Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa UNIMED terhadap Fenomena Gaya Hidup Hedonisme Ditinjau dari Nilai-Nilai Islam Aannisah Nadya Shafwah; Hapni Laila Siregar; Khoirun Nisa; Nurul Dwi Dara Auliya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5394

Abstract

Fenomena gaya hidup hedonisme semakin tampak dalam kehidupan mahasiswa, termasuk di lingkungan Universitas Negeri Medan (UNIMED). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap gaya hidup hedonisme serta menelaah kecenderungannya dalam perspektif nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 25 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berisi pertanyaan terbuka dan dianalisis melalui pengelompokan jawaban, penemuan tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memahami hedonisme sebagai perilaku konsumtif, orientasi pada kesenangan, serta keinginan mengikuti tren untuk membangun citra diri. Media sosial, lingkungan pertemanan, dan budaya modern menjadi faktor dominan yang memicu perilaku tersebut. Namun demikian, mayoritas mahasiswa menilai gaya hidup hedonisme tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan kesederhanaan, keseimbangan, dan pengendalian diri. Mahasiswa juga menunjukkan kesadaran religius yang kuat dalam menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman untuk menahan diri dari perilaku berlebihan. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai spiritual dan pemahaman moral berperan penting dalam mengendalikan kecenderungan hedonisme pada mahasiswa UNIMED
Analisis Pengaruh Pola Asuh Islami Terhadap Pembentukan Karakter Anak di Era Globalisasi Putri Syahbilah; Syalwa Nur Alisya; Jhelsi Damanik; Hapni Laila Siregar
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap proses pembentukan karakter anak. Akses yang luas terhadap internet dan media digital tidak hanya memberikan dampak positif berupa kemudahan memperoleh informasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku dan nilai moral anak. Oleh karena itu, peran keluarga melalui penerapan pola asuh Islami menjadi sangat penting dalam membimbing anak agar mampu menghadapi berbagai pengaruh globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola asuh Islami dalam menghadapi pengaruh globalisasi terhadap karakter anak di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden yang terdiri dari orang tua dan anak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan pola asuh Islami dengan menanamkan nilai-nilai agama, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta pembiasaan ibadah seperti salat dan mengaji. Selain itu, orang tua juga memberikan pengawasan terhadap penggunaan gadget dan media digital agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak. Di sisi lain, anak memahami bahwa nilai-nilai agama yang diajarkan oleh orang tua membantu mereka dalam menjaga perilaku serta menyaring pengaruh negatif dari lingkungan dan media sosial. Dengan demikian, penerapan pola asuh Islami yang disertai dengan keteladanan, pembiasaan, komunikasi, dan pengawasan orang tua dapat membantu membentuk karakter anak yang berakhlak baik serta mampu menghadapi pengaruh globalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan religius.Kata kunci : Pola Asuh Islami, Globalisasi, Karakter Anak, Pendidikan Keluarga
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA GENERASI Z TERHADAP TREN FASHION MUSLIMAH MODERN DITINJAU DARI PRINSIP SYARIAT ISLAM Mutiara Zahara; Nurul Nadia; Sahru Ramadan; Syifa Eriza Nasution; Hapni Laila Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43763

Abstract

The advancement of digital technology and social media has brought significant changes to the Muslim fashion industry, particularly in how the younger generation perceives Muslimah attire. For Generation Z, Muslimah fashion is no longer seen merely as a religious obligation but has shifted into a lifestyle, an aesthetic trend, and an expression of self-identity. This study aims to analyze Generation Z female students' understanding of modern Muslimah fashion trends and assess their alignment with Islamic Sharia principles, including the indicators of covering the awrah, the prohibition of tabarruj (excessive adornment), and the principle of modesty. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through open-ended questionnaires distributed to ten Muslimah students at the State University of Medan (UNIMED) via Google Forms. The data were analyzed using thematic analysis techniques to identify patterns in respondents' understanding of Islamic dress codes, their views on modern fashion trends, and the external factors influencing their personal style. The results indicate that most respondents have a relatively good understanding of the fundamental principles of dressing in Islam, particularly regarding the obligation to cover the awrah, the use of non-transparent materials, and avoiding overly tight clothing. However, the development of modern Muslimah fashion trends, heavily influenced by social media and popular culture, occasionally leads to fashion practices that do not fully comply with Sharia principles, such as imperfect hijab styles or looks that emphasize excessive ornamentation. Therefore, a balance between fashion aesthetics and religious values is necessary to ensure thatthe evolution of Muslimah attire remains aligned with the core principles of Islamic Sharia.
PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA TERHADAP GHIBAH DIGITAL DALAM PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI ISLAM Munthe, Atiqah; Nabila Nasution; Syeila Fatiha; Magrifah Rizki Berutu; Hapni Laila Siregar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12237

