Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga yang Berwawasan Lingkungan Muhammad Ardi; Faizal Amir; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 8: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.277 KB)

Abstract

Abstract. The objectives of this PKM are as follows: (1) increase partners 'knowledge of environmental sanitation, particularly drainage and storage tanks for dirty water and rainwater, and (2) improve partners' skills in making drainage and storage tanks for dirty water and rainwater. The methods used are: (1) Performing licensing, site preparation, and socialization. The strategy used is discussion and question and answer. (2) Conducting counseling. The strategies used are lectures, discussions, and questions and answers. (3) Conduct training and mentoring. The strategies used were demonstration, discussion, and question and answer. The results achieved were: (1) partners had knowledge of environmental sanitation, especially drainage and storage tanks for dirty water and healthy rainwater, (2) partners had skills in making environmental sanitation constructions , particularly drainage and storage tanks for dirty water and healthy rainwater, and (3) a unit for collecting dirty water and rainwater has been created to function properly as an alternative to improve the quality of the environment in Kanaungan Village.
KAJIAN PEMANFAATAN VEGETASI LOKAL SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA MAAR KECAMATAN KEI KECIL TIMUR SELATAN KABUPATEN MALUKU TENGGARA Muhammad Shaleh R. Fakaubun; Faizal Amir; St Fatma Hiola
UNM Environmental Journals Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/uej.v5i1.40510

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif ekploratif yang bertujuan (i) mengetahui jenis tumbuhan obat apa saja yang masih digunakan sebagai tanaman obat; (ii) mengetahui budidaya pemanfaatan tanaman obat apa saja yang dilakukan sebagai tanaman obat keluarga; (iii) faktor-faktor apa saja yang mendorong masyarakat menggunakan tanaman obat keluarga; (iv) mengetahui pemanfaatan vegetasi lokal sebagai tanaman obat keluarga bagi masyarakat Desa Maar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara. Instrumen penelitian ini adalah responden masyarakat di Desa Maar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara yang berjumlah 25 orang yang diperoleh dengan menggunakan metode Purposive sampling. Data yang dikumpulkan melalui wawancara selanjutnya di analisis dan disajikan dalam bentuk tabulasi data, kemudian di analisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat 76 jenis pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Maar, (ii) terdapat budidaya pemanfaatan vegetasi lokal sebagai tanaman obat keluarga oleh masyarakat di Desa Maar guna menjamin ketersediaannya dan menghindarkan kepunahan, (iii) terdapat faktor utama yang mendorong masyarakat memanfaatkan vegetasi lokal sebagai tanaman obat keluarga adalah pengetahuan itu sendiri, serta faktor pendidikan, masyarakat lebih memilih menggunakan pengobatan tradisional yaitu karena tanaman mudah di peroleh atau tersedia disekitaran hutan Desa dan atau pekarangan rumah penduduk, menghemat biaya ekonomi serta tidak mengandung bahan kimia, terbukti berkasiat yang pengetahuannya secara turun-temurun, dan faktor rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang jauh sehingga masyarakat menggunakan tumbuhan obat untuk pertolongan pertama, (iv) identifikasi tanaman obat yang digunakan di Desa Maar sebagian besar dari lingkungan sekitar hutan, di kebun TOGA dan juga di pekarangan rumah. Pemanfaatan tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan yaitu bagian tumbuhan daun, rimpang, buah, kulit, akar, tali, getah, dan tangkai. Khususnya pada bagian daun yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Sedangkan teknik penanganannya untuk bahan pengobatan lebih banyak dengan cara direbus, ini menunjukkan bahwa kebanyakan obat yang diracik dilakukan secara oral. Adapun cara pengolahan tumbuhan obat digunakan oleh masyarakat yaitu dengan cara direbus, utamanya untuk mengobati penyakit bagian dalam, sementara untuk penyakit bagian luar dengan cara langsung dengan cara dioleskan, ditempelkan/di kompres pada bagian yang sakit.
Penerapan Teknologi Konstruksi Bak Penampungan Limbah Domestik Grey Water Type Single pada Pemukiman Petani Alimuddin Sa'ban Miru; Aminuddin Bakry; Muliaty Yantahin; Faizal Amir; Bakhrani A. Rauf
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.40427

