Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN BAGAN TANCAP DI TAPANULI TENGAH, SUMATERA UTARA Muna, Zakyatul; Fuah, Ricky Winrison; Khobir, Muhammad Latiful; Purwangka, Fis; Marbun, Ahmad Sadiqi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.359-369

Abstract

Alat tangkap bagan tancap merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Tapanuli Tengah dikarenakan potensi ikan pelagis yang cukup menjanjikan. Aktivitas alat tangkap bagan memiliki beberapa dampak, dibalik potensi yang positif tentunya terdapat dampak yang dipengaruhi oleh aktivitas bagan tancap seperti dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pesatnya pembangunan di wilayah pesisir menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem dan sumber daya pesisir dan laut. Sementara pengaruh pada sosial ialah berpotensi timbulnya konflik antar nelayan kecil, karena membuat ruang atau daerah penangkapan nelayan lain menjadi sempit akibat keberadaan bagan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian guna memperoleh informasi akurat dan dampak yang dirasakan oleh nelayan dari segi aspek ekonomi dan sosial. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Tapanuli Tengah dengan beberapa titik lokasi yaitu Kelurahan Hajoran, Kelurahan Muara Nibong, Kelurahan Lubuk Tukko, dan Desa Mela I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik survei. Analisis data menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis ekonomi. Hasil yang diperoleh kisaran umur nelayan bagan tancap dari umur 20-60 tahun, dengan tingkat pendidikan rata-rata rendah yaitu tamatan SD, tingkat kesehatan tergolong rendah dengan kondisi lingkungan tempat tinggal buruk. Rata-rata keluarga nelayan memiliki anak lebih dari 2 orang, karena tingkat kelahiran yang tinggi. Sementara ekonomi nelayan bagan dapat dikatakan cukup, karena penghasilan dalam satu tahunnya, dapat menutupi modal yang dikeluarkan dengan rata-rata Rp100.000.000,00. Kata kunci: bagan tancap, ekonomi, konflik, sosial
PENGEMBANGAN BISNIS IKAN HIAS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN AKUARIUM DI KEDAI GEDANG TAPANULI TENGAH Khobir, Muhammad Latiful; Muna, Zakyatul; Huda, Mhd Aidil; Adiprayoga, Shofian Nanda; Khayakni, Mutiara Al; Anugerah, Tirta; Rumondang, Anne; Fuah, Ricky Winrison; Harjuni, Fiki; Lubis, Nur Hafsah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya pasokan ikan hias yang masuk ke kota Tapanuli tengah menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap ikan hias di kota Tapanuli tengah cukup tinggi, namun masih sedikit yang menjalankan usaha dibidang ikan hias ini, mulai dari pembudidaya, penjualan ikan hias. Oleh karena itu usaha ikan hias apapun jenisnya masih menjadi suatu bisnis yang memiliki peluang sangat menjanjikan untuk dilakukan. Tujuan sosialisasi dalam pembuatan akuarium ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masyarakat serta UMKM yang ada agar lebih mandiri secara ekonomi dan meningkatkan softskill dan hardskiil tentang bisnis ikan hias serta dalam pembuatan aquarium. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan langsung dengan demonstrasi tata cara serta tahapan-tahapan pembuatan akuarium kepada UMKM dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan nantinya adalah UKM atau kelompok masyarakat memahami tentang kegiatan usaha ikan hias dalam hal ini pembuatan akuarium sebagai sebuah usaha yang dapat mengisi pasar lokal yang belum banyak terisi dan dapat bersaing dalam bisnis pembuatan akuarium. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nantinya terjadi peningkatan keterampilan pembuatan akuarium skala komersial untuk pasar lokal, sehingga semua masyarakat tersebut dapat menjual produksi akuarium dan bahkan dapat menjual ikan hias serta juga dapat menjual akuarium beserta isinya sehingga pendapatan dari masyarakat tersebut meningkat.
PENGEMBANGAN BISNIS IKAN HIAS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN AKUARIUM DI KEDAI GEDANG TAPANULI TENGAH Khobir, Muhammad Latiful; Muna, Zakyatul; Huda, Mhd Aidil; Adiprayoga, Shofian Nanda; Khayakni, Mutiara Al-; Anugerah, Tirta; Rumondang, Anne; Fuah, Ricky Winrison; Harjuni, Fiki; Lubis, Nur Hafsah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Besarnya pasokan ikan hias yang masuk ke kota Tapanuli tengah menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap ikan hias di kota Tapanuli tengah cukup tinggi, namun masih sedikit yang menjalankan usaha dibidang ikan hias ini, mulai dari pembudidaya, penjualan ikan hias. Oleh karena itu usaha ikan hias apapun jenisnya masih menjadi suatu bisnis yang memiliki peluang sangat menjanjikan untuk dilakukan. Tujuan sosialisasi dalam pembuatan akuarium ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masyarakat serta UMKM yang ada agar lebih mandiri secara ekonomi dan meningkatkan softskill dan hardskiil tentang bisnis ikan hias serta dalam pembuatan aquarium. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan langsung dengan demonstrasi tata cara serta tahapan-tahapan pembuatan akuarium kepada UMKM dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan nantinya adalah UKM atau kelompok masyarakat memahami tentang kegiatan usaha ikan hias dalam hal ini pembuatan akuarium sebagai sebuah usaha yang dapat mengisi pasar lokal yang belum banyak terisi dan dapat bersaing dalam bisnis pembuatan akuarium. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nantinya terjadi peningkatan keterampilan pembuatan akuarium skala komersial untuk pasar lokal, sehingga semua masyarakat tersebut dapat menjual produksi akuarium dan bahkan dapat menjual ikan hias serta juga dapat menjual akuarium beserta isinya sehingga pendapatan dari masyarakat tersebut meningkat.
LACUBLACUBA Lamp Innovation to Enhance Gill Net Fisheries in Central TapanuliA Lamp Innovation to Enhance Gill Net Fisheries in Central Tapanuli Fuah, Ricky Winrison; Hutagalung, Amanda Isa Putra; Rahayu, Rosi; Muna, Zakyatul; Andhini, Nadia; Khobir, Muhammad Latiful; Fazri, Kurniawan
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 6, Number 2, July 2025 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.vi.43579

