Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penokohan Perempuan sebagai Perlawanan Stereotipe Gender dalam Cerpen Siang Itu Panas Sekali Majalah Femina 1980 Fitri, Sopia Wili; Sartika, Delita; Ningsih, Arum Gati
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2025): Isolek: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra (Maret 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/isolek.v3i1.433

Abstract

Social constructions during Indonesia’s New Order era often shaped gender stereotypes that positioned women as self-sacrificing figures confined to domestic roles and economically dependent on men. This study aims to identify gender stereotypes attached to female characters and analyze their resistance to such stereotypes in the short story Siang Itu Panas Sekali, published in Femina magazine, edition of November 4, 1980, No. 196. Using a qualitative approach, this research applies content analysis with Mansour Fakih’s gender theory within a feminist literary framework. The findings reveal that the female character is portrayed as someone who sacrifices personal needs for the sake of her family. However, the story also illustrates resistance through the character’s involvement in social activities outside the home, financial independence, and assertiveness in confronting patriarchal control within personal relationships. The main character, Mira, is depicted as an educated, professionally active woman who is financially self-sufficient and firmly v oices her opinions to her husband. The conclusion of this study indicates that the short story not only reflects the prevailing gender norms of the 1980s but also functions as a narrative space of resistance, offering an alternative representation of women as autonomous and empowered individuals.
Bentuk–Bentuk Kesantunan dalam Bahasa Melayu Jambi Kamila, Nurina; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10443

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal ataupun observasi sebelum penelitian masyarakat desa Pulau Mentaro memiliki kebiasaan atau memiliki cara komunikasi yang khas berbeda dengan cara berkomunikasi di daerah lain. Contohnya dalam penggunaan intonasi dan nada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk–bentuk kesantunan dalam bahasa Melayu Jambi di Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi dan konteks penggunaan pada tuturan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data bahasa lisan. Berupa kalimat atau percakapan masyarakat di Desa Pulau Mentaro dalam berbagai situasi dan kondisi. Hasil penelitian ini terdapat 21 tuturan masyarakat di Desa Pulau Mentaro yang mencerminkan sebagai bagian dari bentuk kesantunan berbahasa dan konteks penggunaan. 5 bentuk tuturan maksim kebijaksanaan, 4 bentuk tuturan maksim kedermawanan, 5 bentuk tuturan maksim penghargaan/pujian, 3 bentuk tuturan maksim kesederhanaan/kerendahan hati, 3 bentuk tuturan maksim pemufakatan dan 1 bentuk tuturan maksim kesimpatian
Bentuk–Bentuk Kesantunan dalam Bahasa Melayu Jambi Kamila, Nurina; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10443

