Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konsep Model Inovasi Kurikulum KBK, KBM, KTSP, K13, dan Kurikulum Merdeka (Literature Review) Agus Setiawan; Shofi Syifa’ul Fuadiyah Ahla
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI, Vol. 2, No. 2, Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v2i2.80

Abstract

Konsep kurikulum merupakan bentuknya kemerdekaan pada berpikir telah di tetapkan oleh pendidik dengan makna bahwa yang menjadi tombak utama ialah pendidik dalam membantu kesuksesan pada pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan konsep model inovasi kurikulum KBK, KBM, KTSP, K13, dan Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini ialah literature review, dengan menggunakan artikel jurnal yang telah dikumpulkan dari kurun waktu 2018-2022. Berdasarkan artikel jurnal yang telah digunakan didapatkan hasil sebagai berikut (a)Berfokus kepada masyarakat, dengan sumber belajar menggunakan buku teks atau masyarakat itu sendiri. Bersikap disiplin dalam kelas ialah kewajiban bersama bukan berasaskan terpaksa. Titik pusat yang utama pada metode mengajar ialah dengan memecahkan masalah agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan dari segala pihak. Skema besar pada pembelajaran diantaranya darmawisata, serta narasumber dari survei masyarakat itu. (b) bagian-bagian inovasi dari KTSP diantaranya mengandung penerapan pembelajaran kecakapan hidup, serta mengembangkan diri dari segi karakteristik, dan kebutuhan lainnya.(c) Persiapan pengkajian ialah yang menjadi bagian penting dalam administrasi pembelajaran meliputi silabus, dan RPP. Setelah selesai dalam penyusunan RPP, beralih pada pelaksanaan pembelajaran yang berfokus pada 3 point, yaitu: pendekatan ilmiah yang proses pembelajarannya dilakukan di dalam kelas, pengkajian berdasarkan rencana dan pengkajian berasaskan kasus. Penilaian yang digunakan pada kurikulum 2013 ialah penilaian autentik, berbagai jenis model tes seperti observasi, porto folio; (d) Kebijakan yang utama ialah penyelenggaraan asesemen nasional, kompetensi serta survei karakter, yang mana asesemen di tekankan pada literasi  dan numerasi siswa. Kedua, fasilitas pengkajian yang berasaskan internet of things, augemented reality dan pemakaian artifical intelligence psada pengkajian.
PENGUATAN BAHASA ARAB MELALUI METODE ALIP UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI MADRASAH ALIYAH TERPADU AL USWAH SAMARINDA Agus Setiawan; Nasiruddin Al Arifi; La Sadara
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI, Vol. 1, No. 1, Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v2i2.81

Abstract

Pertukaran ide, gagasan dan informasi antar manusia berlangsung melalui media bahasa. Terlebih di era globalisasi ini, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik melalui berbagai bahasa yang dipergunakan secara luas didunia, termasuk bahasa arab. Pemahaman atas kosakata merupakan unsur utama yang diperlukan dalam keterampilan berbahasa arab. Tanpa kosakata yang mencukupi, seseorang tentu akan merasa kesulitan dalam memahami bahasa arab. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dalam meningkatkan kosakata peserta didik. Penelitian ini difokuskan untuk menemukan korelasi antara penerapan metode ALIP dengan peningkatan kemampuan bahasa arab siswa MA Terpadu Al-Uswah Samarinda jenjang XI. Riset ini berupa riset kuantitatif korelasi dengan kesimpulan bahwa hasil nilai rata-rata (Mean) pelajaran bahasa arab semester 2 lebih besar daripada semester 1, yang berarti metode ALIP mampu memberikan penguatan penguasaan kosakata bahasa arab. Didapati poin penting (Sig.) sejumlah 0,000. Nilai ini dibawah poin 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga dipahami hasil analisa kedua data (nilai bahasa arab pada semester 1 dan 2) memiliki korelasi atau hubungan yang signifikan. Begitu pula nilai significant (2-tailed) sejumlah 0,000. Poin ini dibawah 0.05, (0,000 < 0,05), sehingga dipahami adanya selisih yang jelas antara nilai bahasa arab sebelum penerapan metode ALIP dengan setelah pemberian pelaksanaannya. Kata Kunci: Kosakata, Penguatan Bahasa, Bahasa Arab, Inovasi
Wordwall Website: Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Merespon Era Digital Cholid Syihabul Hikam; Agus Setiawan
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5679

Abstract

This research was conducted in response to the increasing need to innovate or integrate technology in Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. The aim of this research is to explore the positive influence of implementing the Wordwall Website in PAI learning, as well as identifying and overcoming emerging infrastructure barriers. This research was carried out at SD Negeri 032 Tenggarong. This research is a case study with a qualitative approach using interview, observation and documentation data sources as sources of information, then data analysis using Miles & Huberman theory. The research results show that the use of the Wordwall Website has a positive impact on the learning experience by improving the quality of learning and understanding of PAI material. However, infrastructure constraints, especially the lack of facilities such as projector screens, are the main challenge in the effective implementation of this technology.
KAJIAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM TINJAUAN HISTORIS, SOSIOLOGI, POLITIS, EKONOMIS DAN MANAJEMEN NEGARA Agus Setiawan
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2018): Darul Ulum, Volume 9 Nomor 2, 2018
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v9i2.23