Abstract

The development of digital technology has transformed human communication patterns, but it also presents ethical challenges such as digital ghibah, which is categorized as a form of cyberbullying. This study aims to determine the perception of Mathematics Department students at Medan State University towards digital ghibah from the perspective of Islamic communication ethics. The research method used is quantitative descriptive with a sample of 35 students from the 2024 Mathematics Education program. Data was collected through a questionnaire containing 12 questions using a 2-point Likert scale and analyzed using Microsoft Excel. The results show that the level of students' knowledge, perception, and attitude towards digital ghibah is in the moderate category, with 20 respondents falling into this category. Additionally, Islamic communication skills on social media are also in the moderate category (53%), indicating that students have started to apply Islamic communication ethics values but the implementation is not yet fully consistent. The conclusion of this study is that it is necessary to strengthen digital literacy based on moral values and integrate character education to improve students' ethical awareness in communicating in the digital space.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN BERBASIS CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI MTs AL-WASHLIYAH PEMATANGSIANTAR Fatimah Az-Zahra; Surya Dharma; Sri Yunita; Liber Siagian; Hapni Laila Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45961

Abstract

This study aims to determine the effect of the Canva-based Project Citizen learning model on the learning outcomes of class VIII students of MTs Al-Washliyah Pematangsiantar. This type of research uses a quantitative approach to determine the causal relationship between the independent variable of Canva-based Project Citizen and the dependent variable of Learning Outcomes, so the research design used is Quasi Experiment with a nonequivalent control group design. This study uses data collection techniques, namely learning outcome tests, questionnaires, documentation studies and observations. This research was conducted at MTs Al-Washliyah Pematangsiantar. The students of class VIII-1 and VIII-2. The data were analyzed statistically with a t-test, then a normality test, a homogeneity test and a hypothesis test were carried out with a paired t-test and an independent sample t-test. The results showed that the Canva-based Project Citizen learning model had a significant effect on improving the learning outcomes of class VIII-2 students and had differences in learning outcomes between students in the experimental class and the control class. It can be seen from the results of the experimental class mean which was initially 44.50 to 87.75. This difference was strengthened through the results of the Wilcoxon statistical test, the data showed the Asymp. Sig. value. (2-tailed) of 0.000, meaning <0.05. The difference in mean learning outcomes before and after the treatment was truly significant. The experimental class achieved a mean post-test score of 87.75, while the control class showed only limited improvement with a mean post-test score of 66.75. This difference was confirmed by the results of the Mann-Whitney test, which produced a significance value (Asymp. Sig. 2-tailed) of 0.000, meaning <0.05. The difference in learning outcomes between the two sample groups was truly significant. Keywords: Learning Outcomes, Pancasila Education, Canva-based Project Citizen
Analisis Konsep Pernikahan Dalam Perspektif Islam Dan Implementasinya Pada Generasi Muda Di Era Modern Najwa Dwi Heryanti; Natasya Suci Ananda; Syifani Azzura; Hapni Laila Siregar
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman serta pandangan generasi muda terhadap konsep pernikahan dalam perspektif Islam dan implementasinya pada era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang termasuk dalam kategori generasi muda. Instrumen penelitian terdiri dari 20 pernyataan yang menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics dengan teknik analisis deskriptif, uji validitas, dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai konsep pernikahan dalam perspektif Islam. Hal ini ditunjukkan oleh dominasi jawaban responden pada kategori setuju dan sangat setuju pada sebagian besar indikator penelitian. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa generasi muda memandang pernikahan sebagai institusi penting yang tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga dimensi religius sebagai bentuk ibadah yang bertujuan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Analisis Perilaku Self-Reward pada Gen-Z: Antara Apresiasi Diri dan Fenomena Tabdzir dalam Perspektif Islam Ferdiansyah Rigani; Anggelina, Maya; Nuraidah Zahra; Pebi Fauziana Br Tarigan; Hapni Laila Siregar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5145

