Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan asi pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan: studi pra-eksperimental di Queen Baby Spa Sleman: Effectiveness of oxytocin massage on breast milk adequacy among breastfeeding mothers of infants aged 0–6 months: a pre-experimental study at Queen Baby Spa Sleman Annisa Ulfa; Dian Nur Adkhana Sari; Endar Timiyatun; Andri Setyorini
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.102

Abstract

Latar Belakang: Banyak ibu menyusui mengalami kendala dalam kecukupan ASI, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin agar kecukupan ASI pada ibu menyusui tercukupi. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat oksitosin yang berdurasi 10-15 menit selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kecukupan ASI dilakukan menggunakan kuesioner kecukupan ASI yang terdiri dari 8 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,80 dan nilai rata-rata posttest sebesar 7,65. Selisih antara keduanya menunjukkan peningkatan sebesar 2,85. Dari hasil analisis dengan Wilcoxon didapatkan hasil nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan skor kecukupan ASI sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa pijat oksitosin. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan.
Pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui di Queen Baby Spa Purwomartani: Effectiveness of reflexology on the level of breastmilk sufficiency in breastfeeding mothers At Queen Baby Spa Purwomartani Marisha Dhian Syaharani; Dian Nur Adkhana Sari; Aris Setyawan; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.105

Abstract

Latar belakang: Pijat refleksi merupakan salah satu teknik pijat yang menekankan pada titik kaki dimana pijat refleksi berfungsi untuk menstimulasi hormon kebahagiaan salah satunya hormon oksitosin. Hormon ini akan membantu pada produksi ASI. Semakin banyak ASI yang dapat diproduksi oleh ibu maka tingkat kecukupan ASI pada bayi akan semakin baik. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Metode:  Penelitian ini berjenis pra-experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui. Sampel dalam penelitian  ini  sebanyak 20 ibu. Teknik samplingnya adalah purposive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat refleksi dengan durasi 15-20 menit selama 3 hari berturut-turut. Instrumen menggunakan kuesioner kecukupan ASI berjumlah 8 pertanyaan. Skala data numerik dan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi pijat refleksi hasil nilai rata-rata pretest 5,55 dan setelahnya menjadi 7,85. Dari hasil uji komparasi didapatkan selisih dari pre-post yaitu 2,3 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pijat refleksi efektif meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan dengan nilai p =000 (nilai p<0.05).
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan: The influence of health education with educational video media on adolescent attitudes about premarital sex at SMP Negeri 3 Banguntapan. Habibatul Anisa; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.120

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi seksual pranikah di kalangan remaja menunjukkan perlunya perhatian serius mengingat dampak negatifnya seperti kehamilan tidak diinginkan, risiko penyakit menular seksual, dan gangguan psikologis. Perlu dilakukan pendekatan yang mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif remaja, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa yang usia 13-14 tahun di SMP Negeri 3 Banguntapan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banguntapan berjumlah 224 siswa, sehingga peneliti mengambil sampel 70 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2024. Instrumen yang digunakan adalah koesioner sikap dan uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor sikap pada siswa SMP Negeri 3 Banguntapan sebelum diberikan pendidkan kesehatan dengan media video edukasi adalah 62,90. Rata-rata skor sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi sebesar 93,47. Terjadi kenaikan skor sikap sebesar 30,57 setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Hasil uji Wilcoxon didapatkan Nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan.
Pengaruh terapi audio dzikir Asy-syifa terhadap kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi: The effect of audio therapy of dzikir Asy-syifa on anxiety in children with cancer before undergoing chemotherapy Wida Marina; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Eka Oktavianto
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.121

Abstract

Latar belakang: Kanker anak merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan berkelanjutan yaitu kemoterapi yang dapat menyebabkan efek samping salah satunya adalah kecemasan atau penyakit hati yang dapat mengganggu ketenangan jiwa. Terapi dzikir dapat menangani masalah kejiwaan salah satunya cemas. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi audio dzikir Asy-syifa terhadap kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest desain. Teknik Sampel berjumlah 20 anak penderita kanker, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan ketersediaan dan kesediaan partisipan. . Instrument penelitian menggunakan kuesioner Zung self-rating anxiety scale (Z-SAS) untuk mengukur kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi terapi audio dzikir Asy-Syifa dilakukan di ruang tenang di YKAKI Yogyakarta, berdurasi 15 menit dalam satu sesi menggunakan pemutar audio (handphone). Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon untuk menguji signifikasi perbedaan. Hasil: Rata-rata kecemasan anak sebelum diberikan terapi audio dzikir Asy-Syifa (pretest) sebesar 7,70, sedangkan setelah diberikan terapi (postest) menurun menjadi 5,35. Terjadi penurunan rata-rata (∆ mean) sebesar 2.35. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p value = 0,001 (p < 0,05) dan nilai z = -3,750. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi audio dzikir Asy-Syifa berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Yogyakarta.
Edukasi pemahaman masyarakat tentang depresi postpartum pada masyarakat di Perum Pondok Indah Banguntapan: Educate the public's understanding of postpartum depression in the community at Perum Pondok Indah Banguntapan Dian Nur Adkhana Sari; Suryati; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih; Ardhian Indra Darmawan; Endar Timiyatun
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.27

