Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. KARIADI SEMARANG MM Woro Endah Tyashapsari; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.921 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i2.24068

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan 4,8 – 18,8%, sedangkan angka prevalensi di Taipeh (6,2%) dan di Amerika Serikat (10 – 15%). Menurut WHO, selama 10 tahun terakhir jumlah penderita hipertensi di Semarang meningkat lebih dari 10 kali lipat. Dari 50% orang yang diketahui hipertensi, hanya 25% yang mendapatkan pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat, mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi, serta mengetahui outcome/luaran pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2005. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien. Pada 100 kasus yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif evaluatif untuk memperoleh gambaran pola penggunaan obat, evaluasi penggunaan obat, dan outcome/luaran pasien. Evaluasi penggunaan obat dilihat dari tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medik RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2005 dan The JNC 7 Report tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah kaptopril (73%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi menunjukkan 98% tepat indikasi, 81% tepat obat, 62% tepat pasien, dan 95% tepat dosis. Pasien yang berhasil mencapai tekanan darah target saat keluar dari rumah sakit adalah 50 pasien (50%).
Pola Penggunaan Obat pada Pasien Sirosis Hati di Instalasi Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Septina Virgonita; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.722 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24078

Abstract

Sirosis hati merupakan penyakit yang sulit dikendalikan karena biasanya penderita sirosis hati mengalami malnutrisi akibat nutrisi yang tidak adekuat, dimana kemampuan pasien untuk menerima makanan berkurang serta pembatasan-pembatasan lain yang diberikan kepadanya, sehingga mempercepat memburuknya kondisi pasien sehingga timbul bermacam-macam komplikasi. Penelitian tentang Pola Penggunaan Obat pada Pasien Sirosis Hati telah dilakukan di Instalasi Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2004. Penelitian ini dikerjakan mengikuti rancangan diskriptif non analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif. Bahan penelitian yang digunakan adalah catatan medik. Data yang diperoleh adalah jenis kelamin, umur, dan diagnosa. Dari penelusuran data diperoleh 248 kasus dengan diagnosis sirosis hati. Jumlah kasus yang diperoleh setelah dilakukan sampling adalah 69. Jumlah inilah yang kemudian didata untuk dilihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat pada pasien sirosis hati di RS Dr. Sardjito selama tahun 2004 sebagai berikut, persentase hepatoprotektif sebesar 37,5 %, persentase suplemen sebesar 62,5 %, dan persentase diet hati sebesar 100 %
TANGGAPAN PASIEN RAWAT INAP KELAS I, II DAN III TERHADAP PELAYANAN OBAT DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD KABUPATEN BREBES Indri Dwi Rahasasti; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.024 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24105

Abstract

Pelayanan obat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan umumnya pasien menuntut kualitas pelayanan yang bermutu. Keadaan sosial-ekonomi dan pendidikan masyarakat yang semakin tinggi menjadikan masyarakat lebih kritis dalam menilai kualitas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari kualitas pelayanan obat ditinjau dari dimensi berwujud, keandalan, daya tanggap, kepastian dan empati terhadap tanggapan pasien, mengetahui tingkat tanggapan pasien sebagai pengguna layanan rawat inap, dan mengetahui perbandingan tingkat tanggapan pasien rawat inap antar kelas terhadap pelayanan obat. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif non eksperimental dan data diperoleh dari penyebaran kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sebanyak 60 responden yang diambil pada bulan Februari-Maret 2007. Data dianalisis dengan uji kruskal-wallis dan korelasi bivariate (T Kendall) dengan bantuan program SPSS for window ver.12.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan obat ditinjau dari dimensi keandalan terhadap tanggapan pasien, sedangkan pengaruh dimensi daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud tidak signifikan. Penilaian responden terhadap pelayanan obat di bangsal penyakit dalam RSUD Kabupaten Brebes masuk dalam kategori cukup baik untuk dimensi daya tanggap, sedangkan dimensi keandalan, dan empati masuk dalam kategori tidak baik, dan dimensi kepastian, berwujud, serta tanggapan pasien secara keseluruhan terkait dengan kelima dimensi adalah masuk dalam kategori cukup baik. Ada perbedaan tingkat tanggapan antara pasien kelas I, II, dan III.
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI BANGSAL HEMODIALISIS RS. PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Jeriko Sinurat; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.821 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v10i1.24112

