Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Konsepsi Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Presentasi Soal Model Statis-Dinamis Pokok Bahasan Kinematika Dan Dinamika Arifian Dimas; Jeffry Handhika; Suparmi Suparmi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2016: Prosiding SNPF II 2016 "Peran Ilmuwan dan Pendidikan Fisika dalam Menghadapi MEA"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.622 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi mahasiswa dalam menyelesaikan presentasi soal model statis-dinamis pada pokok bahasan kinematika dan dinamika. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sampel diambil terdiri dari semester VI (13 mahasiswa) dan semester VIII (2 mahasiswa) IKIP PGRI MADIUN, yang mana telah diberi mata kuliah fisika dasar. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes soal Force Concept Inventory (FCI) pilihan ganda dalam bentuk statis-dinamis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, konsepsi mahasiswa pada pokok bahasan kinematika dan dinamika menunjukkan bahwa mahasiswa sebagian besar memahami sebagian konsep. Sehingga terjadi perubahan konsistensi jawaban siswa terhadap soal model statis-dinamis. 
Survei Pemahaman Mahasiswa Fisika Pada Materi Kalor Dan Temperatur Dewanta Arya Nugraha; Suparmi Suparmi; Muhammad Masykuri; Cari Cari
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2016: Prosiding SNPF II 2016 "Peran Ilmuwan dan Pendidikan Fisika dalam Menghadapi MEA"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.406 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman materi kalor dan temperatur yang dimiliki mahasiswa menggunakan Heat and Temperature Conceptual Evaluation (HTCE) yang dikembangkan oleh Thornton dan Sokoloff. Penelitian survei dilakukan terhadap 11 mahasiswa semester 3 dan 30 mahasiswa semester 5 Program Studi S1 Fisika FMIPA Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan diperoleh data pemahaman mahasiswa pada konsep kalor dan temperatur, laju pendinginan, kalorimetri, laju perpindahan kalor, persepsi panas, kapasitas kalor jenis, perubahan fase, dan konduktivitas termal. Secara garis besar sebagian besar mahasiswa belum memahami konsep pada materi kalor dan temperatur dengan baik. Penelitian survei ini akan dijadikan dasar pijakan atau penelitian pendahuluan bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan dengan lokasi penelitian yang sama. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN MELALUIOUTDOOR–INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BEKERJA ILMIAH PADA MATERI MOMEN GAYA, FLUIDA, DAN KESEIMBANGAN STATIS DI IKIP PGRI PONTIANAK Lukman Hakim; Suparmi Suparmi; Mohammad Masykuri
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.311 KB) | DOI: 10.31932/ve.v9i1.36

Abstract

Empat pilar pendidikan dalam pembelajaran fisika yang tercantum dalam kurikulum 2006 perlu diperhatikan, namun dalam kurikulum tersebut tidak dijelaskan bagaimana penjabarannya. Keterbatasan sarana laboratorium juga menjadi kendala dalam mendukung pembelajaran Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran (LKM, SAP dan Buku Dosen) dan untuk mengetahui profil pembiasaan bekerja ilmiah dengan perangkat  pembelajaran fisika yang berbasis empat pilar pendidikan melalui kegiatan luar ruangan (outdoor-inquiry). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan perangkat pengembangan pengajaran Dick & Carey. Perangkat pembelajaran ini dikembangkan melalui uji coba bertingkat pada perangkat pembelajaran serta mengevaluasinya. Evaluasi dilakukan pada masing-masing pilar, pilar learning to do diungkap melalui pensekoran pada isian LKM, pilar learning to know dilihat dari hasil tes pemahaman konsep, pilar learning to live together diungkap melalui pengamatan selama kegiatan dan pilar learning to be diungkap melalui peningkatan ketiga pilar lainnya selama pelaksanaan tiga LKM. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran dapat dilakukan melalui uji coba bertingkat secara individu, kelompok kecildan kelompok besar. Profil ketrampilan proses sains mahasiswa (learning to do) meningkat pada pelaksanaan LKM 01, LKM 02 dan LKM 03 dengan gain 0,29 dan 0,38. Pemahaman konsep mahasiswa (learning to know) meningkat pada pelaksanaan LKM 01, LKM 02 dengan gain 0,10 tetapi menurun pada pelaksanaan LKM 03 dengan gain- 0,09. Kemampuan bekerja kelompok mahasiswa (learning to live together) meningkat dengan gain 0,14 dan 0,50. Pembiasaan bekerja ilmiah (learning to be) meningkat dengan gain 0,18 dan 0,23. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengembangan perangkat dapat dilakukan   melalui   uji   coba   bertingkat   dan   hasil   penerapan   perangkat   dapat menunjukan kecenderungan  pembiasaan bekerja ilmiah pada  diri mahasiswa  mulai tumbuh. Respon sikap mahasiswa terhadap perangkat pembelajaran secara umum baik dan sangat baik. Kata Kunci: Empat pilar pendidikan, Outdoor – Inquiry, kebiasaan bekerja ilmiah
Mengukur Kemampuan Pembelajaran Melalui Penggunaan Media Video Animasi Budi Tri Cahyono; Suparmi Suparmi; Relly Prihatin; Fatma Sukmawati; Eka Budhi Santosa
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5008

