Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Ergonomi Bangunan dan Tata Ruang Glamping Yogyakarta berdasarkan Antropometri Pengguna Dewantara, Tegar Satria; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tata ruang untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung di Glamping. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh temuan bahwa adanya ketidaksesuaian antara dimensi ruang glamping dan tata ruang dengan data antropometri. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah masalah,seperti postur tubuh yang tidak nyaman saat melakukan aktivitas didalam glamping, dan resiko cedera. Selain itu, glampimg yang tidak dirancang dengan memperhatikan prinsip ergonomi dapat mengurangi efisiensi ruang gerak dan kenyamanan bagi penggunanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk menganalisis data antropometri pengunjung Glamping serta membandingkan dengan standar dimensi dan teori dalam perancangan Glamping yang diperoleh melalui studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain awal pada perancangan Glamping masih memiliki beberapa kekurangan seperti tinggi mati bangunan, dimensi furniture yang belum sesuai, dan tata ruang yang kurang maksimal.
Desain Adaptif Gedung Olahraga untuk Meningkatkan Kualitas Pencahayaan Buatan melalui Simulasi DIALux (Studi Kasus: Gedung Olahraga UMS) Susiilo, Sabilul Arkan; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pencahayaan di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan menggunakan perangkat lunak Dialux Evo. GOR UMS adalah fasilitas multifungsi yang digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan non-olahraga, sehingga memerlukan kualitas pencahayaan yang optimal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa area, seperti Ruang Ganti, Supermarket, dan Area Pertandingan, telah memenuhi standar pencahayaan yang ditetapkan oleh SNI. Meskipun demikian, analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa jumlah lampu existing di beberapa ruang masih kurang dibandingkan dengan rekomendasi simulasi, serta jarak antar lampu yang ada tidak seimbang. Data dari kuesioner pengguna juga menunjukkan adanya masalah glare dan ketidaknyamanan dalam pencahayaan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah lampu, penyesuaian jarak lampu, serta penggunaan lampu dengan watt dan lumen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan visual. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan GOR UMS dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh pengguna.
Analisis Komparasi Kaca Low-E dan Kaca Laminated terhadap Kinerja Termal Auditorium Imam Barjo Salma, Diva Aula Sabila; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki iklim tropis lembap dengan suhu berkisar antara 220C-300C dan kelembapan relatif 70%-95%, untuk menghadapi tantangan khusus dalam menjaga kenyamanan termal bangunan, serta efisiensi penggunaan energi. Dengan adanya kondisi tersebut menjadi tantangan bagi desain auditorium imam barjo, yang memiliki beban pendingin yang tinggi dan volume yang besar. Namun demikian penggunaan kaca pada auditorium bertujuan untuk meningkatkan estetika kontemporer dan memaksimalkan cahaya alami. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis dan mengkomparasi kinerja termal antara kaca Low-E dengan kaca laminasi dalam iklim tropis Kota Semarang, untuk mendukung penerapan prinsip desain auditorium hemat energi dan mendukung upaya perwujudan bangunan yang adaptif terhadap iklim serta keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan metode kuantatif komparatif dengan analisis deskriptif naratif, untuk melakukan perbandingan performa kedua jenis material kaca. Hasil penelitian menunjukan bahwa kaca Low-E memiliki kemampuan yang lebih efektif dalam mereduksi beban panas dibandingkan kaca laminasi. Hal ini disebabkan nilai rasio yang lebih rendah pada kaca Low-E, sehingga lebih sedikit radiasi paparan matahari yang diteruskan ke dalam bangunan. Dengan berkurangnya panas matahari dapat meningkatkan kenyamanan termal di dalam ruangan dan mengurangi konsumsi energi sistem pendingin ruangan. Dengan demikian pemilihan jenis material kaca pada bangunan auditorium yang berada di iklim tropis merupakan aspek yang sangat penting, karena ditandai dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi.
Analisis Efisiensi Tata Ruang "Kl House" Ditinjau dari Tiga Aspek Ruang Azzah Anora Risnadewi; Fauzi Mizan Prabowo Aji
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi tata ruang merupakan aspek penting dalam perancangan rumah tinggal, terutama pada hunian di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana efisien penggunaan ruang dalam rumah tinggal "KL House" dengan melihat dari tiga aspek utama, yaitu hierarki ruang, sirkulasi, dan luas efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, yaitu dengan menganalisis gambar denah dan data perencanaan tanpa melakukan pengamatan langsung terhadap objek tersebut. Data pendukung diperoleh dari kajian literatur yang relevan dengan konsep efisiensi tata ruang rumah tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KL House memiliki pembagian hierarki ruang yang jelas antara zona publik, semi-publik, privat, dan servis, sehingga aktivitas penghuni dapat berlangsung teratur dan privasi tetap terjaga. Sistem sirkulasi dirancang dengan pemisahan yang tegas antara sirkulasi utama dan sirkulasi sekunder, yang meningkatkan efisiensi pergerakan serta kenyamanan pengguna. Selain itu, analisis luas efektif menunjukkan bahwa bangunan memiliki tingkat efisiensi ruang yang baik dengan pemanfaatan ruang fungsional yang dominan dan minim ruang sisa. Dengan demikian, perancangan KL House dapat dikatakan telah menerapkan prinsip efisiensi tata ruang secara optimal dan dapat menjadi referensi dalam perancangan rumah tinggal dua lantai.
