Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN BAHASA ARAB MELALUI METODE ALIP UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI MADRASAH ALIYAH TERPADU AL USWAH SAMARINDA Agus Setiawan; Nasiruddin Al Arifi; La Sadara
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI, Vol. 1, No. 1, Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v2i2.81

Abstract

Pertukaran ide, gagasan dan informasi antar manusia berlangsung melalui media bahasa. Terlebih di era globalisasi ini, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik melalui berbagai bahasa yang dipergunakan secara luas didunia, termasuk bahasa arab. Pemahaman atas kosakata merupakan unsur utama yang diperlukan dalam keterampilan berbahasa arab. Tanpa kosakata yang mencukupi, seseorang tentu akan merasa kesulitan dalam memahami bahasa arab. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dalam meningkatkan kosakata peserta didik. Penelitian ini difokuskan untuk menemukan korelasi antara penerapan metode ALIP dengan peningkatan kemampuan bahasa arab siswa MA Terpadu Al-Uswah Samarinda jenjang XI. Riset ini berupa riset kuantitatif korelasi dengan kesimpulan bahwa hasil nilai rata-rata (Mean) pelajaran bahasa arab semester 2 lebih besar daripada semester 1, yang berarti metode ALIP mampu memberikan penguatan penguasaan kosakata bahasa arab. Didapati poin penting (Sig.) sejumlah 0,000. Nilai ini dibawah poin 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga dipahami hasil analisa kedua data (nilai bahasa arab pada semester 1 dan 2) memiliki korelasi atau hubungan yang signifikan. Begitu pula nilai significant (2-tailed) sejumlah 0,000. Poin ini dibawah 0.05, (0,000 < 0,05), sehingga dipahami adanya selisih yang jelas antara nilai bahasa arab sebelum penerapan metode ALIP dengan setelah pemberian pelaksanaannya. Kata Kunci: Kosakata, Penguatan Bahasa, Bahasa Arab, Inovasi
Wordwall Website: Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Merespon Era Digital Cholid Syihabul Hikam; Agus Setiawan
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5679

Abstract

This research was conducted in response to the increasing need to innovate or integrate technology in Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. The aim of this research is to explore the positive influence of implementing the Wordwall Website in PAI learning, as well as identifying and overcoming emerging infrastructure barriers. This research was carried out at SD Negeri 032 Tenggarong. This research is a case study with a qualitative approach using interview, observation and documentation data sources as sources of information, then data analysis using Miles & Huberman theory. The research results show that the use of the Wordwall Website has a positive impact on the learning experience by improving the quality of learning and understanding of PAI material. However, infrastructure constraints, especially the lack of facilities such as projector screens, are the main challenge in the effective implementation of this technology.
DISABILITY AND SOCIAL MEDIA: EXPLORING UTILIZATION OF INSTRAGRAM PLATFORM AS A TOOL FOR DISABILITY ADVOCACY Ani Cahyadi; Agus Setiawan
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/al-balagh.v5i2.2746

Abstract

Social media such as Instagram has been a tool to facilitate subjective interests of its users, either individually or collectively. Furthermore, Instagram is an effective campaign and advocacy tool for issues like disability and inclusiveness. Therefore, this study aims to explore how this platform is used as an advocacy tool for the disabled and its relation with disability advocacy from the phenomenological approach. The respondents in this study were two actors with disabilities, while the informants were four individuals from the Banjarbilitas group that care about disabilities. Data analysis was carried out using the Social Model of Disability. The discoveries of this study lead to two main points. Firstly, Instagram as a new social media, has transformed into an important networking platform, which provides opportunities for the disabled to advocate and negotiate their existence and that of their groups in relation to equality in society. Secondly, it has provided them with basic access to job vacancies, freedom to express themselves, connect with other individuals and share information and most significantly the opportunity to facilitate both their personal and group interest in order to increase their prosperity and accessibility progressively and comprehensively.
Conceptual of Blended Learning as Islamic Education Study Program Learning Reform Action in Digital Era 4.0 Setiawan, Agus
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 7 No 2 (2019): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.867 KB) | DOI: 10.21093/sy.v7i2.1827

Abstract

This article focuses on the conceptual study of the blended learning model. This article also presents several studies from the online journal article and the findings of previous research from thesis and dissertations and textbooks relating to the theory of blended learning. As an effort to reformulate PAI learning, it is important to implement blended learning in the current digital era. Islamic religious education has a material source that is extensive and strategic for the progress of the Indonesian nation. With most Indonesia's population is the follower of Islam, Islamic religious education as millennial generation literacy is appropriate to be formulated under the development of digital technology. Islamic education can take a strategic role as the immunization of the young generation amidst the advancement of learning and innovation. Blended learning is one of them in future learning. Blended learning is one of the latest learning models that has been successfully applied to educational institutions. This study describes blended learning as an effort to reformulate PAI learning in the digital era 4.0. This study also aims to be a reference for further research. This research was conducted with the Systematic Literature Review (SLR) method of various research findings and the findings of journal articles relating to the blended learning. The findings of the study showed that the principle of blended learning synergize a balanced combination between face-to-face and online learning. It can apply blended learning to PAI learning and is quite successful. Using technology will strengthen the conventional methods that commonly occur in PAI learning so that PAI learning is more effective and efficient. Some research states that blended learning has motivated students in learning, enables students to be more creative, more active, more participatory, more communicative, independent and able to solve problems in learning, improving learning outcomes. We can conclude it that the results regarding blended learning are having a positive impact on student development and also on learning outcomes.
KAJIAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM TINJAUAN HISTORIS, SOSIOLOGI, POLITIS, EKONOMIS DAN MANAJEMEN NEGARA Agus Setiawan
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2018): Darul Ulum, Volume 9 Nomor 2, 2018
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v9i2.23

