Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Guru terhadap Kemandirian Anak Kesulitan Belajar Octaviani, Aprillia; Ananda, Yulia; Krisdiana, Melda; Ariska, Ariska; Dian Pertiwi, Adharina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1064

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang mengalami disgrafia atau kesulitan menulis, yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar disgrafia pada siswa kelas 1 di sekolah luar biasa (SLB) di Samarinda. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dan mengambil lokasi di dua Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Samarinda, yakni SLB Mutiara Kasih dan SLB Widya Karya. Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, mengikuti langkah-langkah yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan menulis jika tidak diberikan template tulisan terlebih dahulu, meskipun hasil tulisan sudah terbaca dengan baik. Selain itu, ditemukan inkonsistensi penulisan seperti penggabungan huruf besar dan kecil dalam satu kata. Guru berperan aktif dengan memberikan motivasi berupa penghargaan, menggunakan metode pembelajaran berulang (recalling), dan membentuk pembiasaan sederhana untuk meningkatkan kemandirian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perancangan strategi pembelajaran adaptif bagi anak dengan hambatan belajar khususnya disgrafia.
Analisis Kemampuan Bahasa pada Anak Tuna Rungu dengan Alat Bantu Dengar Andrisa Saputri, Tri; Aisyah, Siti; Valentina Wahyudanti, Tria; Fadiya FM, Andhita; Olivia, Zahwa; Dian Pertiwi, Adharina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1069

Abstract

Anak tuna rungu sering mengalami kesulitan dalam penguasaan bahasa, yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bahasa pada anak tuna rungu yang menggunakan alat bantu dengar. Fokus utama dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana stimulasi dapat mempengaruhi kemampuan bahasa pada anak tuna rungu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada sekolah SLB Negeri Samarinda dan SLB Untung Tuah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan cara memilih anak anak tunarungu yang terdapat pada dua sekolah SLB tersebut, mengindetifikasi guru dari anak – anak tersebut untuk bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa anak-anak tunarungu yang menggunakan alat bantu dengar menunjukkan perkembangan bahasa dan keterampilan berbicara yang sangat baik dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu dengar dan dengan alat bantu dengar dapat membantu perkembangan sosial serta metode pembelajaran yang tepat dapat mempengaruhi perkembangan bahasa mereka.
Peran Guru dalam Menangani Kesulitan Belajar pada Anak Autisme Precillia Kurniawana, Alviola; Sagita Yumarnis, Alya; Amanda Fitri, Ayu; Hadifad, Iqbal; Dian Pertiwi, Adharina; Isna Kartika, Wilda
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1342

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam mendidik anak untuk mencapai kemandirian, khususnya bagi anak dengan autisme. Anak dengan autisme sering menghadapi berbagai hambatan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam menangani kesulitan belajar yang dihadapi oleh anak-anak autisme di SLB Negeri Samarinda, Kecamatan Sungai Pinang, Kalimantan Timur. Sumber data utama penelitian ini adalah guru kelas yang bertugas mendampingi anak autisme. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menerapkan beragam strategi untuk mendukung proses pembelajaran bagi anak-anak autisme, seperti menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, memanfaatkan alat bantu visual, dan memberikan instruksi yang jelas dan berulang. Partisipasi orang tua, serta kolaborasi antara guru, keluarga, dan lingkungan sekolah, menjadi faktor utama dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif.  Guru menjalankan peran sebagai fasilitator dengan menghadirkan media pembelajaran yang menarik dan bersifat konkret, serta sebagai motivator melalui pemberian apresiasi dan dukungan untuk menjaga semangat belajar anak-anak autisme. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru dalam mendukung perkembangan anak autisme dalam tantangan belajar yang mereka hadapi.
Pengembangan Permainan Tradisional Pindah Bintang Sebagai Media Pembelajaran Kognitif Anak Usia Dini Oxsi Pebrianti, Danya; Rozie, Fachrul; Akhmad, H; Dian Pertiwi, Adharina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1373

Abstract

Pengembangan permainan tradisional merupakan upaya untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai edukatif, sosial, dan budaya yang penting dalam membentuk karakter serta identitas bangsa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, permainan ini mulai terlupakan dan tergantikan oleh permainan modern berbasis teknologi. Pengembangan permainan tradisional harus melibatkan adaptasi serta inovasi agar lebih relevan dengan kondisi saat ini namun tanpa menghilangkan esensi budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pengembangan permainan tradisional diharapkan dapat menjaga nilai nilai bangsa di era globalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan suatu produk dari permainan tradisional menjadi media kognitif anak yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangannya. Penulis menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yang dimana sesuai dan membantu penulis dalam melakukan penelitian dan uji validitas media tersebut. Dalam uji validitas rata rata setiap aspek dalam media permainan pindah bintang ini mendapatkan kategori valid atau layak digunakan sebagai media pengembangan kognitif anak usia dini. Dalam penelitian yang dilakukan media permainan membantu anak dalam meningkatkan perkembangan kognitifnya khususnya dalam identitas diri dan lingkungan sekitar anak.
Peran Kompetensi Pedagogik Guru: Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Nurul Layly, Anis; Dian Pertiwi, Adharina; Aprilia Pangestu Putri, Ayu
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i2.14551

Abstract

The purpose of this study is to find out how the pedagogic competence of teachers in understanding student characteristics, designing and implementing learning and learning evaluation at Al-Kautsar Bontang Kindergarten. This research was conducted through a qualitative approach, which is a type of narrative research. This study collects data through observation, interviews, and documentation. Primary and secondary data are included in the dataset used for the study, and the analysis is carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of this study show that in understanding the characteristics of students, teachers conduct diagnostic assessments, interviews and observations. In learning planning, teachers design starting with annual, semester, weekly and daily programs. The implementation of learning activities begins from the opening, core and closing activities. Teacher evaluations are carried out weekly or monthly for the results of pedagogic competency performance in learning and also schools bring in resource persons to improve teachers' pedagogic competence.
The Physical Learning Environment as a Stimulus for Children’s Critical Thinking: A Systematic Review Handoko, Herdi; Lathifah, Inayatul; Dian Pertiwi, Adharina; Kurnia, Devi; Wahyu Chandra Utami, Laksmita; Idmi Martuji, ⁠Sazliana; Hayati, Nur
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.2233

Abstract

The physical learning environment in early childhood education plays a central role in shaping children’s learning experiences, social interactions, and cognitive development. Grounded in the Reggio Emilia concept of the environment as the “third teacher,” this article presents a systematic review of empirical studies examining how physical learning environments support the development of critical thinking and problem-solving skills in early childhood. Using the PRISMA-guided Systematic Literature Review approach, 223 initial records published between 2015 and 2025 were screened, resulting in 20 empirical studies that met inclusion criteria, consisting of 15 empirical articles and 5 essential theoretical or methodological articles. Thematic synthesis generated four major themes: spatial organization that promotes autonomy and collaboration; open-ended materials that stimulate exploration and representational thinking; indoor–outdoor continuity that provides authentic reasoning contexts; and teacher mediation that transforms environmental affordances into meaningful cognitive engagement. Findings indicate that well-designed learning environments that are comfortable, aesthetically rich, and creatively arranged enhance children’s motivation, inquiry behaviors, reasoning skills, and ability to solve problems. This review highlights practical implications for teachers, curriculum designers, and school administrators in optimizing the learning environment to foster higher-order thinking in early childhood education