Peta Persebaran dan Karakter Arsitektural Pabrik Gula Peninggalan Belanda di Pulau Jawa: Kajian Sejarah dan Dokumentasi Fauzi Mizan Prabowo Aji; Alpha Febela Priyatmono; Hazrina Haja Bava Mohidin
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i1.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran pabrik gula peninggalan Belanda di Pulau Jawa dan menganalisis kelompok persebarannya berdasarkan karakter arsitekturalnya. Fokus utama penelitian adalah mendokumentasikan karakter asli pabrik-pabrik gula tersebut, baik yang masih beroperasi, telah beralih fungsi, maupun yang sudah hilang sepenuhnya. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis dokumentasi historis, dan survei lapangan di lokasi pabrik gula yang masih dapat diidentifikasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa pabrik gula Belanda tersebar luas di Pulau Jawa, dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kelompok persebaran ini dianalisis berdasarkan ciri arsitektur, pola tata letak, serta kaitannya dengan dinamika sosial dan ekonomi pada masa kolonial. Sebagian besar pabrik kini telah ditutup atau mengalami perubahan fungsi, namun banyak di antaranya masih menyisakan jejak arsitektural yang signifikan sebagai saksi perkembangan industri gula di Indonesia. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang peta persebaran pabrik gula peninggalan Belanda tetapi juga memberikan wawasan mengenai karakter arsitektural yang terkandung di dalamnya yang penting untuk kajian sejarah dan upaya konservasi di masa depan.
Pola Ornamentasi Geometri: Identitas Visual Revitalisasi Gedung SMP Putri Ulil Albab Karanganyar Indah Trianti; Fauzi Mizan Prabowo Aji
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri dalam arsitektur Islam tidak hanya berperan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan identitas visual pada revitalisasi Gedung Asrama Putri SMP IT Tahfidzul Quran Ulil Albab Karanganyar sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu. Kajian ini menggunakan teori ornamentasi geometri Islam sebagai bahasa visual arsitektur yang merepresentasikan konsep Tauhid, keteraturan, dan keseimbangan, dengan merujuk pada literatur seni dan arsitektur Islam serta studi preseden penerapan pola geometri pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penggalian data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi kondisi eksisting bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola ornamentasi geometri Islami pada elemen fasad, koridor, secondary skin, dan kaligrafi Kufi geometris mampu memperkuat karakter visual bangunan sekaligus menciptakan suasana ruang yang tenang dan kondusif bagi aktivitas belajar serta hafalan Al-Qur’an. Pemilihan material kayu dan beton mendukung keseimbangan antara nilai estetika, kekuatan struktural, dan makna simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ornamentasi geometri Islami secara kontekstual dan fungsional dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan pendidikan Islam untuk memperkuat identitas, fungsi, dan nilai spiritual ruang.
Optimasi Desain Revitalisasi Sekolah Menengah Pertama Al-Islam Gondangrejo berdasarkan Pendekatan Arsitektur Islam Inama, Firda Wilda; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekolah melalui pembangunan serta perbaikan Gedung dan penambahan fasilitas penunjang Sekolah. Namun penerapan standar melalui buku acuan sebagai teknis pekerjaan cenderung bersifat umum sehingga belum sepenuhnya dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik Sekolah berbasis Islam dalam penerapan nilai-nilai keIslaman pada desain bangunan. Melalui observasi, wawancara dilakukan dalam optimalisasi desain sekolah dengan pendekatan Arsitektur Islam sebagai bentuk acuan dalam mengetahui kebutuhan pengguna ruang penerima program revitalisasi dengan menekankan kesejarahan, nilai, filosof, identitas, perilaku dan keberlanjutan dalam pola tata ruang, elemen geometri beserta sirkulasi. Sehingga mampu memperkuat fungsi, identitas dan kenyamanan pengguna ruang.
