Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Kreatif (Creative Problem-Solving) pada Pelajar Sachiko Aqila Naila Ismail; Klarista Klarista Annora Kusumawardani; Suparmi Suparmi
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i2.263

Abstract

Creative problem-solving skills and self-efficacy are crucial competencies that students in the current century must possess to face global challenges and the ever- increasing complexity of information. Self-efficacy, defined as an individual's belief in their ability to complete tasks or achieve goals, is expected to have a strong correlation with optimizing creative thinking skills in finding solutions to problems. Based on this urgency, this correlational quantitative study was conducted with the main objective of empirically testing and analyzing the relationship and influence between self-efficacy variables and creative problem-solving abilities in students. The data collection methods used involved distributing questionnaires to measure self-efficacy based on the dimensions of level, strength, and generality, as well as tests to measure creative problem-solving ability based on the indicators of fluency, flexibility, originality, and elaboration. All instruments were distributed thru the online platform Google Forms. The results of the regression analysis indicate a positive and significant influence of self- efficacy on creative problem-solving ability. This indicates that the stronger the self- efficacy students possess, the higher their creative problem-solving abilities. However, the contribution of self-efficacy to creative problem-solving ability is relatively small, with most of the remaining variation influenced by factors other than self-efficacy.
Pengaruh Manajemen Waktu dan Pendampingan Akademik Terhadap Prestasi Akademik Salwa Agustin; Chotimatus Syifa; Suparmi Suparmi
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i2.264

Abstract

Academic achievement is one of the main indicators of the success of the educational process and is influenced by students' ability to manage their learning process. This study aims to analyze the effect of study time management and academic mentoring on student academic achievement. The study used a quantitative approach with a descriptive-associative design. A total of 100 students in Surakarta were selected as respondents through a total sampling technique and completed a questionnaire compiled based on theoretical indicators of each variable. All research instruments have undergone validity and reliability tests, which were declared suitable for use because they have high internal consistency. Data analysis was conducted using multiple linear regression through the SPSS program. The results showed that partially study time management has a positive and significant effect on student academic achievement, while academic mentoring did not have a significant effect. Nevertheless, both variables simultaneously had a significant influence, contributing 69.6% to academic achievement. This finding indicates that students' ability to plan, organize, and control study time is a dominant factor in determining academic success. On the other hand, academic mentoring still requires quality improvement to contribute more effectively to student learning outcomes. This study implies that strategies to strengthen time management and optimize academic mentoring are important for improving overall academic achievement.
Hubungan Layanan Bimbingan dan Konseling dengan Motivasi Belajar Siswa yang Mengalami Kesulitan Belajar di SMK Mitsla Nida Az Zhahiroh; Bunga Ibatiyani; Suparmi Suparmi
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i2.266

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mencapai perkembangan akademik maupun pribadi, sehingga keberadaan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah menjadi salah satu penunjang utama dalam mengatasi hambatan belajar dan meningkatkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara layanan BK dan motivasi belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar di salah satu SMK di Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, melibatkan 115 siswa dari kelas XI Akuntansi 1 dan 2 serta kelas XI Farmasi 1 dan 2. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel, serta data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200. Analisis korelasi menemukan hubungan positif dan signifikan antara layanan BK dan motivasi belajar dengan nilai r = 0,541 dan p = 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin optimal layanan BK diberikan, semakin tinggi motivasi belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa layanan BK memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa dan perlu diperkuat melalui dukungan sekolah serta kolaborasi antarpihak terkait.
Integrasi Teori Maslow dan Teknologi Pendidikan: Studi Literatur tentang Peningkatan Motivasi Siswa di Era Digital Mufidah Nur Faiza; Nabila Vega Rahmawati; Suparmi Suparmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40865