Abstract

Lokasi Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertempat di Desa Puttada Kecamatan  Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat yang dihuni oleh sebagian besar petani Desa Puttada. Desa Puttada adalah salah satu desa yang masuk wilayah Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Mitra PKM adalah Kepala  Desa Puttada (Hamma) mewakili masyarakat  yang memiliki berbagai macam permasalahan lingkungan. Permasalahan lingkungan yang teridentifikasi di Desa Puttada pada saat survei yang dilakukan pada Mei  2022 terdiri dari: (1) seluruh rumah tangga tidak memiliki konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single, (2) seluruh rumah tangga tidak memiliki konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single yang terbuat dari konstruksi batu, (3) buangan air kotor tergenang di halaman rumah tetangga, (4) halaman rumah tidak tertata, dan (5) buangan air kotor mengalir ke kebun masyarakat. Akibat dari kondisi lingkungan sebagaimana telah dijelaskan, maka  terjadi pencemaran lingkungan pada permukiman atau perumahan masyarakat, berupa buangan air kotor mengalir dan menggenangi pinggiran halaman rumah, sehingga menimbulkan bau busuk dan menjijikkan, dan halaman rumah tidak tertata baik sehingga menimbulkan kesan semrawut dan berantakan. Permasalahan prioritas yang disepakati bersama antara  ketua tim pelaksana dengan  mitra  yang ditangani berupa penerapan desain konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single dilengkapi dengan bak kontrol, dan bak peresapan. Permasalahan mitra:(1) mitra tidak memiliki pengetahuan tentang  bahan dan alat yang digunakan untuk membuat konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single;  (2) mitra tidak memiliki pengetahuan tentang  konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single; (3) mitra tidak memiliki keterampilan membuat  konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single, dan bak peresapan.  Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra:  (1) memberikan penyuluhan kepada mitra tentang  bahan dan alat yang digunakan untuk membuat konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single; (2) memberikan penyuluhan kepada mitra tentang  konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single; (3) memberikan pelatihan kepada mitra membuat konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single. Metode yang digunakan  dalam penyuluhan: ceramah, diskusi, dsn tanya jawab. Metode yang digunakan dalam pelatihan: demonstrasi, tanya jawab, dan diskusi. Hasil kegiatan: (1) mitra memiliki pengetahuan tentang  bahan dan alat yang digunakan untuk membuat konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single; (2) mitra memiliki pengetahuan tentang konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single; (3) mitra memiliki keterampilan membuat konstruksi bak penampungan limbah domestik grey water type single.Kata kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Bak penampungan type single, limbah domestik
Drainase dan Bak Penampungan Air Kotor Rumah Tangga yang Aman Terhadap Lingkungan Faizal Amir; Anas Arfandi; Muhammad Ardi; Bakhrani A. Rauf; Alimuddin Sa'ban Miru
DEDIKASI Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i2.40415

