved solids, pH, and crude fiber), and sensory characteristics (texture, taste, and color). The results showed that the filtration treatment had a significant effect on lightness, yellowness, viscosity, spreadability, water content, and crude fiber, while the pectin concentration had significant effect on lightness, viscosity, spreadability, water content, pH, total dissolved solids, and crude fiber. The interaction between of the two factors had significant effect on viscosity and crude fiber of durian skin albedo jam. The best treatment in this study was the A1B4 (filtering and pectin 1,5%) with a lightness (69.94), redness (4.65), yellowness (10.67), viscosity (316.67 dPa.s), spreadability (25.50 cm), water content (33.48%), pH (3.87), crude fiber (2.53%), sensory texture (2.88), taste (2.96), and color (2.72).
Effect of Citric Acid Concentration and Boiling Time on Physicochemical Properties of Passion Fruit Jelly Drink Herlianah; Widowati, Tri Wardani; Syaiful, Friska; Lidiasari, Eka; Yanuriati, Anny; Prayitno, Citra Pratiwi; Syafutri, Merynda Indriyani
Sriwijaya FoodTech Journal Vol 1 No 01 (2024): Sriwijaya FoodTech Journal
Publisher : Prodi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to learn the physical and chemical properties of passion fruit jelly drink with difference of citric acid concentration and boiling time. This research used a Factorial Completely Randomized Design with two treatment factors and three replications. First factor was the concentration of citric acid and second factor was boiling time. The observed parameters were physical properties (texture, viscosity, color), and chemical properties (total acidity, total dissolved solids, flavonoid, pH). The results showed that the concentration of citric acid significantly decreased value of texture, viscosity and pH, and increased value of chroma, total acidity and total dissolved solids. Boiling time had significant effects on increased value of texture, viscosity, total acidity and total dissolved solids. The interaction of citric acid concentration and boiling time had significant effect on increased value of total acidity. The best treatment was passion fruit jelly drink with a concentration of 0.3% citric acid addition, and a boiling time of 10 minutes.