Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PIJAT BAYI DENGAN MUROTAL DAN PIJAT BAYI DENGAN MUSIK KLASIK TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI KLINIK KELUARGA CIANJUR TAHUN 2024 Susilawati, Susilawati; Fanni Hanifa; Fenni Valianda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8852

Abstract

Pendahuluan Di masa pertumbuhan dan perkembangannya, bayi memerlukan kualitas tidur yang baik dan cukup. Tidur memiliki peran ganda bagi bayi, yaitu memberikan kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh dan meningkatkan proses metabolisme, yakni proses pengolahan pangan menjadi energi yang dibutuhkan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik terhadap kualitas tidur bayi. Metode penelitian ini Adalah Study Case Literature Review (SCLR) yaitu penelusuran Ilmiah untuk memperoleh konsep teori Asuhan Kebidanan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan studi kasus yaitu studi langsung penerapan kebidanan berdasarkan evidence Based. Kegiatan ini dilaksanakan pada dua orang bayi yang berada di wilayah Klinik Keluarga dan masing-masing bayi diberikan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik. Hasil penelitian ini bayi dengan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal mengalami kualitas tidur yang signifikan dengan hasil skor 5, dibandingkan dengan bayi yang diberikan intervensi pijat bayi dengan musik klasik dengan hasil skor 4. Peneliti harapkan dapat menggunakan intervensi pemberian pijat bayi dengan murotal dan pijat bayi dengan musik klasik sebagai bentuk intervensi yang membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.
PERBANDINGAN PEMBERIAN TERAPI AIR HANGAT DAN KONSUMSI BUAH PISANG AMBON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL HIPERTENSI DI TPMB A KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nurhayati, Ai; Gaidha K Pangestu; Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8856

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Jawa Barat sebanyak 29,4%. Berdasarkan Laporan Puskesmas Leles pada tahun 2023 terdapat kejadian hipertensi sebanyak 78 ibu hamil yang didominasi oleh ibu hamil dengan HDK dengan persentase sebanyak 50%. Dampak jangka pendek jika terjadi hipertensi dalam kehamilan antara lain bisa pada ibu dan janin. Selain dengan obat-obatan, Terapi pada ibu hamil dengan hipertensi dapat diberikan dengan merendam kaki menggunakan air hangat dan rutin mengkonumsi pisang ambon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian terapi air hangat dan konsumsi buah pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang di TPMB A Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Pemberian terapi air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah ibu hamil dari 150/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 130/85 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/75 mmHg. Konsumsi buah pisang juga efektif terhadap penurunan tekanan darah dari 150/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 140/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian terapi air hangat dan konsumsi buah pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil hipertensi dimana pemberian terapi air hangat lebih efektif dibandingkan pisang ambon dalam menurunkan tekanan darah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan melakukan rendam kaki menggunakan air hangat sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri dan dapat mengurangi risiko pada kehamilan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN SALAM DAN PISANG KEPOK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI TPMB I KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Fitriani, Ifit; Irma Jayatmi; Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8857

Abstract

Kabupaten Garut tahun 2023, dengan perkiraan penderita hipertensi sebesar 12,8%. Hipertensi pada kehamilan sering terjadi (6- 10 %) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu, janin dan perinatal. Salah satu upaya dalam menekan angka hipertensi pada ibu hamil yaitu dengan cara non farmakologis seperti mengkonsumsi air rebusan daun salam dan pisang kepok. Hal ini yang mendasari penulis untuk memberikan pemberdayaan mengenai air rebusan daun salam dan pisang kepok terhadap ibu hamil dengan hipertensi sebagai terapi non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan daun salam dan pisang kepok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan pemberian rebusan daun salam efektif menurunkan tekanan darah dari 160/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 140/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg. Pemberian rebusan pisang kepok juga efektif menurunkan tekanan darah dari 160/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian daun salam dan pisang kepok terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian daun salam lebih efektif dibandingkan pisang kepok dalam menurunkan tekanan darah. Diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil sehingga dapat melakukan secara mandiri dalam menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam dan pisang kepok.
PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS WORTEL DAN JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI TPMB E KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Eva Puspawidari; Hidayani, Hidayani; Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9388