Abstract

Permasalahan Mitra adalah: (1) Mitra tidak memiliki pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan drainase air kotor rumah tangga dan bak penampungan ai kotor rumah tangga;  (2)  Mitra tidak terampil membuat konstruksi drainase pengaliran air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan; (3) Mitra tidak terampil membuat konstruksi bak penampungan air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Tahapan metode pelaksanaan yang digunakan adalah: (1) Tahapan Persiapan Lokasi dan Perizinan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab; (2) Tahapan Sosialisasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, disukusi dan tanya jawab; (3) Tahapan Penyuluhan. Metode yang digunakan adalah: ceramah, diskusi, dan tanya jawab; (4) Tahapan Memperkenalkan bahan dan alat yang digunakan. Metode yang digunakan: ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontrasi, yakni memperlihatkan langsung material yang akan digunakan; (5) Tahapan  pelatihan dan Pendampingan. Metode yang digunakan: demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab; (6) Tahapan Monitoring dan Evaluasi Program. Metode  yang digunakan adalah: melihat langsung mitra pada saat penyuluhan dan pelatihan. Tahapan evaluasi dilakukan pada saat kegiatan pemberdayaan telah selesai. Hasil yang dicapai PKM ini adalah sebagai berikut: (1) Mitra telah memiliki pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan drainase air kotor rumah tangga dan bak penampungan ai kotor rumah tangga; (2) Mitra telah terampil membuat konstruksi drainase pengaliran air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan; dan      (3) Mitra telah terampil membuat konstruksi bak penampungan air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Kata Kunci: Drainase, Air kotor, Keterampilan, Pengetahuan, Bak penampungan
PKM Peningkatan Kualitas Sanitasi Lingkungan Perumahan Sebagai Upaya Menganggulangi Buangan Air Kotor Rumah Tangga Di Desa Rompegading Kabupaten Soppeng Muhammad Ardi; Faizal Amir; Bakhrani A. Rauf
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.847 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan PKM ini adalah untuk: (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan, (2) memperkenalkan mitra tentang alat dan bahan yang digunakan membuat konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkunga, dan  (3) meningkatkan keterampilan mitra membuat konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Solusi permasalahan adalah: (1) memberikan penyuluhan  kepada mitra tentang konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan, (2) memberikan penyuluhan  kepada mitra tentang alat dan bahan yang digunaka untuk membuat  konstruksi  drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan, dan (3) memberikan  petalihan kepada mitra membuat konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Strategi yang digunakan adalah: (1) pada saat penyuluhan, metode yang digunakan dalah: ceramah, diskusi, dan tanya jawab, (2) pada saat pelatihan, metode yang digunakan adalah: demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah sebagai berikut: (1) mitra  memiliki pengetahuan tentang  konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkunga, (2) mitra mengenali alat dan bahan yang digunakan  untuk membuat konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan,  (3) mitra terampil membuat konstruksi drainase untuk membuang air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan, dan (4) telah terbangun konstruksi drainase pembuangan air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan pada salah satu rumah tinggal masyarakat yang dibina langsung.Kata Kunci: Perumahan, Sanitasi lingkungan, Rumah tangga, dan Air kotor.
Model Pembinaan Petani Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup Secara Berkelanjutan pada Daerah Irigasi Langkemme Kabupaten Soppeng Faizal Amir; Haruna Haruna; Saharuna Saharuna
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.872 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah: Menemukan model pelatihan dan buku ajar (materi pelatihan) bagi petani untuk meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan pada daerah irigasi Langkemme. Penelitian ini tergolong penelitian research and development (R & D). Variabel yang diperhatikan adalah model pelatihan, deskripsi materi pelatihan yang dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas lingkungan di daerah irigasi Langkemme Kabupaten Soppeng. Sampel wilayah dan responden dipilih dengan metode purpossive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesionare kepada responden. Analisis yang digunakan adalah adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian: (1) Model pelatihan yang ditemukan terdiri dari delapan langkah, yaitu: (a) melakukan analisis kebutuhan; (b) merumuskan tujuan pelatihan; (c) mengembangkan materi pelatihan; (d) menentukan tes; menentukan metode pelatihan; (f) melakukan penilaian awal (g) melaksanakan pelatihan; dan (h) melakukan penilaian akhir. (2) Deskripsi materi pelatihan yang dibutuhkan oleh petani, terdiri dari: (a) pengetahuan ekosistem daerah pertanian basah; (b) pengetahuan lingkungan hidup; (c) pengetahuan pemeliharaan daerah irigasi; (d) pengetahuan pencemaran lingkungan; dan (e) pengetahuan konservasi daerah irigasi; (3) pengembangan materi pelatihan dilakukan dengan langkah sebagai berikut: (a) menganilisis materi berdsarkan tujuan; (b) mendesain materi pelatihan berdsarkan tujuan; (c) mengembangkan materi dengan berpedoman pada literatur yang relevan; (d) melakukan validasi; (e) mengimplementasikan materi;(f) melakukan evaluasi. Kata kunci: Model Pelatihan, Petani, Kualitas Lingkungan, dan Daerah Irigasi
Pelatihan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Lingkungan, Sikap Terhadap Lingkungan, dan Motivasi Memelihara Lingkungan Secara Berkelanjutan Bagi Petani Tegalan di Kabupaten Soppeng Faizal Amir; Muhammad Ardi; Bakhrani A Rauf
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.709 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengetahuan lingkungan hidup, sikap terhadap daerah pertanian tegalan, dan motivasi memelihara daerah pertanian tegalan petani tegalan sebelum dan sesudah diberi pelatihan tentang ekosistem daerah pertanian tegalan, cara berusaha tani pada daerah pertanian tegalan, dan pemeliharaan daerah pertanian tegalan di Kabupaten Soppeng, (2) pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan lingkungan hidup, sikap terhadap daerah pertanian tegalan, dan motivasi memelihara daerah pertanian tegalan petani tegalan di Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang berlokasi di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Sampel sebanyak 25 kepala keluarga petani, dipilih dengan metode purpossive sampling. Variabel yang diperhatikan adalah: (1) pengetahuan lingkungan hidup, (2) sikap terhadap pertanian tegalan,  (3) motivasi memelihara daerah pertanian tegalan, sebelum dan sesudah  pelatihan, dan (4)  pengaruh pelatihan terhadap peningkatan (a)  pengetahuan lingkungan hidup, (b) sikap terhadap pertanian tegalan dan (c) motivasi memelihara daerah pertanian tegalan. Desain eksperimen yang digunakan adalah One Group Pretest-postest Design. Analisis data yang digunakan adalah: analisis statistik deskriptif dan  analisis statistik inferensial. Model inferensial yang digunakan adalah Uji t dependent.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengetahuan lingkungan, sikap terhadap pertanian tegalan, dan motivasi memelihara daerah pertanian tegalan sebelum pelatihan berada pada kategoti rendah, sesudah pelatihan berada pada kategori tinggi, (2) pelatihan berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan: pengetahuan lingkungan, sikap terhadap pertanian tegalan, dan motivasi memelihara daerah pertanian tegalan sebelum petani tegalan di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Kata Kunci: Pelatihan, Pengetahuan, Sikap, Petani, Tegalan
Analisis Perilaku Masyarakat Menghemat Energi Listrik dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Pada Rumah Tinggal Tipe Kecil di Kabupaten Polman Sulawesi Barat Sugeng A Karim; Faizal Amir; Muhammad Ardi; Alimuddin Sa’ban Miru
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.674 KB)

