Masalah utama dalam perkerasan jalan adalah kerusakan dini yang disebabkan oleh beban lalu lintas tinggi dan kualitas material yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal AC-WC. Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan variasi kadar PET sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat aspal, menggunakan metode Marshall untuk pengujian parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PET memberikan dampak signifikan terhadap seluruh parameter Marshall. Campuran dengan penambahan 1% PET menunjukkan performa terbaik dengan nilai stabilitas sebesar 2.383,04 kg dan MQ tertinggi sebesar 742,52 kg/mm. Semua parameter berada dalam rentang spesifikasi Bina Marga, menunjukkan bahwa nilai tersebut merupakan kadar optimum untuk meningkatkan kinerja mekanis campuran. Penambahan lebih dari 1% cenderung menurunkan stabilitas dan meningkatkan nilai flow secara berlebihan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan limbah PET sebesar 1% dapat menjadi alternatif bahan tambah yang efektif dalam perkerasan jalan aspal. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terhadap durabilitas dan performa jangka panjang dari campuran ini di lapangan.