Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Meningkatkan Kualitas Lingkungan Perumahan Pada Masyarakat Penghuni Rumah Tipe Kecil di Kabupaten Soppeng Muhammad Ardi; Faizal Amir; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.819 KB)

Abstract

The purpose of this research is: 1) discovering knowledge, attitudes, motivation, and environmental behavior of small type household residents in Soppeng Regency before and after the experiment, (2) finding the effect of experiments on increasing knowledge, attitudes, observation, and environmental behavior of small type household residents in Soppeng Regency. This type of research is classified as experimental research which is located in a small type of housing complex in Soppeng Regency. The amount of sample are 25 households chosen by the random sampling method. The experimental design used is One Group Pretest-postest Design. The research variables are: (1) knowledge, attitude, motivation, and environmental behavior of small type household residents in Soppeng Regency, (2) the effect of experiments on increasing knowledge, attitude, motivation, and environmental behavior. The analysis used is: descriptive statistical analysis and statistical statistical analysis. The analysis model is the Dependent t-test. The results showed that: (1) knowledge, attitudes, motivation, and environmental behavior of small type household residents in Soppeng Regency before being trained were in the low category and after being trained were in the high category, (2) the effect of experiments on increasing knowledge, attitudes, motivation , and the environmental behavior of small type household residents in Soppeng Regency is very significant
Perilaku Masyarakat Menggunakan Energi Listrik yang Berwawasan Lingkungan di Kabupaten Soppeng Alimuddin Sa’ban Miru; Faizal Amir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.18 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menemukan sikap tentang energi listrik yang berwawasan lingkungan, pengetahuan terhadap energi listrik, dan motivasi menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan pada penghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng; (2) untuk menemukan perilaku masyarakat menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan pada penghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng ; (3) untuk menemukan pengaruh sikap tentang energi listrik yang berwawasan lingkungan, pengetahuan terhadap energi listrik, dan motivasi menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan secara sendiri-sendiri dan secara bersama-sama terhadap perilaku masyarakat menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan pada penghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif yang berlokasi di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Besarnya sampel adalah 50  kepala keluarga dipilih dengan metode Purposive random sampling. Hasil Penelitian adalah (1) Sikap, Pengetahuan, dan Motivasi masyarakat yang menghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan berada pada kategori sedang, (2) Perilaku masyarakat yang menghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan berada pada kategori sedang, (3) Sikap, Pengetahuan, dan Motivasi masyarakat yang menghuni rumah panggung di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan berpengaruh secara signifikan baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap perilaku menggunakan energi listrik yang berwawasan lingkungan.Kata Kunci:  Sikap, Pengetahuan, Motivasi, dan Perilaku menggunakan Energi Listrik Yang Berwawasan Lingkungan
Desain Rumah Tinggal Berbasis Kearifan Lokal Suku Bugis yang Berwawasan Lingkungan Muhammad Ardi; Bakhrani A. Rauf; Faizal Amir
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan desain denah rumah tinggal tipe kecil, tipe sedang, dan tipe besar, pada aspek: letak ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur tamu, kamar tidur utama (keluarga), ruang makan, dapur, kamar mandi dan WC, dan penempatan pintu, berbasis kearifan lokal Suku Bugis yang berwawasan lingkungan. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Bone, Soppeng, dan wajo yang dipilih dengan metode purpossive sampling. Ketiga kabupaten tersebut memiliki kearifan lokal yang kuat yang berhubungan dengan rumah tinggal. Sampel dipilih dengan metode purpossive sampling, yakni orang-orang yang mengenal dengan baik kearifan lokal yang berhubungan dengan rumah tinggal. Sampel (responden) setiap kabupaten ditetapkan sebanyak 25 orang, dengan demikian total sampel 75 orang. Variabel yang diperhatikan adalah denah rumah tinggal tipe kecil, sedang, dan besar, pada aspek: letak ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur tamu, kamar tidur keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi dan WC, penempatan pintu ruang tamu dan pintu kamar tidur berbasis kearifan lokal Suku Bugis yang berwawasan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai beikut: (1) Letak ruang tamu untuk rumah tipe kecil, sedang dan besar berada di depan pada sisi kiri, atau kanan, atau tengah; (2) Untuk rumah tipe kecil tidak memungkinkan adanya ruang keluarga. Letak ruang keluarga untuk rumah sedang dan besar berada pada bagian tengah, samping dan belakang; (3) Untuk rumah tipe kecil tidak memungkinkan adanya ruang tidur tamu. Untuk rumah tipe sedang dan besar, letak ruang tidur tamu berada di bagian depan sisi kiri atau sisi kanan; (4) Letak ruang makan berada pada sisi tengah dan memiliki akses paling dekat dengan dapur Letak dapur berada di belakang dan menghadap ke depan; (5) Letak kamar mandi dan WC untuk rumah tipe sedang dan besar, baik untuk ruang tidur utama dan ruang tidur anak-anak berada di dalam kamar; (6) Untuk rumah tipe kecil, letak kamar mandi dan WC untuk kamar tidur utama berada di dalam kamar, sedangakn untuk kamar mandi anak-anak berada di luar kamar. Masing-masing kamar mandi dan WC memiliki hubungan dengan udara luar; (7) Pintu ruang tamu terletak di bagian depan dan tidak berahadapan langsung dengan ruang tidur; (8) Pintu ruang tidur tamu untuk tipe rumah sedang dan besar terletak berhadapan dengan ruang tamu dan kurang memiliki akses ke ruang keluarga dan ruang lainnya; (9) Penempatan pintu ruang tidur utama untuk rumah tipe kecil, sedang dan besar, searah dengan pintu kamar mandi pribadi (kamar mandi dalam), dan tidak boleh berhadapan langsung dengan tempat tidur. Kata kunci: Kearifan Lokal, Suku Bugis, Rumah Tinggal, dan Berwawasan Lingkungan
