Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Strategi Peningkatan Pemahaman Petani terhadap Sertifikasi ISPO-RSPO untuk Mendukung Sawit Rakyat Berkelanjutan Nainggolan, Hotden Leonardo; Butar-Butar, Kasih Marito; Lawolo, Omirais; Sitompul, Josua Benget Martua; Nainggolan, Lamtiur Hotmaida
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.56588

Abstract

Muncul beberapa isu global yang menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkontribusi terhadap deforestasi, pembukaan lahan illegal dan menyebabkan terganggunya habitat mahluk hidup dan hilangnya beberapa spesies. Untuk menangkal dampak merugikan dari perluasan perkebunan kelapa sawit, sebuah lembaga yang beranggotakan pendiri World Wildlife Fund, Malaysian Palm Oil Association (MPOA), Unilever, AAK, dan Migros  telah membentuk sistem sertifikasi untuk produk minyak sawit bernama Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesia juga telah membuat standar atau sertifikasi untuk produk kelapa sawit yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Tujuan penelitian ini adalah: a) untuk mengidentifikasi pemahaman petani terkait sertifikasi ISPO-RSPO pada usahatani kelapa sawit rakyat, dan b) untuk mengidentifikasi strategi peningkatan pemahaman kelapa sawit rakyat terhadap ISPO-RSPO pada usahatani kelapa sawit rakyat sehingga mendukung sawit berkelanjutan. Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir dan Sinembah Tanjung Muda Hulu dengan jumlah populasi sebanyak 3.710 KK petani sawit rakyat dan sampel sebanyak 98 responden ditentukan menggunakan Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketidakpahaman petani terhadap sertifikasi ISPO dan RSPO masih cukup tinggi. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai strategi meningkatkan kesadaran petani terhadap manfaat dan peluang yang diperoleh melalui partisipasi dalam program ISPO dan RSPO.
Analisis Eksisting, Peran Kearifan Lokal dan Implementasi ISPO-RSPO terhadap Usahatani Kelapa Sawit Rakyat Berkelanjutan di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Nainggolan, Hotden Leonardo; Ginting, Albina; Tampubolon, Jongkers
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.60980

Abstract

Pengembangan komoditi kelapa sawit diisukan berkontribusi terhadap deforestasi, pembukaan lahan secara ilegal dan perusakan lingkungan yang menuntut budidaya usahatani kelapa sawit rakyat yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, peran kearifan lokal dan implementasi ISPO-RSPO terhadap usaha kelapa sawit rakyat berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir dan Sinembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang. Sampel dalam penelitian ditentukan sebanyak 87 responden dengan formula Slovin. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Sesuai dengan hasil penelitian diambil kesimpulan; a) implementasi sertifikasi ISPO telah berjalan didaerah penelitian dengan indikator; (i) petani telah memiliki legalitas lahan usahatani, (ii) petani telah mengembangkan usahataninya sesuai konsep tata ruang wilayah,  (iii) petani telah menerapkan praktik pertanian yang baik, (iv) petani  mengembangkan usahataninya dengan memperhatikan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati; b) sertifikasi RSPO telah diimplementasikan dengan indikator;  (i) petani setuju memiliki rencana bisnis yang baik termasuk, pemeliharaan, replanting, ekspansi,  (ii) petani sangat setuju dengan Standard Operating Procedures usahatani, memiliki catatan penggunaan pupuk  pestisida, peta lahan dan sumber daya air; c) kearifan lokalberpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha  kelapa sawit rakyat berkelanjutan; d) implementasi sertifikasi ISPO-RSPOberpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit rakyat berkelanjutan.Sesuai dengan hasil penelitian diberikan saran; a) agar petani konsisten untuk mengikuti pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan pemerintah setempat agar semakin memahami sertifikasi RSPO-ISPO; b) agar pemeritah menyelenggarakan program penyuluhan yang berkelanjutan terkait dengan peningkatan pendapatan petani dengan memperhatikan aspek keberlanjutan kelapa sawit dan   pertumbuhan industri kelapa sawit rakyat berkelanjutan.