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan masalah yang paling sering terjadi dalam bidang obstetric. Kejadian postpartum blues merupakan salah satu masalah kegawatdaruratan yang sering terjadi pada ibu postpartum. Postpartum blues adalah sindrom gangguan mental ringan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Pencegahan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan pada masyarakat. Tujuan: melakukan upaya pencegahan depresi postpartum di Perum Pondok Indah Banguntapan Metode: Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang depresi postpartum. Sebelum konseling dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 21 peserta  (60%) dan skor pengetahuan seteha dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 35 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, sebagian besar warga mengalami kenaikan pengetahuan tentang depresi postpartum. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.  
Penerapan terapi spiritual dzikir pada kesehatan mental remaja: Application of dhikr spiritual therapy on adolescent mental health Aris Setyawan; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Niken Setyaningrum; Relda Rahmah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.29

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan keadaan seseorang yang terhindar dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam kehidupan. Tujuan: memberikan pendampingan penerapan dzikir untuk mencegah gangguan  kesehatan mental yang terjadi pada remaja di sekolah. Metode: Instrument yang digunakan untuk mengukur kesehatan mental remaja dalam pengabdian masyarakat ini adalah Kuesioner Mental Health Continum-Short From (MHC-SF). Jumlah responden dalam pengabdian kepada masyarakat sejumlah 32 siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan memeriksa kesehatan mental responden menggunakan kuesioner kemudian diberikan edukasi terkait penerapan dzikir. Penerapan dzikir dilakukan selama 1 bulan  kemudian diakhiri dengan posttest. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa  setelah menerapkan dzikir selama 1 bulan, sebagian besar siswa merasakan lebih rileks dan tenang. Siswa menjadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang membuat hati dan pikiran mereka menjadi tenang dan kesehatan mental siswa tetap terjaga. Simpulan: Penerapan terapi spiritual dzikir dapat mencegah gangguan kesehatan jiwa pada remaja.
Pendidikan kesehatan tentang pencegahan kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMAN 2 Banguntapan : Health education on breast cancer prevention and breast self-examination (BSE) in adolescent girls at SMAN 2 Banguntapan Yeni Isnaeni; Sri Setyowati; Sri Nur Hartiningsih; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.33

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan serius  bagi kaum wanita, karena saat ini merupakan penyebab kematian nomor satu pada Wanita di Indonesia. Di Indonesia umumnya seorang wanita baru diketahui menderita kanker payudara pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat melakukan pemeriksaan. Cara pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sehingga bagaimana cara melakukan sadari perlu diketahui terutama pada remaja. ujuan: Kegiatan pengabdian ini sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam melakukan pencegahan kanker payudara melalui pendidikan kesehatan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Remaja di SAMN 2 Banguntapan. Metode: Kegiatan pengabdian ini berjenis CBR (Community-Based Research). Dilakukan dengan menggunakan metode cermah, demonstrasi  SADARI dan diskusi. Sebelum kegiatan dilakukan pretest sebelum kegiatan penyuluhan dilakukan dan diakhir kegiatan dilakukan postes. Instrumen yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini menggunakan kuesioner pengetahuan, pantom payudara saat demonstrasi SADARI. Kegitan pengabdian ini diikuti oleh 66 Remaja Putri SMAN 2 Banguntapan. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan edukasi pencegahan kanker payudara dengan SADARI kepada remaja ini terdapat peningkatan pengetahuan, sebelum diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik sebanyak 8 orang (12,1%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik meningkat sebanyak 38  (57,6%). Simpulan: Kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan pemeriksaan SADARI dapat meningkatakan pengetahuan Remaja dalam pencegahan kanker payudara.
Peningkatan pengetahuan ibu balita tentang menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta: Improving the knowledge of toddler mothers about Local Food-Based (PMT) menus in Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta Ghaida Siti Nur Auliya; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Aris Setyawan
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.122

Abstract

Latar belakang: Pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu penanganan masalah kekurangan gizi balita. Rendahnya pengetahuan ibu balita tentunya akan berpengaruh terhadap status gizi balita. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang menu PMT berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal di Bali Gunungkidul Yogyakrta. Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 44 ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan ibu balita tentang PMT berbasis pangan lokal sebelum diberikan edukasi tentang menu pemberian makanan tambahan pangan lokal (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan media booklet selama 40 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 7,704 dan nilai rata-rata posttest 17,97. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan sebanyak 10,26. Dari hasil uji komparasi dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Kegiatan pengaabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang menu PMT berbasis pangan lokal di Posyandu Bali Gunungkidul Yogyakarta.
Edukasi pemahaman kecukupan air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Queen Baby Spa: Education on understanding the sufficiency of breast milk for breastfeeding mothers at Queen Baby Spa Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Sri Nur Hartiningsih; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.136

