Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KORELASI KEPRIBADIAN DENGAN ALTRUISME PERAWAT RUMAH SAKIT DI MALANG Ike Prafita Sari; Ika Suhartanti; Fitria Wahyu Ariyanti; Fitri Yuliati
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO) Vol 15 No 1 (2023): Hospital Majapahit
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v15i1.850

Abstract

Altruism owned by nurses could increase patient motivation to recover soon. On the other hand, the nurses with a low altruism level could bring bad impression for patient, so the patient motivation to recover was decreased. One of factors that could affect altruism was personality. Personality was a whole way of individual communicates with other individuals. One of personality theories that was often used was big five personality. The aim of this research was to analyze the relation between big five personality and altruism of hospital nurses in Malang. This research used cross sectional design and simple random sampling technique. The total samples in this research were about 80 nurses. Moreover, this research was conducted in February, 2022. The research result referred that the category of positive behavior in nurse altruism variable has value of 53,75%, while the category of positive behavior in big five personality variable has value of 71,25%. Based on the Rank Spearman’s statistic test calculation, it showed value of α = 0,005, with correlation coefficient of 0,314. Therefore, it could refer a relation between big five personality and nurse altruism, or H1 was approved. This result was in line with various factors that could affect altruism such as presence of other individuals, environmental condition, time pressure, personality factor, mood, distress, empathy, and help for the loved person. This research expected that the nurses always have personality development, so they could provide a comprehensive nursing care along with provision of actual science.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMK NASIONAL DAWAR BLANDONG MOJOKERTO Fatmawati, Atikah; Ariyanti, Fitria Wahyu; Prastya, Anndy; Suhartanti, Ika; Sari, Ike Prafita; Mawaddah, Nurul; Mujiadi, Mujiadi
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi Wina Edisi Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v3i1.428

Abstract

Merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pada saat sekarang ini, kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak dan remaja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok pada remaja di SMK Nasional Dawar Blandong Mojokerto. Participatory Learning and Action (PLA) diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini karena dapat menumbuhkan kesadaran dan keaktifan peserta dalam peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok pada remaja. Metode analisis data menggunakan nilai pre-test dan post-test. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 49 orang. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan remaja terhadap bahaya merokok. Sebelum pendidikan kesehatan, pengetahuan peserta hampir seluruhnya berada pada kategori cukup (77,6%), sedangkan setelah pendidikan kesehatan, pengetahuan peserta sebagian besar berada pada kategori baik (69,4%). Pemahaman tentang kesehatan, terutama bahaya merokok pada remaja penting untuk dilakukan secara berkesinambungan agar terus dapat diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengayaan Pengetahuan Dan Pembiasaan Perilaku Melalui Pendidikan Kesehatan Pada Remaja Di Mojokerto Rachmah, Siti; Fatmawati, Atikah; Mawaddah, Nurul; Suhartanti, Ika; Ariyanti, Fitria Wahyu; Prastya, Anndy; Sari, Ike Prafita; Mujiadi, Mujiadi; Puspitaningsih, Dwiharini; Kusuma, Yudha Laga Hadi
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | September 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i2.2609

Abstract

Adolescent health is a complex issue. In dealing with this problem, it is often found that teenagers will seek as much information as possible, especially in a time of speedy technological developments like today. The information sought starts from growth and development, health, relationships, fashion trends, etc. The ability to filter the truth from the information obtained needs to be paid attention to. This community service activity aims to enrich knowledge and familiarize teenagers with healthy behaviour in Mojokerto. The method used was health education conducted in 5 high schools/vocational schools in the Mojokerto area with non-communicable diseases, infectious diseases, risky sexual behaviour, stunting incidents, and bullying/bullying. Participants in this activity are students from class X - XII. The results obtained from this community service activity are the increasing knowledge of adolescents about adolescent health, which includes non-communicable diseases, infectious diseases, risky sexual behaviour, stunting incidents, and bullying/bullying. Before the health counselling, most participants had sufficient category knowledge (68,8%); after the health education, almost all participants had good category knowledge (86,7%). Understanding and educating teenagers about health through multisectoral and multidimensional collaboration is essential.
Skrining Dan Konseling Kesehatan Dalam Upaya Meningkatkan Manajemen Kesehatan Diri Dan Pencegahan Penyakit Degeneratif Pada Pekerja Pabrik Mawaddah, Nurul; Fatmawati, Atikah; Prastya, Anndy; Mujiadi, Mujiadi; Ariyanti, Fitria Wahyu; Suhartanti, Ika; Sari, Ike Prafita; Puspitaningsih, Dwiharini; Rachmah, Siti; Kusuma, Yudha Laga Hadi
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | May 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v2i1.3189