Abstract

Hemodialisis adalah salah satu unit pelayanan yang terdapat dalam rumah sakit yang memberikan pelayanan jasa kepada pasien gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hemodialisis dan perbedaan tingkat kepuasan ditinjau dari profil pasien pada bangsal hemodialisis RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel sebanyak 100 responden di dalam bangsal Hemodialisis dilakukan dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan IKK (Indeks Kepuasan Konsumen) untuk menggambarkan tingkat kepuasan konsumen, chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan konsumen, uji t digunakan untuk membandingkan antara tingkat harapan dan tingkat kinerja. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara harapan pasien dengan kinerja yang dilakukan oleh RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil uji IKK antara harapan dan kinerja menunjukkan kinerja yang dilakukan RSU PKU Muhammadiyah bagian ruang Hemodialisis telah memenuhi harapan pasien atas rumah sakit tersebut. Hasil uji Chi square menunjukkan perbedaan tingkat kepuasaan ditinjau dari profil pasien.
UJI SPF IN VITRO DAN SIFAT FISIK BEBERAPA PRODUK TABIR SURYA YANG BEREDAR DI PASARAN Wiweka Adi Pratama; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.375 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24116

Abstract

Produk kosmetik yang dipasarkan seharusnya memiliki efikasi sesuai persyaratan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, penentuan efikasi sediaan tabir surya sangat penting untuk melihat kepatuhan produsen kosmetik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian SPF dari lima produk tabir surya yang beredar di pasaran dan mengetahui sifat fisik (daya lekat dan daya sebar) dari lima produk tabir surya yang didapatkan di pasaran. Sampel diuji dengan metode in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis, tiap 5 nm dari panjang gelombang 290 nm - 320 nm diukur absorbansinya dan dilakukan tiga kali penentuan, selanjutnya dianalisis dengan persamaan Mansur. Berdasarkan uji daya lekat, maka sediaan lotion dari yang memiliki daya lekat paling lama adalah produk A, diikuti oleh produk E. Urutan sediaan krim yang memiliki daya lekat paling lama yaitu produk B, diikuti oleh produk C dan D. Hasil uji daya sebar, sediaan lotion yang memiliki daya sebar paling besar yaitu produk E, diikuti oleh A. Sediaan krim yang memiliki daya sebar paling besar adalah produk B, diikuti oleh produk C dan D. Produk B, produk C dan produk E memiliki nilai SPF yang mendekati nilai SPF labelnya. Produk A dan D menghasilkan nilai SPF di atas nilai SPF labelnya.
OPTIMASI FORMULA DAN UJI IRITASI PRIMER KUALITATIF PADA KELINCI PUTIH BETINA DENGAN KRIM W/O EKSTRAK ETANOLIK BUAH MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] Lusty Grace Toding; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.861 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24119

Abstract

Krim w/o ekstrak etanolik buah mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] sebesar 10% telah diuji mempunyai aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimal, stabilitas fisik, dan aktivitas iritasi primer krim w/o ekstrak etanolik buah mahkota dewa. Optimasi formula menggunakan metode simplex lattice design dengan software Design Expert® versi 8.0.7.1 program mixture design melalui modifikasi komposisi cera alba, span 80, dan minyak mineral. Sebanyak 10 formula krim w/o dievaluasi sifat fisiknya yang meliputi uji viskositas, daya lekat, daya sebar, pH, rasio volume pemisahan, dan tipe emulsi. Area optimal diperoleh pada komposisi 18,504% cera alba, 5,231% span 80, dan 44,265% minyak mineral. Berdasarkan uji-t satu sampel, formula optimal krim w/o yang diperoleh mempunyai respon viskositas dan daya sebar yang berbeda tidak signifikan dengan nilai prediksi respon yang diberikan oleh software Design Expert® versi 8.0.7.1, sedangkan respon daya lekat berbeda signifikan dengan nilai prediksi software. Uji-t berpasangan digunakan untuk mengetahui stabilitas fisik krim w/o selama penyimpanan. Formula optimal krim w/o stabil selama 4 minggu penyimpanan berdasarkan respon rasio volume pemisahan dan pH serta krim tidak menimbulkan eritema ataupun edema pada hewan uji.
PENGARUH KONSENTRASI MAHKOTA DEWA TERHADAP STABILITAS LOTION – KRIM SERTA UJI TABIR SURYA SECARA SPEKTROFOTOMETRI Abdul Karim Zulkarnain; Marchaban Marchaban; Subagus Wahyuono; Ratna Asmah Susidarti
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.362 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24124