Abstract

Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis kurikulum pendidikan agama Islam dalam tinjauan historis, sosiologis, politis, ekonomis dan manajemen negara. Metode yang digunakan adalah analisis konten, yaitu menganalisis kurikulum PAI dari beberapa aspek. Hasil analisis memberikan gambaran bahwa kurikulum Pendidikan agama Islam senantiasa mengalami perkembangan sebagaimana sifatnya yang sentiasa berubah dipengaruhi oleh faktor-faktor persekitaran manusia yang terlibat dalam kepentingannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum itu sendiri mencerminkan idealisme dan perubahan keperluan masyarakat dan negara, melalui institusi persekolahan yang akan meneruskan kebudayaan. Faktor historis menggambarkan bahwa kurikulum pendidikan mengalami 11 kali perubahan dengan berbagai inovasi yang ditawarkan untuk peningkatan mutu pendidikan, terlebih pendidikan Islam di dalamnya dengan adanya peraturan Menteri agama. Juga faktor sosiologis yang berusaha untuk mensinergikan kurikulum PAI dengan nilai-nilai sosial masyarakat Indonesia sesuai kearifan lokalnya. Faktor politis juga ikut mempengaruhi arah kebijakan kurikulum PAI. Indonesia yang merupakan mayoritas penduduknya muslim, ikut memberikan pengaruh positif bagi pendidikan Islam di Indonesia. Pada faktor ekonomis, kurikulum PAI saat ini konsen pada pembangunan SDM yang menunjang ekonominya. Dan terakhir pada faktor manajemen negara, bahwa saat ini masing-masing Lembaga sudah otonomi dalam membagi manajemennya, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Islam secara khusus dibawah Kementerian Agama. Dengan manajemen ni sangat memudahkan untuk mengembangkan arah kurikulum PAI sesuai konteks digitalisasi Islam.
MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH: (Analisis Implementasi Media Pembelajaran Berbasis PAI) Agus Setiawan
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2019): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 201
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v10i2.39

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis mengenai media pembelajaran yang tepat pada pendidikan Agama Islam di sekolah. Pendidikan Islam di sekolah atau di madrasah, dalam pelaksanaannya masih menunjukkan berbagai permasalahan. Seperti halnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah saat ini masih sebatas sebagai proses penyampaian pengetahuan tentang Agama Islam. Hanya sedikit yang arahnya pada proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru masih dominan ceramah. Proses internalisasi tidak secara otomatis terjadi ketika nilai-nilai tertentu sudah dipahami oleh siswa. Artinya, metode ceramah yang digunakan guru ketika mengajar pendidikan Islam berpeluang besar gagalnya proses internalisasi nilai-nilai agama Islam pada diri siswa, hal ini disebabkan siswa kurang termotivasi untuk belajar materi pendidikan Islam. Pembelajaran PAI dengan penggunaan media pembelajaran merupakan suatu keharusan, karena tanpa media tentunya sulit bagi guru untuk dapat menyampaikan pesan pembelajaran dengan baik. Perkembangan IPTEK juga mengharuskan media pembelajaran Pendidikan Islam untuk dapat mengikutinya, sehingga perkembangan IPTEK tersebut juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran pendidikan Islam. Dalam proses belajar mengajar pendidikan Islam, kehadiran media pembelajaran sangat penting artinya dan merupakan suatu keharusan. Ketiadaan media sangat memengaruhi proses belajar mengajar, media pembelajaran dapat membantu mengatasi ketidakjelasan materi yang disampaikan menjadi jelas dan mudah diterima oleh siswa. Semakin banyaknya media yang ada akan semakin memudahkan para guru khususnya guru pendidikan Islam untuk mendesain atau merancang media pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran.
Digitalisasi Marketing UMKM Melalui Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran Aulia Rahmatul Azizah; Putri Aprilia; Lukman Mulia Rahman; Agus Setiawan
Brilliant Society: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Brilliant Society: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/brilliantsociety.v1i1.520