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan masalah kesehatan yang dapat dialami oleh pekerja pabrik dan dapat menyebabkan penurunan fungsi jaringan organ, sehingga dapat berdampak pada produktifitas kerja. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan skrining kesehatan dan memberikan konseling kesehatan sebagai upaya peningkatkan manajemen kesehatan diri dan pencegahan penyakit degeneratif pada pekerja pabrik. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan pekerja pabrik dalam pencegahan penyakit degeneratif. Tahapan kegiatan dimulai dari melakukan skrining berupa pengukuran berat badan dan lingkar perut, indeks massa tubuh, tekanan darah, asam urat dan gula darah, dan dilanjutkan memberikan konseling kesehatan sesuai hasil skrining dan assessment lanjutan. Hasil kegiatan ini mendapatkan respon positif dari pekerja serta dapat memberikan informasi kondisi kesehatan pekerja dan pengetahuan dalam pencegahan penyakit degeneratif. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini derajat kesehatan pekerja pabrik dapat meningkat dan tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat sejahtera, efektif, dan produktif.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Kesehatan Reproduksi di SDN Kembangbelor Pacet Mojokerto Fatmawati, Atikah; Sari, Ike Prafita
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | September 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v2i2.3680

Abstract

Pada masa remaja, salah satu fase tumbuh kembang yang cukup signifikan adalah adalah fase pubertas yang ditandai dengan adanya beberapa perubahan pada fisik. Permasalahan yang juga banyak timbul adalah minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi karena akses yang terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan anak usia sekolah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang kesehatan reproduksi. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sekolah Dasar Negeri Kembangbelor Pacet Mojokerto. Hasil kegiatan ini mendapatkan respons positif dari peserta sasaran. Hasil yang didapat yaitu sebelum diberikan pendidikan kesehatan, pengetahuan peserta berada pada kategori cukup sebanyak 57% dan setelah diberikan pendidikan kesehatan berada pada kategori baik sebanyak 49%.
DETEKSI DINI KELUHAN YANG LAZIM MUNCUL PADA LANSIA DI UPT PESANGGRAHAN PMKS MOJOPAHIT KABUPATEN MOJOKERTO Mujiadi; Siti Rachmah; Nurul Mawaddah; Ika Suhartanti; Atikah Fatmawati; Fitria Wahyu Ariyanti; Anndy Prastya; Ike Prafita Sari; Yudha Laga Hadi Kusuma; Dwi Harini Puspitaningsih
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 4 No 2 (2024): JULI
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v4i2.1022

Abstract

The decision to live at Pesanggrahan PMKS Mojopahit can come from the family or the wishes of the elderly themselves. Many elderly people experience physical and psychological complaints, some of which cannot be conveyed. Sometimes this complaint will cause depression. At this time, early detection of these complaints is needed. The method used for physical health examination is blood pressure measurement, a simple laboratory form random blood sugar levels and uric acid levels, mental health using a questionnairegeriatric depression scale. The target is all 48 elderly people at Pesanggrahan PMKS Mojopahit. The results show that the blood pressure of the elderly has a tendency to increase starting from grade 1 to grade 2 hypertension and isolated systolic hypertension as much as 29%. Uric acid levels show that the majority have uric acid levels within normal limits (56%), but 36% have uric acid levels that are high. high, blood glucose levels tend to lead to pre-diabetes mellitus as much as 21% and as many as 12% of elderly people have diabetes mellitus status. The results of mental health detection using GDS show that the majority of elderly people experience moderate depression. It is hoped that the management of the PMKS Mojopahit guesthouse will pay attention to these findings with the following steps; regular check-ups to maintain the health of the elderly, physical activity, leisurely walking and cardio exercise for the elderly, treatment of depression problems through group activity therapy and psychoreligious therapy.
Optimalisasi Posyandu Lansia Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Mojokerto Mujiadi; Kusuma, Yudha Laga Hadi; Sari, Ike Prafita; Rachmah, Siti
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i3.435

