Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Strategi Penerapan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 Bagi Guru Madrasah Aliyah DDI Bontang Zulkifli, Zulkifli; Setiawan, Agus; Hendriyadi, Hendriyadi; Mahmudatullutfiah, Mahmudatullutfiah
Southeast Asian Journal of Islamic Education Southeast Asian Journal of Islamic Education, Vol. 4(1), 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sajie.v0i0.3832

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa Pandemi Covid-19 bagi guru Madrasah Aliyah DDI Bontang. Desain penelitian menggunakan penelitian lapangan (field work research) dengan desain penelitian kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di Madrasah Aliyah DDI Bontang. Adapun data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan dipresentasikan dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran jarak jauh yang telah diterapkan oleh guru madrasah Aliyah DDI Bontang, yaitu melalui model kombinasi daring-luring, yakni model pembelajaran yang menerapkan jaringan komputer, internet dan perangkat lainnya pada proses pembelajaran, mulai dari penyampaian bahan belajar atau tugas, interaksi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Adapun media Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah digunakan oleh guru MA DDI Bontang, ialah hanya memaksimalkan aplikasi E-Learning Madrasah, serta memanfaatkan whatsapp grup sebagai media komunikasi utama melalui pendekatan personal atau home visite (mengunjungi langsung di rumah masing-masing).
REORIENTASI KEUTAMAAN ILMU DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-GHAZALI PADA KITAB IHYA ‘ULUMUDDIN Agus Setiawan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.749 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.18

Abstract

Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat manusia saat ini adalah acuh  terhadap ilmu agamanya. Faktanya terkadang ilmu agama dinomor duakan sedangkan yang nomor satu adalah ilmu umum. Bahkan sekarang yang menjadi panutan adalah media sosial, bukan ilmu yang dipelajari. Pada tataran di Indoneia idealnya pendidikan memberikan andil besar dalam memberi solusi terhadap krisis kemanusiaan yang kini melanda kehidupan. Mulai pendidikan, kita ingin menghasilkan manusia yang jujur, bersemangat, pekerja keras, tidak malas, berani, kreatif, cinta kebersihan, toleran dan sebaginya.Oleh karena itu sangat sayang sekali kalau sebuah karya yaitu Ihya ‘Ulumuddin karya al-Ghazali tidak di implementasi. Karya tersebut tidak melulu membahas satu bahasan keilmuan saja namun berbagai ilmu terkadang dibahas dalam satu kitab. Semisal Ihya’ Ulumuddin. Dalam kitab tersebut membahas tentang konsep ilmu, konsep Aqidah, fiqh dan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa al-Ghazali adalah seorang representatif ulama’ integral dengan keilmuannya dan sangat relevan untuk diimplementasikan saat ini. Al-Ghazali menyebutkan bahwa untuk meraih kebahagiaan negeri akhirat hanya bisa dicapai melalui penguasaan terhadap ilmu mengenai akhirat. Semua itu semakin menguatkan posisi ilmu, ketetapan tentangnya, dan kedudukan mulia mereka yang memiliki ilmu dalam pandangan Allah SWT. Manusia yang memiliki ilmu dikatakan oleh al-Ghazali dapat memperoleh derajat atau kedudukan paling terhormat di antara sekian banyak makhluk di permukaan bumi dan langit karena ilmu dan amalnya.
ANALISIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDIA DAN PERBANDINGANNYA DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Agus Setiawan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.361 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.60