Abstract

Transformasi digital di dunia pendidikan sering kali terfokus pada efisiensi teknis dan mengabaikan aspek humanis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi pendidikan melalui pandangan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow untuk meningkatkan motivasi dan kinerja akademik. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) pada literatur ilmiah, studi ini menggambarkan karakteristik teknologi modern terhadap lima tingkatan kebutuhan dasar manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi yang dirancang dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dapat memenuhi berbagai kebutuhan siswa: kebutuhan fisik melalui akses yang fleksibel, rasa aman dengan adanya struktur platform yang jelas, kebutuhan sosial melalui kolaborasi, serta peningkatan rasa percaya diri melalui umpan balik yang disesuaikan. Pada akhirnya, otonomi dalam pembelajaran yang berbasis kecerdasan buatan (AI) mendukung pencapaian diri siswa. Kesesuaian antara desain digital dan kebutuhan psikologis terbukti mampu mengubah motivasi dari ekstrinsik menjadi intrinsik. Namun, masalah seperti dehumanisasi akibat algoritma dan kesenjangan digital tetap menjadi tantangan sistematik yang perlu diatasi. Penelitian ini menekankan pentingnya perubahan fokus dalam pendidikan digital ke arah metode yang lebih empatik. Teknologi seharusnya berfungsi sebagai sarana yang mendukung kesejahteraan emosional siswa untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam era digital.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KETAHANAN NASIONAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DISINFORMASI GLOBAL PADA PANDEMI COVID-19 Olfat Chesta Adabi; Daffa Putra Asnanda; Suparmi Suparmi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi tantangan disinformasi global pada masa pandemi COVID-19. Literasi digital menjadi faktor penting dalam memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap arus informasi yang salah dan manipulatif, terutama di era digital yang sangat terbuka. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 20 artikel ilmiah yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran signifikan dalam menjaga stabilitas sosial, [ideologis, dan politik bangsa. Masyarakat dengan tingkat literasi digital tinggi menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dalam memverifikasi informasi dan menolak narasi hoaks. Sebaliknya, rendahnya literasi digital terbukti memperbesar dampak disinformasi terhadap kepercayaan publik dan kohesi sosial. Dengan demikian, peningkatan literasi digital perlu dijadikan prioritas nasional yang terintegrasi dalam sistem pendidikan dan kebijakan publik guna memperkuat ketahanan nasional di era globalisasi informasi.
Pengaruh Terpenuhinya Hak dan Kewajiban Mahasiswa terhadap Terciptanya Civic Equality dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Maulida Faza; Yusuf Yusuf; Suparmi Suparmi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8033

Abstract

This article examines the impact of fulfilling students' rights and responsibilities on citizenship equality in Civic Education using a qualitative approach. The study emphasizes the importance of balancing rights, such as access to fair education, and responsibilities, such as academic discipline, to create an inclusive academic atmosphere. Civic Education plays a role in instilling principles of nationality, democracy, and human rights, supporting equality in citizenship, particularly for marginalized groups. Students who understand the value of equality through Civic Education are predicted to become critical and responsible citizens, contributing to social justice and democracy.
BONUS DEMOGRAFI 2030: KESIAPAN GENERASI MUDA MEMAHAMI HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA Anaya Syifa Wibowo; Faizal Dani Setiawan; Suparmi Suparmi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8098

Abstract

This study analyzes the level of understanding among Indonesian youth regarding their rights and obligations as citizens and its correlation with their preparedness to face the demographic dividend in 2030. The results of the literature review indicate that youth understanding remains suboptimal, influenced by conventional and non-interactive methods of Civics Education. Youth preparedness in leveraging the demographic dividend is affected by complex factors, including low human resource quality, high educated unemployment, stunting issues, and disparities in educational access and economic opportunities across regions. This research recommends comprehensive strategies to optimize the demographic dividend, encompassing the reform of contextual civics education, enhancement of digital literacy and civic engagement, strengthening the link-and-match between education and industry, fostering a youth entrepreneurship ecosystem, and promoting multisectoral collaboration in integrated policies. The success of these strategies is crucial for transforming the demographic dividend into an opportunity for national advancement towards a Golden Indonesia 2045, rather than allowing it to become a social and economic burden.
Model Mediasi Kecerdasan Emosional dalam Hubungan antara Dukungan Akademik Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Vokasi Lulut Wulan Jati; Suparmi Suparmi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya pengangguran lulusan SMK Indonesia mengindikasikan kesenjangan kompetensi yang diperparah oleh rendahnya motivasi belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran umum. Penelitian terdahulu belum mengeksplorasi secara integratif mekanisme psikologis internal yang menjembatani dukungan eksternal dengan motivasi belajar dalam konteks vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan akademik terhadap motivasi belajar dengan kecerdasan emosional sebagai variabel intervening. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis jalur dengan prosedur bootstrapping pada 544 siswa vokasi. Hasil menunjukkan dukungan akademik berpengaruh positif signifikan terhadap kecerdasan emosional, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi belajar. Kecerdasan emosional terbukti sebagai mediator sempurna, mengonfirmasi bahwa dukungan akademik hanya efektif meningkatkan motivasi melalui perbaikan kondisi afektif siswa. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi bantuan akademik dengan pengembangan kompetensi sosial-emosional untuk mengoptimalkan kesiapan kerja lulusan vokasi.