Abstract

Bertambahnya usia harapan hidup dalam suatu daerah mengindikasikan semakin meningkat kesehatan lansia. Disisi lain akan bertambah pula jumlah lansia sehingga dapat menimbulkan permasalahan baru pada lansia. Sebagai solusinya pemerintah desa membentuk posyandu lansia, akan tetapi pelaksanannya belum optimal. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan keterlibatan pemberdayaan masyarakat dalam program posyandu. Metode yang digunakan dengan memberikan pelatihan dan edukasi tentang posyandu kepada kader, serta pendampingan langsung dalam pelaksanaan posyandu sesuai dengan meja masing-masing. Pemerintah desa memberikan anggaran desa dan bekerja sama dengan pihak swasta sebagai donator tetap. Sasaran dalam kegiatan pengabmas ini adalah lansia dengan maslah kesehatan sesuai dengan skrining awal dan lansia dengan kesulitan transportasi dan pemerintah desa memberikan penjemputan dengan mobil dinas desa. Program posyandu yang sudah ditetapkan diatanranya pemeriksaan status kesehatan lansia, kegiatan aktifitas fisik (senam lansia), pemberian makanan tambahan (PMT) bagi lansia, kegiatan penyuluhan kesehatan bagi lansia. sebanyak 23 lansia (50%) mempunyai tekanan darah systole kategori normal, hampir setengahnya 22 lansia (48%) mempunyai kadar asam urat dalam batas normal, sebanyak 26 lansia (57%) dengan kadar kolesterol dalam batas tinggi, sebanyak 30 lansia (65%) mempunyai kadar gula darah kategori normal, sebanyak 25 lansia (54%) mempunyai IMTdalam kategori kurus. Pihak pemerintah desa melalui kader posyandu bekerja sama dengan mitra STIKES Majapahit dalam pengawasan terhadap lansia dengan masalah kesehatan tersebut serta melibatkan anggota keluarga dalam pengaturan pola makan dan pola aktivitas agar lansia tetap sehat dan mandiri dalam memelihara kesehatannya.
IN SILICO STUDY OF ETHYL P-METHOXYCINNAMATE (EPMS) AND GALANGIN COMPOUND AGAINTS NON-STRUCTURAL PROTEIN 3 (6W6Y) AND NON-STRUCTURAL PROTEIN 5 (6M2N) AS POTENTIAL ANTI-SARS CoV-2 DRUG Achmad Tri Sugiarto Kharisul Islam Fazri; Prof. Dr. Apt. Roihatul Mutiah, M.Kes; dr. Dewi Santosaningsih, MKes, SpMK, PhD; Ike Prafita Sari
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 11 No. 1 (2025): January
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2025.011.01.02

Abstract

Background: Coronavirus Disease 2019 or Covid-19 is an acute respiratory infection caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome-Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) which causes a pandemic in various parts of the world. Studies in silico of natural compounds reveal potential drug candidate. Objective: This research aims to predict the binding affinity of  Etil P-Metoksi Sinamat (EPMS) and Galangin to Non-Structural Protein 3 (NSP3) and Non-Structural Protein 5 (NSP5) receptors using insilico approach. Methods: This study using EPMS and Galangin against NSP3 and NSP5 of SARS CoV-2 while Remdesivir used as reference drug. Ligand interaction predicted using Molegro Virtual Docker 6.0. Physicochemical properties predicted using SwissADME. Prediction of ligand toxicity was evaluated using Protox II Online Tool and pkCSM online tool base on LD50 classification. Results: EPMS compound had the best affinity and had the most stable binding on NSP3 (Rerank score  -130.11 kcal/mol, H-Bond -10.10 kcal/mol, Moldock Score -140.56 kcal/mol) and NSP5 (Rerank score  -113.87 kcal/mol, H-Bond -10.19 kcal/mol, Moldock Score -117.29 kcal/mol). Galangin compounds have lower affinity for NSP3 (Rerank score  -107.02 kcal/mol, H-Bond -7.61 kcal/mol, Moldock Score -103.75 kcal/mol) and NSP5 (Rerank score -84.40 kcal/mol H-Bond -9.88 kcal/mol,Moldock Score -100.53 kcal/mol). The Docking of these two compounds were better when compared to Remdesivir in NSP3 (Rerank score  -83.55 kcal/mol, H-Bond -6.88 kcal/mol, Moldock Score -99.86 kcal/mol) and NSP5 (Rerank score  -83.55 kcal/mol, H-Bond -3.80 kcal/mol, Moldock Score -100.45 kcal/mol). Galangin and EPMS compounds to have better oral bioavailability than Remdesivir compounds. In the toxicity prediction test, the results showed that the EPMS compound was included in class 6 with an LD50 of 7900 mg/kg, Galangin compound was included in class 5 with an LD50 of 3919 mg/kg, Remdesivir compound was included in class 4 with an LD50 of 1190 mg/kg. Conclusion: EPMS reveal best affinity, bioavaibility and toxicity with NSP3 and NSP5.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEPATUHAN PETUGAS DALAM PENANDAAN LOKASI (SITE MARKING) OPERASI DI RSUD SUMBERGLAGAH Maya Safitri Rohmayani; Ike Prafita Sari; Siti Rachmah
HOSPITAL MAJAPAHIT : JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO Vol 17 No 1 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i1.1094

