Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konsekuensi Yuridis Terhadap Penetapan Ahli Waris Yang Dinyatakan Mafqud Dalam Perspektif Hukum Perdata Islam di Indonesia (Studi Penetapan Nomor : 221/Pdt.P/2024/Pa.Pwt) Nuriswanti, Nuriswanti; Setya, Kartika Winkar; Nurrozalina, Rakhma; Eko Wati, Endang; Sukirno, Sukirno
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Evidence Of Law (April)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i1.2204

Abstract

Penelitian ini membahas konsekuensi yuridis terhadap penetapan ahli waris yang dinyatakan mafqud (orang hilang) dalam perspektif hukum perdata Islam dengan studi kasus Penetapan Nomor: 221/Pdt.P/2024/PA.Pwt di Pengadilan Agama Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsekuensi yuridis dari penetapan ahli waris yang dinyatakan mafqud (orang hilang) dalam perspektif hukum perdata Islam, permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini meliputi pertimbangan hukum hakim dalam penetapan status mafqud serta implikasi yuridis yang timbul terhadap hak-hak kewarisan. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara kualitatif dan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara konsep mafqud dalam fikih klasik dengan praktik hukum positif di Indonesia, khususnya dalam hal batas waktu dan mekanisme penetapan. Majelis Hakim dalam putusan a quo mempertimbangkan asas kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dengan mengacu pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan KUHPerdata. Penetapan mafqud membawa konsekuensi hukum terhadap status kewarisan, pengelolaan harta, serta perlindungan hak ahli waris lain. Namun demikian, masih terdapat potensi konflik hukum apabila mafqud kembali di kemudian hari, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih komprehensif untuk menjamin keadilan dan kepastian hukum
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS BUDAYA KOMUNITAS DI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA (UNU) PURWOKERTO Kartika Winkar Setya; Endang Eko Wati; Rakhma Nurrozalina; Anisa Yuni Asriana
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual ibarat fenomena gunung es yang nampak ke permukaan hanyalan sebagian kecil dari keseluruhan kasus yang terjadi. Kekerasan seksual marak terjadi dikarenakan budaya patriarki yang sudah melembaga dimana perempuan didudukan pada posisi yang lemah dibandingkan laki-laki, selain itu ketimpangan relasi kuasa/ gender mengakibatkan pelaku menyalahgunakan sumber daya, ekonomi atau status sosialnya untuk mengendalikan korban. Perguruan Tinggi sebagai tempat menimba ilmu juga tidak luput dari kekerasan seksual oleh karenanya perlu melakukan langkah preventif guna mencegah terjadinya kekerasan seksual, salah satunya melalui penguatan budaya komunitas. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bermitra dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto secara bersama-sama berusaha memecahkan permasalahan mitra dengan 4 (empat) metode pelaksanaan yaitu transfer pengetahuan dan teknologi, berbasis kelompok, komperhensif dan berbasis pada potensi kearifan lokal. PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan kesadaran mitra akan pentingnya pencegahan kekerasan seksual berbasis penguatan budaya komunitas untuk menciptakan kampus yang inklusif, bebas kekerasan seksual. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan PKM yaitu civitas akademmik UNU Purwokerto telah memiliki pengetahuan awal yang baik tentang isu kekerasan seksual akan tetapi perlu ditingkatkan terkait penguatan budaya komunitas, peranan SATGAS PPKS dan pengetahuan dasar mengenai psikologi korban agar kekerasan seksual dapat dicegah sedini mungkin.
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING SEJAK DINI PADA POS PAUD ANANDA DESA SOKARAJA KIDUL Rakhma Nurozalina; Kartika Winkar Setya; Muhammad Mirza Habibie; Yuliani Catur Rini; Shanti Ayu
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini marak terjadi tindak bullying yang dilakukan oleh anak dengan korban anak pula baik di sekolah maupun dilingkungan pertemanan dirumah. Bullying menjadi tren yang marak dilakukan dikalangan anak muda sebagi suatu tindakan yang dianggap wajar, kekinian dan candaan biasa, padahal akibat yang ditimbulkan cukup berbahaya beberapa kasus mengakibatkan cedera fisik pada korban, sebagian lain menjadi depresi dan stress, bahkan korban bullying yang menyimpan dendam dapat melakukan tindakan irrasional sebagai luapan kekesalannya seperti menembak pembully, membakar sekolah dimana korban seringkali dibully dan lain sebagainya yang berujung pada diperkarakan secara pidana.Orang tua maupun anak haruslah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bullying, bagaimana mengatasi bullying termasuk bagaimana upaya mencegah terjadinya bullying sampai pada jenjang pendidikan kelompok belajar. Mitra disini adalah anak didik dan orangtua siswa yang tergabung dalam paguyuban “Rembug Anank Usia Emas” (RANAMAS) Pos PAUD ANANDA Desa Sokaraja Kidul.