Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Socialization of the Role of the Family in the Participation of Beginner Voters in the 2024 Election in Muara Badak Ilir Village, Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency Eryani, Trisna Waty Riza; Putri, Aisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 3 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v3i1.8019

Abstract

Political participation is an important aspect in the democratic process, political participation from first-time voters is one form of implementing a democratic system that is running well. In general, if the level of public participation in the democratic process is greater, it is considered good, conversely, if the level of public participation is low, it is generally considered less good, because it can mean that many citizens are indifferent to elections. Especially for first-time voters who have voting rights but cannot use them properly. Most of these new voters are still unstable, can't decide, or don't even care about the election at all. This is the role of the family, especially parents, in providing knowledge about the importance of participating in elections. The aim of community service is to socialize the role of the family in the participation of first-time voters in the 2024 elections. The method of community service is lectures and discussions. The results of the socialization activities went well, and there were 10 participants consisting of parents in Muara Badak Ilir Village, Muara Badak District. Parents who have teenage children are very enthusiastic about taking part in this activity because it can increase knowledge about political participation for novice voters, namely their children.
MAKNA BUDAYA TELINGA PANJANG DAN TATO PADA SUKU DAYAK KENYAH STUDI DI TAMAN BUDAYA PAMPANG KELURAHAN BUDAYA PAMPANG KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA Eryani, Trisna Waty Riza; Kasim, M.; Yani, Ahmad; Ranai, Lusiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25690

Abstract

Makna Budaya Telinga Panjang dan Tato Pada Suku Dayak Kenyah (Studi di Taman Budaya Pampang Kelurahan Budaya Pampang Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda) Budaya telinga panjang dan tato merupakan budaya yang menjadi ciri khas, keunikan dan identitas suku Dayak Kenyah dan dijadikan daya tarik bagi wisatawan Dalam Negeri maupun Luar Negeri, sehingga perlu juga untuk menumbuhkan kembali rasa kebanggan dalam diri generasi sekarang untuk tetap melestarikan budaya telinga panjang dan tato yang sudah ada sejak dahulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna Telinga Panjang pada Suku Dayak Kenyah, serta alasan hampir punah Budaya Telinga Panjang dan Tato di Taman Budaya Pampang Kelurahan Budaya Pampang Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Budaya Telinga Panjang dan Tato pada Suku Dayak Kenyah mengalami perubahan makna. Ketika zaman dulu Telinga Panjang di artikan sebagai tanda yang membedakan manusia dengan hewan dan membedakan masyarakat keturunan bangsawan dengan masyarakat biasa, serta Tato yang di artikan sebagai tanda pendewasaan diri baik bagi perempuan maupun laki- laki, tetapi sejak perubahan zaman saat ini Telinga Panjang dan Tato diartikan sebagai simbol seorang suku Dayak Kenyah. Faktor mulai punah pelestarian budaya ini adalah perubahan zaman, yang menganggap Telinga Panjang dan Tato bukan lagi menjadi budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat, dan tidak adanya hukum adat yang mengatur dengan tegas serta pengaruh agama yang melarang pengikutnya untuk memanjangkan telinga atau memiliki tato. Upaya mempertahankan pelestaraian budaya telinga panjang dan tato pada suku Dayak Kenyah itu sangat memerlukan campur tangan lembaga adat, masyarakat serta pemerintah agar budaya telinga panjang dan tato ini tetap berkembang dan dilaksanakan oleh generasi muda sebagai suatu daya tarik yang sifatnya positif dan berdaya guna bagi masyarakat khususnya masyarakat suku Dayak Kenyah.
PENYULUHAN PEMANFAATAN HASIL TANGKAPAN IKAN SORTASI BUANG (DISCARD) BAGI KAUM PEREMPUAN NELAYAN DESA MUARA BADAK ULU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Eryani, Trisna Waty Riza; Habib, Muhammad; Christian, William; Regina, Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33169

Abstract

Pemberdayaan kaum perempuan nelayan di Desa Muara Badak Ulu Kecamatan Muara Badak dimaksudkan untuk membangun kemandirian sosial ekonomi. Hasil tangkapan ikan yang didapat dari para nelayan tidak semua laku dijual, maka dilakukanlah proses sortasi buang (discard). Hasil sortasi buang inilah yang akan dimanfaatkan menjadi produk olahan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan nelayan di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. Metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan langsung kepada kaum perempuan nelayan sebanyak 25 orang. Hasil pengabdian menunjukan bahwa perempuan nelayan yang menghadiri kegiatan penyuluhan ini sangat antusias dikarenakan memiliki tambahan pengetahuan dalam mengelola ikan yang selama ini dibuang saja karena dianggap tidak memiliki harga jual. Setelah mengikuti penyuluhan pemanfaatan hasil tangkaapan ikan sortasi buang (discard) ternyata ikan hasil sortasi buang (discard) tersebut bisa diolah menjadi produk pangan lainnya. Selama ini ikan tersebut hanya bisa dijadikan sebagai ikan asin. Pemahaman para perempuan nelayan mengenai pemanfaat hasil tangkapan ikan sortasi buang menunjukan adanya peningkatan. Harapan kedepan yang diusulkan oleh para perempuan nelayan berupa adanya pelatihan lanjutan mengenai teknis mengolah hasil tangkapan ikan sesuai dengan perkembangan saat ini.