Abstract

Until now, High workload causes nurses to be disobedient in carrying out procedures, one of which is: site marking. Currently in hospitals the marking of surgical sites still receives very little attention and is considered a random event that rarely occurs. This research aims to determine the relationship between workload and officer compliance in marking locations (site marking) operation at Sumberglagah Regional Hospital. This research uses observational analytical research methods with research design cross sectional. The total sample was 44 respondents. The research was conducted in July - August 2024. The research results showed that almost half of them had a moderate workload with a low compliance level of 18 respondents (40.9%). Based on statistical test results Spearman Rank obtained p value = 0.001 < α = 0.05 with correlation coefisient (-0.766) thus indicating a strong relationship between workload and officer compliance in marking locations (site making) operation but shows the opposite direction of correlation. The negative direction of the correlation indicates that the heavier the workload, the more disobedient officers are in marking locations (site marking) operation. In this research, it is hoped that doctors and nurses will receive a clear division of duties in accordance with their respective duties and functions. Nurses who will take patients to surgery should verify and identify signs of the operation location before taking the patient to the operating room and operating room nurses should carry out verification and identification as well as record them on the available checklist sheet which is further enhanced to prevent unwanted events from occurring.
Optimalisasi Posyandu Lansia Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Mojokerto Mujiadi; Kusuma, Yudha Laga Hadi; Sari, Ike Prafita; Rachmah, Siti
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i3.435

Abstract

Bertambahnya usia harapan hidup dalam suatu daerah mengindikasikan semakin meningkat kesehatan lansia. Disisi lain akan bertambah pula jumlah lansia sehingga dapat menimbulkan permasalahan baru pada lansia. Sebagai solusinya pemerintah desa membentuk posyandu lansia, akan tetapi pelaksanannya belum optimal. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan keterlibatan pemberdayaan masyarakat dalam program posyandu. Metode yang digunakan dengan memberikan pelatihan dan edukasi tentang posyandu kepada kader, serta pendampingan langsung dalam pelaksanaan posyandu sesuai dengan meja masing-masing. Pemerintah desa memberikan anggaran desa dan bekerja sama dengan pihak swasta sebagai donator tetap. Sasaran dalam kegiatan pengabmas ini adalah lansia dengan maslah kesehatan sesuai dengan skrining awal dan lansia dengan kesulitan transportasi dan pemerintah desa memberikan penjemputan dengan mobil dinas desa. Program posyandu yang sudah ditetapkan diatanranya pemeriksaan status kesehatan lansia, kegiatan aktifitas fisik (senam lansia), pemberian makanan tambahan (PMT) bagi lansia, kegiatan penyuluhan kesehatan bagi lansia. sebanyak 23 lansia (50%) mempunyai tekanan darah systole kategori normal, hampir setengahnya 22 lansia (48%) mempunyai kadar asam urat dalam batas normal, sebanyak 26 lansia (57%) dengan kadar kolesterol dalam batas tinggi, sebanyak 30 lansia (65%) mempunyai kadar gula darah kategori normal, sebanyak 25 lansia (54%) mempunyai IMTdalam kategori kurus. Pihak pemerintah desa melalui kader posyandu bekerja sama dengan mitra STIKES Majapahit dalam pengawasan terhadap lansia dengan masalah kesehatan tersebut serta melibatkan anggota keluarga dalam pengaturan pola makan dan pola aktivitas agar lansia tetap sehat dan mandiri dalam memelihara kesehatannya.