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Auditif Ruang Komunal melalui Fenomena Akustik di Malang Creative Center Utami, Karina Putri; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang Creative Center (MCC) merupakan bangunan publik multifungsi yang mewadahi berbagai aktivitas kreatif masyarakat Kota Malang. Karakter bentuk bangunannya yang semi-terbuka menyebabkan ruang komunal di area sentral saling terhubung antar lantai sehingga menimbulkan tantangan dalam aspek kenyamanan auditif akibat persebaran suara dengan intensitas tinggi (bising) dari luar bangunan maupun aktivitas internal yang berlangsung secara bersamaan. Fenomena akustik utama dipengaruhi oleh bukaan lebar, keberadaan void, material reflektif, serta kedekatan terhadap sumber suara (pengeras suara dan lalu lintas). Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat kenyamanan auditif ruang komunal MCC menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi kondisi eksisting ruang, pengukuran tingkat kebisingan (dBA), serta penyebaran kuesioner persepsi pengguna. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingan hasil pengukuran terhadap Kepmen LH No. 48 tahun 1996 (ambang batas kebisingan 60-70 dBA peruntukan fasilitas umum), yang menunjukkan ketidaksesuaian signifikan. Persepsi pengguna juga mengonfirmasi bahwa kebisingan berpotensi mengganggu konsentrasi dan komunikasi. Oleh karena itu, strategi pengendalian akustik adaptif direkomendasikan untuk meningkatkan kenyamanan auditif ruang komunal di MCC.
Kajian Analisis Sirkulasi dan Kapasitas Pengunjung Terminal Palur berdasarkan Konteks Arsitektural Achmad Fadlil Pamungkas; Fauzi Mizan Prabowo Aji
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Palur merupakan simpul transportasi penting yang saat ini mengalami degradasi kualitas fisik dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelaikan fungsi arsitektural dan aksesibilitas Terminal Palur pasca-hunian, guna mengidentifikasi hambatan ruang (spatial barrier) yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Post-Occupancy Evaluation (POE). Data dikumpulkan melalui audit visual kerusakan bangunan, pengukuran teknis dimensi fasilitas aksesibilitas, serta wawancara mendalam dengan pedagang sebagai pengguna tetap terminal.Hasil penelitian menunjukkan adanya kerusakan masif pada komponen plafon yang telah mencapai tahap runtuh, serta kerusakan lantai yang menciptakan risiko keselamatan jiwa (life safety hazard). Dari aspek aksesibilitas, fasilitas ramp ditemukan tidak memenuhi standar inklusivitas dengan kemiringan ekstrem yang melampaui batas maksimal 7° (Permen PUPR No. 14/2017). Temuan subjektif dari hasil wawancara mengonfirmasi bahwa akumulasi kerusakan tersebut menyebabkan penurunan vitalitas terminal dan memaksa pengguna melakukan perilaku menghindar, yang secara sistematis mereduksi kapasitas efektif ruang. Penelitian ini merekomendasikan adanya rehabilitasi material plafon tahan air, redesain kemiringan ramp sesuai standar inklusivitas, serta penataan ulang jalur sirkulasi untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai ruang publik yang aman dan aksesibel.
Iterasi Redesain Rumah Tropis: Cahaya Pagi Timur dan Kamar Utama Depan Oktavian, Wahyu; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini mengkaji iterasi redesain rumah tinggal tropis pada lahan seluas 311, 53 m² dengan luas bangunan lantai 1 sebesar 244, 15 m² serta lantai 2 sebesar 147, 64 m². Fokus utama merupakan pemindahan ruang keluarga serta ruang makan dari area barat ke area timur untuk mengoptimalkan sinar pagi natural, dan pemindahan kamar utama dari belakang ke area depan guna tingkatkan efisiensi sirkulasi.Metode yang digunakan merupakan redesain iteratif berbasis AutoCAD untuk modifikasi denah serta SketchUp untuk modeling 3D dan simulasi shadow sinar pagi. Hasil menampilkan kalau orientasi timur pada ruang keluarga serta makan tingkatkan iluminasi pagi jadi 350-450 lux dan kurangi temperatur sore sampai 3-5°C lewat bukaan lebar, void vertikal, dan greenery. Memposisikan kamar utama di depan memperpendek jarak sirkulasi sampai 70% sembari mempertahankan sinar pagi maksimal( 300-400 lux), dengan privasi serta mitigasi kebisingan terjaga lewat elemen Bioklimatik pendukung.Redesain menciptakan konsep "Tropical Serenity House" yang lebih adaptif terhadap hawa tropis, tingkatkan kenyamanan termal, efisiensi tenaga, serta fungsionalitas ruang tanpa peningkatan luas bangunan. Riset ini memberikan saran instan untuk desain rumah tinggal/hunian berkelanjutan di Indonesia.