Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE DISCOVERY LEARNING MODEL FROM THE PERSPECTIVE OF HADITH Ash shifa; Syabuddin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.316

Abstract

This study discusses the Discovery Learning model from an Islamic perspective, emphasizing its relevance to the development of students’ potential. Discovery Learning is a student-centered learning model that highlights the process of concept discovery through investigation, observation, and direct experience, thereby fostering critical thinking, creativity, and independence. This research employs a qualitative approach with a library research method in a descriptive-analytical form. The findings indicate that Discovery Learning has a philosophical foundation aligned with the principles of Islamic education, as reflected in the Qur’an and Hadith, which encourage thinking, researching, and seeking knowledge as acts of worship. For instance, QS. Al-‘Alaq verses 1–5 emphasize the importance of reading and acquiring knowledge, which is in line with the principles of discovery learning. From an Islamic perspective, this model supports the development of human potential in the form of intellect and curiosity, while also cultivating critical thinking, responsibility, and independence. Discovery Learning also offers advantages such as enhancing problem-solving skills, fostering independence, and promoting active learning. Nevertheless, it also presents limitations, including requiring more time, demanding teacher readiness, and necessitating a resource-rich learning environment. Thus, Discovery Learning can serve as a strategic alternative for improving the quality of education, not only focusing on cognitive aspects but also integrating spiritual and moral values in accordance with Islamic teachings.
METODE PENGULANGAN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI DAN IMPLEMENTASINYA DI PESANTREN BABUSSALAM ACEH SINGKIL Yunita Sari, Yunita Sari; Syabuddin; Zubaidah
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengulangan (takrār) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad ﷺ serta mengkaji penerapannya dalam tradisi pembelajaran di pesantren sebagai bentuk aktualisasi pendidikan profetik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa metode pengulangan yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ sering kali hanya dikaji secara tekstual, tanpa melihat penerapannya dalam sistem pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang diperkaya dengan refleksi empiris terhadap praktik pendidikan pesantren. Sumber data utama berasal dari hadis-hadis sahih yang ditelusuri melalui proses takhrij dari kitab hadis mu‘tabarah yang menggambarkan pengulangan sabda dan tindakan Nabi ﷺ dalam proses pembelajaran, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur pendidikan Islam dan hasil observasi kegiatan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengulangan memiliki relevansi pedagogis yang kuat dalam tiga ranah pendidikan: kognitif, psikomotor, dan afektif. Pengulangan berperan tidak hanya sebagai strategi mengingat pelajaran, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan profetik berbasis hadis, serta kontribusi praktis bagi penguatan sistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembiasaan dan keteladanan. Kata kunci: hadis Nabi, metode pengulangan, pendidikan profetik, pesantren, pendidikan Islam