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan secara manual akan membentuk pemahaman secara abstrak, dimana persepsi penjelasan menurut pemahaman secara pribadi. Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi digital mutlak diperlukan untuk meningkatkan pemahaman pembelajaran secara visual dan akan menghasilkan pemahaman yang sama dan dapat dilakukan penjelasan berulang. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan melakukan uji coba produk, pengembangan produk dan implementasi produk. Penelitian ini diawali dari model pembelajaran dilakukan secara manual, kemudian ditambahkan penggunaan teknologi digital dengan memanfaatkan media audio visual dalam menyampaikan pembelajaran. Tantangan utama adalah mengupgrade kemampuan digital untuk menguasai infrastruktur teknologi digital dan menyampaikan secara benar. Siklus yang dilakukan sebanyak 2 tahap dengan mengoptimalkan pendidik yang berada di Kelompok Kerja Guru Gugus Laweyan sebagai responden. Tahap I pendidik masih kurang percaya diri dalam melakukan: 1. analisis media pembelajaran yang digunakan, 2. membuat desain media pembelajaran yang digunakan, 3. membuat media pembelajaran berbentuk audio visual animasi. 4. melaksanakan menyampaikan materi media pembelajaran, 5. melaksanakan evaluasi dari hasil pembelajaran. Hasil yang diperoleh yaitu 98% pendidik merespon model pembelajaran media audio visual animasi dengan baik, sehingga pada tahap ke II responden melakukan hal yang sama, respon yang diperoleh, responden memberikan apresiasi dengan baik. 
PERAN GURU DALAM KEMANDIRIAN AKTIVITAS KESEHARIAN PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA Putri Rahmawati; Muthiara Nur Aisah; Rafa Azzahra Fathinah; Suparmi Suparmi
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v8i1.20539

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan untuk memastikan semua peserta didik, termasuk anak-anak tunagrahita harus mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi. Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari menjadi fokus utama bagi peserta didik tunagrahita untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peran guru dalam membantu peserta didik tunagrahita mencapai kemandirian terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif dengan studi literatur berdasarkan pencarian di Google Scholar menggunakan kata kunci “tunagrahita, kemandirian, guru” pada rentan waktu 2019 sampai 2024 diperoleh sekitar 3.080 hasil dan digunakan 33 literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengajarkan kemandirian aktivitas sehari-hari kepada peserta didik tunagrahita, seperti memakai baju, menyikat gigi, dan berinteraksi sosial. Melalui strategi pembelajaran yang terstruktur dan konsisten, guru dapat meningkatkan kemampuan peserta didik tunagrahita dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Guru juga berperan sebagai pembimbing dan motivator, membantu peserta didik mengembangkan keterampilan praktis yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN GAYA BELAJAR TERHADAP LITERASI DIGITAL MAHASISWA Putri Rahmawati; Nurul Desy Saputri; Muthiara Nur Aisah; Suparmi Suparmi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.16954

Abstract

Entering the era of big data, changes are happening in all fields, including education. In this era, changes related to digital advancement continue to experience dynamics. Students are expected to be able to master digital literacy. Digital literacy includes the ability to process information. This study aims to determine the influence between emotional intelligence, learning styles, and digital literacy skills of students of the Educational Technology study program. Variables of emotional intelligence and learning style act as independent variables, as well as digital literacy as dependent variables. The subjects of this study were 106 respondents from S1 Educational Technology UNS students. Data collection was carried out by questionnaire method through Google Forms. Data processing uses the SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) program. All instruments in this study are reliable. Based on data analysis, the results of the study show that emotional intelligence and learning style have an effect on digital literacy. This means that the variable of emotional intelligence has an effect on the digital literacy variable by 36%, while the learning style variable has an influence on digital literacy by 22.7%, and the rest is influenced by other variables outside the variables in this study.
- Implementation of Project Based Learning Model in Vocational High School: A systematic Literature Review Suparmi Suparmi; Fatma Sukmawati; Budi Tri Cahyono; Eka Budhi Santoso; Relly Prihatin; Ratna Juwita
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8847