Abstract

Ekstrak daun mahkota dewa mengandung senyawa turunan benzofenon yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik dan kimia lotion dan krim o/w serta aktivitasnya sebagai tabir surya dengan spektrofotometer. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi metanol lalu diformulasi menjadi Lotion dan krim o/w serta diuji stabilitas fisik dan kimianya serta diuji SPF nya secara in vitro dengan spektrofotometer. Hasil studi menunjukkan bahwa formula lotion dan krim o/w ekstrak mahkota dewa stabil selama penyimpanan 6 minggu. Kenaikan konsentrasi mahkota dewa akan menaikkan viskositas Lotion dan krim o/w secara signifikan. Krim selama penyimpanan lebih stabil homogenitasnya dibanding dengan lotion yaitu pada minggu ke enam minyak dari sediaan lotion mulai terlihat warna coklat dipermukaannya sedangkan krim lebih viskes dibanding dengan lotion. Sediaan selama penyimpanan 6 minggu memiliki kandungan phalerin yang relatif stabil. Aktivitas sediaan secara in vitro menunjukkan bahwa nilai SPF pada kadar ekstrak mahkota dewa 6 %, 8 % dan 10 % berturut turut untuk krim adalah 8,60, 11,51, 16,04 sedangkan SPF untuk lotion adalah 7,45, 10,83 dan 15,01 %. Sediaan lotion dan krim mahkota dewa stabil selama penyimpanan dan memiliki aktivitas sebagai tabir surya.
INPATIENT SATISFACTION ANALYSIS OF THE NATIONAL HEALTH INSURANCE USERS IN QUALITY SERVICES IN WARD OBSTETRICS AND GYNECOLOGY HOSPITAL YOGYAKARTA SLEMAN Shanendra Ulfa F; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.4 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v12i2.26451

Abstract

Along with the expanding world of health, the hospital’s role has grown into a service industry that is strongly influenced by the market. Consumers have become one factor in determining the existence of the service industry. Customer satisfaction becomes an important thing that needs to be considered in order to sustain the industry from fierce competition. The purpose of this study was to measure the level of satisfaction of the patients on the National Health Insurance in obstetrics and gynecology hospital ward Yogyakarta Sleman, especially in terms of quality of service. Samples are selected patients with accidental sampling method with a number of 100 respondents. Research instrument used was a questionnaire with closed questions. Data were processed descriptively and analyzed to determine the level of compatibility between performance and expectations along with paired t test, gap test, chi square test and contingency coefficient. Based on Cartesian diagram the service performance of assurance, empathy, and tangibles dimensions have been implemented well and its performance should be maintained. While the dimensions of reliability and responsiveness is considered less important for the patient. Patients are not satisfied on the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, and empathy. While the patients had been satisfied in tangibles dimension, characteristics of age and education did not significantly influence patient satisfaction. Whereas, the employment and income characteristics significantly influence patient satisfaction.
Formulation and Physical Stability Test of Lotion O/W Potato Starch (Solanum tuberosum L.) and the Activities as Sunscreen Abdul Karim Zulkarnain; Luky Oktaviasari
Majalah Farmaseutik Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.97 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v13i1.38464

Abstract

Potato starch has an opaque characteristic that cannot be penetrated by light but can reflect light, therefore it is useful to prevent the penetration of ultraviolet radiation on the skin. This study aims to obtain a sunscreen product from natural material namely potato starch in lotion form. The experiment uses potato starch made into lotion in oil in water form with the concentrations of potato starch 10; 12.5; 15; 17.5 and 20% w/w. Physical evaluations of lotion formulation were done during storage with physical quality controlling, homogeneity, pH, viscosity, dispersive test, adhesion test, and product stability with a freeze-thaw cycle. Sunscreen activity is done by finding the value of sun protection factor  (SPF) of potato starch lotion which determined by in vivo method using albino rabbit that induction by 8-MOP or methoxsalen previously, and irradiated by UV lamp. The 15% concentration variation of potato starch provides the most stable lotion based on the organoleptic parameter, homogeneity, pH, viscosity, dispersive test, adhesion test, and product stability accelerated. The increasing of potato starch concentration gives effect to the physical stability of the lotion during the storage time. Oil in water potato starch lotion with 15% has activity as a sunscreen with SPF value 15.
Formula Optimization of o/w Cream Combination Oxybenzone and Titanium Dioxide and Its In Vivo Activity Testing Ribka Elcistia; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.046 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v14i2.42596

Abstract

The downside effects from sunlight exposure can be reduced by using sunscreen. Emulsifier optimization of triethanolamine (TEA) stearate and cetyl alcohol in sunscreen cream containing combination of oxybenzone and titanium dioxide is expected to produce the desired cream optimum formula with good physical stability. This study aimed to determine the optimum TEA sterate and cetyl alcohol proportion and figure out the SPF value of o/w cream containing combination of oxybenzone and titanium dioxide. The optimum formula was obtained based on cream physical characteristics testing with Simplex Lattice Design method using software Design Expert version 9.0.4. One sample t-test was used to determine the difference of optimum formula value between research and software Design Expert version 9.0.4  analysis. The comparison between optimum formula o/w cream combination oxybenzone and titanium dioxide during 4 weeks storage was analyzed using ANOVA test. The SPF value testing through in vivo was conducted against female rabbits strain New Zealand White induced  by 8-methoxyprosalen. The result showed that proportion TEA stearate and cetyl alcohol which produced the optimum formula of o/w cream combination oxybenzone and titanium dioxide were 8.93% and 2.07%. The viscosity and adhesiveness were not siginifically different, while cream spreadability was significally different during 4 weeks storage. Testing activity in vivo sunscreen cream o / w combination of oxybenzone and titanium dioxide produced SPF 12.