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal ataupun observasi sebelum penelitian masyarakat desa Pulau Mentaro memiliki kebiasaan atau memiliki cara komunikasi yang khas berbeda dengan cara berkomunikasi di daerah lain. Contohnya dalam penggunaan intonasi dan nada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk–bentuk kesantunan dalam bahasa Melayu Jambi di Desa Pulau Mentaro Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi dan konteks penggunaan pada tuturan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data bahasa lisan. Berupa kalimat atau percakapan masyarakat di Desa Pulau Mentaro dalam berbagai situasi dan kondisi. Hasil penelitian ini terdapat 21 tuturan masyarakat di Desa Pulau Mentaro yang mencerminkan sebagai bagian dari bentuk kesantunan berbahasa dan konteks penggunaan. 5 bentuk tuturan maksim kebijaksanaan, 4 bentuk tuturan maksim kedermawanan, 5 bentuk tuturan maksim penghargaan/pujian, 3 bentuk tuturan maksim kesederhanaan/kerendahan hati, 3 bentuk tuturan maksim pemufakatan dan 1 bentuk tuturan maksim kesimpatian
Korespondensi Fonemis Bahasa Indonesia Dengan Bahasa Melayu Jambi Di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo Ardiyani, Melda; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan korespondensi fonemis bahasa indonesia dengan bahasa melayu  jambi di kecamatan limbur lubuk mengkuang, kabupaten bungo. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, serta data diperoleh dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fonem vokal bahasa indonesia dengan bahasa melayu jambi sama namun dalam bahasa indonesia memiliki distribusi fonem vokal yang lebih lengkap, sedangkan dalam bahasa melayu jambi tidak ditemukannya contoh kata yang menggukanan fonem /a/,/e/ dan /ə/ di akhir kata. Kemudian, perbedaan lainnya terlihat pada diftong dalam bahasa Indonesia terdapat 2 diftong yaitu /ai/, /au/. Sedangkan dalam bahasa melayu Jambi memiliki kompleksitas yang tidak umum dalam diftong, yaitu terdapat 12 diftong yaitu /ai/,/au/,/ao/,/ae/,/ea/,/aoa/,/aua/,/aui/,/eau/,/eao/,/uae/,dan /eaoa/ termasuk 6 Triphthong ( 3 gabungan vokal) dan 1 Tetraphthong (4 gabungan vokal). Perbedaan lainnya terlihat pada Deret Vokal dalam bahasa Indonesia terdapat 4 deret vokal diantaranya /ui/,/ai/,/ia/, dan /ua/. Dan bahasa melayu jambi memiliki 5 deret vokal yaitu /ai/,/ai/,/au/,/uo/ dan /ae/. Terdapat 3 deret vokal yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia, serta terdapat 2 deret vokal dalam bahasa indonesia tidak ditemukan dalam bahasa melayu jambi, hal ini menunjukkan karakteristik yang unik dalam deret vokal bahasa melayu jambi. Kemudian, ditemukan perbedaan dalam hal fonem konsonan, ditemukan 14 contoh fonem konsonan dalam bahasa Indonesia, sedangkan bahasa melayu Jambi ditemukan 16 contoh fonem konsonan. Ada beberapa fonem konsonan dalam bahasa melayu Jambi tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia yaitu /w/ dan /y/. Perbedaan ini menunjukkan bahwa bahasa melayu Jambi memiliki sistem fonologi yang lebih kompleks dalam hal fonem konsonan. Selanjutnya, bahasa Indonesia memiliki 1 gugus konsonan yang dapat ditemukan tengah kata, sedangkan bahasa melayu Jambi memiliki 3 gugus konsonan yang dapat ditemukan di awal, tengah dan akhir kata. Dan terdapat 1 gugus konsonan dalam bahasa Indonesia yang tidak ada dalam bahasa Jambi yaitu  /tr/, serta terdapat 3 gugus konsonan dalam bahasa melayu Jambi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia yaitu, /mp /, /nt /, dan kh/. hal ini pula menunjukan keunikan dari  bahasa Melayu Jambi. Kata kunci : Bahasa indonesia, Bahasa Jambi, Diftong, Deret Vokal, Fonem, Gugus Konsonan
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK DI FASE F Lestari, Resi Anggi Indah; Rustam, Rustam; Ningsih, Arum Gati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i2.835

Abstract

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran adalah metode pembelajaran everyone is a teacher here. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran everyone is a teacher here pada hasil belajar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Sampel dalam penelitian ini ada dua kelas yaitu kelas F3 sebagai kelas kontrol dam F4 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata antara kelas kontrol dan kelas eksperimen berdasarkan hasil posttest kelas kontrol dengan rata-rata 70,76 dengan standar deviasi 8,231 sedangkan pada kelas eksperimen rata-rata yaitu 76,12 dengan standar deviasi 9,269. Hasil tersebut didapatkan berdasarkan uji prasyarat yaitu normalitas, homogenitas, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan hasil sig 2 tailed 0,015 artinya kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan metode pembelajaran everyone is a teacher here menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode pembelajaran everyone is a teacher here pada materi menganalisis unsur-unsur pembangun cerpen. Kata Kunci:Metode Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here, Hasil Belajar, Menganalisis Cerpen
DINAMIKA PENGGUNAAN KATA SAPAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU JAMBI Akhyaruddin, Akhyaruddin; Priyanto, Priyanto; D, Yusra; Purba, Andiopenta; Ningsih, Arum Gati; Wini, Lusia Oktri; Rahmawati, Rahmawati
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4360.319-336