Abstract

Penelitian ini membahas digitalisasi pemasaran untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan media sosial, dengan fokus pada Instagram dan Facebook, sebagai alat untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan. Di era Society 5.0, kemajuan teknologi telah membawa dampak signifikan terhadap sektor perdagangan, termasuk UMKM. Meskipun UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia, banyak dari mereka yang belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di Kelurahan Muara Jawa Tengah dalam memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Metode ini mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, pengembangan tindakan, dan implementasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan Instagram dan Facebook sebagai sarana pemasaran digital dapat memperluas jangkauan pasar UMKM, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, dan memajukan penjualan produk secara efektif. Pendampingan ini termasuk pembuatan dan pengelolaan akun media sosial, penambahan lokasi di Google Maps, serta penyediaan konten promosi seperti foto produk dan video. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam memperkuat posisi UMKM di pasar dan mendorong pertumbuhan usaha melalui teknologi digital yang terintegrasi.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi PAI dan Budi Pekerti di SD Bontang Selatan Umul Baiti; Su’aibatul Aslamiyah; Agus Setiawan
Gurukul: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Gurukul: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Nusantara, March
Publisher : PT. Berkah Smart Academika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/gurukul.v1i1.507

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya aktifitas belajar dan hasil belajar peserta didik pada mata Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas belajar dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dengan materi hidup bersih dan sehat. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil yaitu pada tanggal 6 s/d 20 Desember 2022, bertempat di kelas 2 C SDN 002 Bontang Selatan Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data berupa dokumen hasil pekerjaan siswa, daftar nilai dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan medel pembelajaran Discovery Learning terjadi suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga aktifitas belajar dan hasil belajar peserta didik meningkat. Aktifitas belajar peserta didik pada siklus I ke Siklus II terdapat peningkatan. Pada siklus I nilai rata-ratanya yaitu 2,25 meningkat pada siklus II menjadi 3,32. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus 1 rata-ratanya yaitu 75,71 meningkat menjadi 90,35 Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik.
Menuju Era Elektrasi Rekontekstualisasi Bahasa dan Pelaporan dalam Perspektif Humanisme dan Ilmu Sosial Post-Strukturalis Noor Hikmah; Agus Setiawan
NOVARA: Nusantara Innovation and Educational Technology Vol. 2 No. 1 (2025): NOVARA: Nusantara Innovation and Educational Technology, February 2025
Publisher : Berkah Smart Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64093/novara.v1i3.340

Abstract

Penelitian ini mengkaji rekontekstualisasi bahasa dan pelaporan dalam era elektrasi melalui perspektif humanisme dan ilmu sosial post-strukturalis. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan Critical Discourse Analysis (CDA), penelitian menganalisis 54 sumber ilmiah terkait transformasi bahasa digital, pelaporan, identitas, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrasi merupakan fenomena multidimensi yang mengubah bahasa dari linearitas tekstual menjadi multimodal, pelaporan dari dokumentatif menjadi performatif, dan identitas subjek menjadi konstruksi wacana dinamis yang bergantung pada visibilitas digital serta interaksi algoritmik. Elektrasi membuka peluang bagi humanisme digital melalui ekspresi kreatif, partisipasi sosial, dan otonomi subjek, namun juga menimbulkan tantangan etis, termasuk dehumanisasi, komodifikasi perhatian, dan tekanan psikologis akibat tuntutan hipervisibilitas. Fenomena ini menuntut pembacaan kritis terhadap relasi kuasa, produksi makna, dan konstruksi identitas dalam ekosistem digital. Selain itu, elektrasi memengaruhi lanskap sosial secara kolektif, menggeser otoritas pengetahuan dari institusi formal ke jaringan afektif dan algoritmik. Dengan refleksi kritis, praktik pelaporan digital dapat diarahkan untuk memperkuat martabat manusia, membangun narasi inklusif, dan menghasilkan makna yang humanis serta etis, sekaligus menghindarkan subjek digital dari reduksi menjadi objek algoritmik.
Manajemen Madrasah Ramah Anak Berbasis Pesantren: Studi Multisitus pada MA Asy-Syifa dan MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan Muhamad Abdulloh Afandi; Muhammad Tahir; Agus Setiawan
Itqan: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2026): ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/itqan.v17i1.6774

Abstract

Violence against children in educational settings, including Islamic boarding school-based institutions, remains a significant challenge, highlighting the need for child protection programs that are effectively integrated into institutional management. This study aims to examine the management of the Child-Friendly Madrasah (Madrasah Ramah Anak/MRA) program in Islamic boarding school-based madrasahs and to develop a conceptual model derived from a multi-site analysis. A qualitative multi-site design was employed at MA Asy-Syifa Balikpapan and MA Raadhiyatan Mardhiyyah Putra Balikpapan. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving principals, vice principals, teachers, dormitory supervisors, and students. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through within-site and cross-site analysis. The findings reveal that the Child-Friendly Madrasah program is implemented through the integrated application of the four core management functions: planning, organizing, actuating, and controlling, all of which are aligned with the values of the Islamic boarding school tradition. Successful implementation is supported by strong leadership commitment, collaboration among stakeholders, a positive pesantren culture, and parental involvement. However, several challenges remain, including hierarchical organizational culture, resistance to change, limited understanding of child-friendly education principles, and the complexity of managing students in a twenty-four-hour boarding environment. The study proposes a Pesantren-Based Child-Friendly Madrasah Management Model, demonstrating that effective implementation depends not only on compliance with child protection policies but also on the integration of educational management functions with Islamic boarding school values to create a safe, religious, disciplined, participatory, and child-centered learning environment.