Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANXIETY LEVEL IN ENGLISH SPEAKING AMONG AHMAD DAHLAN STUDENTS Megawati Basri; Fahmi Djaguna; Balqis Husain
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol 4 No 1 (2020): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature)
Publisher : Elite Laboratory English Department Universitas Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.917 KB) | DOI: 10.33019/lire.v4i1.57

Abstract

One language that is a communication tool in various parts of the world is English; English has become a language that must be mastered by the community, especially students. However, not everyone can easily speak English. The purpose of this research is to know the level of anxiety when they speak in English at Universitas Ahmad Dahlan students. This research uses a qualitative method. One hundred and twenty seven students were selected as the participants of the questionnaire; the tool used for this study was adapted from Horwitz, Horwitz & Cope (1986) Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS). The result of this study was showed that the majority of the students (n=103) were found students had a moderate level of anxiety, one student had a very high level of anxiety and thirteen students were found to had a high level of anxiety. The level of anxiety by dimensions, such as the Fear of Negative Evaluation (FNE) ranks third. Meanwhile, Communication Apprehension (CA) and Test Anxiety (TA) are significantly dominant performance anxieties.
A Contrastive Analysis of Imperative Sentences in English and Galela Language at Sabatai Tua Village balqis husain; Fahmi Djaguna; Raveli A Redjeb
Journal of English Education and Linguistics Vol. 1 No. 2 (2020): Journal of English Education and Linguistics
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Inggri Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jeel.v1i2.240

Abstract

Aim of this research was analyzing the sorts of imperative sentences in English and Galela Language and describing imperative sentences markers in English and Galela Language. The method of this research was qualitative method by using descriptive design. The method in collecting data was documentation, interview, and observation. The analyzing of the data used contrastive analysis and descriptive. The procedure of analysis was finding the similarities of type and marker. The result of analysis presented that English and Galela language had similarity of type; they were positive and negative, but different in markers. The marker of imperative Sentences in Galela language was signed by word of wa, e, upa, hino, and sufix -si. Hence it can be concluded that imperative sentences in English and Galela language were partly correspondence.
STRATEGIES IN REDUCING AHMAD DAHLAN STUDENTS’ ANXIETY IN SPEAKING Megawati Basri; Balqis Husain; Fahmi Djaguna
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 8 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v8i1.590

Abstract

The study aims to find out the strategies or ways of reducing student anxiety in speaking English. There are six selected students based on observation results to be interviewed. This research is done by a qualitative method with a descriptive approach. The results of this study show that following the English community, avoiding eye contact with friends or lecturers, confident, relaxing, and relaxed and often practicing for individual participants can reduce student anxiety in English speaking.
PELATIHAN PROJEK PENGUATAN PROFL PELAJAR PANCASILA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN PULAU MOROTAI Irawati Sabban; G. Karlos Papingka; Fahmi Jaguna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19714

Abstract

SD Negeri Unggulan 1 Pulau Moroai merupakan sekolah yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar. Kelemahan dalam penerapannya adalah memahami dan merancang projek profil pelajar pancasila. Program pelatihan projek penguatan profil pelajar pancasila berbasis kearifan lokal pada satuan pendidikan dasar Kabupaten Pulau Morotai merupakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai salah satu instrument untuk menyebarluaskan profil pancasila yang diharapkan sebagai karakter pelajar Indonesia. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman guru dan mampu mengaplikasikan projek profil pelajar pancasila berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran dan asesmen di Sekolah Dasar. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan. Berdasarkan evaluasi setelah dilakukan pelatihan diperoleh hasil bahwa pemahaman kategorisasi kelas kedalam penyebutan fase masih belum dipahami oleh guru, sehingga setelah mengikuti pelatihan ini ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang sangat baik berdasarkan hasil pengisian kuisioner oleh para peserta pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan sangat lancar karena dukungan dari berbagai pihak, khususnya partisipasi peserta yang sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan. Dengan demikian kegiatan sosialisasi ini hendaknya kedepan dilakukan pada sasaran yang lebih luas lagi dan materinya dapat dikembangkan lebih luas lagi sehingga pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan dapat lebih meningkat lagi.
PERAN KOMITE MADRASAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MTS.s MOTI VERBOND, TERNATE Boko, Yusri A; Djaguna, Fahmi
Wahana Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem pengelolaan sekolah saat ini karena banyak yang masih mengabaikan peran komite. Komite memiliki peran yang luar biasa dalam meningkatkan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan peran Komite Madrasah Tsanawiyah swasta Moti Verbond, seperti advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediator agency dalam meningkatkan mutu, 2) kendala dihadapi Komite Madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dilaksanakan pada Komite MTS.s Moti Verbond tanggal 10-16 Agustus 2022. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. Pengujian keabsahan data ialah triangulasi, reduksi data,dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan mutu ada yang berjalan sudah baik, meskipun berjalan sesuai dengan kondisi, a) peran sebagai mediator (mediator agnecy) bisa dikatakan berjalan meskipun masih banyak kekurangan. Karena sampai saat ini mediasi komite tentang kekuaragan siswa belum menuai hasil, b) peran komite pemberi pertimbangan (advisory agency) telah berjalan dengan baik, di mana sekolah selalu memberikan saran dan masukan pada saat rapat penting, seperti kegiatan RKAS dan RIPS. Komite madrasah dalam menjalankan peran sebagai pemberi dukungan mutu masih sebatas memberikan motivasi, yakni kegiatan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) tahun 2018 dan 2019 yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Manado, komite hanya memberi dukungan, c) peran komite sebagai pengontrol dalam amatan peneliti masih dalam hal yang belum begitu menyentuh langsung ke sekolah. Komite harus memiliki indikator sendiri dalam menilai mutu bukan sekedar memberi dorongan karena mutu merupakan hal yang dinamis. Kendalanya secara eksternal ialah tidak ada SDM maupun tidak adanya ADRT.
The Implementation of Independent Learning Curriculum in Social Sciences Studies at SMP Unggulan 9 Pulau Morotai Jaguna, Fahmi
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 6 No 4 (2023): International Journal of Education, information technology   and others (IJEIT)
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10283895