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika kata-kata sapaan bahasa Melayu Jambi yang mencakup konteks dan situasi pemakaiannya, jenis dan variannya, struktur bentuk morfologisnya, pola umum pemakaiannya, kekhasan dan keunikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi di Ujung Pasir, Kerinci; Pulau Aro, Sarolangun; Tanjung Agung, Muara Bungo; Selat, Muaro Jambi; Parit Culum, Muara Sabak, dan Jambi Seberang, Kota Jambi. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik, data diperoleh dengan teknik wawancara terbuka, catat, dan rekam dan dianalisis dengan metode padan referensial dan metode introspeksi. Hasil penelitian menunjukkan ada 84 pilihan kata sapaan yang digunakan dalam konteks keluarga yang terbagi atas: 5 varian untuk generasi orang tua dari kakek/nenek [+3]; 15 untuk generasi orang tua dari ayah/ibu [+2]; 24 varian untuk generasi ayah/ibu [+1]; 29 varian untuk generasi saudara/ego [0]; 6 varian untuk generasi anak [-1]; 3 varian untuk generasi cucu [-2]; dan 1 varian untuk generasi cicit [-3]. Berdasarkan penjenisannya, ditemukan jenis dan varian kata sapaan istilah kekerabatan 37 varian; julukan 14 varian; nama diri 7 varian; pronomina persona kedua 10 varian; dan nama profesi/jabatan 9 varian. Secara morfologis ada kata sapaan yang bentuk singkat, bentuk utuh, dan bentuk gabung.  Fungsi penggunaannya ada yang baik vokatif maupun deiktis dan ada yang hanya deiktis saja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semua varian kata sapaan yang bersumber dari kekerabatan digunakan juga secara metafor untuk menyapa atau memanggil kawan bicara yang bukan anggota kearabat. Khusus varian pronomina persona “kayo” dan “kamu” dapat digunakan kepada semua orang dalam semua konteks dan situasi bicara sebagai wujud hormat.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan dalam Seloko Adat Pernikahan Masyarakat Desa Sungai Keruh Kabupaten Tebo Sari, Ernita; D, Yusra; Ningsih, Arum Gati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i2.545

Abstract

The problem with this study is the value of what education is found in the murky river village village of tebo district. The purpose of this study is to describe the educational values found in the murky river village village of tebo district. This type of study is a descriptive study using a qualitative approach and is analyzed using the herbal method. The source of this research data is a transcript of the traditional wedding ceremony of the murky river village of tebo district, and the murky rivervillage custom wedding procession between Yuda Anggara bin hamidi and Widia Hepliyani binti Rozali on July 2, 2023, which was then transplanted into script form. The results in this study describe the values of education found in the murdy river village cultures of tebo district, the values of education in which there is (1) the value of the education of faith and education in the almighty god, the value of the education of the almighty god, the value of the natural and inherent belief in god, the value of the supreme deity, (2) the value of the noble moral education includes the virtues of patience, righteousness, and justice, Affection, provident, courageous, ashamed, maintaining chastity, and keeping promises, (3) the value of scientific education includes the value of knowledge and intelligence, (4) the value of democratic education includes the value of human beings having a change in the direction of healthy thought, respect for the dignity of our fellowmen, willingness to serve for common interests or welfare, (5) the value of responsible education includes the value of being accountable to one god, responsibility to oneself, responsibility to the family. It is hoped that studies on the value of education can be continued and that researchers can further examine the values of education found in literature other than taphstrokes, poetry and so on, that research references on educational values will be more available and easier to find.
Asesmen Diagnostik Menggunakan Design Thinking dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kabupaten Muaro Jambi Rustam, Rustam; Karim, Maizar; Saputra, Ade Bayu; Ningsih, Arum Gati; Wini, Lusia Oktri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.936

