Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Proses Pembuatan Topeng Panca Di Sanggar Seni Citra Kara Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar: Proses Pembuatan Topeng Panca Di Sanggar Seni Citra Kara Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Cahayana Putra, I Gede; Suardina, I Nyoman; Jana, I Made
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.2912

Abstract

Topeng Panca sebagai hasil dalam budaya Bali, berkaitan dengan upacara keagamaan, yang luarannya menyatu ke seni pertunjukan. Namun, dalam topik ini penulis lebih mempelajari proses pembuatan Topeng (Tapel) yang digunakan dalam pergelaran Topeng Panca. Untuk itu penulis menggunakan metode observasi, yaitu mengamati karakteristik dan bentuk Topeng Panca, dan wawancara kepada tokoh ahli dan budayawan, mengenai asal – usul tari Topeng Panca, dan juga dilakukan metode pengumpulan data melalui kepustakaan. Setelah data terkumpul dilakukan reduksi dan di analisis data, baik penggunaan bahan, teknik/proses pembuatan dan proses pewarnaan Tapel/Topeng Panca. Proses pembuatan Tapel/Topeng Panca, mengambil tempat, yaitu di Sanggar Seni Citra Kara, Br.Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar di rumah/studio Sang Guru Bapak I Made Muji. Proses penciptaan berlangsung selama lima bulan, menghasilkan sejumlah Topeng Panca, yaitu Topeng Keras, Topeng Tua, Topeng Arsa Wijaya, Topeng Penasar Wijil dan Topeng Sidakarya. Fungsi Topeng Panca ini, dapat digunakan untuk kepentingan upacara agama, kebutuhan masyarakat baik sebagai benda pajangan, maupun dijadikan benda cendramata.
Patra Punggel dalam Telaah Konsep Penciptaan Seni Visual Suardina, Nyoman; Suardana, I Wayan; Laba, I Nyoman
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1907

Abstract

Patra Punggel adalah ragam hias Bali yang menyimpan pengetahuan penting untuk digali proses kemunculannya. Asumsi ini menjadi dasar ketertarikan untuk meneliti Patra Punggel, dengan Permasalahan, “Apa dasar konsep kriyawan masa lalu dalam menciptakan Patra Punggel yang unik bagi masyarakat Bali?” Tujuan penelitian ini untuk mencari gejala intertekstualitas sebagai sebuah simulasi konsep penciptaan seni, yang dapat dirujuk sebagai konsep penciptaan seni visual masa kini. Deskripsi setiap objek yang teridentifikasi merupakan metode yang digunakan untuk mengungkap proses terbentuknya Patra Punggel. Intertekstualitas digunakan sebagai pendekatan, sehingga setiap teks yang terbaca dari materi pembentuk hingga menjadi bentuk baru dan memiliki makna baru, menjadi temuan konsep dalam penelitian ini. Sampel objek penelitian ditentukan secara purposive, dengan menetapkan ciri yang diketahui sebelumnya terkait dengan bentuk Patra Punggel. Fokus kajian ini adalah proses stilirisasi dari bentuk materi awal, sampai menjadi motif Patra Punggel yang utuh. Penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk dijadikan rujukan dalam membuat konsep penciptaan seni selanjutnya.Kata Kunci: Patra Punggel, Intertekstualitas, Konsep Penciptaan Seni Visual
PENERAPAN AUDIO DESCRIPTION PADA KARYA DOKUMENTER PENDEK SEJAUH MATA MEMANDANG Sukron Madani Dwi Prasetyo; I Nyoman Payuyasa; I Nyoman Suardina
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2934

Abstract

Produksi karya film dokumenter pendek “Sejauh Mata Memandang” diciptakan dengan tujuan untuk dapat memotivasi disabilitas terutama tuna netra dan teman tuli untuk dapat memberi ruang dan akses agar dapat menikmati film secara umum. Produksi ini juga akan dilengkapi dengan audio description sebagai fitur yang membantu disabilitas agar dapat menikmati film beserta isi pesan yang ada di dalamnya. Produksi karya ini berdasarkan hasil riset dan isu diskriminasi disabilitas di Bali. Tuna netra dalam kesetaraan dan kepemilikan hak untuk dapat hidup berdampingan dengan masyarakat umum. Tuna netra memiliki hak untuk saling mencintai antar sesama tanpa adanya diskriminasi. Riset dilakukan dengan pendekatan observasional pada disabilitas tuna netra. Metode yang digunakan berupa kuantitatif dan kualitatif dengan blended learning sehingga mampu menciptakan optional isu yang dapat dipakai untuk penciptaan karya film dokumenter. Hasil riset yang dilakukan menunjukkan bahwa tuna netra kurang mendapatkan akses untuk kenyamanan menonton film. Disabilitas perlu bantuan dari pihak lain atau menggunakan audio description dalam menikmati karya film. Karya ini diupayakan dapat memberi dampak secara luas bagi tuna netra dan teman tuli serta mampu memberi kesadaran pada setiap filmmaker untuk mulai memperhitungkan fasilitas fitur audio description pada setiap karya film yang diciptakan