Abstract

The aim of this research is how to describe the planning process, implementation process and evaluation process in the implementation of the Independent Learning Curriculum in Social Studies Learning at SMP Unggulan 9 Morotai Island. The approach used in this research is qualitative research or a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. For data analysis, the researcher carries out several steps, namely data reduction, data display and conclusion drawing. Meanwhile, in testing the validity of the data, researchers used data triangulation techniques. The results are related to the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in Social Studies Learning at Unggulan 9 Middle School on Morotai Island, where social studies learning planning has been implemented quite well, because it is able to create a differentiated learning process. In the implementation of social studies learning, it has also been carried out quite well. It is able to carry out learning implementation based on the implementation of the independent learning curriculum. Meanwhile, the evaluation aspect of social studies learning in the Independent Learning Curriculum at Superior Middle School 9 Morotai Island was carried out well. Social studies teachers also use assessments according to the objectives of the independent learning curriculum, namely starting from formative assessments, projectbased assessments and also using assessment instruments for students.
PENGUATAN PENGETAHUAN MENGENAI BULLYING UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR GMIH DAEO MALUKU UTARA Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi
Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI) Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/depati.v4i2.5707

Abstract

Bullying is a pattern of aggressive behavior, the most vulnerable children face a higher risk of being bullied. The Halmahera Christian Church (GMIH) Elementary School is located in Daeo Village, South Morotai District. As a school under the Ministry of Religion which is located in a Muslim-majority environment, it does not alienate the school community because the school has Muslim teachers and accepts Muslim students. Bullying education is appropriate for children from marginalized communities, children with different gender identities, these criteria are what moved us to create outreach activities about bullying so that religious harmony is maintained. The implementation method is by socializing and playing games to train cohesiveness between teams. The results of the activity provide an understanding of bullying, the impact on friends, and respect for differences. The principal and teachers were also very enthusiastic and received us very well, they hope that activities like this will not only happen once but repeatedly.
PENERAPAN MEDIA ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 6 KABUPATEN PULAU MOROTAI Hi Kulaba, Nurul Indah; Jaguna, Fahmi; Sarapung, Risky Richlos
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui penggunaan media alat peraga dengan topik "Panca Indera Manusia." Dilaksanakan di kelas IV SD Muhammadiyah 6 Pulau Morotai tahun ajaran 2022/2023, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan tes evaluasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat dan hasil belajar siswa, ditandai dengan ketuntasan klasikal dari 58,3% pada siklus I menjadi 68,3% pada siklus II, serta kenaikan ketuntasan individu dari 87% menjadi 90%. Berdasarkan temuan ini, penggunaan media alat peraga dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa secara efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan alat peraga guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI UNGGULAN 3 PULAU MOROTAI Jaguna, Fahmi
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.91

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan karakter di SD Negeri Unggulan 3 Pulau Morotai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif yaitu bagaimana mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang Manajemen Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter di SD Negeri Unggulan 3 Pulau Morotai yaitu mennjukan, bahwa: 1) Perencanaan pendidikan karakter disusun dengan melibatkan kepala sekolah, guru-guru dalam merencanakan pendidikan karakter. 2) Guru mengimplementasikan pendidikan karakter sesuai dengan RPP dan menggunakan metode dan media pembelajaran aga nilai-nilai karakter dalam setiap pembelajaran tercapai. 3) Penilaian dilaksanakan pada akhir pembelajaran melalui dua tahap penelilain yaitu tahap proses dan hasil. Tahap proses penilaian dilakaukan saat siswa mengikuti pembelajaran, dan sedangkan untuk penilain hasil delakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa.
PERSEPSI GURU TENTANG PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SD NEGERI UNGGULAN 1 PULAU MOROTAI Kondihi, Oktopiyanus; Sabban, Irawati; Jaguna, Fahmi
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.92

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Persepsi Guru Tentang Penerapan Profil Pelajar Pancasila Di SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai dan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan P5. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai, memberikan persepsi positif terhadap konsep dan juga pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila. Namun, masih terdapat beberapa guru SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai yang belum memahami konsep dan pelaksanaan P5. Kemudian yang menjadi kendala dalam pelaksanaan P5 yaitu: 1). Kurangnya pemahaman guru tentang tahapan pelaksanaan dalam proses pembelajaran, 2). Kurangnya pelatihan yang didapatkan, 3). Kurangnya sarana prasarana seperti pedoman pelaksanaan, 4). Kurangnya dukungan orang tua. Sedangkan kelebihan dalam penerapan P5 diantaranya yaitu, 1) Menambahkan kepercayaan diri bagi peserta didik, 2) Meningkatkan kreativitas dan inovatif, 3) Menumbuhkan sifat kemandirian, dan 4) Dapat membentuk karakter dan moral siswa.