Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Ambarura, Seri; Bandhaso, Mira La’bi; Rasinan, Djusniati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja sebagai lembaga pelayanan keagamaan yang memiliki karakteristik organisasi berbasis nilai spiritual dan administratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, di mana populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh pegawai Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja yang berjumlah 38 orang, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan indikator motivasi dan kinerja pegawai, kemudian dianalisis menggunakan koefisien korelasi Product Moment, koefisien determinasi (r²), dan uji t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan positif dengan kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,516, yang berada pada kategori hubungan cukup kuat. Koefisien determinasi sebesar 0,266 mengindikasikan bahwa motivasi memberikan kontribusi sebesar 26,6% terhadap variasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung sebesar 3,612 lebih besar dari ttabel 2,028 dan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi, baik yang bersumber dari faktor intrinsik seperti tanggung jawab dan panggilan pelayanan, maupun faktor ekstrinsik seperti apresiasi kerja, berperan penting dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan motivasi kerja guna mendukung efektivitas dan keberlanjutan pelayanan organisasi gerejawi.
Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Awan di Kecamatan Awan Rante Karua To’alang, Lisya Anitha; Rasinan, Djusniati; Londong, Jerliyen Pramita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Puskesmas Awan di Kecamatan Awan Rante Karua, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana kepemimpinan diposisikan sebagai variabel independen dan kinerja pegawai sebagai variabel dependen. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai dan tenaga kesehatan Puskesmas Awan yang berjumlah 40 orang, dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh 35 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, koefisien determinasi (r²), dan uji t parsial untuk menguji signifikansi pengaruh variabel. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai korelasi antara kepemimpinan dan kinerja pegawai berada pada tingkat hubungan yang rendah, serta nilai koefisien determinasi menunjukkan kontribusi kepemimpinan terhadap kinerja pegawai relatif kecil. Uji t parsial menunjukkan bahwa hipotesis nol (H₀) diterima dan hipotesis alternatif (H₁) ditolak, yang berarti kepemimpinan tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Puskesmas Awan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai tidak hanya ditentukan oleh faktor kepemimpinan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi kerja, lingkungan kerja, sistem organisasi, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja pegawai di puskesmas memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak terbatas pada aspek kepemimpinan semata, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya manusia dan organisasi secara menyeluruh.
Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Makassar Rani, Reinhard Moses; Rasinan, Djusniati; Sambara, Kordiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Makassar. Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi farmasi menghadapi tuntutan operasional yang tinggi, sehingga kondisi tersebut dapat memengaruhi semangat kerja, persepsi terhadap lingkungan kerja, serta pencapaian kinerja karyawan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Variabel yang diteliti mencakup motivasi kerja (X₁), lingkungan kerja (X₂), dan kinerja karyawan (Y). Data dianalisis dengan regresi linear berganda serta pengujian validitas, reliabilitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, lingkungan kerja tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial. Namun secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,210 menggambarkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja secara bersama-sama mampu menjelaskan 21% variasi kinerja karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan perlunya perusahaan meningkatkan motivasi karyawan melalui sistem penghargaan, pengembangan kompetensi, dan dukungan manajerial, serta tetap mendorong perbaikan lingkungan kerja untuk mendukung produktivitas. Penelitian ini juga menjadi dasar bagi pengembangan riset lanjutan yang melibatkan variabel mediasi atau moderasi agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.