Abstract

This community service program aims to help teachers make learning designs in the form of diagnostic assessment portfolios that are in accordance with the content and learning phases, contain diagnostic assessment grids, and integrate them with learning outcomes and learner readiness needs. This community service method consists of four stages: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation, and (4) reflection. In the preparation stage, preparing materials, determining the system for implementing activities, and preparing pre-test and post-test for teacher reflection in designing cognitive diagnostic assessments using Design Thinking in Indonesian language learning. The implementation stage includes counseling and small group practice (peer teaching). Evaluation is done through diagnostic assessment with initial competency test and post-test. The reflection stage produced a portfolio that recorded the entire process and results of the activity. For the Design Thinking Empathize process, 95% of junior high school Indonesian language teachers understand and interpret diagnostic assessment material. Define, 80% of Indonesian language teachers are able to construct the problems experienced by their students. Ideate, 80% of Indonesian language teachers analyze patterns/types of construction of competency ideas experienced by their learners. Prototype, 70% of Indonesian language teachers are able to find and compile a portfolio of diagnostic assessment instruments. Test, 72% of Indonesian language teachers are able to design cognitive diagnostic assessment instruments and non-cognitive diagnostic assessments.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru membuat rancangan pembelajaran dalam bentuk portofolio asesmen diagnostik yang sesuai dengan content dan fase pembelajaran, memuat kisi-kisi asesmen diagnostik, dan mengintegrasikannya dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan kesiapan peserta didik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) refleksi. Pada tahap persiapan, menyusun materi, menentukan sistem pelaksanaan kegiatan, serta menyiapkan pre-test dan post-test untuk refleksi guru dalam merancang asesmen diagnostik kognitif menggunakan Design Thinking dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan dan praktik kelompok kecil (peer teaching). Evaluasi dilakukan melalui asesmen diagnostik dengan uji kompetensi awal dan post-test. Tahap refleksi menghasilkan portofolio yang mencatat seluruh proses dan hasil kegiatan. Untuk proses Design Thinking Empathize, 95%, guru bahasa Indonesia SMP memahami dan menginterpretasikan materi asesmen diagnostik. Define, 80% guru bahasa Indonesia mampu mengkonstruksi permasalahan yang dialami peserta didiknya. Ideate, 80% guru bahasa Indonesia menganalisis pola/tipe konstruksi ide-ide kompetensi yang dialami peserta didiknya. Prototype, 70% guru bahasa Indonesia mampu menemukan dan menyusun portofolio instrumen asesmen diagnostik. Test, 72% guru bahasa Indonesia mampu mendesain instrumen asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnostik non kognitif.
Reinventing Islamic Education Paradigms: A Case Study of IMTAK–IPTEK Integration in the Era of Artificial Intelligence Ningsih, Arum Gati; Hai, Kemas Abdui; Sanusi, Anwar; Harianto, Neldi; Al-Rawafi, Abdulkhaleq
Indonesian Journal of Islamic Religious Education Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE)
Publisher : ADPISI (Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Se-Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63243/Injire.v3i2.07

Abstract

This study explores the integration of IMTAK (Faith and Piety) and IPTEK (Science and Technology) in Islamic higher education, focusing on how lecturers combine spiritual values and Technology to enhance learning outcomes. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and document analysis involving three lecturers and their students. Findings indicate that the integration of IMTAK and IPTEK creates a holistic learning experience, in which students not only acquire academic knowledge but also internalize the principles of faith and piety through personal reflection, ethical decision-making, and respectful social interaction. The use of digital platforms and AI facilitates interactive learning, critical thinking, and responsible academic practice, ensuring that Technology supports rather than replaces reflection and ethical behavior. This integrative approach also enhances students' understanding, intrinsic motivation, and social responsibility, producing learners who are academically competent, character-driven, and spiritually grounded. The study highlights a contemporary paradigm in Islamic education, where mastery of knowledge and Technology aligns with the development of faith, piety, and student character.