Abstract

India mempunyai universitas pertama di dunia dengan 1000 dosen berdiri Pada abad 6 dan 7. Di India memiliki perpustakaan yang buka 24 jam. Sehingga kapanpun bisa belajar atau membaca di perpustakaan tersebut. Ada banyak pelajaran di luar ruangan kuliah. Pendidikan Islam saat ini di India, mengalami masa-masa yang sulit, karena dianggap minoritas dan dianaktirikan oleh pemerintah. Namun dengan semangat dari minoritas muslim ini, maka sebagian mendesak untuk mereformasi pendidikan Islam di India. Faktanya bahwa pendidikan Islam di India seperti di Madrasah telah berkembang dengan kolaborasi kurikulum madrasah kepada kurikulum modern, sehingga banyak siswanya yang belajar disana. Tercatat tidak hanya siswa muslim yang belajar, namun kebanyakan malahan siswa beragama Hindu yang belajar disana. "Meskipun disebut madrasah (sekolah Islam), orang-orang di daerah melihatnya seperti sekolah reguler yang baik. Seperti Madrasah Orgram yang terletak 125 km utara ibukota negara bagian, Kolkata, mengatakan bahwa sebagian besar kurikulum modern telah membuat lembaga semakin populer dalam masyarakat mayoritas Hindu. "Orang-orang biasa percaya bahwa madrasah adalah tempat di mana siswa diajarkan hanya pelajaran agama, dan hal itu tidak ada hubungannya dengan pendidikan modern. Pengakuan dari guru disana bahwa selama beberapa tahun telah bekerja untuk mengubah gagasan mereka. Di India berbeda dengan di Indonesia ketika anak selesai sekolah/belajar di sekolah. Di India ketika guru pulang mengajar, tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi, Guru diundang oleh orang tua siswa untuk menginap/berkunjung ke rumah orang tua siswa. Untuk mengajarkan pelajaran tambahan di rumah siswanya. Guru dilayani dengan baik oleh keluarga siswa diberikan pelajaran dengan cara memanggil guru ke rumah. Untuk memberikan pelajaran tambahan. Sistem pendidikan India sedikit berbeda dengan Indonesia, setidaknya dilihat dari usia pendidikan tingkat SD sampai Menengah. Di India menggunakan sistem 10 tahun pembelajaran. Terbagi dalam 3 jenjang, yaitu primary (5 tahun), upper primary (3 tahun), dan secondary (2 tahun). Struktur pendidikan sekolah yang seragam tersebut telah di adobsi oleh seluruh Negara bagian dan teritori India. Ini juga berlaku untuk pendidikan konvensionalnya dan pendidikan Islamnya. Karena keduanya di bawah kebijakan Nasional pemerintah India. Berbeda dengan Indonesia yang mewajibkan 6 tahun di SD, 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 3 tahun di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Adapun untuk pendidikan tingginya yaitu pada jurusan, baik teknik maupun bisnis menetapkan pola pendidikan Ghandi, yaitu pembentukan manusia yang berkepribadian utuh, kreatif dan produktif. Ada istilah S1, S2 dan juga S3 di India. Ini berlaku sama perguruan tinggi di Indonesia. Hanya saja sistem perkuliahannya yang berbeda juga tugas akhirnya. Kalau di India S1 tidak dituntut untuk menyelesaian akhir seperti Skripsi, sedangkan yang diwajibkan hanya pada tingkat S3 yaitu ada tugas wajib pembuatan Disertasi. Terdapat perbedaan yang signifikan tentang orientasi berfikir dan pola studi mahasiswa India dengan mahasiswa Indonesia. Bagaimana tidak, mahasiswa di India nyaris tak punya waktu untuk mengurusi hal-hal yang tidak berkaitan dengan persoalan akademik. Setiap hari, waktu mereka terkuras untuk mengamati huruf-huruf dalam susunan beratus-ratus kertas bahkan beribu-ribu halaman tebalnya. Membaca yang awalnya merupakan suatu kewajiban dengan sendirinya terkonversi menjadi satu kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Pada umumnya mahasiswa menghabiskan waktu 12 hingga 20 jam perhari untuk berkonsentrasi dengan materi-materi kuliah.
Pembelajaran Daring dan Konsekuensinya Pada Kesepian Siswa: Tinjauan Literatur Ani Cahyadi; Agus Setiawan
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i1.712