Abstract

This research aims to provide a comprehensive overview of the implementation of project-based learning in Vocational High Schools (VHS). The PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) was used as the method. The research results show that first, PjBL in Indonesia vocational high schools and abroad has an impact on student interest and motivation also students' learning outcomes in various aspects; second, the flexibility of the model consists of time in the classroom and time outside the classroom; third, teacher’s main roles are design the instruction, media selected, and facilitate students in learning with measuring the extent of students' understanding; fourth, model, media, and strategies, there are various activities can be integrated into Project Based Learning; Fifth, Model can be applied in various vocational fields. Benefits, challenges, and recommendations for further research are also provided.
Unpacking the Layers: A Comparative Insight into Differentiated Instruction Strategies for Deeper Learning Across Educational Contexts Ratna Juwita; Fatma Sukmawati; Eka Budhi Santosa; Budi Tri Cahyono; Relly Prihatin; Suparmi Suparmi; Jovita Ridhani; Sari Trisnaningsih
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.510

Abstract

Indonesian teachers, especially in Central Java, encountered challenges in crafting differentiated activities to create deeper learning form students. They include being able to determine students’ prior knowledge and readiness, along with what works best for how learners like to learn (themselves using delivery and assessment methods) in related to individual learners. The research was conducted to explore kindergarten, elementary and secondary school teachers (n = 112) practices about implementation of differentiated instruction for deeper learning in public and private schools n= 35 using descriptive qualitative method. The data collection technique was carried out with Self-Reported Essays, Video-Taped DI Practices and Interviews at the Teacher Appreciation event in Indonesia. The findings revealed that the most frequently used in all levels are giving explanation, providing additional support, and set goals. Furthermore, important variations in the selection of materials, goal introduction, prior knowledge activation, adapted instruction, grouping, adapted materials and varied assessment were also found across levels. This article suggests that teacher professional development be focused on strengthening differentiated teaching practices through classroom supervision programs and practical workshops. Areas of development that need to be carried out include understanding the concept of DI, the application of techniques such as flexible grouping and formative assessment, the design of differentiated lesson plans, and the use of adaptive learning media and supporting technologies.
Effect of Animated Video Media Therapy on Enhancing University Students’ Learning Motivation Mah’ruf Todi Prihantoro; Zarir Abiyuda Pratama; Suparmi Suparmi
International Journal of Counseling and Psychotherapy Vol. 2 No. 3 (2025): International Journal of Counseling and Psychotherapy, 2(3), 2025
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijcp.v2i3.386

Abstract

Background: The use of animated media in education has gained popularity due to its potential to engage university students and simplify complex concepts. However, its impact on learning motivation remains underexplored, particularly in higher education contexts. Objective: This study aims to examine the effect of animated media on student learning motivation, specifically investigating how its use influences motivation in an academic setting. Method: The research involved 79 university students from the Educational Technology program at Universitas Sebelas Maret, selected through random sampling. Two variables were tested: the use of animated media (independent variable) and learning motivation (dependent variable). A questionnaire was used as the research instrument, and its validity, reliability, and normality were tested. Results: The analysis revealed that all instrument items were valid (r calculated > r table) and reliable (Cronbach’s alpha > 0.6), with the data showing a normal distribution (p = 0.194 > 0.05). Regression analysis revealed that animated media had a significant influence on learning motivation, accounting for 78.2% of the variation (R-squared = 0.782). The F-value of 120.960 and significance of 0.000 (< 0.05) confirmed the reliability of the model. Conclusion: Animated media significantly enhances learning motivation, particularly in explaining abstract concepts. However, challenges related to animation creation skills and access to technology need to be addressed. Contribution: This study offers educators valuable insights on how to incorporate animated media to enhance learning motivation effectively.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESADARAN HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA GENERASI Z DI LINGKUNGAN KAMPUS Annora Rama Evaretta; Teguh Sutriono; Suparmi Suparmi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8176

Abstract

This literature study examines the complex impact of social media use on Generation Z students' awareness of their rights and obligations on campus. As a generation that grew up with technology, Gen Z students use digital platforms intensively to express themselves, access information, and participate in social issues. Positively, social media functions effectively as an informal educational tool, with educational content on platforms like Instagram significantly enhancing students' understanding of academic rights and freedom of expression. Furthermore, social media encourages active student participation in campus activities and the courage to criticize policies. However, the findings also highlight significant challenges posed by social media use. High levels of entertainment can lead to a shift in social values, particularly toward a consumerist lifestyle, and reduce focus on academic responsibility. Social media becomes a space for the spread of hoaxes and polarization, with students often sharing information without verification, which negatively correlates with critical behavior and can decrease empathy and tolerance. The risk of slacktivism—symbolic engagement in the digital realm without concrete action—was also identified.