Abstract

Kabupaten Garut pada tahun 2023, diperkirakan 12,8% ibu hamil menderita hipertensi sedangkan di Puskesmas Leuwigoong kejadian hipertensi sebanyak 98 ibu hamil yang didominasi oleh ibu hamil dengan HDK dengan persentase sebanyak 50%. Dampak jangka pendek jika terjadi hipertensi dalam kehamilan antara lain bisa pada ibu dan janin. Selain dengan obat-obatan, terapi pada ibu hamil dengan hipertensi dapat diberikan jus wortel dan jus tomat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang di TPMB E Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut. Pemberian terapi jus wortel efektif terhadap penurunan tekanan darah dari 160/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 130/80 mmHg. Konsumsi jus tomat efektif dalam menurunkan tekanan darah ibu hamil dari 160/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian jus tomat lebih efektif dibandingkan jus wortel dalam menurunkan tekanan darah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi jus tomat atau jus wortel sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri dan dapat mengurangi risiko pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL DI TPMB R KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Puspita, Rista Wilda; Fanni Hanifa; Irma Jayatmi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9391

Abstract

Angka prevalensi nyeri punggung pada ibu hamil mencapai 68% dengan intensitas nyeri sedang, dan 32% ibu hamil mengalami nyeri punggung dengan intensitas tinggi. Hal ini berdampak pada kesulitan bergerak atau melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga secara emosional dan mental, seperti meningkatnya stres dan kecemasan. Upaya penanganan nyeri punggung, salah satunya dengan memberikan kompres jahe karena dapat meningkatkan aliran darah, sehingga mengurangi anoksia jaringan yang disebabkan oleh kontraksi dan ketegangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian kompres jahe merah dan jahe putih terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 orang ibu hamil yang mengalami nyeri punggung. Kompres jahe menurunkan nyeri punggung dari skala nyeri 6 pada kunjungan pertama menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Pemberian kompres jahe putih juga menurunkan nyeri punggung dari skala nyeri 6 pada kunjungan pertama menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian kompres jahe merah dan jahe putih terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil dimana jahe merah lebuh unggul 3 poin dibandingkan jahe putih. Dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan terapi alternatif dengan mengaplikasikan kompres jahe merah dan jahe putih sebagai komplementer untuk mengurangi nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam dengan Jus Nanas terhadap Penurunan Nyeri Disminore Primer pada Remaja Putri di TPMB 'M' Belitung Timur Mawa Datturohma; Fanni Hanifa; Hidayani Hidayani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4566

Abstract

Menstrual pain or dysmenorrhea is a common complaint experienced by adolescent girls throughout the world has shown that the incidence of dysmenorrhea is quite high, namely 43-93% of women experience dysmenorrhea and 5-10% of them experience very severe dysmenorrhea and leave their activities 1-3 days a month, where 8% of them have to leave school or work during menstruation The purpose of this study is to examine the effect of giving turmeric and tamarind with pineapple juice on reducing primary dysmenorrhea pain in TPMB "M".This study uses a qualitative research strategy, with a case study, which is a series of scientific activities carried out intensively, in detail and in depth about a program, event, and activity, both at the individual level, a group of people, institutions, or organizations to obtain in-depth knowledge about the event, this case study was conducted directly to adolescents who were menstruating and experiencing primary dysmenorrhea. The results of the study were conducted in Case 1, an adolescent who was experiencing Primary Dysmenorrhea pain with a pain scale of 9 after being given Turmeric Acid, the NRS value at Visit 1 was 7, Visit 2 was 5, Visit 3 was 3. While in Case 2 after being given Pineapple juice, the NRS value at Visit 1 was 7, Visit 2 was 4, Visit 3 was 2. both were the same in reducing pain, but consuming Turmeric Acid was more effective in reducing pain by 1 on the 2nd visit and the difference in pain reduction was 1 on the 3rd visit. It is hoped that this study can be used to add new knowledge about the treatment of dysmenorrhea pain in adolescents in a non-pharmacological way, namely by using turmeric acid and pineapple juice. as an alternative.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN VITAMIN E DAN PENGARUH SUSU KEDELAI TERHADAP INTENSITAS DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS CADASARI PANDEGLANG TAHUN 2024 Lusiyana; Fanni Hanifa
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i2.1459