Abstract

Summary. The objectives of this study are as follows: (1) to determine the behavior of the community to save electrical energy in small type houses in Polman Regency, (2) to determine the knowledge of electrical energy, local wisdom, and the attitude of the community to save electrical energy who inhabit small type houses in Polman Regency, (3) to determine the effect of electrical energy knowledge, local wisdom, and community attitudes to save electrical energy, both individually and collectively on community behavior in saving electrical energy in small type houses in Polman Regency. This research is classified as correlational research. The research is located in Polman Regency. The population of this study is the community (head of household) who live in small type houses in Polman Regency. The sample area is Wonomulio District selected by purposive sampling method. Respondents (sample) are 50 heads of families who live in small type houses that already use electrical energy. The research variables consist of: (1) the dependent variable (Y), and (2) the independent variable (X). The dependent variable is community behavior in saving electrical energy (Y). The independent variables are: (a) knowledge of electrical energy (X1); (b) local wisdom (X2); and (c) attitude to save electrical energy (X3). The data analysis techniques used are: (1) Descriptive statistical analysis, (2) Inferential statistical analysis. The analytical models used are: (1) simple regression analysis and (2) multiple regression analysis. The results of the study are as follows: (1) Community behavior in saving electrical energy in small type houses in Polmant Regency is in the high category, (2) knowledge of electrical energy, local wisdom of the community who live in small type houses in Polman Regency is in the low category, while the attitude of saving electrical energy is in the high category, (3) knowledge of electrical energy, local wisdom, and the attitude of saving electrical energy, both individually and collectively affect the behavior of the community to save electrical energy in small type houses in Polman Regency.  Keywords: Knowledge, Behavior, Attitude, Local Wisdom, Electrical Energy
Upaya Meningkatkan Perilaku Masyarakat Menyediakan Jamban Sehat di Kabupaten Soppeng Bakhrani A. Rauf; Muhammad Ardi; Faizal Amir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.782 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out:  (1) knowledge, attitudes, motivation, and behavior to provide healthy latrine before and after training, 2) the effect of training in increasing knowledge, attitudes, motivation, and behavior in providing people healthy latrine in Laringgi Village, Soppeng Regency. This research is an experimental research located in the village of Laringgi, Soppeng Regency. The amount of respondents are 25 households selected by the purposive sampling method. The variables considered are as follows: (a) behavior of providing healthy latrine, (b) knowledge about healthy latrine, (c) attitudes towards healthy latrine, and (d) motivation to provide healthy latrine before and after the experiment, (e) the effect of training on increased knowledge, attitudes, motivation, and behavior to provide healthy latrine. The experimental design used was one group pretest-posttest desigen. Analysis of the data used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The analysis model used is the independent t-test. The results of the study are as follows: (1) knowledge, attitudes, motivation, and behavior of the people in the village of Laringgi, Soppeng Regency, providing healthy latrine before being trained in the low category, after being trained in the very high category, (2) Training has a significant influence on increased knowledge, attitudes, motivation, and people behavior towards healthy latrine in the village of Laringgi, Soppeng Regency.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat meningkatkan kualitas lingkungan pada Wilayah pesisir kabupaten maros Faizal Amir; Muhammad Ardi; Bakhrani A. Rauf
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.43 KB)

Abstract

The purpose of this study was to find out the influence of ecosystem knowledge, environmental conservation knowledge, environmental knowledge, motivation to preserve the environment, and environmental environment both individually and collectively on community behavior to improve environmental quality in the coastal areas of Maros Regency.  The variables that are considered in this study are the dependent variable that is people's behavior to improve the quality of the environment of the coastal area (Y) and the independent variables are: (a) knowledge of coastal ecosystems (X1); (b) knowledge of environmental conservation (X2); (c) environmental knowledge (X3); (d) motivation to maintain the environment (X4); and (e) Attitudes towards the environment of coastal areas (X5).  The analysis used is descriptive statistical analysis and statistical statistical analysis. The analysis model used is simple regression and multiple regression. The results of the study are as follows: (1) people's behavior in improving the quality of the environment in the coastal area of Maros Regency is classified as moderate. (2) knowledge of ecosystems, conservation knowledge, environmental knowledge, motivation to maintain the environment, and attitudes towards the environment of the community in the coastal area of Maros Regency are classified as moderate, influential both individually, and jointly on community behavior to improve the quality of the environment in the region the coast of Maros Regency