Abstract

Most of the Central Tapanuli Regency area is on the coast, which is part of the Indian Ocean waters and has great potential in the fishing industry, especially marine fisheries. One of the fishing gears widely used by fishermen in Central Tapanuli is the gill net.  Although the amount of marine fisheries resources in Central Tapanuli is quite abundant, the catch of salam net fishermen often fluctuates, so fishing aids are needed to increase catches, one of the efforts made is using LACUBA. This research was conducted from February to April 2024 in Sibolga Bay, Central Tapanuli. This study used a completely randomised design (CRD), with the first 30 metres of gill net treatment with LACUBA and the remaining 30 metres without LACUBA treatment with a total net length of 60 metres. The results showed that the catch of gill nets using LACUBA influenced the catch, the total catch was 16,845 grams, without LACUBA 8,290 grams for 14 times. Gill nets with LACUBA can increase catches compared to without LACUBA, due to the addition of attractants to the net, so that fish including positive phototaxis will be caught in the net, besides that fish that are looking for prey are also caught because they want to prey on their food in the gill net area.
Adaptation Mechanisms and Resilience of Small-Scale Fishermen's Livelihoods to the Impacts of Climate Variability in Central Tapanuli Regency, North Sumatra anugerah, Tirta; Simanjuntak, Asnika; Sarifuddin, Andri; Mahaji, Toga; Rangganis, Syafira Aulia; Fitri, Mutiara; Siburian, Juliana Pebrina; Khobir, Muhammad Latiful; Susanti, Nelvia Mai
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i1

Abstract

Climate variability is increasing the vulnerability of small-scale fishing communities, especially in coastal areas that are highly dependent on fishery resources as their main source of livelihood. This study aims to identify fishermen's adaptation mechanisms, analyze their level of resilience, and determine the factors that influence the resilience of small-scale fishermen in two coastal villages in Central Tapanuli Regency, namely Teluk Roban Village and Pasar Sorkam Village. This study uses a quantitative survey approach with purposive sampling techniques on 70 fishing households consisting of 35 fishermen in Teluk Roban Village and 35 fishermen in Pasar Sorkam Village. The data were analyzed using statistical analysis to identify factors that influence the resilience of fishing households. The results of the study show that the resilience of fishing households in Teluk Roban Village is significantly influenced by education levels, access to financial institutions, livestock ownership, and the size of the fishing fleet. Meanwhile, the resilience of fishing households in Pasar Sorkam Village is more influenced by the age of the head of the family, non-fishing income and access to natural capital such as mangrove forests, rice fields, and mango and coconut trees. Despite differences in livelihoods, the level of resilience of fishing households in both villages does not show significant differences and is generally in the moderate category. These findings indicate that diversification of livelihoods, access to financial resources, and utilization of natural capital are important factors in strengthening the adaptive capacity of fishing households to climate variability.