Abstract

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya dinding rahim bagian dalam yang mengandung banyak pembuluh darah dan sel telur yang tidak di buahi (Kemenkes RI, 2015). Dysmenorrhea adalah nyeri selama menstruasi yang disebabkan oleh kejang otot tonus yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah prostaglandin F2α pada darah menstruasi, yang merangsang hiperaktivitas uterus (Nuraini, 2018). Ada dua jenis dismenore. Jika adanya rasa sakit atau nyeri yang tidak diikuti adanya riwayat infeksi pada panggul yaitu merupakan dysmenorrhea primer (Ni Made Widyanthi, dkk, 2021). Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Cadasari pada bulan Januari sampai Oktober 2023 diperoleh data remaja putri dengan dysmenorrhea sebanyak 78 kasus. Dan hasil wawancara dengan remaja putri yang datang ke Puskesmas Cadasari baru 15% yang mengetahui bahwa Vitamin E dapat mencegah dysmenorrhea pada remaja putri, dan 10% yang mengetahui Susu Kedelai dapat mengurangi dismenenorea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Vitamin E dan Pengaruh Susu Kedelai terhadap Dysmenorrhea Pada Remaja Putri di Puskesmas Cadasari Pandeglang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan terhadap 2 responden yang masing-masing diberikan intervensi vitamin E dan susu kedelai kemudian dievaluasi skala nyerinya dengan menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian tentang Efektivitas Pemberian Vitamin E dan Pengaruh Susu Kedelai terhadap Intensitas Dysmenorrhea pada Remaja Putri di Puskesmas Cadasari Pandeglang Tahun 2024, terdapat penurunan skala nyeri dysmenorrhea pada responden yang diberikan intervensi Vitamin E pada hari ke 2 menstruasi dan penurunan skala nyeri dysmenorrhea pada responden yang diberikan intervensi susu kedelai pada hari ke 3 menstruasi.
PENGARUH TERAPI MENDENGARKAN MUROTTAL DAN MINUM AIR SEREH KURMA TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENOREA: Pada Remaja Di Poli Kebidanan RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Utami Wildan Octaviani; Fanni Hanifa
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i2.1460

Abstract

Berdasarkan hasil observasi tentang terapi mendengarkan murottal dan minum air sereh kurma terhadap penurunan intensitas Dismenorea Pada Remaja Di Poli Kebidanan RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang Tahun 2024. Terdapat Pengaruh dan penurunan skala nyeri untuk responden yang di berikan terapi mendengarkan murottal dan minum air sereh kurma, dimana dismenore hanya terasa sampai hari ke tiga, yang di mulai dari skala nyeri 8 di hari pertama, kemudian skala nyeri 2 di hari ke tiga dan skala nyeri 0 di hari ke lima menstruasi. Adanya penurunan skala nyeri untuk responden yang hanya diberikan konseling namun penurunan skala nyeri tidak signifikan, dimana dismenore terus di rasakan sampai hari ke lima dengan skala nyeri 4. Terdapat Perbandingan penurunan intensitas dismenore yang signifikan pada responden yang diberikan terapi mendengarkan murottal dan minum air sereh kurma dengan yang hanya diberikan konselling, dimana responden 1 memiliki penurunan skala nyeri sampai dengan 8 sedangkan responden ke 2 hanya memiliki penurunan skala nyeri sampai 4 saja dengan perbandingan keduanya 4 skala nyeri.
Education and empowerment of young women in the prevention of anemia through the consumption of green bean juice and soy milk in the school environment Adi Elviana Baunsele; Fenni Valianda A. Ramadhan; Fanni Hanifa
Abdimas Polsaka Vol. 5 No. 1 (2026): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v5i1.195

Abstract

Anemia remains a persistent public health problem among adolescent girls, significantly affecting their growth, learning capacity, and overall quality of life. This community-based study aimed to evaluate the effects of mung bean extract and soy milk consumption on hemoglobin (Hb) levels among adolescent girls suffering from moderate anemia. The activity was conducted as part of a community health service program focused on improving nutritional awareness and reducing anemia prevalence through affordable local food sources. The intervention involved two adolescent participants with confirmed moderate anemia. One participant consumed mung bean extract, while the other consumed soy milk, each 250 ml twice daily for seven consecutive days. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a portable hemoglobinometer. The results showed a substantial improvement in Hb concentration for both participants: the mung bean group experienced a 1.3 g/dL increase, and the soy milk group a 1.4 g/dL increase. Both participants reported reduced fatigue, improved concentration, and enhanced general well-being. These findings suggest that plant-based iron sources, such as mung beans and soy milk, are effective and affordable alternatives to conventional supplementation for managing anemia among adolescents. Furthermore, integrating such nutritional education into community outreach programs can raise awareness of balanced diets and iron-rich local foods. This initiative demonstrates that simple, sustainable dietary interventions can significantly contribute to improving adolescent health in the community