Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Yuridis Fenomena Kolom Kosong Pada Satu Pasangan Calon Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Banyumas Tahun 2024 (Studi Pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas) Firmansyah, Dimas; Ruhtiani, Maya; Afrilies, Marlia Hafny
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1331

Abstract

The phenomenon of a single candidate and the blank column in the 2024 Banyumas Regional Election raises debates about democratic legitimacy and legal certainty in Indonesia’s electoral system. This study employs a juridical-empirical method with a descriptive qualitative approach, combining literature review and interviews with Banyumas KPU commissioners to analyze the legal status of the blank column under Law No. 10 of 2016 and Constitutional Court Decision No. 100/PUU-XIII/2015, as well as to assess the legal responsibility of the Election Commission (KPU) in upholding democratic principles and popular sovereignty. The findings indicate that the blank column has constitutional legitimacy as a substantive democratic instrument that allows citizens to reject a single candidate. Empirically, the Banyumas KPU implemented the election process in accordance with the LUBER JURDIL principles, despite challenges such as regulatory gaps, unclear campaign rules for the blank column, and low levels of political literacy. Voter turnout reached 65,42%, with 40,56% voting for the blank column, reflecting growing political awareness and public criticism of elite dominance and weak party cadre regeneration. This study recommends regulatory reforms for single-candidate elections, strengthened political education, and optimization of political party roles in presenting competitive candidates to ensure a more substantive and equitable local democracy.
OPTIMALISASI LUBANG RESAPAN BIOPORI UNTUK MENGATASI GENANGAN AIR DI KELURAHAN SAWAH LAMA KOTA BANDAR LAMPUNG Maraliza, Helma; Dullah, Ubay; Dzaki, Sultan; Kurniawan, Riska Selvia Riski; Agesti, Pradita Tegifa; Rafi, Muhammad Altaf; Dewa, M. Arip Marta; Mulyani, Merta; Arif, Julian Saputra; Candra, Jhuliyus Adi; Hasanah, Fadila; Angel, Erly Favilia; Firmansyah, Dimas; Saputra, Dandi Dwi; Safitri, Cindy Amelia; Irawan, Chintya; Halimah, Ulfa Nur
EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): EduImpact: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Publisher : Cipta Pustaka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63324/eipm.2v.2i.119

Abstract

Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu wilayah padat penduduk yang kerap menghadapi permasalahan genangan air terutama pada musim penghujan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan lubang resapan biopori (LRB) sebagai solusi pengendalian genangan air di lingkungan permukiman. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat biopori, pelatihan pembuatan lubang resapan biopori, pendampingan pemanfaatan sampah organik sebagai bahan pengisi lubang, serta monitoring sederhana terhadap perubahan kondisi genangan di titik-titik rawan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknologi biopori, meningkatnya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta berkurangnya genangan air pada beberapa lokasi setelah penerapan LRB. Dengan demikian, optimalisasi lubang resapan biopori terbukti menjadi solusi aplikatif, murah, dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan genangan air di Kelurahan Sawah Lama, serta berpotensi direplikasi di wilayah perkotaan lainnya.