Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Bimbingan Kelompok Metode Sosiodrama untuk Mengurangi Moral Disengagement As’ad, As’ad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas bimbingan kelompok dengan metode sosiodrama dalam mengurangi moral disengagement pada mahasiswa. Moral disengagement adalah mekanisme psikologis yang memungkinkan individu untuk membenarkan perilaku tidak etis atau tidak bermoral, sehingga mengurangi rasa bersalah atau malu yang biasanya muncul. Sosiodrama, sebagai metode dramatik, memungkinkan peserta untuk memainkan peran dalam skenario yang mencerminkan situasi sosial atau konflik yang relevan, sehingga memberikan ruang untuk refleksi dan pengembangan kesadaran moral. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang terbagi menjadi dua siklus. Setiap siklus mempunyai empat tahapan yakni persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode sosiodrama efektif dalam meningkatkan kesadaran diri peserta dalam mengurangi moral disengagement, mengembangkan empati, dan mengubah perspektif mereka terhadap situasi yang dihadapi. Peserta melaporkan adanya perubahan perilaku positif dan peningkatan integritas moral setelah mengikuti sesi sosiodrama. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosiodrama dapat menjadi alat yang kuat dalam bimbingan kelompok untuk mengatasi masalah moral disengagement dan mempromosikan perilaku yang lebih baik.
Pengaruh Strategi Critical Incident Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Akidah Akhlak dengan Materi Sifat Utama dan Keteguhan Rasul Ulul Azmi Kelas VII di MTs Swasta Kabupaten Dairi Padang, Azizah Lolo Banta; Daulai, Afrahul Fadhila; As’ad, As’ad
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i2.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan strategi pembelajaran Critical Incident dengan kelas yang menggunakan model konvensional di kelas VIII MTs Swasta Kabupaten Dairi. Penelitian ini ingin mengeksplorasi pengaruh penggunaan pendekatan Critical Incident pada pembelajaran akidah akhlak dengan materi sifat utama dan keteguhan Rasul Ulul Azmi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif eksperimen. Teknik untuk mengambil sampel yang dipakai peneliti berupa sampling jenuh dengan menjadikan setiap anggota dari populasi merupakan sampel. Dari seluruh peserta didik kelas VIII diambil satu kelas untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan uji hipotesis pada data post-test terhadap kelas yang telah diajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif critical incident (pengalaman penting). Dengan demikian, terdapat pengaruh penggunaan strategi pembelajaran aktif critical incident terhadap pada mata pelajaran akidah akhlak.
Revitalizing The Da‘Wah of Wali Songo Arifin, Samsul; As’ad, As’ad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.717

Abstract

This study addresses the complex social challenges of the Society 5.0 era, such as inequality and the crisis of trust, by examining the role of local wisdom in maintaining global cohesion. Focusing on the Indonesian context, the research explores the thought of K.H.R. As‘ad Syamsul Arifin in Tarikh Perjuangan Islam Indonesia, specifically his interpretation of the Wali Songo’s culture-based da‘wah strategies. The objective is to identify character traits and social harmony strategies relevant to building an inclusive modern civilization. Utilizing Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics, the study analyzes the text within its historical and cultural horizons, supported by data triangulation with literature on Nusantara Sufism and Islamic education. Findings indicate that the Wali Songo integrated spiritual depth—marked by wara‘ and tawadhu‘—with socio-political competence, enabling an adaptive and peaceful expansion of Islam. Their harmony strategies included moral exemplarity, collective deliberation, and the establishment of pesantren as centers for community building. The study concludes that revitalizing these Sufi values and the da‘wah bil-irsyad model serves as a vital bridge between local wisdom and global harmony, offering a sustainable, inclusive framework for navigating the sociocultural tensions of the contemporary era.