Eksperimen Mengelola Sampah untuk Meningkatkan Pengetahun, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Pada Kompleks Perumahan Kemiringan Tanah 5 Sampai 10 Derajat di Kabupaten Mamasa Andi Yusdy Dwiasta R; Bakhrani A Rauf; Husain Syam; Faizal Amir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The objectives of the study were: (1) to determine the knowledge, attitudes, and behavior of managing the waste of the community who inhabit the residential houses with a slope of 5 to 10 degrees before and after the experiment in Mamasa Regency, (2) to determine the effect of the experiment on increasing knowledge, attitudes, and community behavior in managing waste who inhabiting houses with a slope of 5 to 10 degrees in Mamasa Regency. This research is classified as quantitative research and the approach used is experimental research. The research location is in Mamasa Regency. The sample area was chosen intentionally (purposive sampling), namely Mambuliling Village. Respondents as many as 25 families were selected by purposive sampling method. The experimental design used was One Group Pretest-posttest Desigen (Borg and Gall, 2008). The research variables are: (1) knowledge about waste, (2) attitude to manage waste, and (3) behavior in managing waste before and after the experiment. The data analysis techniques used are: (1) descriptive statistical analysis, and (2) inferential statistical analysis. The analytical model used is the correlation t test.The results showed that: (1) the knowledge, attitudes, and behavior of the community in managing the waste who inhabited the residential houses with a slope of 5 to 10 degrees in Mamasa Regency before the experiment was classified as low and after the experiment was classified as high, (2) Experiments had an effect on increasing knowledge, attitudes, and behavior of the community in managing waste who inhabited the residential houses with a slope of 5 to 10 degrees in Mamasa Regency.  Keywords: Waste, Knowledge, Attitude, and Behavior.
Model Pembelajaran pada Pelatihan Servis Mesin Katinting Darmawang; Zulhaji; Faizal Amir
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The katinting machine servicing training was held in Rea Village (Bajoe hamlet), Binuang District, Polewali Regency with the aim of providing participants with the skills and knowledge needed in repairing katinting engines in an effective and practical way so that fishing communities can carry out maintenance and repair symptoms of damage to their katinting engines, especially damage that occurs suddenly such as damage to the fuel system and ignition system. The target audience for this training program are fishing communities, including owners and tenants of katinting engines and have the potential to disseminate knowledge or skills to other fishermen who do not have time to participate in the training. The learning model uses the Observe, Imitate, and Do method approach or the ATM method (Observe, Imitate, Do). The benefits of observing are that participants will understand the problem in depth before moving on to the improvement process, through imitation of corrective steps, participants will have concrete examples of how improvements should be made, which facilitate their understanding and reduce errors in implementation, and by carrying out “Direct Experience” participants can apply their knowledge and skills in real situations. This will increase their confidence in facing technical challenges. Overall, training using the ATM method provides significant benefits for participants, because they have the skills needed to repair the katinting engine more efficiently and effectively. The observation and imitation process will help accelerate learning, while the "Doing" stage provides practical opportunities to test and hone the participants' repair abilities, this is what makes the trainees enthusiastic in participating in the training series until the end of the implementation.
TINJAUAN SOLUTIF: DISPARSITAS DAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN KEJURUAN : TINJAUAN SOLUTIF: DISPARSITAS DAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN KEJURUAN Faizal Amir; Yasdin
Jurnal MEKOM : Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan Volume 3, Issue 2, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otonomi daerah menjadikan tiap daerah sebagai tonggak pembangunan.Otonomi daerah harus menggenjot pembangunan sumber daya manusia. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah membenahi sistem pendidikan daerah tapi tetap sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional. Pendidikan kejuruan sebagai bagian sistem pendidikan yang harus dipikirkan masing-masing daerah untuk dikembangkan di era otonomi daerah. Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pendidikan kejuruan sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Sumber daya manusia yang andal akan mengatasi persoalan disparsitas (kesenjangan) antar daerah dan antar manusia.