Abstract

Self-reward merupakan perilaku mengapresiasi diri atas sesuatu yang telah dicapai atau diraih. Self-reward merupakan cara untuk memotivasi diri serta salah satu bentuk menjaga kesehatan mental dan fisik dari kelelahan. Seiring perkembangan zaman, self-rewerd kini bukan hanya sebagai bentuk pengapresiasi diri, namun menjadi tren yang kian mengkhawatirkan terutama di kalangan Generasi Z. Dimana paparan konten digital yang masif dapat memicu budaya tabdzir atau pemborosan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keseimbangan antara self-reward dan batasan perilaku tabdzir (boros), dimana penelitian ini melibatkan 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih mayoritas responden menyadari dan paham mengenai batasan perilaku tabdzir (boros), namun dalam realitanya masih banyak dari mereka yang belum menerapkan batasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa sebagai seorang muslim harus mampu dalam mengontrol diri dari dorongan emosional dan dari pengaruh eksternal seperti tren media sosial serta mempu mengintegrasikan nilai-nilai syari'at Islam agar tetap sesuai dengan perintah Allah SWT.
Analisis Hubungan Antara Kontrol Diri (Self-Control) dengan Pembentukan Akhlak Mahasiswa Universitas Negeri Medan Nadhira Eka Putri Prayudi; Nabila Mutiara Syifa; Miranti Agustin; Hapni Laila Siregar
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v5i2.8677

Abstract

This study aims to analyze the relationship between self-control and the moral development of students at Medan State University. Self-control is an individual's ability to control emotions, impulses, and behavior to align with prevailing moral norms and values ​​in both academic and social settings. This study employed quantitative methods, collecting data through questionnaires distributed to students. The research instrument was used to measure students' levels of self-control and their moral development, as reflected in their attitudes of responsibility, honesty, discipline, and ethical behavior on campus. The data obtained were analyzed to determine the relationship between the two variables. The results showed that students' levels of self-control were considered good and had a positive relationship with moral development. This suggests that students with better self-control tend to display behaviors consistent with prevailing moral values ​​and norms. Therefore, self-control plays a crucial role in the moral development of students, necessitating ongoing efforts by universities to support the development of self-control through character development and academic activities oriented toward moral values.
Hijab: Kewajiban Religius atau Pilihan Identitas? Studi pada Mahasiswi Muslim Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Hapni Laila Siregar; Ayla Zahra Adnan; Muhammad Fadhil Romadhon; Najla Mutia Nasution; Sarah Meutia
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v5i1.8967

Abstract

This study examines the practice and meaning of hijab among Muslim female students in the Indonesian Language and Literature Department to determine whether the hijab is understood more as a religious obligation or as a form of identity choice. The purpose of this study is to describe the motivations, patterns of practice, social influences, and experiences of female students related to wearing the hijab in their daily lives, both on and off campus. The study employed a quantitative-descriptive design complemented by qualitative components. A structured questionnaire consisting of Likert-scale statements and open-ended questions was distributed to 70 Muslim female students, while essay responses were analyzed thematically to gain a deeper understanding of the respondents’ perspectives. Quantitative data were summarized using descriptive statistics in the form of percentage distributions to identify response tendencies, while qualitative data were coded to present representative experiences, views, and reasons underlying the decision to wear the hijab. The results showed that the majority of female students consistently wore the hijab primarily because of religious beliefs and personal awareness as Muslim women, although cultural identity, family environment, and social acceptance also influenced the practice. The implications of this study emphasize the importance of recognizing the hijab as both a manifestation of faith and a social identity, as well as the need for a campus environment that respects individual motivations, choices, and autonomy in wearing the hijab.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja Terhadap Karakter Peduli Sosial Siswa Di Sma Negeri 2 Medan Simanjuntak, Sri Susanti; Hapni Laila Siregar; Ramsul Nababan; Maryatun Kabatiah; Abdinur Batubara
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) terhadap karakter peduli sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yaitu untuk melihat hubungan antara variabel kegiatan PMR sebagai variabel bebas (X) dan karakter peduli sosial siswa sebagai variabel terikat (Y). Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert dan dokumentasi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sedangkan hasil uji linearitas menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear antara kedua variabel. Berdasarkan hasil analisis Model Summary diperoleh nilai R = 0,692 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara kegiatan PMR dan karakter peduli sosial siswa. Nilai koefisien determinasi (R²) = 0,478 menunjukkan bahwa kegiatan PMR memberikan pengaruh sebesar 47,8% terhadap karakter peduli sosial siswa, sedangkan 52,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar kegiatan PMR. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin aktif siswa dalam mengikuti kegiatan PMR, maka semakin tinggi pula tingkat kepedulian sosial yang dimiliki oleh siswa.