Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Sitrat Dan Asam Tartrat Terhadap Sifat Fisik Granul Effervescent Sari Wortel (Daucus Carota L) Ashufiah, Sahsiatun; Hajrin, Wahida; Ridwan, Sucilawaty
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i5.344

Abstract

Wortel (Daucus carota L) merupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan ?- karoten yang tinggi. Dalam meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan khususnya wortel maka dibuat sediaan yang praktis dan menarik. Salah satu sediaan yang dapat dikembangkan adalah granul effervescent. Konsentrasi asam pada pembuatan granul effervescent ini akan mempengaruhi sifat fisik granul effervescent. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam tartrat dan asam sitrat terhadap sifat fisik granul effervescent wortel.Metode: Metode pembuatan granul effervescent menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat pada formula 1 terdapat perbandingan 1,5:0,5:2,62; formula 2 dengan perbandingan 0,5:1,5:2,62; dan untuk formula 3 dengan perbandingan 1:1:2,62. Granul effervescent yang terbentuk kemudian dievaluasi sifat fisiknya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh granul effervescent sari wortel berbentuk granula berwarna orange, beraroma asam serta rasanya asam.Hasil: Data hasil pengujian diperoleh bahwa sifat granul effervescent formula 1, 2, dan 3 yang paling memenuhi syarat yaitu pada formula 2 dengan uji kecepatan alir 4,77 ± 0,25 detik, waktu larut 2 menit 76 detik ± 0,14, dan kadar air 2,55 % ± 0,25 %, namun pada uji pH dan sudut diam untuk ketiga formula belum memenuhi syarat uji pH > 6-7, dan untuk sudut diam < 40º. Kesimpulan: Variasi konsentrasi asam sitrat, asam tartrat, dan natrium bikarbonat berpengaruh terhadap sifat fisik dari granul effervescent sari wortel
FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON POWDER DARI EKSTRAK BUAH BUNI (ANTIDESMA BUNIUS L. SPRENG) Pramudia, Cindy; Hanifa, Nisa Isneni; Ridwan, Sucilawaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27867

Abstract

Cl 15850 adalah salah satu pewarna sintetis warna orange kemerahan yang digunakan pada kosmetik namun limbah dari proses produksinya memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Menyadari akan kekurangan tersebut, maka pewarna alami semakin dibutuhkan. Buah buni merupakan tanaman tropis yang mengandung antosianin yang dapat menjadi alternatif pengganti pewarna sintetis. Sediaan kosmetik yang bergantung dengan pewarna salah satunya adalah blush on, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah buni (Antidesma bunius L. Spreng) pada sifat fisik dan uji iritasi sediaan blush on powder, menentukan formula dengan nilai kesukaan tertinggi serta menentukan formula yang paling stabil. Buah buni diekstraksi dengan metode sonikasi. Metode pembuatan blush on powder yaitu dengan mencampurkan ekstrak buah buni dengan zat tambahan sesuai formula dan dihaluskan menggunakan ayakan mesh No.140. Sediaan kemudian dilakukan uji sifat fisik, uji iritasi, uji kesukaan, dan uji stabilitas. Data yang didapat dari pengujiaan sediaan blush on powder terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif diuji menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi ekstrak buah buni pada uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat dan uji poles, sedangkan tidak ada pengaruh konsentrasi ekstrak buah buni pada uji ukuran partikel, uji iritasi dan uji homogenitas. Pada uji kesukaan menunjukkan bahwa F1 dengan konsentrasi ekstrak 10% merupakan sediaan yang memiliki nilai kesukaan tertinggi yaitu 75% dan pada uji stabilitas menunjukkan F1 merupakan sediaan yang paling stabil.
Formulasi dan Uji Aktivitas Nanoemulsi Spray Gel Propolis sebagai Antijamur terhadap Candida albicans: Formulation and Antifungal Activity of Nanoemulsion Spray Gel Containing Propolis against Candida albicans Nurfatimah, Baiq Aluh; Putri, Fatya Kamila; Rizkika, Adila; Suhayatman, Early Windary; Ridwan, Sucilawaty
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2121

Abstract

Aphthous stomatitis is inflammation of the oral mucosa, which can cause pain and discomfort. Thrush can be caused by Candida albicans. So, this research aims to make a nanoemulsion spray gel preparation that can treat the Candida albicans fungus. The method was to formulate propolis nanoemulsion and gel base with variations of Carbopol, followed by physical properties testing such as organoleptic test, pH, viscosity, spreadability and adhesivity, particle size, and index polydispersity. Furthermore, the antifungal activity of the preparation was tested against Candida albicans. The results showed that formulation 2 had better antifungal activity where the diameter of the inhibitory force was 22,33±0,58(p?0,05). This research concludes that formula 2 nanoemulsion spray gel preparations showed the optimum preparation based on physical properties evaluation and showed the diameter inhibitory of 22,33±0,58 mm. Keywords:          nanoemulsion, spray, gel, propolis   Abstrak Sariawan atau Stomatitis aphtosa adalah inflamasi pada bagian mukosa mulut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Sariawan dapat disebabkan oleh Candida albicans. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu melakukan pembuatan sediaan nanoemulsi spray gel yang dapat mengatasi jamur Candida albicans. Metode yang digunakan yaitu dengan memformulasikan nanoemulsi propolis dan basis gel dengan variasi 3 variasi formula carbopol sebagai gelling agent. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan meliputi organoleptik, pH, daya sebar lekat, viskositas, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Hasilnya didapatkan bahwa formula 2 merupakan formula paling optimum berdasarkan evaluasi fisik. Formula ini memiliki aktivitas antijamur dengan diameter daya hambat sebesar 22,33±0,58 (p?0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formula 2 sediaan nanoemulsi spray gel merupakan formula paling optimum berdasarkan evaluasi fisik serta memiliki aktivitas terhadap jamur Candida albicans dengan zona hambat sebesar 22,33±0,58 mm. Kata Kunci:         nanoemulsi, spray, gel, propolis
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Pada Siswa/Siswi MTS Al-Hannaniyah NW Praya Afriliani, Tity; Azizah, Hidayatul; Anjani, Riani Patmi; Ridwan, Sucilawaty
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7848

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, baik yang sifatnya bakteriostatik maupun yang bersifat bakterisid. Tingginya angka kejadian resistensi antibiotik disebabkan oleh beberapa farktor diantaranya yaitu penggunaan antibiotik yang tidak rasional, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan antibiotik sehingga resistensi dapat dikendalikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya pembukaan, sambutan, pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest, dan penutup.