Abstract

Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis kurikulum pendidikan agama Islam dalam tinjauan historis, sosiologis, politis, ekonomis dan manajemen negara. Metode yang digunakan adalah analisis konten, yaitu menganalisis kurikulum PAI dari beberapa aspek. Hasil analisis memberikan gambaran bahwa kurikulum Pendidikan agama Islam senantiasa mengalami perkembangan sebagaimana sifatnya yang sentiasa berubah dipengaruhi oleh faktor-faktor persekitaran manusia yang terlibat dalam kepentingannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum itu sendiri mencerminkan idealisme dan perubahan keperluan masyarakat dan negara, melalui institusi persekolahan yang akan meneruskan kebudayaan. Faktor historis menggambarkan bahwa kurikulum pendidikan mengalami 11 kali perubahan dengan berbagai inovasi yang ditawarkan untuk peningkatan mutu pendidikan, terlebih pendidikan Islam di dalamnya dengan adanya peraturan Menteri agama. Juga faktor sosiologis yang berusaha untuk mensinergikan kurikulum PAI dengan nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia sesuai kearifan lokalnya. Faktor politis juga ikut mempengaruhi arah kebijakan kurikulum PAI. Indonesia yang merupakan mayoritas penduduknya muslim, ikut memberikan pengaruh positif bagi pendidikan Islam di Indonesia. Pada faktor ekonomis, kurikulum PAI saat ini konsen pada pembangunan SDM yang menunjang ekonominya. Dan terakhir pada faktor manajemen negara, bahwa saat ini masing-masing Lembaga sudah otonomi dalam membagi manajemennya, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Islam secara khusus dibawah Kementerian Agama. Dengan manajemen ni sangat memudahkan untuk mengembangkan arah kurikulum PAI sesuai konteks digitalisasi Islam.
MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH: (Analisis Implementasi Media Pembelajaran Berbasis PAI) Agus Setiawan
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2019): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 201
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v10i2.39

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis mengenai media pembelajaran yang tepat pada pendidikan Agama Islam di sekolah. Pendidikan Islam di sekolah atau di madrasah, dalam pelaksanaannya masih menunjukkan berbagai permasalahan. Seperti halnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah saat ini masih sebatas sebagai proses penyampaian pengetahuan tentang Agama Islam. Hanya sedikit yang arahnya pada proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru masih dominan ceramah. Proses internalisasi tidak secara otomatis terjadi ketika nilai-nilai tertentu sudah dipahami oleh siswa. Artinya, metode ceramah yang digunakan guru ketika mengajar pendidikan Islam berpeluang besar gagalnya proses internalisasi nilai-nilai agama Islam pada diri siswa, hal ini disebabkan siswa kurang termotivasi untuk belajar materi pendidikan Islam. Pembelajaran PAI dengan penggunaan media pembelajaran merupakan suatu keharusan, karena tanpa media tentunya sulit bagi guru untuk dapat menyampaikan pesan pembelajaran dengan baik. Perkembangan IPTEK juga mengharuskan media pembelajaran Pendidikan Islam untuk dapat mengikutinya, sehingga perkembangan IPTEK tersebut juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran pendidikan Islam. Dalam proses belajar mengajar pendidikan Islam, kehadiran media pembelajaran sangat penting artinya dan merupakan suatu keharusan. Ketiadaan media sangat memengaruhi proses belajar mengajar, media pembelajaran dapat membantu mengatasi ketidakjelasan materi yang disampaikan menjadi jelas dan mudah diterima oleh siswa. Semakin banyaknya media yang ada akan semakin memudahkan para guru khususnya guru pendidikan Islam untuk mendesain atau merancang media pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran.
Digitalisasi Marketing UMKM Melalui Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran Aulia Rahmatul Azizah; Putri Aprilia; Lukman Mulia Rahman; Agus Setiawan
Brilliant Society: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Brilliant Society: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/brilliantsociety.v1i1.520

Abstract

Penelitian ini membahas digitalisasi pemasaran untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan media sosial, dengan fokus pada Instagram dan Facebook, sebagai alat untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan. Di era Society 5.0, kemajuan teknologi telah membawa dampak signifikan terhadap sektor perdagangan, termasuk UMKM. Meskipun UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia, banyak dari mereka yang belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di Kelurahan Muara Jawa Tengah dalam memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Metode ini mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, pengembangan tindakan, dan implementasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dan Facebook sebagai sarana pemasaran digital dapat memperluas jangkauan pasar UMKM, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, dan memajukan penjualan produk secara efektif. Pendampingan ini termasuk pembuatan dan pengelolaan akun media sosial, penambahan lokasi di Google Maps, serta penyediaan konten promosi seperti foto produk dan video. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam memperkuat posisi UMKM di pasar dan mendorong pertumbuhan usaha melalui teknologi digital yang terintegrasi.