Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas terapi bekam essential oil bergamot terhadap kecemasan pada mahasiswa yang mengalami Acne vulgaris: The effectiveness of bergamot essential oil cupping therapy on anxiety in students suffering from Acne vulgaris Neng Risma Pujiastuti; Aris Setyawan; Eka Oktavianto; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.44

Abstract

Latar Belakang: Acne vulgaris umum terjadi pada remaja dan menunjukkan prevalensi kecemasan yang tinggi. Terapi bekam yang dikombinasikan dengan essential oil bergamot memiliki kandungan sifat pereda kecemasan, stress, anti jamur, anti karsinogenik, pembasmi radikal dan juga sifat penurunan kadar androgen yang efektif dalam pemulihan acne vulgaris dan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam essential oil bergamot dalam mengatasi kecemasan pada mahasiswa yang mengalami acne vulgaris di STIKes Surya Global Yogyakarta. Metode: Jenis penelitianya adalah pre eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest design without control. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 mahasiswa yang mengalami acne vulgaris. Sampel berjumlah 15 responden. Responden sebelum diberikan perlakuan, diberi lembar kuesioner (pre test) untuk diukur skor kecemasan. Kemudian dilakukan intervensi satu kali pembekaman dan mengajarkan terapi mandiri selama satu pekan pemakaian essential oil bergamot secara topikal sebelum tidur dan dilanjutkan post test untuk mengetahui skor kecemasan setelah dilakukan terapi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecemasan zung self-rating anxiety scole (ZSAS). Hasil: Terdapat perubahan skor kecemasan responden antara sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam essential oil bergamot. Skor rata –rata sebelum intervensi sebesar 67,73 dan sesudah terapi turun menjadi 48,86. Terjadi peneurunan skor kecemasan sebesar 13,87. Nilai p dari uji paired t test didapatkan sebesar 0,000 (nilai p<0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian terapi bekam essential oil bergamot terhadap penurunan kecemasan remaja yang mengalami masalah acne vulgaris pada mahasiswa STIKes Surya Global Yogyakarta.
Perbandingan efektifitas pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Queen Baby Spa Purwomartani: Comparison of the effectivitass of oxytocin massage with reflexology massage on breast milk adequacy in breastfeeding mothers 0 -6 months at Queen Baby Spa Purwomartani Putri Fatma Sari; Dian Nur Adkhana Sari; Eka Oktavianto; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.101

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Manfaat ASI yang tak tergantikan dalam memberikan nutrisi terbaik dan melindungi bayi dari berbagai penyakit. Banyak ibu mengalami tantangan dalam memproduksi ASI, sehingga diperlukan intervensi yang dapat mendukung keberhasilan menyusuis seperti pijat oksitosin dan pijat refleksi. Tujuan: Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan efektivitas antara pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design, yang dimana nantinya akan dijadikan kelompok eksperimen 1 pijat oksitosin dan kelompok eksperimen 2 pijat refleksi. Sampel dalam penelitian ini ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan yang berada di Queen Baby Spa Purwomartani. Jumlah sampel 40 ibu menyusui dengan 20 ibu menyusui pada masing – masing kelompok. Uji ststistik menggunakan uji Wilcoxon. Tehnik yang dugunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kecukupan ASI. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi sebesar 4,80 dan sesudah diberikan intervensi pijat oksitosin menjadi 7,56, selisih dari hasi pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Sedangkan pijat refleksi sebelum diberikan 5,55 dan sesudah diberikan intervensi pijat refleksi 7,85, selisih dari hasil pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Pijat oksitosin maupun pijat refleksi sama–sama dapat meningkatkan kecukupan ASI dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan asi pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan: studi pra-eksperimental di Queen Baby Spa Sleman: Effectiveness of oxytocin massage on breast milk adequacy among breastfeeding mothers of infants aged 0–6 months: a pre-experimental study at Queen Baby Spa Sleman Annisa Ulfa; Dian Nur Adkhana Sari; Endar Timiyatun; Andri Setyorini
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.102

