Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Role of Reward Programs in Increasing Teacher Motivation at the Rumah Belajar Tutoring Institution Neng Ayu Sri wahyuni; Wahyuni, Sri; Rahmawati, Siti Sofiah; Bachtillah, Andriansyah; Utami, Wanda Yulia
Moneter: Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol. 13 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khladun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the role of reward programs in increasing the motivation of tutoring teachers at Rumah Belajar. Using a qualitative method with a case study approach, data was collected through in-depth interviews with tutoring teachers involved in the reward program and literature review. The results show that the reward program plays a significant role in increasing teacher motivation, both intrinsically and extrinsically. Teachers feel appreciated for their contributions, which encourages improved performance and commitment to the teaching process. Additionally, the reward program creates a more collaborative and healthy competitive work environment. This research aligns with motivation theory, which states that recognition and appreciation can strengthen individual motivation. This study provides practical implications for the management of Rumah Belajar in designing more effective reward programs to motivate teachers.
Strengthening Financial Capabilities and Entrepreneurial Skills of Indonesian Migrant Workers in Penang, Malaysia Puspitasari, Devy Mawarnie; Bachtillah, Andriansyah
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1127

Abstract

This community engagement program aims to enhance financial literacy and entrepreneurial readiness among Indonesian Migrant Workers (TKI) in Penang, Malaysia. Many TKI, particularly those employed in the informal sector, face significant challenges in managing personal finances and lack the necessary skills to initiate small businesses. In collaboration with the NGO Permai Malaysia, this program offers participatory training that covers basic financial management, daily expense tracking, savings and debt planning, as well as the development of simple micro-enterprises. The program is designed using a Participatory Action Research (PAR) approach and employs Gap Analysis to identify learning needs. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge and confidence in financial management, with many expressing enthusiasm and readiness to apply the skills acquired. The success of this initiative highlights the importance of practical and context-relevant education in empowering migrant workers towards economic independence. This activity supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the areas of quality education, decent work, and reduced inequalities.
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Kelurahan Meruya Selatan Jakarta Barat Supriyatno; Junaedi; Andriansyah Bachtillah; Dewi Ambarsari
Journal of Science Education and Management Business Vol. 4 No. 3 (2025): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/joseamb.v4i3.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat. Dalam era reformasi birokrasi dan peningkatan tuntutan pelayanan publik, efektivitas kepemimpinan menjadi faktor krusial dalam mendorong kinerja pegawai. Gaya kepemimpinan transformasional, yang mencakup pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual, diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, memotivasi pegawai, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 ASN yang bekerja di lingkungan Kelurahan Meruya Selatan. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN, terutama pada dimensi motivasi inspiratif dan perhatian individual. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan kerja ASN. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kapasitas kepemimpinan transformasional di tingkat kelurahan melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi manajerial. Penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan yang mengkaji peran variabel mediasi seperti motivasi kerja atau komitmen organisasi dalam hubungan antara kepemimpinan dan kinerja ASN.
Penguatan Literasi Keuangan Berkelanjutan dan Skema Pembiayaan Sirkular dalam Program Revitalisasi Gang Perkotaan di Meruya Selatan Jakarta Barat Devy Mawarnie Puspitasari; Niken Sulistyowati; M Zikri; Rona Tumiur Mauli Caroline; Andriansyah Bachtillah Putra; Galuh Setyorini; Nuraini Nuraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27029

Abstract

ABSTRAK Pelaku usaha mikro di permukiman gang perkotaan menghadapi tiga defisit struktural: rendahnya literasi keuangan, ketiadaan sistem pencatatan usaha, dan keterputusan dari ekosistem pembiayaan formal; asesmen kebutuhan di Gang Rajawali, Meruya Selatan, Jakarta Barat menunjukkan skor literasi keuangan rata-rata hanya 34,2 dari 100, 89,4% warga mencampur keuangan usaha dan rumah tangga, serta 76,7% bergantung pada rentenir dengan bunga 10–30% per bulan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, membangun disiplin pembukuan usaha mikro dan pemisahan keuangan usaha–rumah tangga, serta menginisiasi ekosistem pembiayaan sirkular berbasis komunitas. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan experiential learning terhadap 30 peserta selama 12 bulan, meliputi pelatihan literasi keuangan dan buku kas (S-1), workshop harga pokok penjualan dan kartu stok (S-2), fasilitasi pembentukan dana bergulir komunitas (S-3), serta penyuluhan manajemen keuangan rumah tangga (S-4); efektivitas diukur melalui pre-test dan post-test 30 butir adaptasi SNLIK OJK yang dianalisis dengan paired-samples t-test dan N-gain. Skor literasi keuangan rata-rata meningkat dari 34,2 menjadi 61,5 (kenaikan 27,3 poin; p0,001; N-gain 0,42 kategori sedang), 76,7% peserta mencapai kenaikan ≥20 poin, 83,3% aktif mengisi buku kas pada bulan ketiga, dan terbentuk satu kelompok dana bergulir dengan 14 anggota aktif serta akumulasi dana Rp7,98 juta dalam empat siklus dengan tingkat pengembalian pinjaman 100%. Model pemberdayaan yang mengintegrasikan literasi keuangan, praktik ekonomi sirkular, dan pembiayaan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kapasitas keuangan masyarakat gang perkotaan dan berpotensi direplikasi di kawasan serupa. Kata Kunci: Keuangan Berkelanjutan, Ekonomi Sirkular, Usaha Mikro, Komunitas Perkotaan, Pembiayaan Berbasis Komunitas.  ABSTRACT Micro-entrepreneurs in urban alley settlements face three structural deficits: low financial literacy, the absence of business record-keeping systems, and disconnection from formal financing ecosystems; a needs assessment in Gang Rajawali, South Meruya, West Jakarta revealed an average financial literacy score of only 34.2 out of 100, with 89.4% of residents mixing business and household finances and 76.7% relying on informal moneylenders charging 10–30% monthly interest. This community service program aimed to improve financial literacy, build bookkeeping discipline and business–household financial separation among micro-enterprises, and initiate a community-based circular financing ecosystem. The program employed Participatory Action Research (PAR) combined with experiential learning involving 30 participants over 12 months, comprising financial literacy and cash-book training (S-1), a cost-of-goods-sold and stock-card workshop (S-2), facilitation of a community circular fund (S-3), and household financial management counseling (S-4); effectiveness was measured through a 30-item pre-test and post-test adapted from the OJK SNLIK instrument, analyzed using paired-samples t-tests and N-gain scores. The average financial literacy score increased from 34.2 to 61.5 (a 27.3-point gain; p0.001; N-gain 0.42, moderate category), 76.7% of participants achieved a ≥20-point increase, 83.3% actively maintained cash books by month three, and one circular fund group was established with 14 active members and an accumulated fund of IDR 7.98 million over four cycles with a 100% loan repayment rate. The empowerment model integrating financial literacy, circular economy practices, and community-based financing proved effective in strengthening the financial capacity of urban alley communities and is replicable in similar areas. Keywords: Sustainable Finance, Circular Economy, Micro-Enterprises, Urban Communities, Community-Based Financing.