Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Cognitive Engagement during Emergency Remote Teaching: How Students Struggle Audi Yundayani; Fiki Alghadari
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6005

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic situation has had an impact on the higher education system in Indonesia. It created an online learning ecosystem to enact the essential role of cognitive engagement by students. This qualitative research utilized multimodal data collection to examine students' voices to assess how they perceived the cognitive engagement dimension during emergency remote teaching (ERT). Data were gathered from 60 students from three higher education institutions in Indonesia's urban areas. The findings revealed that the ERT environment requires students to self-regulate their learning by employing their preferred strategies to comprehend the material. Moreover, they engage in meaningful learning by relating content to their prior experiences and knowledge. Students also believe that teachers play a vital role in ERT as authoritative figures and focal learning points. They view teachers as ­the main agents for fostering and enhancing their cognitive engagement. This study draws attention to the need for continuous teacher professional development in ERT by concentrating on students' needs. Bahasa Indonesia Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 berdampak pada sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Ini menciptakan ekosistem pembelajaran online untuk memberlakukan peran penting keterlibatan kognitif oleh siswa. Penelitian kualitatif ini menggunakan pengumpulan data multimodal untuk memeriksa suara siswa untuk menilai bagaimana mereka merasakan dimensi keterlibatan kognitif dalam fenomena pengajaran jarak jauh darurat. Data dari 60 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang berada di perkotaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pengajaran darurat mengharuskan siswa untuk menerapkan proses belajar mandiri dengan mengatur preferensi metode pembelajaran mereka untuk memahami isi materi. Bahkan, mereka melakukan pembelajaran yang bermakna dengan menghubungkan konten dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sebelumnya. Mereka juga percaya bahwa guru, serta siswa, memainkan peran penting dalam lingkungan pengajaran darurat. Selain itu, karena keyakinan mereka bahwa guru masih menjadi pusat pembelajaran sebagai sosok otoriter, mereka menggambarkan guru sebagai agen utama untuk mempromosikan dan meningkatkan keterlibatan kognitif mereka. Studi ini lebih menarik perhatian pada perlunya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dalam situasi pengajaran darurat dengan berkonsentrasi pada kebutuhan siswa.
LANGUAGE ACQUISITION STRATEGY INVENTORY FOR AUTONOMOUS LEARNERS: DISPLAYING STUDENTS' ACADEMIC WRITING SKILLS THROUGH BLENDED LEARNING [INVENTARIS STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA UNTUK PEMBELAJAR MANDIRI: MENUNJUKKAN KEMAMPUAN MENULIS AKADEMIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BLENDED] Yundayani, Audi; Sundari, Hanna; Alghadari, Fiki
Polyglot Vol 22 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i1.10225

Abstract

The pedagogical implementation of blended learning, which advances students' autonomous learning and mastery, shapes academic writing performance in higher education. Nevertheless, more study is needed to examine how autonomous learning and language acquisition strategies affect college students' academic writing products in blended learning settings. The current study examines the academic writing performance of students in language learning and autonomous learning strategies they employed through blended learning. This is a mixed-method research design which twenty-seven students in higher education participated in this study. They were evaluated using questionnaires on autonomous learning and strategy inventory language learning and writing tests. The study found that the academic writing scores of the participants ranged from 50.5 to 96, which was indicative of low autonomy. A range of 51 to 94.5 scores suggests that learners are highly autonomous. In addition, 39.51% of participants preferred memory strategies, 14.81% preferred compensatory strategies, and 2.47% preferred cognitive strategies. In the study, 11.11% of participants implemented affective strategies, 4.94% employed social strategies, and 27.16% employed metacognitive strategies. Moreover, the study found the preferred strategies employed by participants to develop their academic writing skills through varying engagement and retention strategies related to language knowledge, which, in turn, influence their academic writing performance. It is essential to take these preferences into account when creating a language learning strategy inventory for English academic writing courses in higher education, as this will foster autonomous learning. Additionally, the development of engaging blended learning activities is expected to enhance students’ academic writing skills. Abstrak Bahasa Indonesia Implementasi pedagogis pembelajaran campuran, yang mendorong pembelajaran mandiri dan kemampuan mahasiswa, memengaruhi kinerja penulisan akademik di perguruan tinggi. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji bagaimana pembelajaran mandiri dan strategi akuisisi bahasa memengaruhi produk penulisan akademik mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran campuran. Penelitian ini mengkaji kinerja penulisan akademik mahasiswa dalam pembelajaran bahasa dan strategi pembelajaran mandiri yang mereka terapkan melalui pembelajaran campuran. Metode penelitian campuran dilakukan dengan melibatkan 27 mahasiswa dengan menggunakan kuesioner tentang pembelajaran mandiri, inventaris strategi pembelajaran bahasa, dan tes menulis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta umumnya menunjukkan tingkat otonomi belajar yang rendah dalam proses penulisan artikel akademik mereka. Selain itu, ditemukan preferensi yang bervariasi terhadap strategi pembelajaran bahasa, dengan kecenderungan yang jelas terhadap penggunaan strategi berbasis memori dibandingkan dengan strategi kognitif, sosial, atau afektif. Pola ini menunjukkan bahwa peserta lebih mengandalkan strategi yang melibatkan retensi informasi daripada strategi yang mendorong interaksi, refleksi, atau regulasi emosional dalam proses penulisan. Selain itu, penelitian ini menemukan strategi yang disukai oleh peserta dalam mengembangkan keterampilan menulis akademik mereka melalui berbagai strategi keterlibatan dan retensi yang berkaitan dengan pengetahuan bahasa, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja menulis akademik mereka. Penting untuk mempertimbangkan preferensi belajar mahasiswa saat mengembangkan rencana pembelajaran menulis akademik bahasa Inggris di perguruan tinggi, karena hal ini akan mendorong pembelajaran mandiri. Selain itu, pengembangan aktivitas pembelajaran campuran yang menarik diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa.