Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Karakteristik Marshal pada Campuran Aspal AC-WC dengan Penambahan Limbah Botol Plastik Hani, Sheila; Rini, Rini; Lubis, Muhammad Yusuf Parlagutan; Giawa, Herman
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1155

Abstract

Masalah utama dalam perkerasan jalan adalah kerusakan dini yang disebabkan oleh beban lalu lintas tinggi dan kualitas material yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah botol plastik Polyethylene Terephthalate (PET) terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal AC-WC. Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan variasi kadar PET sebesar 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat aspal, menggunakan metode Marshall untuk pengujian parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PET memberikan dampak signifikan terhadap seluruh parameter Marshall. Campuran dengan penambahan 1% PET menunjukkan performa terbaik dengan nilai stabilitas sebesar 2.383,04 kg dan MQ tertinggi sebesar 742,52 kg/mm. Semua parameter berada dalam rentang spesifikasi Bina Marga, menunjukkan bahwa nilai tersebut merupakan kadar optimum untuk meningkatkan kinerja mekanis campuran. Penambahan lebih dari 1% cenderung menurunkan stabilitas dan meningkatkan nilai flow secara berlebihan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan limbah PET sebesar 1% dapat menjadi alternatif bahan tambah yang efektif dalam perkerasan jalan aspal. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan terhadap durabilitas dan performa jangka panjang dari campuran ini di lapangan.
Penataan Pedestrian Berbasis Green Transportation di Politeknik Negeri Medan Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp361-370

Abstract

In the UI Greenmetric assessment, transportation is one of the six categories that are required for a green campus, and one of the indicators is the pedestrian path on campus (TR8). In the transportation category, Medan State Polytechnic obtained a score of 725 or 40.3% of the total maximum value of the transportation category. The nonoptimal score obtained is due to the pedestrian path on campus indicator (TR8) obtaining one point with the availability of pedestrian. The addition of scores is made by pedestrian paths connected to all buildings designed for safety and convenience and in some parts provided with disabled-friendly features. It’s very important to have a pedestrian arrangement, to make Medan State Polytechnic become an environmentally friendly campus, which is the purpose of this research. The arrangement is making a pedestrian path layout that connects to the entire area of the Medan State Polytechnic Building and calculating the minimum width requirements of the pedestrian path, then making a pedestrian path layout. Pedestrian flow surveys were conducted on 5 pedestrians and 2 hallways that were considered representative of the pedestrian paths that available at Medan State Polytechnic. The results of calculations and adjusted by the provisions of the Ministry of Public Works and Public Housing 2023 on Pedestrian Technical Planning, the pedestrian path width requirement is 185 cm.
PENGARUH CAMPURAN SERAT PISANG TERHADAP BETON Hani, Sheila; ., Rini
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10043

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk pembangunan struktur bangunan, jembatan dan lain-lain. Beton terdiri dari campuran agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), air, dan semen. Selain bahan tersebut, beton biasanya juga dicampur dengan bahan tambahan. Dalam penelitian ini digunakan serat batang pisang batu sebagai bahan tambahan dalam campuran beton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi campuran serat batang pisang dalam beton, serta mengetahui perilaku keretakan beton saat dilakukan pengujian setelah adanya tambahan serat batang pisang pada campuran beton.Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variasi serat batang pohon pisang, yaitu 0% (beton normal); 2,5% dan 5%. Serat pisang dari batang pohon dikeringkan dan dipotong dengan panjang 5 cm dan ketebalan 3 mm. Dalam pengujian ini digunakan dua model benda uji, yaitu benda uji silinder berukuran 15x30 cm dan model pelat berukuran 100x100x10 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton yang dilakukan setelah beton mencapai umur 14 dan 28 hari dan pengujian susut yang dapat dilihat secara visual. Dari hasil pengujian secara visual dapat dilihat bahwa benda uji 3 yaitu beton dengan kandungan pisang 5% memiliki retak yang sangat halus dibandingkan dengan benda uji 2 (2,5%) dan dan benda uji 1 (0%). Untuk pengujian kuat tekan, benda uji 3 memberikan nilai 105 Mpa, benda uji 2 164 Mpa dan Benda uji 1 320 Mpa. Hasil kuat tekan berbanding terbalik dengan kemampuan menahan retak. Maka dapat disimpulkan bahwa penambahan serat pisang mengurangi kuat tekan beton namun menambah kemampuan beton menahan keretakan yang terjadi. Kata Kunci : Beton, Kuat Tekan, Serat Pisang   ABSTRACT Concrete was one of material which often used in building construction, bridge and others. Concrete was a combination of sand, coarse, water and cement. Beside those material, concrete also mixed with additive. In this research, banana trunk fiber were added as a additive mixture. This study was aimed to get the composition of banana trunk fiber mix, and also to know the crack behavior during compression test and shrunk.Experimental method were used with variated banana trunk fiber divided into three percentage, 0%; 2,5% and 5%. Banana trunk fiber made from skin of banana trunk tree which dried and cut into 5 cm length and 3 mm thickness. In this experiment, two mold concrete models were used. They were silinder mold with size15x30 cm and plate size 100x100x10 cm. the compressive test were held after they reach 14 and 28 days and after that day, we could see the shrunk visually. As visual, we could see that sample 3 with 5% banana trunk fiber had finer crack than sample 2 with 2,5% banana trunk fiber, and sample 2 had finer crack than sample 1 without addictive. The result of compressive strength for sample 3 was 105 Mpa, for sample 2 was 164 Mpa and for sample 1 was 320 Mpa. Compressive strength result was inversely to crack resistance. It concluded that the addition of banana trunk fiber could reduce compressive strength, but could raise the concrete ability in crack resistance Keywords: Concrete, Compressive Strength, Banana Trunk Fiber
KAJIAN STRUKTUR ISTANA MAIMUN DALAM MERESPON GAYA GEMPA Nursyamsi, Nusyamsi; Tarigan, Johannes; Harahap, Muthia; Winata, Hari Adjie; Hani, Sheila
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i1 JUN.36064

Abstract

Kawasan Sumatera Utara terdapat dua lempeng aktif (Eurasia) dan beberapa gunung berapi yang aktif, dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat merusak struktur rumah tinggal. Tingginya aktivitas vulkanik gunung Sinabung beberapa tahun terakhir hingga menimbulkan gempa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara memiliki Istana Maimun, sebuah bangunan bersejarah yang didesain tahan terhadap gempa, sebelum adanya aturan dan standarisasi bangunan tahan gempa ada. Penelitian ini dilakukan di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Struktur dimodelkan menjadi frame dan model 3D. Dilakukan analisis ketidakberaturan struktur dan respon spektra dengan SAP 2000. Istana Maimun teratur secara horizontal tetapi tidak beraturan secara vertikal yaitu ketidakberaturan massa, geometri vertikal, diskontinuitas arah penahan gaya horizontal. Dari hasil analisis SAP 2000, diperoleh reaksi struktur dan batasan yaitu periode struktur 0,335 detik (< 0,4676 detik), gaya geser dasar 1455,476 kN (> 80% Vstatis = 1324,7 kN), , simpangan maksimum sebesar 7,301 mm (< 150 mm). Berdasarkan parameter tersebut, disimpulkan Istana Maimun aman terhadap gempa. Kata Kunci: Gaya Geser Dasar, Ketidakteraturan, Periode Struktur, Reaksi Struktur, Simpangan ABSTRACT In North Sumatra, there are two active plates (Eurasia) and several active volcanoes, which have the potential to cause earthquakes that can damage residential structures. The high volcanic activity of Mount Sinabung in recent years to cause an earthquake has greatly affected the lives of the people of North Sumatra. The people of North Sumatra have the Maimun Palace, a historic building designed to withstand earthquakes, before the rules and standards for earthquake-resistant buildings existed. This research was conducted on Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun District, Medan City. Structures are modeled into frames and 3D model. An analysis of structural irregularities and response spectra with SAP 2000 was performed. Maimun Palace is horizontally regular but vertically irregular, namely mass irregularity, vertical geometry, direction discontinuity in resisting horizontal forces. From the results of the SAP 2000 analysis, the structural reaction and boundary obtained are structure period 0.335 seconds (< 0.4676 seconds), basic shear force 1455,476 kN (> 80% Vstatic = 1324.7 kN), maximum deviation of 7.301 mm ( < 150 mm). Based on these parameters, it is concluded that Maimun Palace is safe against earthquakes.Keywords: Basic shear force, irregularity, structural periode, structural reaction, deviation
Penataan Pedestrian Berbasis Green Transportation di Politeknik Negeri Medan Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the UI Greenmetric assessment, transportation is one of the six categories that are required for a green campus, and one of the indicators is the pedestrian path on campus (TR8). In the transportation category, Medan State Polytechnic obtained a score of 725 or 40.3% of the total maximum value of the transportation category. The nonoptimal score obtained is due to the pedestrian path on campus indicator (TR8) obtaining one point with the availability of pedestrian. The addition of scores is made by pedestrian paths connected to all buildings designed for safety and convenience and in some parts provided with disabled-friendly features. It’s very important to have a pedestrian arrangement, to make Medan State Polytechnic become an environmentally friendly campus, which is the purpose of this research. The arrangement is making a pedestrian path layout that connects to the entire area of the Medan State Polytechnic Building and calculating the minimum width requirements of the pedestrian path, then making a pedestrian path layout. Pedestrian flow surveys were conducted on 5 pedestrians and 2 hallways that were considered representative of the pedestrian paths that available at Medan State Polytechnic. The results of calculations and adjusted by the provisions of the Ministry of Public Works and Public Housing 2023 on Pedestrian Technical Planning, the pedestrian path width requirement is 185 cm.