Abstract

Latar Belakang: Banyak ibu menyusui mengalami kendala dalam kecukupan ASI, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin agar kecukupan ASI pada ibu menyusui tercukupi. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat oksitosin yang berdurasi 10-15 menit selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kecukupan ASI dilakukan menggunakan kuesioner kecukupan ASI yang terdiri dari 8 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,80 dan nilai rata-rata posttest sebesar 7,65. Selisih antara keduanya menunjukkan peningkatan sebesar 2,85. Dari hasil analisis dengan Wilcoxon didapatkan hasil nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan skor kecukupan ASI sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa pijat oksitosin. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan.
Pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui di Queen Baby Spa Purwomartani: Effectiveness of reflexology on the level of breastmilk sufficiency in breastfeeding mothers At Queen Baby Spa Purwomartani Marisha Dhian Syaharani; Dian Nur Adkhana Sari; Aris Setyawan; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.105

Abstract

Latar belakang: Pijat refleksi merupakan salah satu teknik pijat yang menekankan pada titik kaki dimana pijat refleksi berfungsi untuk menstimulasi hormon kebahagiaan salah satunya hormon oksitosin. Hormon ini akan membantu pada produksi ASI. Semakin banyak ASI yang dapat diproduksi oleh ibu maka tingkat kecukupan ASI pada bayi akan semakin baik. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat refleksi terhadap tingkat kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Metode:  Penelitian ini berjenis pra-experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui. Sampel dalam penelitian  ini  sebanyak 20 ibu. Teknik samplingnya adalah purposive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat refleksi dengan durasi 15-20 menit selama 3 hari berturut-turut. Instrumen menggunakan kuesioner kecukupan ASI berjumlah 8 pertanyaan. Skala data numerik dan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi pijat refleksi hasil nilai rata-rata pretest 5,55 dan setelahnya menjadi 7,85. Dari hasil uji komparasi didapatkan selisih dari pre-post yaitu 2,3 dengan nilai p= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pijat refleksi efektif meningkatkan kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan dengan nilai p =000 (nilai p<0.05).
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan: The influence of health education with educational video media on adolescent attitudes about premarital sex at SMP Negeri 3 Banguntapan. Habibatul Anisa; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.120

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi seksual pranikah di kalangan remaja menunjukkan perlunya perhatian serius mengingat dampak negatifnya seperti kehamilan tidak diinginkan, risiko penyakit menular seksual, dan gangguan psikologis. Perlu dilakukan pendekatan yang mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif remaja, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa yang usia 13-14 tahun di SMP Negeri 3 Banguntapan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banguntapan berjumlah 224 siswa, sehingga peneliti mengambil sampel 70 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2024. Instrumen yang digunakan adalah koesioner sikap dan uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor sikap pada siswa SMP Negeri 3 Banguntapan sebelum diberikan pendidkan kesehatan dengan media video edukasi adalah 62,90. Rata-rata skor sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi sebesar 93,47. Terjadi kenaikan skor sikap sebesar 30,57 setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Hasil uji Wilcoxon didapatkan Nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan.
Pengaruh terapi audio dzikir Asy-syifa terhadap kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi: The effect of audio therapy of dzikir Asy-syifa on anxiety in children with cancer before undergoing chemotherapy Wida Marina; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Eka Oktavianto
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.121

Abstract

Latar belakang: Kanker anak merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan berkelanjutan yaitu kemoterapi yang dapat menyebabkan efek samping salah satunya adalah kecemasan atau penyakit hati yang dapat mengganggu ketenangan jiwa. Terapi dzikir dapat menangani masalah kejiwaan salah satunya cemas. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi audio dzikir Asy-syifa terhadap kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest desain. Teknik Sampel berjumlah 20 anak penderita kanker, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling berdasarkan ketersediaan dan kesediaan partisipan. . Instrument penelitian menggunakan kuesioner Zung self-rating anxiety scale (Z-SAS) untuk mengukur kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi terapi audio dzikir Asy-Syifa dilakukan di ruang tenang di YKAKI Yogyakarta, berdurasi 15 menit dalam satu sesi menggunakan pemutar audio (handphone). Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon untuk menguji signifikasi perbedaan. Hasil: Rata-rata kecemasan anak sebelum diberikan terapi audio dzikir Asy-Syifa (pretest) sebesar 7,70, sedangkan setelah diberikan terapi (postest) menurun menjadi 5,35. Terjadi penurunan rata-rata (∆ mean) sebesar 2.35. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p value = 0,001 (p < 0,05) dan nilai z = -3,750. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi audio dzikir Asy-Syifa berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak penderita kanker sebelum menjalani kemoterapi di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Yogyakarta.