Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Exploratory Study of Digoxin Safety Based on Pharmacokinetic Approach and Drug Interactions in Patients with Congestive Heart Failure Sadli, Nurul Kamilah; Perawati, Santi; Neldi, Vina; Astuti, Novia Tri; Pondawinata, Marizki; Humaira, Syaza Putri
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 3 (2026)
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0502636

Abstract

Digoxin has a narrow therapeutic index, requiring close monitoring to prevent toxicity, particularly in patients with heart failure, polypharmacy, and impaired renal function. Due to limitations in therapeutic drug monitoring (TDM), we estimated digoxin serum levels using pharmacokinetic formulas based on creatinine clearance. This retrospective observational study aimed to conduct an initial risk screening by estimating digoxin concentrations, evaluating drug interactions, and assessing heart rate in 17 heart failure patients at a regional general hospital in Jambi (January–August 2025). Descriptive analysis revealed that 76% of patients were within the therapeutic range, while 24% exceeded it, with elevated levels correlating with higher creatinine serum and lower creatinine clearance. Common drug interactions involved furosemide, bisoprolol, and proton pump inhibitors, with spironolactone posing a severe risk. Clinically, bisoprolol combined with hypokalemia appeared associated with lower heart rates in patients with predicted toxic concentrations. While the formula-based pharmacokinetic approach serves as a useful exploratory initial screening tool, these findings require further validation through laboratory-based TDM and larger studies.
Implementasi Model Pembelajaran Kasus Unsung Cinderella pada Farmakoterapi untuk Menguatkan Kesadaran Peran Farmasi di Masyarakat Yuliawati Yuliawati; Fathnur Sani K; Elisma Elisma; Marizki Pondawinata
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.747

Abstract

The role of pharmacy in healthcare services requires cognitive and affective skills, as well as strong communication abilities. However, in Indonesia, pharmacists’ involvement in direct patient care remains limited; therefore, innovative learning models are needed to foster awareness of the pharmacist’s role in society. This study aimed to implement a case-based learning model utilizing the Unsung Cinderella drama series in the Pharmacotherapy II course. The research was conducted among students of the Pharmacy Study Program, University of Jambi, during the odd semester of the 2023/2024 academic year. The method used was classroom action research, involving stages of case study implementation, group discussions, presentations, role-playing, and evaluations through questionnaires and activity documentation. The results showed that the implementation of the case-based learning model using the Unsung Cinderella series achieved an average student satisfaction rate of 80.4%, categorized as very good, and enhanced students’ understanding of the pharmacist’s role according to the Ten Star Pharmacist framework.
Program Edukasi Kosmetik Aman pada Siswa MAN 1 Kota Jambi Puspa Dwi Pratiwi; Yuliawati Yuliawati; Indri Maharini; Maimum Maimum; Fitrianingsih Fitrianingsih; Syamsurizal Syamsurizal; Marizki Pondawinata
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program edukasi kosmetik aman pada siswa MAN 1 Kota Jambi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai pemilihan dan penggunaan produk kosmetik yang memenuhi standar keamanan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya peredaran kosmetik ilegal dan kurangnya literasi siswa terkait identifikasi kosmetik berizin edar, kandungan berbahaya, serta risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak sesuai. Metode pelaksanaan meliputi pretest, penyuluhan interaktif, demonstrasi cara memeriksa izin BPOM, dan post test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai kriteria kosmetik aman (p <0,001). Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terkait pemilihan kosmetik yang digunakan untuk sehari-hari. Program ini membuktikan bahwa edukasi yang bersifat aplikatif dan sesuai konteks remaja dapat meningkatkan kesadaran dalam memilih kosmetik yang aman dan legal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi berkelanjutan yang dapat diterapkan di sekolah guna mendukung perilaku penggunaan produk kosmetik yang bertanggung jawab di kalangan remaja.