Abstract

Sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran dan penularan COVID-19, seluruh aktivitas pembelajaran dipindahkan ke mode daring. Praktek ini telah disebut social distancing yang mengharuskan orang untuk terpisah secara fisik. Keharusan ini merupakan bentuk pemisahan yang dapat memicu perasaan terisolasi yang selanjutnya berkontribusi pada tingkat kesepian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah pembelajaran daring memiliki potensi negative bagi siswa karena tidak efektifnya komunikasi antara pengajar dan siswa. Meskipun teknologi menawarkan banyak kemudahan dan kesempatan yang lebih besar bagi siswa untuk mengakses pembelajaran kapan saja dan dimana saja, namun sisi lainnya dapat menjadi pemicu rasa kesepian siswa karena kurangnya interaksi fisik dengan guru dan rekan sejawatnya. Suasana belajar online yang jauh dan impersonal juga dapat mendorong siswa tidak mengenal satu sama lain, dan kondisi ini kurang baik untuk perkembangan psikologis siswa.
Developing Islamic Religious Course Teaching Materials with Intercultural Competence-Based in High Schools in East Kalimantan, Indonesia Khojir Khojir; Amalia Nur Aini; Agus Setiawan
Dinamika Ilmu Vol 21 No 2 (2021): Dinamika Ilmu, 21(2), December 2021
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.094 KB) | DOI: 10.21093/di.v21i2.3633

Abstract

Islamic education and multiculturalism are connected each other where the content of multiculturalism in national scale includes religious character as one of the core components, whereas in Islamic education relies on commands and prohibitions regarding multiculturalism stated in Alqur’an. Therefore, since intercultural competence and religious character development of students are considered to be important and become one of fundamental objectives existed in national curriculum of 2013 in Indonesia, this research is aimed at conducting Research and Development (R & D) related to developing Islamic Religious course or what so called by Pendidikan Agama Islam (PAI) in Indonesian context in high schools in East Kalimantan, Indonesia. In terms of data collection, the data gained from observation, interview, questionnaire, and validation techniques. Moreover, five stages of ADDIE model were employed in conducting the development research of PAI materials which includes Analisis, Design, Implementation, and Evaluation stages. As a result, findings showed that material design of PAI teaching is feasible and effective to be used in PAI teaching and learning due to good criteria gained from the validation result from material expert and excellent category from media expert. Students’ responses towards the implementation of product design of PAI teaching materials showed good to excellent result towards all aspect assessment. Highlighting points regarding novelty and pedagogical implication are discussed further in this research.
Halaman Index Agus Setiawan
Al-Tijary Al-Tijary, Vol. 1, No. 2, Juni 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.06 KB) | DOI: 10.21093/at.v1i2.671

Abstract

Halaman Depan dan Daftar Is Agus Setiawan
Al-Tijary Al-Tijary, Vol. 1, No. 1, Desember 2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.485 KB) | DOI: 10.21093/at.v1i1.673

Abstract

Halaman Index dan Penulis Agus Setiawan
Al-Tijary Al-Tijary, Vol. 1, No. 1, Desember 2015
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/at.v1i1.674

Abstract

Pemilihan Pembiayaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Dengan Akad Murabahah (Studi kasus di Bank Muamalat Tbk Cabang Pembantu Samarinda Seberang) Sapi'i Sapi'i; Agus Setiawan
Al-Tijary Al-Tijary, Vol. 2, No. 1, Desember 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.721 KB) | DOI: 10.21093/at.v2i1.688

Abstract

Having your own home is the dream of all people, even being the basic human needs that must be met. But most people cannot afford to buy with cash to buy in installments or credit and the bank Muamalat itself, provided a variety of KPRS that can be selected according to the needs and interest free. Having your own home is no longer a difficult one, because there are the housing loans granted by banks commonly called mortgage (KPR). Bank Muamalat was present meet the demand of people with the name Residential Syariah financing from Bank Muamalat is a financing facility for residential property in accordance with Islamic principles. Thatneeds with of the community in the ownership of the house in installment and in accordance with Islamic principles. The purpose of this study to determine Factors Influencing the Customer in choosing a mortgage with AkadMurabaha Financing. This study concluded that the factors Customers Choose AkadMurabaha Financing mortgages with Religion is a factor, Factor Location Factor, Friends, Ad Factors, Economic Factors, Care Factor.
Halaman Index Agus Setiawan
Al-Tijary Al-Tijary, Vol. 2, No. 1, Desember 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.196 KB) | DOI: 10.21093/at.v2i1.790

Abstract