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Ibu merupakan pelopor dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia, sehingga penting untuk meningkatkan pengetahuannya serta menyadari pentingnya pemberian ASI secara eksklusif terutama bagi bayi usia 0-6 bulan. Bayi diharapkan mendapat cukup ASI pada usia 0-6 bulan, kecukupan ASI pada bayi dapat diartikan sebagai kondisi di mana bayi menerima ASI dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang kecukupan ASI pada bayi. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang kecukupan ASI. Kegiatan ini diikuiti oleh 40 peserta ibu menyusui, dengan total kegiatan selama 60 menit. Intrumen pada kegiatan ini menggunakan instrument pengetahuan kecukupan ASI. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 25 peserta  (62,5%) dan skor pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 40 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, Sebagian besar ibu menyusui mengalami kenaikan pengetahuan tentang kecukupan ASI. Oleh karena itu diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini kesadaran ibu menyusui akan kesehatan semakin meningkat.
Faktor Yang Mempengaruhi Breasfeeding Self Efficacy (BSE) Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Hamil Trimester 3 Sari, Dian Nur Adkhana; Saputro, Galih Adi; Fiana, Marista; Hanafi, Nurul
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 3 No. 1 (2019): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.3188

Abstract

AbstrakLatar belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan cara yang paling efektif untuk memastikan kesehatan dan keselamatan anak. ASI memiliki manfaat nutrisional dan non nutrisional baik untuk kesehatan anak dan Ibu. WHO merekomendasikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan  dilanjutkan sampai 2 tahun. Data WHO menyatakan pemberian ASI eksklusif di ASI tenggara seperti Myanmar mencapai 23,6%, Kamboja 65,2% Indonesia 41,5% jumlah penurunan pemberian ASI eksklusif tidak hanya terjadi di negara maju namun juga terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Breastfeeding Self-Efficacy merupakan faktor yang paling kuat yang dapat mempengaruhi proses menyusui dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Mengetahui Faktor yang mempengaruhi Breasfeending  Self Efficacy (BSE) dalam Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Hamil Trimester 3.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik non eksperimental, rancangan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 58 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis penelitian dengan uji Kendall,s Tau dan uji Chi-Square. Hasil: Hasil statistic menunjukkan bahwa factor yang berhubungan dengan  Breasfeending  Self Efficacy (BSE) adalah motivasi ibu, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan.Kesimpulan: Adanya hubungan antara motivasi ibu, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan dalam breasfeeding Self Efficacy (BSE). Pelajaran ini memberikan bukti bahwa faktor yang mempengaruhi breasfeeding Self Efficacy (BSE) adalah dibutuhkannya motivasi dari ibu, dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan. Breasfeeding Self Efficacy (BSE) merupakan factor yang paling berpengaruh terhadap proses menyusui dan tercapainya keberhasilan pemberian ASI eksklusif dikemudian hari. AbstractBackground: The provision of breast milk is the most effective way to ensure children's health and safety. ASI has nutritional and non-nutritional benefits both for the health of children and mothers. WHO recommends exclusive breastfeeding until the age of 6 months is continued for up to 2 years. WHO data states that exclusive breastfeeding in southeast ASI such as Myanmar reaches 23.6%, Cambodia 65.2% Indonesia 41.5%, the decrease in exclusive breastfeeding does not only occur in developed countries but also occurs in developing countries such as Indonesia. Breastfeeding Self-Efficacy is the most powerful factor that can affect the breastfeeding process and the success of exclusive breastfeeding. Objective: To find out the factors that influence Breasfeending Self Efficacy (BSE) in giving exclusive breastfeeding to trimester 3 pregnant women.Method: This study is a non-experimental analytic descriptive study, cross sectional design. The number of respondents is 58 respondents with accidental sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire. Research analysis with Kendall test, s Tau and Chi-Square test.Results: Statistical results show that the factors associated with Breasfeending Self Efficacy (BSE) are mother's motivation, husband's support and support from health workers.Conclusion: There is a relationship between maternal motivation, husband's support and support of health workers in breedingfeeding Self Efficacy (BSE). This lesson provides evidence that the factors that affect Self-efficacy breeding (BSE) are the need for motivation from the mother, husband's support and support from health workers. Breasfeeding Self Efficacy (BSE) is the most influential factor in the breastfeeding process and the achievement of the success of exclusive breastfeeding in the future.